Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
Bertemu kembali


.


.


"bagaimana Lena apakah kamu masih ingin melanjutkan pertunangan ini " tanya nyonya Eva , setelah pesta usai mereka kembali kerumahnya.


Tanpa kehadiran Ryan yang jadi pasangan tunangan Selena, pesta berjalan dengan semestinya. Kini nyonya Eva berada di kamar Selena untuk membicarakan masalah pertunangannya.


" Oma ," lirih Selena.


" kalau kau tidak mau melanjutkan juga tak apa sayang " ujar nyonya Eva lembut.


" tidak Oma, aku akan terus melanjutkan pertunangan ini kalau bisa sampai kami menikah " jawab Selena yakin.


" apa kau yakin sayang ?


" iya oma , aku akan menyembuhkan luka Ryan dari wanita yang sangat ia cintai nya itu "


." itu beresiko Lena "


" aku akan berusaha Oma, cukup Oma doa kan aku dan juga bantu aku " ujarnya yakin.


Nyonya Eva menghela nafasnya.


" baiklah , oma akan dukung kamu lena "


" terimakasih Oma " Selena menggenggam erat tangan Oma nya.


Di club malam yang sangat padat berisi orang-orang yang mencari kesenangan surgawi , tengah berada pria yang semakin terpuruk sedang meminum minuman beralkohol yang ia pikir bisa menghilangkan rasa sakitnya.


" ya ampun ian , kenapa kau kemari lagi " ucap rio menghampiri meja Ryan yang penuh dengan botol-botol minuman beralkohol.


" kau, untuk apa kau kemari , kau pasti disuruh papah ku kan " sentak Ryan setengah mabuk.


" tidak , gue kesini emang mau nyari kesenangan duniawi, dan kenapa loe mabuk-mabukan lagi , bukan kah kau sudah mendapatkan wanita cantik dan sexy itu " tukas Rio, ia tak mengetahui kejadian tadi saat pesta pertunangan berlangsung.


" cantik dan sexy,. gue gak peduli , yang gue peduliin itu wanita seperti Bella "


" oh ya ampun ian, apa kau buta Bella sudah digandeng oleh mantan suaminya ngapain loe masih ngarep , gila kali loe "


Ryan tersenyum tipis, " gue memang gila , mencintai dan merawat istri orang " Ryan tertawa pilu.


" ian, lupakan Bella , dia sudah mempunyai keluarga, dan loe bisa lanjutkan hidup loe itu dengan tunangan loe itu, gue percaya lambat laun loe pasti akan bisa merelakan Bella dengan orang lain dan loe juga pasti akan merasakan cinta lagi dengan wanita pilihan orang tua loe itu" nasehat Rio.


" gue gak suka sama cewek bocah macam dia "


" coba saja dulu " bujuk Rio.


" pergilah kau mengganggu ku saja " Ryan mendorong tubuh Rio,


Rio menggelengkan kepalanya melihat tingkah Ryan yang mulai mabuk berat.


Ryan terus meracau nama Bella, sesekali ia meneguk minumannya. Rio yang tak pergi hanya menemani saja tanpa ada obrolan lagi. Karena rio tahu Ryan tidak stabil dengan perasaannya.


Pukul satu malam Rio mengantar Ryan kembali ke rumah orangtuanya. Ia tak ingin mengambil resiko jika Ryan pulang ke apartemennya.


Jika sampai Ryan kembali ke apartemennya ia akan semakin gila dengan botol-botol minuman yang membuat pikirannya jadi kacau.


Rio membunyikan bel rumah Ryan, menunggu seseorang yang membukakan pintu untuknya.


Tak selang berapa lama , pintu terbuka. Hendro sang pemilik rumah membuka pintu rumahnya.


" om " sapa Rio. kini ia tengah memapah Ryan yang sedang mabuk berat


" dari mana dia ? tanya Hendro


" maaf om , tadi pas saya ke club saya bertemu dengan Ryan sendirian sedang minum " jelas Rio hati-hati.


" dasar anak tak tahu diri ,bisa nya menyusahkan saja " geram Hendro .


" tolong bantu om , membawa Ryan ke kamarnya " pinta Hendro.


" baik om "


Rio memapah Ryan dibantu dengan Hendro ke kamar Ryan yang berada di atas.


" terimakasih Rio ,kau telah mengantarkan Ryan kembali ke rumah " ucap Hendro setelah membaringkan tubuh Ryan di kamar.


Sekarang mereka berjalan keluar dari kamar Ryan.


" tak apa om, saya khawatir dengannya jadi saya antar kan dia pulang " balas Rio


" kalau begitu saya pamit om " pamit Rio.


" iya hati-hati, terimakasih "


Setelah nya Rio kembali menuju mobilnya, langsung melajukan mobilnya meninggalkan rumah Ryan.


Anita yang belum tidur pun menghampiri suaminya.


" pah ,Ryan baru pulang ?


" iya mah, dia kembali mabuk-mabukkan lagi "


" hah, anak itu " desah Anita.


" kita harus bagaimana pah, Ryan semakin parah, aku takut dia kenapa-kenapa pah , karena sering mabuk " ucap Anita cemas.


" papah juga tidak tahu mah, mesti bagaimana , yang jelas ini gara-gara wanita itu " geram Hendro.


" pah jangan melimpah kan kesalahan anak kita kepada orang lain, andai Ryan bisa menerima kenyataan pasti dia bisa berlapang dada , tapi Ryan malah sebaliknya ia terlalu terobsesi dengan wanita yang sudah bersuami itu " ungkap Anita.


Hendro menghela nafasnya, memikirkan sikap Ryan yang semakin hari semakin tak terkendali membuatnya frustasi.


" iya mah maafkan papa , papa terlalu emosi dengan sikap Ryan jadi melimpahkan kesalahannya kepada orang lain." ucap Hendro menyesal.


" sebaiknya kita istirahat pah, nanti besok kita bicara lagi dengan Ryan." ajak Anita.


Hendro pun mengangguk setuju berjalan beriringan dengan istrinya menuju kamarnya.


Setelah kejadian tadi dipesta pertunangan Ryan , Bella tidak bisa tidur ia masih memikirkan Ryan.


Bertemu dengan pria yang pernah singgah dihatinya Bella merasakan senang, begitu pun sedih. Senang karena bisa bertemu kembali , sedih karena ia tak bisa membalas cinta Ryan.


" semoga Ryan mengerti setelah aku menjelaskan semuanya " lirik Bella.


Ia kembali merebahkan tubuhnya di ranjang mencoba untuk tidur.


Esok harinya Bella bersiap untuk pergi ke toko kue bibinya. Hari-harinya disibukkan dengan membantu di toko kue bibinya.


Ia berangkat terlebih dulu ke toko, sedangkan bibinya masih ada urusan. Tiba di toko sudah ada karyawan bi Marni yang sedang membereskan toko, karyawan yang sekarang Bella belum mengenalnya semua karena karyawan bi marni yang dulu sudah mengundurkan diri satu persatu digantikan dengan karyawan baru.


" mbak Bella " sapa Tia karyawan bi Marni yang bertugas di kasir.


" hallo Tia , bagaimana apa hari ini ada pesanan ? balas bella.


"belum ada mbak, "


" oke kalau gitu " Bella melangkahkan kakinya menuju dapur untuk mengecek bahan apa saja yang telah habis.


" mbak Bella " panggil Tia menghampiri Bella yang sedang mengecek bahan-bahan untuk kue.


" ada apa ?


" maaf mbak di depan ada orang yang mencari mbak Bella " ucap Tia.


" siapa ? tanya Bella.


" saya tidak tahu mbak , tapi dia memaksa untuk bertemu dengan mbak Bella, dia seorang pria " terang Tia.


Bella pun melangkah menemui pria yang ingin bertemu dengannya.


" dimana pria itu " tanya Bella kepada Tia.


" itu mbak " Tia menunjuk pria yang duduk yang menghadap ke depan, hanya punggungnya saja yang kelihatan dari arah Bella.


Bella pun menghampiri pria itu, terasa asing tapi seperti pernah melihat, itu yang dipikiran Bella.


" permisi tuan , anda mencari saya " panggil Bella , dibelakang pria itu.


Pria itu pun membalikkan tubuhnya menatap Bella. Mata sendunya bertemu dengan mata sayu Bella.


" hai Bella " sapanya.


" Ian " guman Bella terkejut.


____________________________


.


.


.


.


jangan lupa like comment and vote 💐💐


.