Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
Pesta nyonya Eva


" bell kembali lah kerumah ku " pinta Sean


Setelah beberapa hari Sean menemui Bella, ia terus membujuk Bella untuk kembali ke rumah nya di Jakarta. Namun Bella belum mau tinggal di kota itu, ia masih merasa trauma saat tinggal disana.


" nanti Sean saat aku siap "


" tapi kapan bell ? kau sudah menerima ku lagi, kau tak perlu takut lagi, karena ada aku disamping mu" yakin Sean.


" Sean saat aku siap ,aku akan ikut dengan mu ke Jakarta, tapi tidak untuk sekarang Sean, jangan paksa aku "


Sean mendesah ia tak ingin memaksa lebih lagi, meski hati nya ingin Bella kembali lagi ke rumah nya.


" baiklah aku tak kan memaksamu lagi, "


" terimakasih Sean " Bella tersenyum.


Hening beberapa saat, bunyi dering handphone Sean memecah keheningan diantara mereka.


" sebentar ya bell, aku angkat telepon dulu " pamit Sean, ia beranjak dari duduknya keluar rumah Bella.


Bella mengangguk ia pun masuk ke arah dapur mengambil segelas air dingin di kulkas, rasanya kepalanya agak sedikit panas saat berdebat dengan Sean.


Saat Bella sedang meneguk minumannya, Sean memeluknya dari belakang.


" Sean " Bella terkejut menoleh kearah Sean.


" bell,, kau sangat wangi " Sean mencium rambut Bella.


" Sean lepaskan, nanti ada yang lihat " Bella menepis tangan Sean yang memeluk nya dari belakang.


" tidak ada orang bell, Zyan masih tidur, dan pengasuh mu juga sedang libur kan " Sean semakin mengeratkan pelukannya.


Sean menyibakkan rambut Bella, diciumnya leher Bella. Membuat darah Bella berdesir .


" Sean ku mohon lepaskan " ucap Bella tertahan,


" aku menginginkan mu sayang, bolehkah aku memintanya " suara serak Sean menahan gairah nya.


" Sean ,itu tidak mungkin, kita harus menikah kembali " ucap Bella menahan desahannya.


" kalau begitu ayo kita menikah lagi " seru Sean semakin liar menciumi leher Bella.


" iya tapi tidak sekarang " Bella mencoba menahan desahannya, ia pun menahan tangan Sean yang semakin liar meraba kemana-mana.


" kapan sayang ? suara Sean semakin menggoda Bella.


" beri aku waktu satu tahun lagi "


" what " Sean membalikkan tubuh Bella agar berhadapan dengannya.


" kenapa ? tanya Bella


" apa tidak cukup aku menunggumu tujuh tahun sayang, aku sangat merindukanmu , ayo lah kita menikah lagi "


" tapi aku perlu waktu "


" waktu untuk apa lagi bell,, ??


Bella memalingkan wajahnya, mengigit bibir bawahnya. Ia pun masih bingung dengan perasaannya, padahal ia juga masih mencintai Sean.


" apa kau menunggu Ryan ?? tebak Sean.


" tidak Sean " Bella menatap kembali Sean.


" lalu kenapa ?? Sean menatap dalam manik hitam Bella.


" aku belum membicarakan nya dengan Zyan Sean " elaknya.


Sean menghembuskan nafasnya. " baik lah kita akan tanya Zyan, dia juga berhak tahu "


" terimakasih Sean "


" iya sayang " Sean mengelus pipi Bella.


Bella kembali mengajak Sean keruang tamu, selagi Zyan tertidur Sean dan Bella menghabiskan waktu dengan menonton film di selingin dengan obrolan.


Hingga sore menjelang Zyan masih belum bangun, Sean pun pamit karena ia ada urusan dengan pekerjaannya.


Bella kembali duduk merebahkan tubuhnya di sofa, ia masih memikirkan perkataan Sean yang ingin segera menikahi nya kembali. Namun ia masih ragu dengan keinginan Sean itu.


apa yang harus aku lakukan, aku masih mencintai Sean, tapi kenapa aku masih ragu, argh aku bingung.


" mom " panggil Zyan menghampiri Bella.


" sayang kamu sudah bangun "


" iya mom, " Zyan duduk dipangkuan Bella


" mandi ya, ini udah sore "


" iya mom, hmm mom , Daddy kemana ??


" Daddy pulang sayang besok kembali lagi "


" Zyan terlalu lama tidur ya mom, jadi Daddy bosen terus pulang "


" ah gak sayang, Daddy memang lagi ada kerjaan makanya pulang "


" hmm gitu ya mom "


" iya sayang " Bella mencium pipi Zyan.


" ishh mom jangan cium pipiku aku udah gede mom malu sama temen-temen aku " Zyan mengelap pipi bekas ciuman Bella.


" ko kamu gitu sayang, udah gak mau lagi dicium sama mommy " ucap Bella berekspresi sedih.


" Zyan udah gede mom, udah sekolah. jadi mommy jangan cium-cium Zyan lagi, nanti kalau ada yang lihat gimana mom, Zyan malu "


" tapi kan ini dirumah sayang "


" pokoknya tidak boleh " kukuh Zyan.


" iya ya baiklah " Bella mengalah.


Hening sesaat.


" Zyan mommy mau tanya,kalau mommy nikah lagi dengan Daddy Zyan gimana??


" apa mom ,? mommy menikah dengan Daddy Zyan ?? ulang Zyan.


Bella mengangguk.


" Zyan mengijinkan mommy menikah?


" iya mom, biar aku punya Daddy terus bisa pamer kalau aku juga punya Daddy sama temen-temen aku,. aku sebal di ejek terus gak punya Daddy mom " celoteh Zyan


Hati Bella berdenyut nyeri saat Zyan masih saja dibully oleh teman-temannya.


" baiklah kalau Zyan udah setuju, mommy akan menikah dengan Daddy mu "


" iya mom, Zyan setuju saja "


" terus Zyan mau gak tinggal di kota Jakarta, dirumah Daddy "


" rumah Daddy yang besar itu ya mom "


" iya "


" mau dong mom, rumah Daddy besar dan ada kolam renangnya, Zyan suka " ucap Zyan antusias


" jadi Zyan mau tinggal dirumah Daddy?


"yes mom " ucap Zyan semangat.


" nanti kalau Daddy kesini, kita beritahu dia "


" oke mom "


" sekarang tinggal Zyan mandi, nanti keburu malam sayang "


" siap mom " Zyan beranjak dari pangkuan Bella melangkah ke arah kamar mandi, di ikuti Bella dibelakangnya.


Jakarta


Dikediaman rumah Suhendro, Ryan menyerahkan kontrak kerja Mr Davis kepada ayahnya.


" bagus Ryan, kau bisa membuat Mr Davis mau berkerja sama dengan perusahaan mu, papa bangga padamu " ungkap Hendro


" iya pah. "


" oh ya besok ada pesta ulang tahun nyonya Eva Yonathan, kita harus hadir karena ia ibu dari Davis Yonathan "


" apa ?! kenapa aku juga harus ikut pah, ? papa sama Mama saja yang datang, aku tak ikut " tolak Ryan.


" tapi kau berkerja sama dengan Mr Davis, apa jadinya kalau kau tak datang Ryan, itu membuatmu tak baik di mata keluarga Yonathan." terang Hendro.


" ya sudah aku ikut " ucap Ryan terpaksa.


Besok malamnya Suhendro berserta istrinya dan tentunya dengan Ryan bersiap pergi ke pesta ulang tahun nyonya Eva Yonathan.


Saat tiba di kediaman rumah nyonya Eva, Ryan memilih memisahkan diri dari kedua orangtuanya. Menyapa beberapa rekan bisnisnya yang di undang dipesta itu.


Ryan merasa haus ia menuju tempat minuman, namun saat ia sedang minum seseorang menepuk pundaknya, air minum yang ia telah ia telan tersembur kembali ke luar.


sialan , gerutu Ryan


" hai Mr Ryan " sapa Selena


" kau " Ryan melotot tajam kearah Selena.


" kita bertemu lagi, sepertinya kita berjodoh Mr Ryan ," ucap Selena tersenyum


" cih, tidak akan mau ku berjodoh dengan mu, bocah " sarkas Ryan.


Ryan meninggalkan Selena, ia malas berlama-lama dengan bocah tengil yang selalu menggangunya.


" Mr Ryan tunggu, " teriak Selena mengejar Ryan.


Ryan terus melangkah pergi menjauh dari bocah pengganggu.


" hah, kemana dia, cepat sekali diam pergi dan menghilang seperti jailangkung " dengus Selena. Akhirnya ia memilih untuk menemui Omanya, sedangkan Ryan bersembunyi di kerumunan orang.


Puncak acara akan segera dimulai, semua orang merapat mendekat meja bundar di tengah ruangan. Meja yang diisi dengan kue ulang tahun yang lumayan besar, dengan angka 70.


Nyonya Eva dan cucunya Selena berdiri di depan meja bundar tersebut.


" terimakasih untuk kalian semua yang telah menyempatkan datang ke pesta ulangtahun saya, saya harap kalian menikmati pestanya" ucap nyonya Eva penuh keanggunan.


Seorang MC pun memandu acara. Setelah acara tiup lilin dan potong kue, semua kolega bersalaman dengan nyonya Eva, mengucapkan selamat dan doa padanya.


Suhendro dan istrinya menghampiri nyonya Eva mengucapkan selamat dan doa untuknya.


" Hendro dimana putra mu ??


" tadi kami datang bersama, tapi dia memilih untuk berpisah setelah masuk " jelas Hendro


" sudah lama sekali aku tak melihatnya, pasti ia tumbuh jadi pria tampan seperti mu " puji nyonya Eva.


" anda bisa saja nyonya Eva "


" oh ya, kenalkan ini cucuku , Selena " nyonya Eva memperkenalkan Selena.


" kau sangat cantik sayang " puji Anita istri Hendro


" terimakasih Tante, Tante juga cantik " balas Selena tersenyum


" ini pasti putri Davis ," tebak Hendro.


" iya, dia cucuku satu-satunya,"


" dia seperti ibunya , Sherly" puji Anita.


Saat mereka sedang mengobrol, Ryan menghampiri orang tuanya.


" pah, aku pulang duluan " seru Ryan.


" ah Ryan, sebentar.. kenalkan ini nyonya Eva dan ini cucunya Selena " Suhendro memperkenalkan tuan rumah tersebut.


Mata Ryan membulat melihat Selena , ternyata cucu nyonya Eva , sang pemilik acara.


" Mr Ryan " sapa Selena tersenyum.


" kau " balas Ryan menatap tajam.


____________________________________________


Jangan lupa like comment and vote


Biar author semangat up nya ☺️


happy reading πŸ’πŸ’πŸ’