Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
Kekesalan Ryan


Tiba di kantor, Ryan membanting pintu ruangan. Sekertarisnya yang berada tak jauh dari ruangan Ryan terjengit kaget mendengar Ryan membanting pintu.


" ada apa lagi ini " ucap sekertarisnya mengusap dada.


Diruangan Ryan menendang sofa karena kesal dengan sikap Bella yang sudah melupakannya.


Ryan menaikkan sebelah bibirnya. " kalian boleh bersenang-senang di atas penderitaan ku , tapi liat saja nanti akan ku pastikan kalian takkan bisa bersama " teriak Ryan penuh emosi.


Ryan melangkah menuju kursi kebesarannya meraih bingkai foto di hadapan mejanya.


" Bella kau tega sekali tidak membalas cintaku " lirih Ryan menatap bingkai foto yang mana foto kebersamaan Ryan dan juga Bella saat di Tokyo.


" kau telah melupakan kenangan kita selama ini , kau tega Bella " Isak Ryan pilu.


" kau tega " teriak Ryan melemparkan bingkai foto yang dipegangnya hingga hancur.


" argghh " Ryan menjambak rambutnya frustasi.


Dikediaman rumah Nyonya Eva.


" Lena sedang apa kau ? tanya wanita tua itu yang tak lain Omanya


Saat ini Selena tengah berada di dapur.


" aku mau mengantarkan makan siang untuk ryan Oma " ucap Selena tersenyum.


" Ryan ? nyonya Eva mengernyitkan keningnya


" iya Oma , aku akan mulai pendekatan dengan ryan. sesuai ucapanku semalam aku akan membuat Ryan melupakan wanita yang ia cintai itu "


" apa kau yakin sayang ?


" iya Oma . Cukup doakan aku saja okey "


" iya sayang Oma akan selalu mendoakan mu "


Selena tersenyum lalu ia merapikan bekal makan siang untuk Ryan.


" Oma aku berangkat ya " pamit Selena mencium pipi Omanya.


" hati-hati Lena " ucap nyonya Eva.


Nyonya Eva menatap punggung Selena yang telah melangkah ke luar.


" semoga kau bisa menyembuhkan hatinya " guman nyonya Eva.


Perjalanan menuju perusahaan Ryan menempuh waktu sekitar 45 menit. Disepanjang perjalanan Selena tak henti hentinya tersenyum sambil memegang erat kotak bekal makan siang untuk Ryan.


" pak apa masih lama ?? tanya Selena kepada supirnya.


" sebentar lagi nona " jawab supir.


Selena mengangguk, sesekali ia menatap kearah jalanan yang mulai padat di jam makan siang.


" sudah sampai nona " ucap supirnya.


Selena turun dari mobilnya menatap takjub bangunan besar di hadapannya.


" wow ia benar-benar seorang pengusaha sukses " ucap Selena takjub.


Selena melangkahkan kakinya menuju resepsionis menanyakan dimana diruangan Ryan berada. Namun ia tidak diijinkan menemui sebelum membuat janji terlebih dahulu.


" mending aku tanyakan saja sama om Hendro pasti dia kasih tahu " ucap Selena.


Selena langsung menghubungi Hendro.


" hallo om " sapa Selena.


" hallo Lena , ada apa telpon om " sahut Hendro disebrang sana.


" gini om Lena mau bertemu dengan Ryan tapi kata pegawai resepsionis nya tidak boleh masuk kalau belum membuat janji "


" oh , kamu langsung masuk saja ruangan Ryan di lantai 15 , setelah keluar dari lift kamu tinggal lurus saja karena ruangan Ryan di ujung " jelas Hendro


" oh oke om terimakasih " ucap Selena.


" sama-sama Lena " balas Hendro.


Panggilan pun diakhiri. Selena berjalan menuju lift menekan nomor 15.


Tak menunggu lama Selena tiba di lantai 15 ia terus berjalan hingga melihat meja sekertaris kosong Selena mengetuk pintu ruangan Ryan.


tok tok tok


" masuk " sahut Ryan didalam


Perlahan Selena masuk kedalam ruangan Ryan. Nampak Ryan sedang fokus dengan pekerjaannya.


Pandangan Selena teralihkan saat pecahan kaca dan bingkai foto hancur di lantai.


" ada apa ? tanya Ryan tanpa mengalihkan pandangannya. Ryan pikir sekertarisnya yang masuk kedalam ruangan.


"Mr Ryan ini aku Selena " Jawab Selena.


Ryan langsung mendongkakkan kepalanya menatap tajam wanita yang berada tak jauh darinya.


" kau " desis Ryan.


Dengan hati-hati Selena melangkah menuju meja kerja Ryan, sesekali ia melirik ke bawah dimana ada sebuah foto tergeletak. Selena tidak begitu jelas foto siapa , Namun dapat dipastikan itu foto wanita yang Ryan cintai.


" maaf Mr Ryan aku datang kemari hanya untuk memberikan bekal makan siang untuk mu " ucap Selena hati-hati.


Ryan bangkit dari tempat duduknya melangkah ke depan meja kerjanya.


" aku tahu dari om Hendro " jawab Selena.


" untuk apa kau kemari ?


" aku hanya ingin memberimu ini " Selena menyerahkan kotak bekal kepada Ryan.


Ryan menautkan kedua alisnya menatap kotak bekal yang diberikan Selena.


" bawa saja aku tak suka makan dari makanan orang lain " ketus Ryan.


" tapi aku ini tunangan mu Mr Ryan "


Ryan menaikkan sebelah alisnya. " sepertinya kau senang sekali menjadi tunangan ku "


" tentu saja aku senang " balas Selena tersenyum.


" pergilah aku sedang tak ingin ganggu " usir Ryan ,ia kembali melangkah menuju kursinya.


" Mr Ryan ayo kita makan siang bersama " ajak selena.


Ryan membalikkan tubuhnya menatap tajam Selena.


" sudah ku bilang jangan menganggu ku " sentak Ryan.


" tapi aku ingin makan bersama dengan Mr Ryan " pinta Selena kekeuh.


Ryan yang sedang labil dengan perasaannya ia langsung meraih kotak makan itu lalu lemparnya.


" sudah ku bilang aku tak ingin diganggu " teriak Ryan dihadapan Selena.


Selena terjengit kaget saat Ryan berteriak dihadapannya.


Selena menatap kotak makanan yang tercecer di lantai.


" aku membuatnya penuh cinta tapi kau malah membuang makanan yang telah aku buat begitu saja " bentak Selena.


" aku tak peduli "


Selena meraih kerah kemeja Ryan mencekramnya kuat. Ryan yang tak siap sontak terkejut dengan tindakan Selena


." dasar pria tak punya hati " desis Selena.


" kau tahu aku tak punya hati kenapa kau malah mau bertunangan dengan ku " balas Ryan sinis.


" karena aku menginginkan mu Mr Ryan " desis Selena


" pergi kau, kau mengganggu ku " Ryan mendorong tubuh selena.


" aw " tubuh Selena terdorong kebelakang tapi tak sampai tersungkur.


" kau menyakiti ku Mr Ryan " geram selena


" ku bilang pergi , kalau kau tak pergi juga akan ku hubungi satpam untuk mengusir mu " bentar Ryan emosi.


Mau tak mau Selena menuruti perintah Ryan yang mengusirnya. Ia menghentakkan kakinya kesal.


Ryan memejamkan matanya ,hari ini hari yang sungguh sial baginya. Dari mulai bertemu Bella berakhir dengan kekecewaan dan sekarang Selena gadis yang tak tahu diri itu mengacaukan hari dan pikirannya.


Selena yang kesal langsung menelpon Omanya setelah tiba di dalam mobilnya.


" hallo Oma " panggil Selena.


" iya Lena ada apa ? sahut Omanya.


" Oma Ryan melemparkan kotak bekal makan siang ku " Selena merajuk.


" apa dilempar ? ko bisa ? memangnya makanan yang kau buat tak enak ??


" gak Oma dia melempar kotak bekal makanan tanpa memakannya sedikitpun " kesal Selena.


" keterlaluan " geram nyonya Eva.


" terus aku harus bagaimana Oma ?


" kau pulang saja dulu Lena nanti kita bicarakan dirumah "


" baik Oma "


Selena mengepalkan tangannya, sorot matanya tajam.


" awas kau Ryan , akan ku buat jadi budak cinta ku " Seringai Selena.


______________________


.


.


.


Jangan lupa like comment and vote 💐


.


.


.


" arrghh sialan " teriak Ryan emosi.