Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
melamar


Sean akan siap memasuki inti Siska yang telah polos tanpa sehelai benangpun. Namun tiba-tiba gairah Sean kembali hilang, membuat nya menggeram tertahan.


"pergilah " seru Sean


"Sean kau belum melakukan nya " siska merasa dipermainkan, saat gairahnya memuncak,Sean berhenti tanpa melanjutkannya lagi .


"aku bilang pergi " bentak Sean melotot tajam ke arah Siska.


Dengan kesal Siska memungut bajunya dan bergegas pergi dari kamar hotel tersebut. Sean terduduk di tepi ranjangnya, ia benar-benar frustasi, bagaimana mungkin gairahnya hilang begitu saja. Padahal saat di awal Sean begitu menikmati sentuhan Siska,namun saat akan penyatuan gairahnya menguap begitu saja.


"arrgh sialan " teriak Sean.


Di Surabaya


"mom,,,,ayah ian pergi lagi ya ??? tanya Zyan.


"iya sayang,,,ayah ian pergi kerja " jawab Bella.


"mom... kenapa mommy tidak jadikan ayah ian jadi Daddy nya Zyan.?? tanya Zyan begitu polosnya.


"apa kamu yakin dengan ayah ian ???


"aku sangat yakin mom.... mommy bilang Daddy sudah meninggal,,kalau sudah meninggal tidak akan kembali lagi kan mom...jadi Zyan ingin ayah ian jadi Daddy Zyan. "


" kenapa Zyan ingin ayah ian jadi Daddy Zyan??


"ayah ian baik mom,,,dia selalu nemenin Zyan main,,,dia gak pernah bentak Zyan...ayah ian selalu baik mom...aku ingin ayah ian mom ?? rengek Zyan.


"sayang itu bukan hal mudah,,, takut nya ayah ian tidak menyukai mommy..,"


"ayah ian sayang sama mommy ko',,, ayah ian sering ngomong ke Zyan,,,kalau ayah ian sayang mommy sama Zyan."


"benarkah"


"iya mom.....mau ya mom,,,jadiin ayah ian jadi Daddy Zyan???


"iya nanti mommy bicara dengan ayah ian dulu oke "


"oke mom,,,,janji ya " Zyan memberikan jari kelingkingnya tanda perjanjian dengan mommy nya,


"janji " Bella membalas dengan meraih kelingking Zyan.


"asyik " Zyan berjingkrak senang.


"baiklah,,,ayo sayang tidur,,,ini udah malem "


"oke mom.... good night" Zyan mencium pipi Bella,ia bergegas menuju kamarnya.


Bella tersenyum apa ini tanda bahwa ia harus menerima Ryan sepenuhnya, Zyan sangat menyukai Ryan dan lagi hanya Ryan lah yang menemani Zyan dari bayi hingga umur 4 tahun. Zyan butuh seorang sosok ayah, kadang Zyan menangis saat bermain, teman-temannya suka mengejek Zyan yang tidak mempunyai ayah.


"hahh....ini demi Zyan, " desah Sabrina.


Di jakarta


keesokan harinya Ryan dan papanya bersiap untuk pertemuan bisnis dengan perusahaan SW corporation.


"papa ingin kamu menjalin kerjasama dengan perusahaan SW corporation"


"oke baiklah"


Ryan dan papanya menuju resto yang telah mereka booking untuk pertemuan. Ia sempat video call dulu dengan Zyan untuk mengabarinya, Zyan selalu merengek kalau ia belum ditelpon.


"baiklah Zyan, ayah ian mau kerja dulu ya "


"tapi janji ya,,,,ayah ian cepat pulang,, Zyan kangen yah "


"iya sayang " Ryan tersenyum.


"dah ayah...." Zyan melambaikan tangannya di layar hp.


"dah " balas Ryan. ia lalu menutup panggilan.


Ryan tersenyum senang , disebelahnya ada papa nya yang memerhatikan.


"kapan kau akan melamarnya" tanya Hendro


Ryan menoleh terkejut, " aku selalu melamarnya,tapi ia belum menerimaku"jawabnya.


"kau mencintainya???


"iya aku mencintainya "


"kalau dia sudah menerimamu,,ajak dia kemari,,,papa ingin bertemu dengannya"


Ryan tersenyum sumringah, pada awalnya Suhendro tidak merestui hubungan antara Ryan dan Bella, namun karena Ryan bersikeras ingin menjadikan Bella sebagai pendampingnya, akhirnya Suhendro luluh.


Sesampainya di resto Ryan dan Suhendro menuju ruang VIP. Suhendro yang berada di depan Sedangkan Ryan di belakang ayahnya.


"pak Sean kenal kan ini anak saya ,Ryan Suhendro" Hendro memperkenalkan Ryan kepada Sean.


Ryan terkejut bukan kepalang, pasalnya Sean yang ia anggap mati, ternyata masih hidup.


"hallo saya Sean Wiraguna " Sean mengulurkan tangannya


Ryan masih terpaku, Suhendro menyenggol lengan Ryan.


"ah iya...maaf ..." Ryan membalas uluran tangan Sean.


"Ryan Suhendro"


"saya sudah tahu,,,ayah anda selalu membanggakan kinerja anda " Sean tersenyum.


Ryan masih tak percaya Sean masih hidup dan sehat,tapi kenapa dia tidak mengenalinya , pikir Ryan.


"baiklah, ayo silahkan duduk" Sean mempersilahkan mereka duduk.


Tio seperti mengenali pria yang disebut anaknya Suhendro. Tio terus memperhatikan wajah dan gestur Ryan. Sedangkan Ryan tentu saja mengenal mereka berdua bos dan asistennya.


Pembicaraan panjang mengenai bisnis berlangsung lama, Sean dengan pintar dan sikap wibawanya terus menerangkan proyek yang akan ia dan Ryan kerjakan.


"oke cukup,,, terimakasih Sean,,,kau memang pintar,,,saya suka gaya kerjamu " puji Suhendro.


"sama-sama pak Hendro,,saya tersanjung,, semoga bisnis kita terjalin baik " balas Sean.


Mereka akhirnya berpamitan satu sama lain, namun Ryan menahan Tio, ia ingin tahu kenapa Sean seolah tidak mengenali nya.


Sean melirik Tio sekilas, lalu ia mengangguk dan pergi meninggalkan mereka berdua.


"ada apa tuan " tanya Tio


" kau mengingatku??


"sepertinya saya pernah melihat anda "


"saya Ian orang yang dulu pernah menolong Bella istri bos-mu itu "


"jadi anda Ian...???


"iya..."


"saya tidak menyangka anda anak dari pengusaha sukses tuan Suhendro "


"itu tidak penting,,,saya mau menanyakan kenapa bos mu itu seolah tidak mengenali saya"


"5 tahun lalu dia kecelakaan,sebagian ingatan nya hilang." jelas Tio


"apakah dia mengingat istrinya Bella."?


"tidak,,,dia tidak mengingatnya,,tuan Sean hanya mengingat sabrina adalah kekasihnya"


"jadi bagaimana dengan Bella???


"istri tuan Sean belum diketemukan setelah penculikan yang menimpanya, dan setelah itu tuan kecelakaan"


berarti Sean tidak ingat istrinya dan juga asistennya juga tidak mengetahui keberadaan Bella,batin Ryan.


"terimakasih infonya"


"iya tuan "


Mereka pun kembali ke kantornya masing-masing.


"ini tidak mungkin, " desah Ryan setelah sampai di ruang kerjanya.


"bagaimanapun bella tidak boleh bertemu dengannya" sisi egois Ryan ingin Bella menjauh dari Sean.


Ia pun menghubungi Bella, ia benar-benar tidak ingin kehilangan Bella .


"hallo ian " sapa Bella disebrang sana.


"kamu udah makan bell "


"sudah..ini udah lewat jam makan siang ian,,, ada apa???


"aku merindukanmu" lirih Ryan


Bella terdengar tertawa, " cepat lah pulang Zyan merindukanmu"


"secepat aku pulang,, aku ingin melamarmu bell"


hening sejenak, Bella mendesah pelan, "cepat lah pulang Ian" ujarnya.


"baiklah...tunggu aku " Ryan memutuskan panggilannya.


aku harus segera menikahi Bella,, kalau sampai Bella tahu Sean masih hidup,,pasti ia akan kembali padanya.batin Ryan.


Beberapa hari kemudian Ryan kembali lagi ke Surabaya, tekadnya ia ingin segera melamar Bella. Zyan yang sedang bermain di teras rumahnya, berteriak senang kedatangan Ryan


"ayahhh..." Zyan menghambur ke pelukan Ryan.


"hallo jagoan,,apa kabarmu ??? menggendong Zyan.


"aku baik yah...."


"ayo masuk .... mommy mu ada???


"ada ayah...ini kan weekend"


Ryan menggendong Zyan masuk ke dalam rumah.


" mommy,,,ada ayah ian" teriak Zyan


Bella yang sedang memasak bergegas menuju ruang tamu, melihat Ryan menggendong Zyan.


"Ian...kapan kamu datang??? Bella menghampiri Ryan.


"aku baru sampai,,lalu langsung kemari' "


Ryan dan Bella duduk disofa, Zyan masih memeluk tubuh Ryan .


"sayang lepas dulu,,,kasian ayah ian baru sampai,,,"


"tapi mom,,,aku masih kangen " Rengek Zyan.


"ya udah peluk dulu aja " timpal Ryan.


Bella menggeleng-gelengkan kepalanya,melihat tingkah anaknya yang selalu bermanja dengan Ryan. Bella sempat berpikir kalau misalnya ia menolak lagi lamaran Ryan, pasti Zyan sangat kecewa,apa lagi Zyan sangat menyayangi Ryan.


"kamu udah makan Ian,,,,aku baru selesai masak" ucap Bella.


"kebetulan aku sangat lapar, aku belum makan " jawab Ryan tersenyum.


"ya udah ayo kita makan, " ajak Bella


"ayo Zyan kita makan bersama " ajak Ryan.


"ayo ayah,,,tapi suapin Zyan ya yah" pinta Zyan antusias.


"pastinya dong,,," Ryan menggendong Zyan ke arah meja di ikuti Bella dibelakangnya.


Mereka bertiga makan dimeja makan, tampak seperti keluarga seutuhnya. Canda tawa antara Ryan dan Zyan terjalin seperti ayah dan anak. Bella tersenyum melihat kedekatan mereka, hati kecilnya belum bisa menerima Ian sebagai pendamping hidupnya,tapi melihat Zyan yang sudah terlanjur dekat dengan Ryan. Ia memutuskan untuk menerima Ryan, walaupun Bella belum mencintainya,tapi ia akan mencoba untuk mencintainya ini demi Zyan.


_____________________________________________


Dukung terus yaa like comment and vote


Biar author semangat up nya 🥰🥰🥰


happy reading 💐💐💐