
Saat weekend tiba
Bella dan Sean bersiap pergi ke mall dimana tempat Lusy janjikan.
"sean kau yakin akan ikut" tanya Bella tak yakin
"tentu saja....aku akan menjagamu kemana pun kamu pergi " jawab Sean yakin.
"hmm baiklah" Bella mengangguk pelan.
Mobil melaju diatas kecepatan rata-rata, Bella melirik suaminya yang fokus mengendarai mobil.
kenapa harus ikut sih, gerutu Bella.
Sesampainya di tempat yang janjikan,Bella dan Sean menemui Lusy di sebuah restoran di mall.
"hai Lus "sapa Bella menghampiri Lusy
" hai " Lusy melirik heran,suami Bella ikut bersamanya.
"hmm Lus,,,suamiku ingin ikut jadi aku mengajaknya" Bella tahu Lusy bingung kenapa dirinya mengajak suaminya.
"oh ya...tidak apa-apa" jawab Lusy canggung.
"ayo kita makan dulu bell...aku sudah memesan makanan untuk mu,ayam geprek..maaf aku hanya memesan dua ayam geprek... suamimu mau makan apa bell "
"Sean kamu ingin makan apa ?? Bella menoleh ke arah Sean
"aku ingin mencoba ini" tangannya menunjuk ayam geprek.
"baiklah,,,aku pesankan dulu"
Setelah memesan dan tak lama makanan datang,mereka bertiga mulai makan, Bella dan Lusy tampak menikmati makanannya,sedangkan Sean menggerutu kepedasan memakan ayam geprek nya.
"haahhh,,,,kenapa pedas sekali..ini makanan apaan sampai sepedas ini" gerutu Sean.
"ini namanya ayam geprek Sean,, tentu saja pedas..padahal aku pesen yang level satu,,"jelas Bella
"tapi ini sangat pedas" Sean masih menggerutu kepedasan.
"minum dulu Sean" Bella memberikan minum kepada Sean.
Tampak Sean tidak kuat menahan pedas makanan nya,ia terus-terusan menggerutu kepedasan.
"apa aku pesan makanan lain sean,,"saran Bella
"tidak perlu,,,aku ingin mencoba yang ini"
Bella dan Lusy saling menatap heran melihat tingkah Sean yang tak mau mengganti makanan nya, tapi ia terus-terusan menggerutu kepedasan.
Usai makan Lusy mengajak Bella ke area bermain. mereka berdua bermain satu persatu permainan yang ada di area bermain tersebut. Bagai anak kecil yang kegirangan ketika di ajak bermain,Lusy dan Bella berlarian kesana kemari,Sean yang menemaninya sampai lelah ikut berlarian,pasalnya Lusy dan Bella tidak berhenti diam,mereka terus-terusan bermain tanpa lelah.
Sean yang sudah lelah mengawasi Bella dan temannya,terduduk lesu di kursi yang tersedia di area bermain tersebut. Ada beberapa bapak-bapak sedang menunggu termasuk Sean yang menunggu Bella bermain.
"lagi nunggu anaknya ya pak??tanya bapak-bapak duduk bersebelahan Sean.
"hmm "Sean hanya berdehem
"saya juga sedang menunggu anak saya yang sedang bermain,,anak saya ingin sekali bermain di area permainan ini, anak saya sudah menunggu seminggu agar saya bisa menemaninya bermain. setiap hari saya disibukkan dengan pekerjaan, walaupun saya sibuk tapi saya selalu memprioritaskan anak saya. saat anak saya tersenyum gembira disitulah semangat saya, semangat untuk tetap sehat dan berjuang untuk kebahagiaan anak saya,," ungkap bapak-bapak itu, awalnya Sean tidak peduli dengan apa yang diungkapkan nya,,tapi sejenak ia mendengarkan ucapan si bapak-bapak disebelahnya.
Ya dia juga harus sehat dan kuat menjaga istrinya,dan mungkin akan ada anak di kehidupan mereka. Memikirkan anak Sean ingin sekali mempunyaipunya anak dari rahim Bella, istri tercintanya.
Sean memperhatikan Bella dari jauh,ia sangat bergembira bermain dengan temannya, tertawa lepas yang tak pernah Sean liat sebelumnya.
"ayah aku sudah selesai bermain,,aku lapar yah" seorang gadis kecil berusia 5 tahunan menghampiri bapak-bapak yang duduk di sebelah Sean. Sean memperhatikan gadis kecil itu,
"apa kamu yakin sayang sudah puas bermain nya???tanya ayahnya.
gadis kecil itu mengangguk meyakinkan ayahnya.
"pak saya permisi duluan ya, anak saya sudah lapar " pamit si bapak-bapak itu.
Sean hanya mengangguk. ia terus menatap ayah dan anaknya saling bergandengan, hati Sean sedikit iri melihat bapak tadi dengan gadis kecilnya. Ia ingin seperti itu bermain dengan anaknya, berjalan-jalan,dan menghabiskan waktu bersama dengan anak istrinya,tapi apa daya Bella belum juga hamil. Apa benar kata Bella bahwa kualitas benihnya kurang bagus, ahh tidak mungkin aku sehat, otot-ototku saja sangat menonjol,pikir Sean.
"Sean " Bella menepuk pundak Sean yang sejak tadi melamun.
"hah...kau... kenapa?? tanyanya bingung
",kau sedang melihat apa sih???tanya Bella penasaran
"ah tidak...kau sudah selesai bermainnya???tanya Sean beranjak dari duduknya.
"sudah,,, tapi aku ingin haus Sean" pinta Bella manja
"baiklah ayo...kau ingin minum apa ??
"itu " menunjuk arah stand minuman yang ramai pembeli.
"ya sudah sana beli" perintah Sean
Bella mengerucutkan bibirnya, "aku ingin kau membelinya untukku dan Lusy " pinta Bella
"apa....kenapa harus aku...disana ramai Bella,,aku tidak ingin" tolak Sean mentah-mentah.
"ayo Lus kita kesana,,,disana ramai pria-pria tampan,,,siapa tahu kita bisa kenalan dengan mereka."
Lusy mengiyakan ajakan Bella ,Bella melirik Sean yang terlihat mulai geram.
Mendengar Bella ingin mendekati pria lain,hati Sean panas ia melotot tajam ke arah Bella yang akan pergi ke arah stand minuman itu.
"tunggu " tahan sean
Bella dan Lusy kompak berbalik ke arah sean.
"ada apa Sean?? tanya Bella.
"biar aku saja"
Bella melirik Lusy, lalu menatap kembali suaminya, "baiklah "
Sean menuju stand minuman yang ramai pembeli, sebenarnya ia tidak ingin berdesak-desakan dengan orang-orang ini,tapi gara-gara Bella terpaksa ia yang harus membelinya.
Sedangkan Bella dan Lusy tertawa kompak melihat Sean mau berdesakan dengan orang-orang yang sedang membeli minuman itu.
"kau berani sekali Bella mengerjai Sean" ucap Lusy tertawa
"sekali-kali kita kerjain dia,,,dia itu sombong dan juga percaya dirinya tinggi" balas Bella tertawa.
"ayo kita lihat apa suamimu bisa mendapatkan minumannya apa tidak"
"ya kita lihat saja nanti"
Setelah beberapa menit berlalu akhirnya Sean datang dengan 2 minuman di tangannya. wajah Sean yang dingin dan datar menambah aura seramnya. ia menghampiri mereka berdua.
"ini " Sean menyerahkan minumannya dengan kasar.
Bella terkejut dengan tindakan Sean. Tapi ia mencoba memaklumi dengan sikap suaminya itu.
."terimakasih" ucap Bella
"terimakasih tuan" ucap Lusy juga.
Keduanya menyeruput minuman yang dibeli oleh sean, walaupun ada perasaan tak enak tapi mereka mencoba bersikap biasa.
Wajah Sean terlihat agak kesal dan aura dinginnya membuat Bella dan Lusy tidak bisa berkata ataupun bergerak sedikitpun.
Lusy melihat jam tangannya, "bell,,aku pulang dulu ya,,,udah sore"
"ayo biar aku antar "
"tidak usah bell,,,aku pulang sendiri,,, kapan-kapan kita hangout lagi ya" pamit Lusy, lalu ia melesat pergi meninggalkan Sean dan Bella. Sebenarnya Lusy takut berdekatan dengan pria dingin macam suami Bella. jadi ia kabur meninggalkan mereka.
Bella melirik Sean yang sejak tadi diam saja,bahkan tampak garang. Ingin berbicara tapi takut salah. Bella menarik nafasnya pelan.
"Sean " seru Bella
"hmm "
aduh kenapa dia cuma jawab hmm doang sih, gerutu Bella.
"kita pulang,ini sudah sore" ajak Bella.
Sean berjalan tanpa membalas ucapan Bella, sepertinya hatinya sedang kesal, Bella mengikuti langkah Sean dibelakangnya,ia pun masih takut pada Sean.
Sean menengok ke belakang, " kenapa jalanmu sangat lambat Bella" sentak Sean.
"ah ya,,maafkan aku Sean " Bella pun berjalan sejajar dengan suaminya itu.
Sampai di parkiran mall Sean dan Bella masuk ke mobil. Di mobil Sean masih tetap diam,bahkan aura dinginnya menyeruak keluar,membuat Bella sesak.
"Sean apa kau marah padaku" tanya Bella
"tidak " jawabnya dengan nada dingin.
"terus kenapa kau diam saja"
Sean menoleh ke arah Bella, "tidak ada,,,ayo kita pulang " jawabnya dingin.
Bella hanya bisa mendesah,sikap Sean memang kadang tidak bisa di tebak. Tiba-tiba marah tiba-tiba baik,dan juga tiba-tiba kasar. Mungkin dia capek,pikir Bella. Mencoba berpikir positif .
________________________________________________
sedikit down saat ada yang berkomentar seperti ini,maklum saya baru belajar,dan ini karya pertama ku,tapi aku hanya bisa berpikir positif saja.
jika memang tidak jelas dan jelak,mungkin pihak noveltoon tidak akan menyetujui kontrak saya,tapi saya mencoba berpikir positif saja,terima kasih sudah mengkritik, ini sebagai acuan saya supaya lebih baik lagi berkarya.
Dan terimakasih buat yang sudah setia menunggu up nya karya saya,saya ucapkan terimakasih 🙏🙏🙏.
masalah cerita tidak jelas,ya karna cerita ini masih bersambung dan belum tamat, jadi nikmat saja alur ceritanya
sekali lagi maaf dan terimakasih 🙏🙏🙏