Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
Meminta saran lagi


Hari ini Bella tidak ke toko kue , ia lebih menghabiskan waktu di rumah bersama Zyan dan bibinya.


" tidak menyangka kamu akan menikah lagi dengan Sean setelah apa yang terjadi dalam hidup mu bell " ungkap bi Marni.


" mungkin ini sudah takdir bi "


" iya juga , bagaimana pun kita lari dari takdir , tuhan akan mengembalikan lagi ke jalan yang Tuhan tuliskan untuk kita "


Bella tersenyum , setelah peristiwa penculikan yang menimpanya beberapa tahun yang lalu , hidup Bella seakan berubah yang dulu ia pikir akan menikah dengan Devan dan hidup damai dalam sebuah pernikahan yang sederhana malah berbanding terbalik.


Sekarang ia kembali menikah dengan suaminya yang dulu ia pikir telah tiada. Bella tak menyangka takdir memainkannya dengan cara yang spesial.


Bertemu dengan Sean pertama kali membuat ia harus merelakan masa depannya di tangan Sean. Menikahi nya dengan perasaan terpaksa sampai pada akhirnya ia mencintai Sean dengan caranya sendiri.


Takdir memisahkannya namun takdir juga mempertemukannya kembali. Bella bersyukur selama ini didampingi oleh orang-orang yang baik termasuk Ryan dan Ramon yang berjasa membantunya saat ia tak punya apa-apa.


" bell , kamu melamun " tegur bi Marni.


" ah tidak bi , hanya saja aku tak menyangka jalan hidupku seperti ini ," ungkap Bella


Bi Marni tersenyum hangat menatap Bella.


" ini sudah garis hidupmu bell , kamu berhak mendapatkan kebahagiaan yang selama ini bibi pun tak bisa membahagiakanmu " ucap bi Marni sendu.


" bibi jangan bicara seperti itu , bibi juga membahagiakan hidupku mengasuhku dari kecil sampai menyekolahkan ku , aku beruntung punya bibi yang baik hati " balas Bella.


" kau memang anak yang baik bell , semoga kebahagiaan selalu menyertai mu " doa bi marni.


" aamiin , terimakasih bi " ucap Bella tersenyum.


" oh ya bell , besok berangkat jam berapa ? apa kamu juga mengundang Ian?


" besok jam 7 pagi bi , maaf bi aku tak mengundang Ian "


" kenapa memangnya ?


" Sean melarangnya , aku sudah menceritakannya pada bibi bahwa dia tidak terima aku menikah kembali dengan Sean "


Bi Marni mendesah panjang. " dia pria yang baik , tapi dia juga tak bisa menerima kenyataan "


Bella terdiam.


" dulu bibi pikir kamu akan menikah dengan ian , karena selama ini dia yang terus menolong mu dan kalian sering bersama "


" cinta tak bisa dipaksa kan bi " pungkas Bella.


Bi Marni mengangguk setuju.


Dering ponsel Bella memecahkan keseriusan obrolan mereka. Bella melihat sekilas nama yang menghubunginya.


" siapa bell ? tanya bi Marni


" Nia bi " jawab Bella


" Nia ? tumben , coba angkat Bell takut nya penting "


Bella mengangguk lalu mengangkat panggilan dari Nia pegawai bibinya.


" hallo nia ??


" halo mbak Bella " sahut Nia


" ada apa ?


" gini mbak ada yang nyariin mbak "


" siapa ?


" cewek mbak , namanya Selena."


Bella mengkerutkan keningnya mendengar Selena mencarinya.


" ada perlu apa dia mencari ku "


" katanya mau bicara penting mbak , dia masih menunggu ditoko "


Bella terdiam menimang apa perlu ia menemuinya.


" mbak Bella " panggil Nia karena Bella tak meresponnya.


" tolong bicara padanya , dia suruh kerumah ku saja " perintah Bella.


" baik mbak aku sampai in sama dia "


" iya , terimakasih Nia "


" iya mbak sama-sama ".


Panggilan pun diakhiri.


" ada apa bell " tanya bi Marni penasaran.


" ada yang ingin bertemu dengan ku bi " jawab Bella.


" siapa ?


" Selena , tunangan Ian "


" tunangan Ian " bi marni terkejut.


Bella mengangguk.


" ternyata dia sudah bertunangan , lalu kenapa tunangannya ingin bertemu denganmu"


" entah lah " Bella menggeleng tak tahu.


Beberapa menit kemudian.


Pintu rumah bi marni yang terbuka lebar kedatangan tamu yang tadi ingin bertemu dengan bella.


tok tok tok


" permisi " seru Selena celingukan.


Bella yang sedang berada di dalam langsung menghampiri suara diluar rumahnya.


" Selena "


" ayo masuk " ajak Bella.


Selena pun masuk lalu dipersilahkan duduk oleh Bella.


" ada apa kau kemari ? tanya Bella tanpa basa-basi.


" kau to the point sekali nona Bella "


Bella menatap datar Selena.


" aku merindukanmu nona Bella dan juga aku telah melakukan semua saranmu untuk mengusik hati Mr Ryan " ungkap Selena.


" lalu " Bella menaikkan sebelah alisnya.


" aku ingin bertemu denganmu karena ingin menceritakan semua usaha ku yang mengusik ketenangan Mr Ryan."


" hanya itu ? tanya Bella datar.


" tidak , aku ingin meminta saranmu lagi , bagaimana setelah semua yang aku lakukan pada mr Ryan."


" kau baru mengusik nya seminggu , apa ada perubahan dari dia ? tanya Bella.


Selena nampak berpikir , Ryan sama sekali tak berubah sekali pun.


" tak ada " jawab Selena lesu.


" tak apa , lambat laun dia pasti akan menyukai mu asal kau bisa bersabar dengan sikapnya itu "


" iya nona Bella , tapi aku takut ia membenciku " ucap Selena lemas.


" benci bisa jadi cinta dan cinta bisa jadi benci "


" maksudmu ? Selena menaikkan sebelah alisnya.


" dia mungkin sekarang benci padamu tapi entah kapan dia pasti akan mencintaimu "


" benarkah itu nona Bella ? bola mata Selena berbinar seketika.


Bella mengangguk.


" tapi kapan ?


" sabar " pungkas Bella.


Selena mengerucutkan bibirnya.


" cinta karena biasa , biasa bersama ,biasa bertengkar , biasa berdebat dan biasa saling mendukung , saat kebiasaan itu hilang maka akan timbul kehilangan. Kehilangan teman yang selalu mendebat ataupun mendukung mu , kehilangan yang akan menjadi rindu , kehilangan yang akan tahu bagaimana berartinya dirimu untuknya , kehilangan saat kau pergi menjauh kau akan merasa bersalah dan amat sangat menyesal telah menyia-nyiakannya. Dan pada akhirnya akan menumbuhkan cinta. " ungkap Bella panjang lebar.


Selena sedikit terkejut dengan kata-kata Bella.


" kau sepertinya telah melalui semuanya nona Bella "


Bella tersenyum tipis . " aku telah melalui semua perasaan itu "


" apa kau begitu juga dengan Mr Ryan?


" tidak , aku hanya kehilangan sesosok teman dan saudara di diri Ryan "


" apa kau tak mencintainya "


" apakah aku harus menjawab " tanya Bella dingin.


Selena menelan saliva nya melihat ekspresi wajah Bella yang dingin.


" tidak perlu nona Bella " ucap Selena pelan.


Bella menatap lekat wajah Selena , lalu membuang nafasnya kasar.


" tujuan mu kesini untuk meminta saranku kan , tak perlu kau menanyakan masalah tentang hidup ku " tegas Bella.


" maaf nona Bella " cicit Selena.


" baiklah , saranku tetap sama , dekati dia perlahan dan jangan menyerah "


" baiklah " Selena mengangguk.


Bi Marni yang dari dapur membawakan nampan berisi minuman dan camilan untuk tamu Bella.


" silahkan diminum " ucap bi Marni meletakkan minuman dingin untuk Selena.


" terimakasih Tante " balas Selena.


" bell , Sean menghubungi mu terus , kayanya ada hal penting masalah pernikahan mu" ucap bi Marni.


" ah , biarkan saja bi palingan dia hanya berbicara yang tak penting "


Bi Marni menggeleng kepalanya.


" nona Bella kau akan menikah ? bukankah kau sudah menikah ? sela Selena penasaran.


" aku akan menikah lagi dengan suami ku besok " jawab Bella.


" besok " Selena terkejut.


" iya besok , tapi bisakah kau merahasiakan hal ini pada Ryan " pinta Bella.


" tentu saja aku akan menjaga rahasia mu nona Bella , tapi bisakah aku datang ke acara pernikahan mu " mohon Selena.


" iya tentu asal kau jangan membawa Ryan , karena suami ku pasti akan mengamuk " ungkap Bella.


" tentu tidak nona Bella aku akan datang sendiri "


" baiklah , terimakasih "


" sama-sama nona Bella " Selena tersenyum cerah.


.


.


jangan lupa like comment and vote


.


.