Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
Bella diculik


Seharian Sean mencari keberadaan Bella ia juga menyuruh Tio dan anak buahnya membantu mencarinya.


Pukul 8 malam Sean baru tiba dirumah,seharian ia tidak ke kantor,ia terus mencari keberadaan istrinya. Perasaannya campur aduk lelah, marah, khawatir menjadi satu.


Sean duduk disofa menyenderkan kepalanya. Bayang-bayang saat beberapa waktu lalu ia hampir gila karena kehilangan bella sampai melukai pelayannya, Bella menenangkannya.Kejadian tadi pagi membuat Sean sangat menyesal.


Bella kau dimana...aku menyesal sayang ,lirih Sean.


Sean mengusap wajahnya frustasi, ia tak menyangka Bella akan pergi meninggalkannya. Dengan gontai Sean menuju kamarnya, pintu kamar terbuka, biasanya ketika Sean pulang dari kantor Bella sedang duduk disofa sambil menonton film, kadang tersenyum ramah kadang bersikap dingin.


Sean terbaring di ranjang,aroma Bella masih melekat di sprei kasurnya, tempat dimana ia dan Bella memadu kasih dan tidur bersama saling berpelukan, sungguh Sean sangat merindukan sosok istrinya.


Bella..kau dimana sayang. guman Sean pilu.


Dipinggiran kota disebuah gedung tua yang sudah terbengkalai, seorang wanita duduk di ikat tangan dan kakinya, mulutnya dilakban belum sadarkan diri.


Bella mulai mengerjapkan matanya perlahan, menyelusuri setiap sudut bangunan tua. Matanya terfokus kepada sesosok yang ia kenal.


"tuan Daniel " guman Bella.


"hallo Bella... kau sudah sadar rupanya,, bagaimana tempat ini,,,bagus bukan" Daniel menghampiri Bella,menarik kasar lakban dimulut Bella.


Bella meringis kala lakban yang ditarik Daniel terasa sakit di mulut nya


"mau mu apa tuan??? desis Bella.


"aku ingin kau juga Sean menderita,... seperti yang kalian lakukan pada putriku "


"Putri mu pantas mendapatkan hukuman atas tindakan bodohnya"


Daniel mengapit dagu Bella dengan tangannya


" diam kau...kini siapa yang akan menderita,kau atau aku"


Bella melotot tajam ke arah Daniel.


"ternyata kau cantik juga, walaupun bibir mu itu sangat angkuh " menatap tajam Bella


"lepaskan aku Daniel" desis Bella.ia tak peduli lagi dengan Daniel lebih tua darinya, yang jelas Bella membenci orang tua itu.


"belum waktunya...kau harus melihat pertunjukan yang akan menghibur mu" Daniel melepaskan kasar dagu Bella.


"bagaimana apa kau sudah menghubunginya" tanya Daniel kepada anak buahnya


"sudah tuan... sebentar lagi dia datang"


Sean yang masih terbaring di ranjang, meraih handphonenya yang berdering.


"datanglah ke gedung tua jalan xxx, kau harus datang sendiri,kalau tidak ingin terjadi hal buruk terhadap istrimu" seru orang disebrang sana


Rahangnya mengeras berkilat emosi yang mendalam


"jangan sentuh istriku" teriak Sean


Panggilan terputus sepihak, Sean bangkit menyambar kunci mobilnya bergegas pergi, melajukan mobilnya kencang pikirannya kalut ia takut terjadi hal buruk dengan istrinya.


Tak selang berapa lama mobil Sean tiba di sebuah gedung tua yang terbengkalai. Ia bergegas mencari keberadaan bella. Menyelusuri setiap sudut bangunan,hingga di lantai 3 dengan penerangan yang sangat minim, Sean melihat Bella duduk di kursi dengan tangan dan kaki yang terikat.


"Bella " panggil Sean


" Sean " sahut Bella menatap haru, Sean datang menyelamatkannya.


"stop disana " seru Daniel ,


Sean menelisik pria yang tidak begitu terlihat jelas karena penerangan yang minim.


"lepaskan istriku " teriak Sean emosi


Daniel menampakkan diri di samping Bella, baru lah Sean melihat dengan jelas,karna lampu hanya terang di atas Bella yang terduduk.


"Daniel " seru Sean, " kau..." Sean menggertak kan giginya marah


"bagaimana Sean.....kau lihat,,,aku bisa melakukan hal apapun untuk membuat kalian menderita... seperti yang kalian lakukan pada putriku"


"bajingan kau Daniel" teriak Sean melotot tajam ke arah Daniel.


"mari kita lihat seberapa besarkah kalian berdua saling mencintai " ucap Daniel menyeringai.


Tiba-tiba dari arah belakang, Sean mendapat serangan di bagian punggungnya. Sean mengaduh kesakitan tapi ia langsung membalas orang yang memukulnya. Dengan satu gerakan pukulan lawannya jatuh tersungkur.


"awww....." suara rintihan Bella , Sean menoleh ke arah Bella. nampak Daniel menjambak rambut Bella.


"lepaskan tangan kotor mu dari istri ku" teriak Sean marah


Tetapi Daniel makin menarik rambut Bella, hingga Bella menjerit kesakitan, air matanya mengalir menahan sakit yang menjalar di seluruh kulit kepalanya


"lihat Sean...istrimu menangis " Daniel tertawa.


"lepaskan bajingan " Sean berlari menghampiri Bella,namun ia mendapat serangan dari beberapa anak buah Daniel. Sean mencoba menyerang balik,tapi jumlah anak buah Daniel sangat banyak.


"Sean " Bella menangis menahan perih dari jambakan Daniel, dan juga sedih melihat Sean hampir tumbang dikeroyok oleh anak buah Daniel.


Sean mendengar tangis pilu Bella, amarahnya semakin memuncak dengan tenaga yang masih ada Sean membalas menyerang anak buah Daniel, membabi-buta. darah mulai mengalir dari pelipis mau pun dari bibir Sean.


"lihat Bella suami mu dengan begitu kerasnya membalas serangan anak buah ku" Daniel tertawa


"ku mohon... hentikan...aku mohon padamu " Bella menangis memelas


"aku suka kau memohon sayang " Daniel melepaskan rambut Bella.


"ku mohon berhentilah...dia akan mati "


"aku memang berencana untuk membunuhnya...agar kau menderita dan dia pun menderita secara perlahan... pukulan-pukulan itu tak sebanding dengan penderitaan putriku "


"kumohon.... berhenti...jangan bunuh dia,,bunuh saja aku...aku mohon" teriak Bella frustasi.


Anak buah Daniel terus menerus menyerang Sean bertubi-tubi, hingga tubuh Sean tak mampu menangkis serangan lagi, tubuhnya limbung dan bercucuran darah.


"please Daniel...ku mohon... berhenti... aku akan lakukan apa saja untuk mu " ucap Bella putus asa


"termasuk menjadi pemuas ranjang ku"


Bella terkejut ia tidak ingin menjadi pemuas nafsu pria tua itu.


"kalau kau tak mau,,,akan ku suruh anak buah ku membunuh Sean " ancam Daniel.


Bella menatap Sean yang mulai tak berdaya, sakit rasanya melihat Sean bertaruh nyawa demi menyelamatkannya.


" bagaimana Bella "


Bella memejamkan matanya.


"apa jaminannya kalau aku menerima tawaran mu"


"akan ku biarkan Sean hidup'"


Bella tampak berpikir, menarik nafasnya dalam-dalam, " baiklah aku mau "


Daniel menyeringai lebar. wanita yang ia inginkan sejak pertama kali bertemu akhirnya menerima jadi pemuas ranjangnya.


"baiklah...akan ku biarkan Sean hidup'"


"berhenti "teriak Daniel kepada anak buahnya.


Dalam sekejap semua anak buah Daniel berhenti. Sean yang sudah terkapar menatap bella, ia merangkak perlahan ke arah Bella.


"kumohon lepaskan aku,,,,aku hanya ingin melihat dia untuk terakhir kalinya " ucap Bella berurai air mata.


Daniel sempat berpikir, namun ia langsung membukakan tali yang melilit tangan dan kaki bella.


"ingat jangan coba-coba kabur dari ku" mencekal tangan Bella


Bella hanya mengangguk, menghampiri Sean yang merangkak perlahan kearahnya.


Bella mengangkat kepala Sean di pangkuannya, "Sean maafkan aku...andai aku tidak pergi dari rumah,,ini tidak akan terjadi " ucap Bella berurai air mata


"Bella...apa...ka..u... baik...baik saja " tanya Sean terbata. Darah mengalir dari luka di wajah Sean.


Bella semakin bersalah ,sakit rasanya melihat Sean tak berdaya dan bercucuran darah untuk menyelamatkan nya.


"Sean kumohon bertahan lah demi aku....aku mencintaimu sayang " ucap Bella menangis histeris.


Sean tersenyum ," kau...men..cin...taiku sayang" dengan sisa kesadaran yang ada Sean tersenyum bahagia, akhirnya Bella mencintainya.


"sayang aku mohon tetap hidup...aku sangat..sangat mencintaimu " ucap Bella putus asa.


"te...Rima..ka..sih..sayang " dengan luka dan bercucuran darah Sean tersenyum bahagia.


Daniel yang mulai jengah melihat sepasang suami istri itu saling berbalas cinta, ia menghampiri Bella dan menyeretnya menjauh dari Sean.


"ayo waktumu habis Bella " menarik tangan Bella.


"kau berjanji membiarkan dia hidup"


"kau lihat sendiri ia masih hidup walaupun terkapar,,,,ayo ikut denganku" Daniel terus menerus menarik tangan Bella.


Sean yang tak berdaya hanya bisa manatap Bella menjauh darinya,ingin ia mengejar Bella tapi tenaga dan tubuhnya tak berdaya. Kesadarannya mulai hilang dan iapun perlahan terpejam.


______________________________________________


Dukung terus yaa like comment and vote


biar author semangat untuk up 🥰🥰🥰


happy reading 💐💐💐