
Dihotel
"mom...Zyan tadi menggambar burung ,,,bagus lho mom " Zyan menampakkan buku gambarnya.
"wah iya sayang bagus " balas Bella.
"mom kapan pulang,, Zyan kangen,,,ayah ian juga belum pulang,,,Zyan kesepian mom " raut wajah Zyan sedih.
"sayanngg,,,,mommy juga kangen Zyan, sabar ya sayang,, mommy pasti cepat pulang "
"iya deh " jawab Zyan kecewa.
",ya udah Zyan bobo ya....ini udah malam,,nanti besok mommy telpon Zyan lagi "
"oke mom "
"cium nya mana??? rayu Bella
"muaachh dah mom,,, i Miss you "
"Miss you too sayang " balas Bella, mematikan panggilannya, jujur ia sangat ingin pulang ,kangen dengan Zyan ditambah lagi ia ingin cepat menyelesaikan pekerjaan,sungguh Bella tak betah kerja dikota ini.
"bell,,,anakmu pintar ya " seru Lia.
"iya....ian yang sering mengajarinya"
"ian si ganteng kalem itu "
"iya "
"kau sangat beruntung dikelilingi cowok-cowok tampan."
"jangan bangga dikelilingi pria tampan,, karena itu tak mengenakan."
"kau itu selalu seperti itu"
"sudahlah aku mau tidur capek " Bella membaringkan tubuhnya.
Esoknya Bella dan rekan-rekannya meeting dengan Sean kembali. Bella sangat malas harus bertemu lagi dengannya.
Saat sedang meeting pun, Sean terus menerus menatap Bella, membuat Bella risih dengan tatapan mesumnya.
"jadi bagaimana pak Sean,,apa kau sudah mengerti " ucap Rendi.
"oke baik...tapi saya punya satu permintaan pak Ramon."
"apa itu ???
"saya ingin pegawai anda manager pemasaran, berada di perusahaan saya,,agar saya bisa memantau laporan pemasaran nya." terang Sean.
Sontak Bella melotot,Sean mencari kesempatan untuk berdekatan dengan Bella.
"tentu saja....itu tidak masalah dengan saya " ujar Ramon.
akh sial.... kenapa harus begini
"jadi mulai kapan pegawai ku berada dikantor mu??? tanya Ramon.
"hari ini juga tidak apa-apa,lebih cepat lebih baik "
dasar licik
"oke kalau gitu... meeting sudah beres,,kami pamit dulu"
"baiklah, terimakasih" Sean menjabat tangan Ramon.
"Bella kamu disini " perintah Ramon
"bisakah Rendi saja yang disini " pinta Bella.
",kenapa.,,apa kau tidak mau bekerja?? Ramon menatap tajam Bella,
"ah tidak.... baiklah " Bella pasrah
Ramon dan rekan-rekannya pergi, sedangkan Bella masih diam berdiri dihadapan Sean dan Tio .
"ayo ikut denganku" titah Sean
Bella mengikuti langkah Sean dan Tio dibelakangnya, Tio ingin sekali berbicara dengan Bella,namun ia tak sempat, karena kesibukannya sebagai asisten Sean yang menyita waktunya.
Mereka sampai diruangan Sean.
"kau disini " perintah Sean
"maksudmu,, saya kerja diruangan ini,,,??? ulang Bella
"iya "
"disini tidak ada meja maupun kursi,,,dan lagi hanya ada satu meja diruangan ini,,,apa saya harus duduk dipangkuan anda saat berkerja " sarkas Bella.
"itu boleh juga " balas Sean tersenyum
"dasar bos cabul " gerutu Bella.
"kau bisa bekerja di sofa....dan lagi itu lebih nyaman daripada duduk di kursi yang ruangnya terbatas."
"terserah lah " Bella lalu duduk di sofa dan mengeluarkan laptopnya.
Senyum Sean terbit ia sangat senang dengan sikap Bella yang dingin dan jutek, sedangkan Tio hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah tuannya yang kekanakan.
"kau pergi Tio,,urus pekerjaan mu " usir Sean.
" baik tuan " Tio pergi meninggalkan ruangan sean.
Kini hanya tinggal Sean dan Bella, Sean menuju meja kerjanya, matanya terus memperhatikan Bella yang serius mengetik di laptop.
dia cantik
Sean kembali melanjutkan pekerjaannya. beberapa jam berlalu, tanpa ada sedikitpun sepatah katapun keluar dari mulut mereka, hanya hela nafas yang terdengar.
Sean melirik arloji nya, jam makan siang sudah terlewat. Ia menatap Bella masih bekerja, Sean menghampiri Bella yang masih fokus.
"ayo kita makan siang" ajak Sean.
"kau duluan saja, masih banyak pekerjaan yang belum selesai" tolak Bella tanpa menatap Sean.
Sean kembali ke mejanya ,menghubungi Tio untuk memesankan makan siang untuknya dan Bella. Sean kembali melanjutkan pekerjaannya.
Tidak selang berapa lama Tio datang membawa plastik makanan pesanan Sean.
"ini tuan " Tio meletakkan plastik makanan di meja dihadapan Bella
Sean mengangguk lalu Tio berlalu pergi keluar dari ruangan Sean.
"makan lah " seru Sean
Bella tidak menanggapi ucapan Sean ia terus fokus menatap laptopnya. Melihat Bella yang tidak menyentuh makanannya Sean geram, menghampiri Bella.
"tidak " ucap Bella datar
Sean duduk di samping Bella mencekal tangan Bella. " makan dulu ..kalau kau tidak mau makan biar aku menyuapimu dengan mulutku " ancam Sean.
Bella menatap tajam Sean,menarik tangannya, ia pun meraih box nasi yang Tio berikan. Dengan terpaksa Bella memakan makanannya, Sean terus memperhatikan wajah Bella yang kesal. Sean pun meraih box makanannya juga mulai makan disamping Bella.
Sean terus memperhatikan Bella yang sedang makan, setiap suapan makanan yang Bella maka ,membuat Sean ingin melahap bibir Bella yang jadi candunya. Ingat saat kemarin Sean memaksa mencium Bella, rasa bibir bella masih terasa dibibir Sean. Sesekali Sean meneguk air liurnya.
Bella menyelesaikan makanannya, merapikan kembali bekas makannya. Melihat Sean yang terus menatapnya, Bella dengan sengaja menepak pipi Sean .
"jaga pikiran kotormu "
Sean tersentak mendapat tepakan tangan Bella, namun Sean malah seperti orang bodoh mengusap pipinya lalu senyum-senyum sendiri.
"dasar pria gila " guman Bella. Bella melanjutkan pekerjaannya.
Sean masih diam duduk disamping Bella, ia terus menatap tubuh Bella yang membuat darahnya berdesir.
"kenapa kau bekerja keras sekali ??? tanya Sean ia ingin menyingkirkan pikiran liarnya.
"saya ingin cepat pulang " jawab Bella datar.
" besok kau bisa menyelesaikan nya "
" saya tidak ingin berlama-lama tinggal dikota ini,, setelah pekerjaan selesai saya bisa kembali ke kota ku "
"dimana tempat tinggal mu ????
" itu privasi "
"ck...kau ini jangan jual mahal padaku,,banyak wanita yang ngantri rela tidur denganku " decak Sean.
Bella menyunggingkan bibirnya. " kau bangga dengan itu " sinis Bella
"tentu saya,,,,siapa yang tak tahu denganku Sean Wiraguna pemilik SW corporation, yang tampan dan kaya " bangga Sean.
"itu tidak penting"
"aku tahu kau malu-malu mau denganku"
"cih pede sekali " decih Bella
"iya kita lihat nanti,,siapa yang akan memohon duluan "
"harusnya kau malu dengan tunangan mu,,,dia rela berkorban buatmu,,,tapi kau menusuknya dari belakang, menggoda para wanita " sarkas bella
"tahu apa kau tenang dia "
tentu saja tahu,,,Sabrina dengan obsesinya ingin mencelakai ku karna ia ingin memiliki mu.
"terlihat saja,,,sudah sana jangan ganggu, saya mau menyelesaikan pekerjaan saya,,, supaya bisa cepat dari sini " usir Bella.
Sean berdecak baru kali ini ada wanita yang menolaknya, entah kenapa saat Bella menolak atau memakinya Sean tidak marah ia justru senang, serasa pernah mengalami sebelumnya.
Sean kembali ke mejanya melanjutkan pekerjaannya. Waktu cepat berlalu sudah pukul 6 sore mulai membereskan pekerjaan, di lihatnya Sean yang masih berkutat dengan pekerjaannya.
"sebaiknya aku pulang,, lama-lama disini bikin naik darah " guman Bella, ia merapikan berkas dan beberapa map yang tadi siang ia kerjakan.
"ini pak Sean,,,saya sudah selesai, saya permisi pulang dulu " Bella meletakkan map di meja Sean.
Sean mendongkakkan kepalanya.
"kau mau pulang " tanya Sean
"iya.... karena pekerjaan saya telah selesai "
"tidak bisa....kau harus menemani ku lembur " tolak Sean
"untuk apa saya menemani anda...tugas saya telah selesai "
"tugasmu masih ada,,,,ini " Sean memberikan beberapa map kepada Bella.
Bella menatap map ditangan Sean, mau tak mau ia harus lembur. Bella menyambar map di tangan Sean lalu kembali duduk di sofa.
Sean tersenyum melihat wajah kesal Bella.
Duduk terlalu di sofa membuat Bella tidak nyaman apa lagi posisi dia harus mengetik terus, punggung dan pundaknya terasa pegal, Bella memijit pundaknya, meredakan rasa pegal, walaupun tidak langsung hilang.
Sean tersenyum jail, melihat Bella yang sesekali memijat pundaknya. Sean menghampiri Bella tangannya perlahan memijat pundak Bella . Sontak Bella terkejut menepis tangan Sean.
" apa yang kau lakukan " bentak Bella
"aku hanya membantu menghilangkan rasa pegal di pundakmu." Sean beralasan
"jangan kau sentuh aku " desis bella
"kau tangung jawab ku,,,kalau ada apa-apa pasti Ramon marah padaku " kilah Sean
"alasanmu saja " Bella melanjutkan pekerjaannya, ia ingin cepat-cepat pergi dari ruangan Sean.
Sean duduk di samping Bella memepetkan tubuhnya ke tubuh Bella,menindih tubuh Bella.
", menyingkir brengsek" berontak Bella.
Sean semakin merapatkan tubuhnya,wajah Sean dan Bella hanya beberapa inci saja,deru nafas Sean memburu. Bella melotot tajam ke arah Sean.
", lepaskan aku" teriak Bella
"kau mau memperkosa ku hah " teriak Bella kembali.
Sean menyeringai, ",apa kau ingin tidur denganku??
"dasar bajingan,,,aku tidak Sudi tidur dengan mu " berontak Bella.
"hahaha,, jangan jual mahal dengan ku "
"lepaskan aku brengsek," Bella terus menerus memberontak, namun Sean tidak ingin melepaskannya.
"akan ku laporkan kepada Ramon kalau kau mau memperkosaku,,,dan ku pastikan kau tidak akan melihatku besok " ancam Bella.
Sean mulai mengendurkan tubuhnya, ia masih ingin Bella berada di kantornya, dengan cepat Bella beranjak pergi meninggalkan ruangan Sean.
dasar pria brengsek
Bella terus berlari, air mata yang ia tahan tadi mengalir begitu saja.
______________________________________________
Dukung terus yaa like comment and vote
Biar author semangat up nya 🥰🥰🥰
happy reading 💐💐💐