
"Sean bolehkan aku ke tempat bibi lagi" pinta
Bella saat sarapan
"tentu saja boleh sayang "
"terimakasih",
"tapi inget pesenku pulang sebelum aku pulang"ingat Sean
"iya aku ingat"ucap bella
" ya sudah aku berangkat dulu, habis kan sarapan mu"Sean mencium kening Bella.
Bella mengangguk menatap Sean yang terlihat buru-buru,sibuk sekali dia,batin Bella
Bella menghabiskan sarapannya ia juga akan pergi lagi ke toko bibinya.
Dikantor sean tiba di ruangannya menatap setumpuk dokumen, memulai mengecek satu persatu pekerjaannya.
tok tok tok
"masuk" sahut Sean
Tio menghampiri Sean yang terlihat sibuk.
"tuan, saya sudah mempersiapkan bulan madu anda"ucap tio menyerahkan tiket dan paspor untuk Bella.
"aku benar-benar lupa,"desah Sean
"undurkan bulan maduku,aku ingin menyelesaikan proyek pak Hendro terlebih dahulu,"perintah Sean
"baik tuan" Tio mengangguk
"oh iya,kau suruh orang untuk mengikuti istriku kemana pun dia pergi dan laporkan padaku kemana saja dia pergi dan bertemu dengan siapa saja"
"baik tuan, kalau begitu saya permisi"pamit Tio
Sean melanjutkan pekerjaannya kembali, akhir-akhir ini ia memang sedang di sibukkan dengan proyek pembangunan apartemen mewah.Pak Hendro selaku investor besarnya ingin cepat Sean menyelesaikan apartemen tersebut.
"hallo " sahut Sean saat menerima panggilan di handphonenya
"apa kabar sayang,aku merindukanmu",ucap seorang wanita di sebrang sana.
"Sabrina"gumam Sean pelan
"sayang aku merindukanmu, sebentar lagi aku pulang"ucap wanita yang bernama Sabrina itu.
"hubungan kita sudah berakhir setahun yang lalu untuk apa kau kembali merindukanku",tutur Sean dingin
"tapi aku masih mencintaimu Sean"
"kita sudah berakhir semenjak kau pergi ke Paris meninggalkanku"ucap Sean tegas
"tapi........."telepon terputus Sean memutuskan sepihak.
Sean mengingat kembali beberapa tahun yang lalu,Sabrina kekasih Sean yang begitu ia cintai tetapi Sabrina malah pergi ke paris meninggalkan Sean, ia ingin mengejar karir modelnya di negri itu.
Padahal Sean bisa saja membantu Sabrina bila ingin karir modelnya terkenal, tidak perlu pergi ke Paris cukup di negerinya sendiri Sean akan melakukan cara agar Sabrina terkenal.Tapi Sabrina menolak ia memilih pergi ke Paris, keputusan Sabrina yang pergi membuat Sean sangat kecewa dan patah hati.
"arrrghhh sialan... gara-gara wanita itu,aku tidak bisa konsentrasi"teriak Sean emosi.
Sean memanggil Tio untuk membereskan pekerjaannya, moodnya sudah jelek saat Sabrina menelponnya. Sean ingin pergi menemui istrinya dengan melihat istrinya moodnya akan kembali lagi.Hanya istrinya yang bisa membuat Sean semangat kembali.
Bella sedang membantu bibinya menata kue di etalase tersenyum sumringah akhirnya dia bisa keluar rumah tidak dikurung lagi oleh Sean.Senyum Bella memudar saat lelaki yang paling menyebalkan menghampiri Bella.
"sayang " ucap Sean dengan nada manjanya.
"ngapain kamu kesini???tanya Bella ketus
"tentu saja aku menemuimu"
"ini bahkan belum jam makan siang,,,,kamu kabur dari kantormu????tanya Bella
"mana mungkin aku kabur,,,, perusahaan itu milikku jadi aku bebas pergi kapan saja"
Bella memutar bola matanya malas meninggalkan Sean pergi ke belakang.
"sayang kamu mau kemana??tanya Sean
"aku mau membuat kopi buatmu,,,kamu tunggu saja disana"Bella menunjuk meja kosong ke arah Sean.
"baiklah"
Bella membawakan kopi dan kue cheese cake untuk Sean. " kau perhatian sekali sayang"mengelus pipi Bella.
"hentikan Sean"menghempaskan tangan Sean dari pipinya.
"kamu ini gak bisa di ajak mesra"dengus Sean
Bella menatap datar Sean ia memang tidak pernah mesra sekali pun dengan Devan.Bella terlalu dingin dengan semua pria.
"kenapa kamu kesini"tanya Bella lagi
"aku tidak bisa konsentrasi,,,jadi aku kemari agar konsentrasi ku kembali lagi."
Bella tidak bertanya lagi Sean tidak pernah serius saat ia memberikan jawaban. Saat bersama dengan Bella ia akan lebih santai, tapi ketika dengan orang lain Sean berubah dingin dan tegas.
"kapan kamu datang?? tanya bi Marni
"barusan saja bi"jawab Sean.
bi marni duduk diantara mereka berdua, " bagaimana Sean kuenya enak"tanya bi Marni
"tentu saja enak"puji Sean
"syukurlah,,,bibi senang kamu menyukainya"
"terimakasih ya Sean,,,,kamu memberikan toko kue ini,"ucap bi marni haru
"itu sudah tugas saya membantu keluarga Bella satu-satunya."
"bibi senang Bella mendapatkan suami yang baik seperti mu'"puji bi Marni
'cih baik apanya aku pernah didorongnya sampai pingsan,batin Bella
Sean yang dipuji bi Marni tersenyum simpul menatap Bella,sedangkan Bella menatap Sean dengan tajam.
"Sean kapan kamu berikan bibi cucu"ucap bi marni tiba-tiba
"Bella tidak mau di ajak berhubungan bi"bohong Sean
Bella melotot menatap Sean yang berbohong, walaupun aku menolak kau tetap memaksaku merobek bajuku,batin Bella
"benarkah begitu bell"bi marni menatap Bella tak percaya
"aku.........'"
"dia selalu menolakku bi" sambar Sean
'"Bella kamu jangan seperti itu,berdosa bell"tutur bi Marni
Bella hanya terdiam malas menanggapi kebohongan yang diperbuat oleh suaminya.
"tenang Sean bibi akan ajari Bella supaya dia jadi istri yang baik untuk kamu"bela bi marni
Sean tersenyum senang bi marni membelanya,
"sebaiknya kamu kembali ke kantor",ketus Bella
"bellaaa....ko kamu mengusir Sean,,, biarkan dia disini lagian sebentar lagi jam makan siang,benar kan Sean"tutur bi marni
",iya bi benar "Senyum Sean
arrrghhh ingin rasanya ku pukul pria ini,batin Bella kesal
Melihat Bella yang kesal membuat mood Sean kembali lagi, Bella benar-benar menggemaskan saat kesal apa lagi tatapan matanya yang sayu terlihat sexy menurut sean.
"pokonya kalian berdua harus segera kasih bibi cucu,,,,bibi ingin sekali menggendong bayi"ujar bi Marni berharap
"tenang saja bi,,,,kita akan segera memberikan bibi cucu"Sean menyeringai lebar menatap Bella.
"terimakasih ya Sean "bi Marni sumringah
"iya bi sama-sama"jawab Sean.
"kalau begitu bibi ke belakang dulu ya mau mengecek kue"pamit bi Marni.
Sean mengangguk lalu menatap Bella dengan tatapan mesum "bell, jadi kapan kita membuat anak"
"Sean jaga ucapanmu ini tempat umum"kesal Bella
"kalo begitu setelah pulang dari kantor aku akan menagihmu"
"tidak bisa aku masih datang bulan"
"kenapa lama sekali datang bulan mu bell"keluh Sean
"ya memang seperti itu"jawab Bella enteng
Sean harus bersabar lagi padahal hasrat nya sudah memuncak dari kemarin-kemarin.Bella yang melihat Sean kecewa tersenyum tipis,senang rasanya membuat pria ini tak berdaya hanya karna tidak bercinta beberapa hari.
"sudahlah cepat habiskan kuenya, memang nya kamu gak ada kerjaan"usir Bella
"kamu ingat yang dibilang bi Marni,jadilah istri yang baik"
"iya aku tahu,,,tapi dengan kamu malas-malasan kerja kamu juga bukan suami yang baik"telak Bella
"ya sudah aku pergi"Sean menyerah
Sean bangkit diikutin Bella yang ikut berdiri, "kalau begitu aku pergi ke kantor dulu"ucap Sean
"iya"jawab Bella
Sean menarik pinggang Bella disambarnya bibir Bella yang dari tadi mengusir ny,Bella tersentak kaget mencoba melepaskan namun Sean menahan tengkuknya.Karyawan di toko kue bi Marni melihat adegan sepasang suami istri berciuman menatap malu.
"Sean kau ini tidak tahu malu"bentak Bella setelah Sean melepaskan ciumannya.
Sean terkekeh melihat muka Bella yang memerah karna malu, "aku pergi sayang"Sean kabur meninggalkan Bella yang kesal.
"awas kau Sean",guman Bella pelan.
Bella sangat malu ditatap karyawan bi Marni,untung sedang sepi pengunjung kalau tidak Bella akan sangat malu.