
Perjalanan menuju Jakarta mengunakan jet pribadi Sean, tidak membutuhkan waktu lama Sean berserta keluarga kecilnya tiba di Jakarta.
Bella mengantar kan Zyan ke rumah Sean, karena ia sementara waktu akan tinggal di bibinya.
" mom kenapa gak tinggal bareng sama Daddy ? tanya Zyan saat tiba dirumah Sean.
". setelah menikah lagi sama Daddy ,pasti mommy tinggal disini tapi untuk sementara waktu mommy akan tinggal dengan Oma." balas Bella.
" hmm gitu ya mom"
" iya sayang, baik-baik ya disini mommy akan sering menemuimu " ucap Bella mengelus rambut Zyan.
" iya mom "
" Sean aku titip Zyan ya "
" tentu saja , dia anakku akan ku jaga dia " balas Sean.
" terimakasih, ya sudah mommy pergi dulu "
" mau aku antar bell? tawar Sean.
" tidak Sean, lebih baik kamu temani Zyan dulu " tolak Bella.
" baiklah " Sean mengangguk
Bella di antar supir Sean menuju rumah bibinya.
Tiba didepan toko bi Marni ia langsung masuk ,melihat bi Marni sedang membereskan kue-kuenya.
" bi Marni " panggil Bella,
Bi Marni menoleh kearah sumber suara. " Bella" seru bi Marni.
Masih dengan keterkejutannya bi Marni menatap Bella tak percaya, sedetik kemudian ia menghambur memeluk tubuh Bella.
" Bella kau kesini ? tanya bi marni dalam pelukannya.
" iya bi, aku akan tinggal lagi disini " balas Bella melepaskan pelukan bibinya.
" bibi sangat senang kamu kembali lagi kesini, tapi kemana Zyan ko gak ada ? bi Marni menengok ke kanan dan kiri.
" Zyan dirumah Sean bi, yah biar kan dia bersama Daddy ya " jawab Bella.
" oh gitu, ya sudah tapi Zyan gak akan rewel kan?
" gak bi, Zyan udah terbiasa ditinggal aku "
" kenapa kamu gak bilang kalau mau kembali lagi kesini ?
" kejutan bi " balas Bella tersenyum.
Bi marni mengangguk senang, setelahnya mengajak Bella untuk pulang kerumahnya.
" kamu istirahat aja ya bell " kata bi Marni saat tiba di rumahnya.
" makasih ya bi " Bella pun menuju kamar yang dulu ditinggalinya.
Masih tampak sama tak berubah sama sekali, hanya dinding kamarnya saja yang berubah.
Bella duduk di tepi kasurnya, handphonenya berdering seseorang menghubunginya.
" hallo Sean ada apa ?
" kamu sudah sampai sayang ? tanya Sean disebrang sana
" sudah ,aku baru sampai rumah bi Marni, oh ya gimana zyan??
" Zyan , dia sekarang diruang lukis sepertinya dia betah "
" bagus lah, tolong jaga dia Sean "
" tentu saja , kapan kau kemari ?
" aku baru sampai Sean, kapan-kapan aku kerumah mu "
" jangan lama-lama sayang, aku kangen "
Bella langsung memutuskan panggilan, ia sebal dengan sikap Sean yang kebucinan. Baru diri tinggal bentar sudah kangen kemana saja selama 5 tahun yang tak mencarinya, pikir Bella kesal.
Ya walaupun bella tahu Sean hilang ingatan Bella masih sangat kesal terhadap Sean.
Tut Tut Tut
" lha kenapa mati " Sean melihat ponselnya dimatikan sepihak oleh Bella.
" ah kau selalu begitu bell, aku kan kangen " gerutu Sean pelan.
" Daddy " panggil Zyan menghampiri Sean.
" iya boy, kenapa ?
" mommy sudah sampe di rumah Oma ? tanya Zyan.
" sudah , barusan Daddy telpon mommy mu "
Zyan mengangguk. " dad ayo temani aku gambar " pinta Zyan.
" ayo boy, lets go " ucap Sean semangat.
Rio tiba di Surabaya. Rencana nya ia akan menemui Bella untuk meminta kembali lagi kepada Ryan. Supaya Ryan bisa sadar dan insyaf untuk tidak mabuk-mabukkan lagi, itu pemikiran Rio.
Ia pun tiba di kantor Ramon , Ryan pernah bercerita kalau Bella bekerja di perusahaan Ramon.
tok tok tok
" masuk " sahut Ramon.
Sekertaris Ramon masuk, ia bilang ada yang ingin bertemu dengannya yang bernama Rio.
Ramon pun mengiyakan Rio untuk masuk ke ruangannya.
" tumben loe jauh-jauh dari Jakarta ke sini " kata Ramon menghampiri Rio yang duduk di sofa.
" Bella ? buat apa loe bertemu sama Bella, loe juga suka sama Bella ?
" enak aja, gak lah. Gini-gini juga gue punya banyak cewek, gebetan teman sendiri di embat juga bukan gaya gue kali " oceh Rio tak terima.
" hehe, ya kali loe juga demen juga sama Bella, secara kan Bella cantik walaupun punya anak satu " kekeh Ramon
" gue kesini buat minta Bella kembali lagi sama Ryan " ucap Rio to the point.
" what, jangan gila loe, Bella udah dilamar lagi sama suaminya , memangnya loe gak tahu cerita perjalanan hidup Bella sama suaminya " Ramon terkejut.
" iya gue tahu Mon, cuma gue kasian sama temen kita itu, dia jadi mabuk-mabukkan terus tiap harinya, gue jadi kasian sama dia "
" kalau loe kasian kenapa loe gak cari cewek aja buat si Ryan , biar dia bisa move on dari Bella " usul Ramon.
" gue udah nyaranin dia, tapi dia tetep kekeuh sama Bella "
Ramon mengusap-usap dagunya.
" loe udah bilang sama orang tua nya ? tanya Ramon.
" belum "
" lha loe ko bego sih, kenapa loe gak kasih tahu orang tua nya, loe jadi pusing sendiri kan "
" ck, loe gak tahu sih di posisi gue "
" gak tahu gimana ? kalau loe bilang sama orang tuanya mungkin mereka punya solusi buat Ryan biar berhenti mabuk "
" entar gue di bilang tukang ngadu sama si Ryan lagi "
" daripada loe pusing , entar loe di amuk sama deretan cewek-cewek loe, dan lebih parahnya loe dibilang gay soalnya ngurusin Ryan mulu " ledek Ramon tertawa.
" bangsat loe Mon , gue masih normal kali "
" ha-ha-ha, makanya daripada loe pusing mending loe serahin tuh si Ryan, kembalikan dia kepada orang tuanya " Ramon makin tertawa meledek Rio.
" anjim banget punya temen kaya loe Mon " kesal Rio.
" hahaha, jangan bilang loe juga suka sama temen loe itu, secara kan loe sering banget berduaan sama dia "
" loe pikir gue doyan sesama pedang, najis banget gue. Gue deket sama Ryan karena dia sohib terbaik gue gak kaya loe ,bangsat "
" haha, kali loe biseksual " Ramon semakin meledek Rio.
" anjay amit-amit gue kaya gitu, emangnya gak ada cewek sexy di dunia ini apa " Rio mengetuk-ngetuk meja didepannya.
" haha aduh, perut gue sakit ledekin loe mulu " Ramon memegang perutnya yang kram mentertawakan Rio, ia pun menyeka sudut matanya yang berair karena kebanyakan tertawa meledek Rio.
" emang loe temen bangsat ledekin gue mulu " kesal Rio menatap tajam Ramon.
" oke ,oke maafin gue ya ," ucap Ramon masih tertawa.
" tiada maaf bagimu " sinis Rio.
" hah, jangan ngambek dong, aku kan cuma bercanda " rayu Ramon bergaya seperti pria yang membujuk kekasih nya yang ngambek.
" ogah, sana loe bangsat " Rio memalingkan wajahnya kesal
Ramon tertawa kecil, ia pun menarik nafasnya agar bisa tenang setelah tertawa panjangnya yang meledek Rio.
" gini , percuma loe kesini Yo, karena Bella udah balik lagi ke Jakarta " ucap Ramon setelah ia agak tenang dari tertawa nya.
" what the ****, " ucap Rio terkejut.
" iya Bella udah balik lagi ke Jakarta kerumah suaminya " jelas Rio
" anjim banget gue jauh-jauh kesini malah kagak ada orang nya " kesal Rio.
" sabar bro, orang sabar ceweknya ngantri "
" gak loe bilang juga cewek-cewek pada ngantri pengen jadi pacar gue " balas Rio kesal.
" haha, anjay PeDe banget ya loe " kekeh Ramon.
" jadi Bella balik ke Jakarta ? kapan dia balik ke Jakarta ? Rio berbicara serius.
" hari ini, tapi kayaknya udah sampe deh, soal kan loe baru datang jam segini "
" hahh, gue telat " desah Rio.
" lagian loe gak bilang mau kesini, jadi mana gue tahu. Kalau loe bilang mau kesini pasti gue gak akan kasih tahu Bella, bahwa loe mau minta balik ke temen tolol loe itu "
" maksud loe apa, tolol-tolol gitu juga temen loe juga, makanya loe bantu dia, bukan malah sebaliknya " sebal Rio.
" gue kurang bantu apa coba sama dia ? gue selalu bantuin dia, meyakinkan Bella untuk menerima Ryan. loe tahu sendiri sebucin apa Ryan sama Bella, dia bisa ngelakuin apa aja buat Bella bahagia dan senang disisinya, pengorbanan dia kasih sayang dia terhadap Bella, gue tahu semuanya. Tapi apa loe gak mikir kalo Bella masih punya suami, ya walaupun udah berpisah lama karena kecelakaan tapi Bella masih tetap istri dari suaminya itu, belum ada kata cerai di antara mereka. Harusnya Ryan sadar dia salah mencintai seorang wanita yang masih berstatus istri pria lain." ucap Ramon panjang lebar.
________________________________________
jangan lupa like comment and vote
-
-
-
Maaf baru bisa update, soalnya kemarin lagi pengen istirahat. Sakit kepala udah seminggu belum sembuh, jadi mohon maklum ya.
.
.
Dan terima kasih untuk para reader yang mau bersabar menunggu up nya terbelenggu cinta 🥰🥰🥰.
.
.
happy reading, salam sehat selalu 😘😘