Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
Ada rasa


Bella terbangun pukul 4 sore, setelah pertempuran panas tadi siang tubuhnya benar-benar lelah. Ia beranjak mencuci wajahnya,lalu keluar mencari keberadaan Sean.


Sean kemana,,,,apa sudah pulang?? kenapa tidak membangunkan ku,batin Bella kesal


kue red Velvet yang tadi ia bawa masih utuh,ia pun langsung memakannya. Dari tadi siang dia memang belum makan di tambah lagi dengan pergumulan panasnya,ia benar-benar lapar.


ceklek


"bell,,,,kamu sedang makan apa??? Sean menghampiri Bella


"aku lapar,,,,jadi aku makan kue yang tadi aku bawa" menyuapkan kue ke mulutnya.


"ternyata kamu kelaparan"kekeh Sean


"ini karena ulah mu,,,aku tak sempat makan siang "dengus Bella


"maafkan aku sayang,,,,,," Sean tersenyum geli


"kau dari mana,,aku kira kamu sudah pulang meninggalkan aku sendirian"


"aku baru selesai meeting,,,,aku tak membangunkan mu karna kamu terlihat nyenyak tidurnya"


"apa kamu sudah makan??tanya Bella


"belum,,,"


"oh ya sudah "ucap Bella datar


apa ini,,,,, ekspresinya benar-benar cuek,batin Sean kesal


Tidak menunggu lama Sean pun ******* bibir Bella yang dari tadi mengunyah kue. Bella tersentak kaget mencoba mendorong tubuh Sean,tapi Sean menekan tengkuknya, mendalami ciuman bibirnya.


Setelah sekian menit Sean melepaskan ciumannya tersenyum smirk. Bella melotot kesal ke arah Sean, benar-benar menyebalkan pikir Bella.


"manis sayang " Sean menyeringai senang


Bella hanya menghela nafas berat,kesal rasanya berdekatan dengan suami mesumnya.


Ia pun beranjak berniat pulang, lama-lama berdekatan dengan suaminya pasti ia mencumbui terus menerus.


"mau kemana???tanya Sean.


"aku mau pulang"sahut Bella dingin


"pulang dengan ku bell,,,,"bujuk Sean


"aku malas pulang denganmu,,,kau itu selalu mesum"tolak Bella


Sean terkekeh geli "baiklah kamu boleh pulang duluan,,aku akan pulang larut malam masih banyak pekerjaan."


Bella berjalan menuju pintu


"tunggu"ucap Sean


Bella membalikkan badannya menatap Sean "ada apa??


"kamu belum memberikan pelukan dan ciuman pada suamimu ini"Sean menyeringai mesum


merentangkan kedua tangannya.


"aku tidak mau,,,,aku membencimu Sean"bentak Bella pergi meninggalkan Sean.


"aku mencintai mu sayang" balas Sean tertawa senang.


Sean benar-benar maniak, gerutu Bella.


Didepan lobby Bella berpapasan dengan Sabrina mantan kekasih Sean.


"hei,,,kau habis bertemu dengan suamimu??? sapa Sabrina


."iya "jawab Bella datar


"kau sangat dingin,,,tapi kenapa Sean mau menikah dengan wanita dingin sepertimu???


"itu bukan urusanmu"jawab Bella dingin,berlalu tetapi tangannya dicekal oleh Sabrina.


"lepaskan "sinis Bella


"apa kau tadi bercinta diruangnya?? selidik Sabrina


"itu bukan urusanmu,,,,lepaskan tanganku"menghempaskan tangannya


"kau tahu,,,aku dan Sean sering melakukannya saat kita pacaran dulu"Sabrina mencoba memanasi Bella


"aku tidak peduli",sinis Bella


"sudah banyak wanita yang bercinta di ruangan kerjanya"Sabrina melipat kedua tangannya.


"apa kau tahu bukan hanya kau yang sudah bercinta dengannya,mungkin banyak wanita yang datang ke ruangan kerjanya,,,dan aku pun pernah melakukan dengannya"ucap Sabrina menyeringai licik.


"apa kau sudah bicaranya nona",sinis bella.


"kau itu wanita bodoh,, mau-maunya kau menikah dengan Sean yang bercinta dengan semua wanita"cemooh Sabrina


"kau juga bodoh nona,,, mau-maunya kau masih mengejar pria yang sudah beristri"sarkas Bella.


Sabrina melotot tak terima dengan ucapan Bella. "jaga bicaramu wanita bodoh,,,Sean masih mencintai ku"bentak Sabrina


Bella menyunggingkan senyuman ia pergi dari hadapan Sabrina. Dasar wanita gila,,sama gilanya dengan Sean,batin Bella kesal.


Sabrina menuju ruangan Sean ia sangat merindukan mantan kekasihnya itu.


"sayang...."sapa Sabrina manja


Sean memicingkan matanya menatap tak suka


"ada apa??? tanya Sean dingin


Sabrina menghampiri Sean memeluk lehernya "Sean papa mengundang makan malam dirumah"


"lepaskan rangkulan mu Sabin "


Sabrina tak mengindahkan ucapan Sean "apa kau akan datang Sean??


"baiklah,,,, kalau begitu aku pergi dulu"melepaskan rangkulannya.


Sean mengabaikan kepergian Sabrina ia masih fokus dengan pekerjaannya.


Saat makan malam tiba Sean baru pulang dari kantornya,melihat Bella makan malam sendirian.


"sayang,,,,"sapa Sean menghampiri Bella.


"kau baru pulang"tanya Bella tanpa melihat ke arah Sean.


"iya,,, pekerjaan ku sangat banyak akhir-akhir ini"


"kamu sudah makan ???


"sudah tadi di kantor"


Bella hanya mengangguk dan tetap fokus ke makanannya.


"besok malam kita di undang makan malam oleh orang tua Sabrina"


"Sabrina ???tanya Bella ia tak begitu kenal dengan wanita yang di ucapkan Sean


"wanita yang dulu pagi-pagi datang kemari"jelas Sean


"oh".


"ya sudah aku mau mandi dulu"


Bella hanya mengangguk.


ternyata wanita itu bernama Sabrina,cocok sekali dengan sifatnya,guman Bella dalam hati


Sean baru selesai mandi melihat Bella yang sudah duduk di ranjang sedang memainkan handphonenya.


"sedang apa"Sean menghampiri Bella


"tidak ada",jawab Bella asal


Sean meraih handphone Bella melihat layar handphonenya, Bella mendengus sebal. Setelah beberapa saat Sean mengembalikan handphone Bella.


"ingat kamu jangan coba-coba selingkuh dari bell",ancam Sean


Bella menautkan kedua alisnya "bukankah kau yang selalu bermain-main wanita Sean" sinis Bella.


"darimana kau tahu aku suka bermain-main dengan wanita"Sean menyipitkan matanya


"itu tidak penting,,,lagian seorang pria kaya sepertimu bisa melakukan hal sesuka hatimu"


"itu dulu bell,,,semenjak menikah denganmu aku tidak pernah bermain perempuan lagi"


"berarti dulu kau sering bergunta ganti pasangan"


"iya "jawab Sean


"kau menjijikan Sean"sinis Bella


ucapan Bella menyinggung perasaan Sean "kenapa,,,kau tidak mau menikahi pria sepertiku"menatap sorot mata Bella


"iya,,,aku jijik padamu,,,,sudah berapa banyak wanita yang telah kamu tiduri???Bella meninggikan suaranya


"kenapa kau ingin tahu,,,,apa kau cemburu bell"Sean menyeringai


kenapa diriku kesal saat tahu Sean tidur dengan wanita manapun,bahkan aku sangat marah padanya, apakah aku mulai memiliki rasa padanya,bella bergulat dengan pikirannya


"kenapa kau diam Bella"


Bella menggeleng "tidak,,,mana mungkin aku cemburu kepada mu"


"aku tahu aku tampan,,,tidak akan ada yang menolak pesonaku" bangga Sean.


Bella menghela nafas sebal "terserah kau saja tuan Sean"


Sean terkekeh melihat Bella yang kesal. Sean berdiri melepaskan handuk yang menutup bagian intinya. Bella berteriak kesal saat Sean melepaskan handuknya.


"Sean apa kau sudah tidak waras",teriak Bella menutup matanya.


"kenapa kau menutup matamu,bukankah kau sering melihat aku telanjang saat kita bercinta"kekeh Sean senang.


Sean mendekati Bella perlahan yang masih menutup matanya, ditarik pinggang Bella dipeluknya.


"Sean,,,,,,,"teriak Bella ia membuka matanya.


Bella dan Sean saling menatap,Sean mulai bergairah saat menatap mata sayu Bella.


Mata yang indah,batin Sean mengagumi.


"Sean lepaskan aku"berontak Bella


"aku menginginkan mu sayang"ucap Sean menahan gejolak hasratnya.


"apa kau tidak lelah,,dari malam sampai malam lagi kau meniduri ku terus-terusan"bentak Bella


"tidak,,, semakin aku melakukanya maka aku semakin menginginkanmu dan semakin aku mendambakanmu"


Bella mendorong kuat tubuh Sean saat dia mulai mengendurkan pelukannya. Bella berlari menjauh dari Sean menuju pintu kamar. Sean tak mau kalah mengejar Bella dengan tubuh telanjangnya.


haap


Sean berhasil memeluk Bella dari belakang.


"Sean lepaskan,,,", berontak Bella


"tidak akan sayang "Sean tersenyum senang


"apa kau tidak waras berlarian dengan tubuh telanjang Sean,"


"aku tidak peduli,,,yang penting aku menangkap mu" kekeh Sean


Sean lalu membawa tubuh Bella ke ranjangnya, menuntaskan hasrat yang dari tadi bergejolak. Mau tidak mau Bella harus melayaninya.