
" toko kue bibi berkembang pesat yaa""ucap bella melihat catatan pembukuan toko kue bibinya..
",iya bell ini berkat ian, dia yang promosiin lewat media sosial"jawab Bi Marni
"Ian???heran Bella
"iya bell...dia membantu bibi promosiin lewat media sosial,bibi juga kurang paham dengan media sosial bell,,jadi bibi serahkan pada ian dan hasilnya bibi selalu dapat orderan dari orang-orang berduit bell,,,"kata bi marni sumringah
"oh gitu ya bi,,, sukur deh kalo dia bisa membantu bibi"
"selain dia pintar dia juga rajin dan baik, kalau kamu belum menikah dengan Sean bibi pasti akan jodohkan kamu dengan dia'"
"bibi ada-ada saja....bibi tinggal jodohkan saja dengan karyawan di toko bibi ini," karyawan bi Marni ada 5 orang, 3 wanita bertugas membantu membuat kue dan kasir, 2 orang pria sebagai kurir tapi kadang membantu di dapur.
"hallo Bu....haloo Bella "sapa ian yang baru tiba setelah mengantar kue
"eh Ian,,,kamu sudah selesai mengantar kue nya?? tanya bi Marni.
" sudah Bu"
"yasudah kamu istirahat saja dulu"perintah bi Marni
"iya Bu...." Ian masih diam mematung memandang Bella yang sedang tadi cuek tak menanggapi keberadaannya.
"oh iya ian,, pesanan kue untuk acara ulang tahun benar udah deal"tanya bi marni
"benar Bu,,, saya sudah konfirmasi sama orangnya,,,,, orangnya akan ke sini nanti sore"jelas Ian
"terimakasih ya Ian"Bi Marni tersenyum senang Ian selalu bisa di andalkan.
"Bella bibi ke belakang dulu ya"
Bella mengangguk kembali fokus melihat pembukuan toko.Sadar ian masih berdiri mematung dihadapannya,Bella menatap tajam.
"kenapa kamu tidak istirahat...bukanya bibi menyuruhmu istirahat"tanya Bella heran
"aku sedang istirahat sekarang"Ian menyunggingkan senyumnya
"lalu kenapa masih berdiri disini"
"aku hanya ingin ngobrol denganmu"jawab ian
Bella menghela nafas nya meninggalkan ian yang sejak tadi mesam-mesem sendiri.
."kamu mau kemana???tanya ian
Bella tak menanggapi ian,ia berlalu pergi meninggalkan Ian. benar-benar wanita menarik,batin ian
Bella keluar dari toko ia ingin membeli minuman jus di ujung jalan,tenggorokan ingin meminum minuman dingin. " Bella...."sapa seorang pria yang tidak asing di telinga Bella.
"Dev ..."lirih Bella
"Bella kamu disini,,,,"ucap Devan
"i...yaa.." jawab Bella gugup
"Bella boleh kah kita bicara???
"kamu ingin bicara apa Dev??Bella bertanya balik
"aku ingin bicara sesuatu tapi jangan disini,bagaimana kalau disebrang cafe sana" ajak Devan
Bella tampak berpikir akankah menerima ajakan mantan kekasihnya,tapi ia juga penasaran apa yang akan Devan ceritakan.
"baiklah "seru Bella
"ayo kalau begitu"ucap Devan antusias
Melihat Bella yang tak nyaman berhadapan dengannya,Devan mencoba menawarkan minuman terlebih dahulu.
"aku pesan es lemon tea saja" jawab Bella
"baiklah,,,es lemon tea 2 ya mba" ucap Devan ke arah pelayan cafe yang menghampiri mereka berdua.
"ditunggu ya mas,,mb,,,"ucap si pelayan
setelah pelayan cafe pergi Devan mencoba menetralkan sikapnya,mencoba menanyakan perihal utang Bella.
"bell sebelumnya aku minta maaf,,aku ingin kamu jujur padaku"ucap Devan perlahan
"jujur apa dev???tanya Bella penasaran
"kamu berhutang pada Sean,,lalu kamu menikah dengannya untuk membayar hutang pada nya????tanya Devan pelan-pelan takut Bella marah
"apa....itu tidak benar aku mencintai dia"bohong Bella
"tapi Sean mengatakan kalau kamu menjaminkan dirimu kepadanya"tekan Devan
Bella membelalakkan matanya tak percaya Sean mengatakan yang sebenarnya ke devan.
"a..ku..." omongan Bella terjeda saat pelayan cafe membawakan minuman pesanan mereka.Hingga pelayan cafe pergi Bella tetap diam tidak menjawab pertanyaan Devan.
"jujur bell,,,,aku mohon kalau itu benar,,aku tidak akan marah padamu"Kata Devan lembut
",maafkan aku Dev,,,aku tidak punya pilihan lain,,aku menjaminkan masa depanku kepadanya"lirih Bella
"aku tahu kamu tidak salah, kalau seandainya kamu bilang dari awal kalau kamu membutuhkan uang untuk bayar utang ke rentenir aku akan berusaha mencari kan pinjaman untuk mu tanpa harus menjaminkan masa depanmu bell"seru Devan panjang lebar
"maaf Dev,,,aku tidak ingin merepotkanmu"jawab Bella
"tapi akhirnya begini bell,,,, Kamu menikah .dengan pria lain,,,,padahal kita sudah merencanakan pernikahan"sendu Devan
"maafkan aku Dev,,,tolong jauhi aku,,kamu bisa mencari wanita yang lebih baik dari aku"pinta Bella
"tidak bell,,aku akan berusaha membebaskan mu dari dia...aku akan membayar utang mu dari dia,,,dia pria kejam bell,,,"seru Devan emosi
"kau tahu bell,,,aku dipecat dari pekerjaanku tanpa alasan yang jelas,aku mencari pekerjaan ke perusahaan lain tapi mereka menolak ku,,itu karena ulah suamimu yang membuat aku tidak bisa mendapatkan uang sama sekali untuk menebus mu darinya"terang Devan penuh emosi
Bella menatap tak percaya pengakuan Devan, Sean benar-benar pria licik.Dia menjerat Bella dengan menjaminkan masa depannya dan sekarang Devan di pecat dari perusahaan tempat dia bekerja,itu semua ulah suaminya.
"untungnya aku bisa berkerja kembali,,,ada temanku menawari pekerjaan di perusahaan nya."lanjut Devan
"maafkan aku Dev,,, gara-gara aku kamu terlibat masalah ku"sesal Bella
"tidak ada yang perlu di maafkan bell,,,ini sudah terlanjur,,,aku bertekad akan membayar hutang-hutang mu pada nya."
"tak perlu Dev,,,ini sudah jalan hidupku begini"tolak Bella
"kenapa bell,,,,apa kamu mulai mencintai nya???,tanya Devan menyelidik
"tidak dev,,,,,aku hanya tak mau merepotkan mu,,,kamu masih punya masa depan yang lebih baik,,, pikir kan ibu mu Dev"sanggah bella
"aku ingin kamu kembali padaku bell,,,aku sangat mencintaimu bell,,,,sungguh aku mencintaimu"mohon Devan
"tapi Dev,,,," ucap Bella ragu
"tenang bell,,,aku akan segera membebaskan mu darinya,,,kamu mau kan bersabar,,,aku sedang berjuang mengumpulkan uang untuk mengambil kamu dari nya"Devan memegang tangan Bella lembut
Bella terdiam bingung harus bagaimana,apa dia senang saat Devan akan membebaskannya dari Sean,tapi ada perasaan takut jika ia jauh dari Sean.Hati Bella benar-benar bimbang.
Devan menatap Bella penuh cinta, ingin rasanya membawa Bella pergi jauh dari sini, tapi itu tidak mungkin.Seorang pria membawa kabur istri orang lain,itu bukan sifat gantle nya. Devan akan mengambilnya baik-baik melunasi hutang Bella dan setelah itu membawanya pergi jauh dari kota ini.
Bella tak mengetahui bahwa anak buah Sean sedang memotret dia dengan Devan,apa lagi sekarang Devan menggenggam tangan Bella tanpa ada penolakan darinya.