
Daniel menyeret Bella ke dalam mobilnya.
"ayo masuk " menarik Bella ke dalam mobil.
"bagaimana dengan Sean,,,kau meninggalkan nya"
" tenang saja dia diurus oleh anak buah ku "
"kau sudah berjanji padaku,,,dia tetap hidup "
"anak buahku akan membawanya ke rumah sakit,,kau tenang saja,,,ayo masuk" paksa Daniel.
Bella pun masuk kedalam mobil dengan terpaksa, pikirannya tertuju pada Sean,ia masih memikirkan keadaan suaminya.
Mobil melaju kencang meninggalkan gedung tua,menuju arah jalan raya. Daniel akan membawa Bella ke Singapura,tempat yang aman untuk menyembunyikan sebagai simpanannya.
Di gedung tua.
"bereskan semuanya" perintah ketua yang memimpin penculikan Bella.
"baik bos "
Mereka menyeret tubuh Sean ke dalam mobilnya Sean, beberapa anak buah Daniel membawa mobilnya, melaju kencang menuju arah jurang yang tak jauh dari tempat itu.
Tetap didepan jurang, beberapa anak buah Daniel merekayasa kecelakaan mobil Sean. Anak buah Daniel yang membawa mobil Sean keluar, meninggalkan Sean di dalam mobilnya, lalu mobil yang lain menabrak mobil Sean hingga jatuh ke jurang. Mobil Sean meluncur dari atas ke dalam jurang yang memiliki kedalaman 15 meter, mobil meledek dan terbakar.
Saat mobil Daniel melaju kencang membawa Bella pergi jauh dari gedung tua tiba-tiba dipertengahan jalan yang sepi,mobil Daniel dipepet oleh segerombolan geng motor.
" apa yang terjadi ??? tanya Daniel kepada supir nya, melihat gerombolan geng motor memepet mobilnya.
"saya tidak tahu tuan" jawab si sopir ketakutan
Geng motor itu menggedor-gedor kaca mobil Daniel, menyuruh mobil berhenti. Daniel yang hanya ditemani supir saja sedikit ketakutan,pasalnya ia tidak membawa anak buahnya, dia pikir masalah beres setelah Sean mati, jadi ia tidak meminta anak buahnya mengawalnya.
"berhenti woy " teriak Geng motor itu.
Mau tidak mau supir Daniel memberhentikan mobilnya.
"kenapa kau berhenti bodoh " bentak Daniel.
oh tuhan.... apa lagi ini ???? batin Bella
"buka " teriak geng motor itu,
Daniel mencoba menghubungi anak buahnya untuk menyelamatkannya, tapi sayangnya hp nya mati.
"arrgh sial...hp ku mati " teriak Daniel frustasi.
"kau keluar hadapi mereka " perintah Daniel pada supirnya.
"tapi saya takut tuan " ucap si supir,
"kau ini tak berguna" Daniel mencak-mencak
Daniel akhirnya keluar mobil, menghadapi para geng motor yang mencegatnya.
"mau apa kalian??? tanya Daniel emosi.
Seorang geng motor itu langsung memukul Daniel hingga tersungkur. Di dalam mobil Bella ketakutan belum masalah tadi sekarang datang lagi masalah. sang supir keluar dari mobilnya ditarik oleh geng motor itu.
oh tuhan....ada apa lagi ini,,,aku takut ,batin bella menjerit.
beberapa orang geng motor memukuli Daniel dan supirnya, Daniel yang memang tiba bisa melawan hanya bisa menerima serangan pukulan dari geng motor, begitu pun dengan supir nya yang tak bisa melawan.
Bella ditarik keluar mobil oleh seorang pria geng motor.
"ayo keluar " teriak geng motor itu.
"tolong lepaskan saya, saya mohon " Bella memohon.
"ayo naik motor " perintahnya
" saya tidak mau " bentak Bella.
Seorang geng motor itu membuka helmnya yang full kepala.
"Bella ini aku "
"ian " Bella terkejut.
"ayo naik motor " perintah Ian
Bella langsung mengangguk,rasa lega menyelimutinya,ia langsung naik motor yang dibawa Ryan,melaju kencang meninggalkan Daniel dan supirnya yang sudah tak berdaya.
"hei tunggu jangan bawa dia " teriak Daniel kesusahan.
Geng motor itu terus memukuli Daniel dan supirnya,hingga Ryan membawa pergi menjauh baru lah mereka berhenti.
"ayo... sudah selesai " teriak pria geng motor itu,yang ternyata teman-teman Ryan.
Siang itu saat setelah kepergian Sean dari toko kue bi Marni, Ryan keluar menemui teman-teman geng motornya. Meminta bantuan mencari keberadaan Bella.
Ternyata salah satu teman dari geng motornya, mendapat kabar bahwa ada temannya yang akan menculik seorang wanita.
Ryan tak menyangka ternyata yang diculik itu Bella, Namun saat akan menyelamatkan Bella ia datang terlambat,Bella telah dibawa Daniel.
Motor Ryan melaju kencang membelah jalanan malam yang sunyi, memarkirkan motornya disebuah apartemen mewah.
"ian....ini dimana??? tanya Bella
"ayo kita masuk....di luar tidak aman bell,,,kamu butuh sembunyi dulu dari anak buah Daniel " ajak Ryan, menggenggam tangan Bella, menariknya ke unit apartemennya.
"masuklah bell " Ryan membukakan pintunya.
Dengan ragu Bella masuk ke sebuah apartemen Ryan yang cukup mewah, Bella tak menyangka Ryan karyawan bibinya punya apartemen yang cukup mewah.
"duduklah,,,aku akan ambilkan minum untuk mu "
Bella mengangguk,lalu ia duduk disofa.
"minumlah bell " Ryan memberikan segelas air putih kepada Bella.
Bella meneguk air putih hingga tandas.
"ian.... bagaimana kamu tahu aku diculik???
" tadi siang suami mu datang ke toko,,, mencari mu"
."apa kau tahu sean sekarang dimana??
"aku tidak tahu,,, aku hanya mengejarmu saat orang yang menculik mu membawa kamu pergi" jelas Ryan.
"hah,,,aku harus kembali ke sana ian..."
"tidak Bella...kalau kau kesana anak buah Daniel pasti akan membawamu lagi,,,,aku tahu siapa mereka...mereka segerombolan mafia Bella,,,kau bisa saja tidak akan selamat jika kau kesana lagi "
"tapi aku khawatir dengan Sean....aku takut dia mati" ucap Bella berurai air mata.
"tenang lah...aku pasti akan mencarinya,,,kau disini saja dulu, tenang kan pikiran mu,"
" berjanjilah bahwa kau akan mencarinya"
"iya aku janji"
"sekarang kau istirahat,,kau pasti lelah,,"
bella mengangguk, Ryan membimbing Bella ke sebuah kamar tidur .
"istirahat lah...aku akan mengecek kesana,,,kau jangan kemana-kemana sampai aku kembali,,,jangan membukakan pintu kalau ada yang kemari, siapapun itu." pesan Ryan.
Bella mengangguk pelan. Ryan keluar dari kamar tidur meninggalkan Bella.
Bella terbaring diranjang, ia masih memikirkan keadaan Sean,, benarkah Sean dibawa ke rumah sakit ,sesuai apa yang dikatakan Daniel. Apa Sean dibiarkan mati di tempat itu, hati Bella meringis sakit,kalau saja ia tidak pergi dari rumah,mungkin kejadian seperti ini tidak akan tejadi.
Bella menangis menyesali kebodohannya,kalau benar Sean mati ia sangat merasa bersalah seumur hidupnya.
Ryan keluar dari unit apartemennya ia menuju parkiran melajukan motornya menuju tempat dimana Bella di sekap.
Tiba di tempat kejadian, teman-teman Ryan sudah menunggunya.
"bagaimana kondisi didalam " tanya Sean saat tiba di dekat gedung tua itu, Ryan dan teman-temannya memang memantau tidak jauh dari gedung tua itu.
"gue udah ngecek ke dalam ,,tapi bersih disana,,kaya nya udah diberesin serapi mungkin agar polisi gak bisa nemuin bukti" jelas temannya Ryan.
"damn....lalu pria yang digebukin itu kemana,,,apa loe liat???
" gue gak liat siapa-siapa disana,, tempatnya memang udah bersih bro...bahkan sisa-sisa darah pun gak nampak,,loe tahu sendiri geng mafia cobra itu seperti apa,,,mereka rapi ngerjain kejahatan"
Tiba-tiba datang teman Ryan yang lain.
"bro....gua dapat info,mobil yang dibawa sama suami temen loe masuk ke jurang dan terbakar" ucap teman Ryan yang baru tiba itu
.
"loe serius ???
" iya...gue sempet ngikutin anak buah si cobra,,ternyata mereka bawa tuh mobil terus sengaja ditabrak dari belakang masuk ke jurang"
"ah ****....kita memang gak bisa anggap remeh geng mafia itu." ujar Ryan
"terus gimana ini bro,,,mau lanjut apa stak disini aja " tanya teman Ryan.
"dilanjutin juga percuma,,,loe tahu sendiri geng mafia cobra itu seperti apa,,,gua gak ingin ngelibatin kalian semua,,cukup sampai disini aja " ucap Ryan.
"ya udah kalau gitu,,,mending loe bawa tuh temen loe pergi jauh dari sini,,,,pasti tuh orang masih ngincer temen loe"
"iya gua akan bawa pergi jauh,,,"
"iya udah gua pamit ya,,,,jaga diri loe baik-baik,,, sebaiknya loe juga pergi,,,kalau situasi udah aman baru loe balik lagi
"
"thanks ya udah mau bantuin gua "
", sama-sama,,,,kalau butuh bantuan loe tinggal hubungin kita aja" ujar teman Ryan.
"oke siap "
Satu persatu teman Ryan pergi, tinggallah Ryan yang masih termenung, ia pun akhirnya pergi melajukan motornya ke tempat dimana mobil Sean sengaja ditabrakkan ke jurang.
Ryan melintasi jalan tersebut dan ternyata sudah banyak orang yang menonton di dekat jurang tersebut, ledakan mobil Sean yang kencang membuat orang-orang dipemukiman sekitar situ datang mendekati jurang.
Ryan ingin mendekat tapi pikirannya teralihkan kepada Bella, ia memutuskan pergi dari situ dan pergi ke apartemennya.
______________________________________________
Dukung terus yaa like comment and vote
Biar author semangat up nya 🥰🥰🥰
happy reading 💐💐💐