Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
Bella cake


"kamu jadi hari ini mengunjungi bibimu "tanya Sean disela-sela makan saat sarapan pagi.


"iya "jawab Bella datar


"kamu boleh keluar tapi ingat pulang sebelum aku pulang dari kantor"Sean mengingat kan.


"baiklah "jawab Bella sekedarnya.


ya begitulah Bella saat berbicara dengan Sean, jawabannya selalu singkat padat dan jelas. Sean tidak mempermasalahkan jawaban Bella yang singkat ataupun ketus selagi istrinya menurutinya.


Usai sarapan Bella mengantarkan Sean ke depan rumah nya, rutinitas sehari-hari Bella menjadi istri Sean.


"aku berangkat dulu, kamu hati-hati hubungi aku kalau ada apa-apa"ingat Sean


"baiklah,,,"jawab Bella


Sean mencium kening Bella mengelus pipinya, berlalu pergi memasuki mobilnya berangkat menuju kantor.


"akhirnya aku bisa keluar"gumam Bella senang.


Bella di antar supir yang disiapkan sean untuk menemani Bella kemana pun ia pergi. Bella mengunjungi tempat tinggal bibinya,sudah sangat lama ia tak bertemu dengan keluarga satu-satunya itu.Di ketoknya pintu rumah bibinya tapi tidak ada balasan, mengintip ke arah jendela tapi nihil tidak ada orang di rumah.Sepertinya bibirnya pergi keluar,Bella duduk di kursi yang ada di teras rumah menunggu bibinya pulang.


"Bella " sapa ibu ninik tetangga rumah bibinya.


"Bu Ninik "balas Bella menghampiri tetangganya itu.


"kamu mau ketemu bibimu yaa???tanya bu Ninik


"iya Bu,,bibi kemana yaa,dari tadi aku gedor-gedor tidak ada sautan??? tanya Bella heran


"bibi mu sekarang jualan kue di kios depan bell"jelas Bu Ninik


"bibi jualan kue?? kaget Bella


"iya bell,coba saja kamu kesana'"usul Bu Ninik


"baiklah, terimakasih Bu,,,,...oh iya nama kiosnya apa ya Bu???


"Bella cake "jawab Bu Ninik


"Bella cake "guman Bella pelan.


"kalo begitu ibu pergi dulu ya bell"pami Bu Ninik


"iya Bu, terimakasih"


Bella meminta supir mengantarkannya ke kios depan di mana bibinya jualan.Sesampai di tempat tujuannya,Bella menatap kagum dan heran,bibinya bisa berjualan kue dengan kios yang lumayan besar.Desain tokonya pun sangat bagus,dari mana bibinya mendapatkan uang untuk membuat toko sebesar dan sebagus ini, pikir Bella.


Ia masuk ke toko menatap kagum dalam toko yang sangat luas dan cantik. "selamat siang nona bisa saya bantu"sapa si karyawan toko.


"aku ingin bertemu dengan bi marni ??jawab Bella


"maaf nona...anda siapanya ibu Marni ???tanya si karyawan


"bilang saja Bella ada disini" jawab Bella


"baiklah,mohon tunggu sebentar... silahkan duduk dulu nona" ucap si karyawan.


Bella mengangguk duduk di kursi tempat makan yang disediakan untuk menikmati kue.


"Bella "sapa bi Marni memeluk Bella,


Bella membalas pelukan bibinya, "apa kabar ? kamu kemana saja baru mengunjungi bibi"tanya bi Marni senang


"aku baik-baik saja bi,maaf baru mengunjungi bibi"


"pengantin baru memang ingin berdua-duaan Mulu"canda bi Marni.


Bella tersenyum tipis ia sebenarnya malas berduaan dengan Sean, "akhh bibi bisa saja "


"bibi juga pernah muda bell" tawa bi Marni


"bi ini toko punya bibi "tanya Bella


"iya bell,,,,ini hadiah dari Sean" jelas bi marni


"Sean" Bella heran


"kenapa tokonya Bella cake bi,??? tanya Bella


"itu ide Sean,awalnya bibi juga bingung mau menamai tokonya apa,jadi dia usul untuk menamai toko ini dengan nama mu"terang bi Marni


kenapa Sean begitu peduli pada bibiku,aku kira dia hanya memanfaatkan ketidakberdayaan aku saja, pikir Bella.


"bell bagaimana sudah ada tanda-tanda belum" tanya bi Marni


"tanda-tanda apa bi? tanya Bella bingung


"hamil dong bell'"


"hah....,belum bi"Bella kaget


"bibi kira kamu udah hamil,bibi ingin sekali gendong cucu"kecewa bi Marni


"baru saja sebulan bi,masa udah hamil"


"ya kan ada yang langsung jadi bell,apa suamimu loyo?? selidik bi Marni.


"akh bibi ada-ada saja"elak Bella. Sean loyo ?? malah dia tidak pernah lelah sekali pun, melakukan nya sampai berkali-kali, dalam hati Bella.


"bibi hampir lupa, kamu mesti cobain kue bibi bell"bi Marni menepuk jidatnya


"aku tidak meragukan lagi, pasti kue bibi selalu enak"puji Bella.


"kamu bisa saja bell, sebentar bibi ambilkan"


Bella menikmati kue bersama bibinya, membicarakan semua hal melepas rindu sebulan tidak bertemu.Bella sangat menyayangi bibinya seperti ibu kandung nya sendiri.Apapun akan ia lakukan termasuk menyerahkan dirinya ke Sean.


Bella mendekati Sean yang sedang memangku laptopnya di kasur. " Sean ",seru Bella


" hmmm.."Sean masih fokus ke laptopnya.


"terimakasih kamu udah peduli pada bibiku",ucap Bella


"itu sudah jadi tugasku sayang"jawab Sean tersenyum


Bella tersenyum tipis ia pikir Sean hanya memanfaatkannya saja,tapi melihat bibinya senang dan menceritakan kebaikan Sean,Bella mulai tersentuh hatinya.


Sean yang melihat Bella tersenyum tipis, menatap tak percaya bahwa istrinya tersenyum.Sudah sangat lama Bella tidak pernah tersenyum,senyuman manis yang dulu pernah Sean liat saat pertama kali bertemu.


"bell,,,apa kamu sudah selesai datang bulan nya??tanya Sean,Sean sebenarnya sudah tidak tahan menahan hasratnya,di tambah dengan Bella yang tersenyum, menambah gejolak hasratnya menggebu-gebu.


"belum selesai,masih lama"ketus Bella


baru saja tersenyum sekarang ketus lagi,dalam hati Sean. Bella memang gampang berubah sikap. " bell, walaupun tidak bercinta,setidaknya kamu beri aku vitamin"rayu Sean


"vitamin apa??tanya Bella datar


"vitamin susumu "jawab Sean tersenyum mesum.


"Sean kauuuu......" teriak Bella kesal


Sean tertawa terbahak-bahak senang rasanya menggoda istrinya yang dingin. Bella memukul-mukul lengan Sean, Bella benar-benar kesal pada Sean suaminya memang kelewat mesum. Sean meraih kedua tangan Bella yang sejak tadi memukulnya, "sayang ayo lah aku ingin"pinta Sean memelas.


"Sean kau ini gila, aku tidak mau" bentak Bella,


"hanya di bagian dada saja sayang "pinta Sean lagi


"Sean tahan lah,,,"tolak Bella


"tapi aku hanya ingin dadamu saja"melas Sean lagi


"aku bilang tidak ya tidak"tolak Bella marah-marah


bukan Sean kalau keinginan tidak tercapai,ia mendorong tubuh Bella mencekal kedua tangan Bella. "Sean jangan macam-macam,''teriak Bella


Sean menyeringai mesum menatap Bella dibawah kukungannya.Sean mencoba menciumi leher Bella berikan sentuhan dititik sensitif nya. Bella mencoba memberontak tapi tenaga sean lebih kuat, lalu Sean merobek baju tidur Bella dengan sekali tarikkan.


"Sean baju ku habis kau robek terus" Bella terkejut


"itu bagus sayang jadi kamu tidak usah Pake baju lagi, cukup Pake bikini saja "jawab Sean tersenyum


Pria ini memang menyebalkan hampir semua baju milik Bella ia sobek jika Bella menolak berhubungan intim dengannya. Padahal Sean sudah menyediakan baju yang bagus dan branded,tapi Bella memilih baju yang dibawa dari rumahnya.