
Indonesian
Seorang laki-laki tengah terbaring di ruang VVIP dengan beberapa alat penunjang hidup ditubuhnya. Detak jantung masih berdenyut,tapi tidak dengan tubuhnya yang diam dan kaku. Sudah hampir 3 bulan lamanya ia tak bangun, seolah tidak ada harapan untuk hidup.
"bagaimana keadaannya dok ???tanya orang kepercayaannya
"sejauh ini stabil,,,kita harus selalu memantau keadaannya," ujar sang dokter.
"baiklah terima kasih"
Dokter mengangguk lalu pergi dari kamar tersebut.
"tuan bangun lah,,,,apa yang sebenarnya terjadi" gumam Tio asisten Sean.
Pria yang kini tengah terbaring itu Sean Wiraguna, ia masih hidup. Saat mobil Sean terjun ke jurang, ternyata ia terlempar ke luar mobil sehingga ia tidak ikut terbakar.
Paginya setelah peristiwa mobil terbakar, polisi mendatangi tempat kejadian itu,dan menemukan Sean yang tergeletak tidak jauh dari mobilnya. Dan beruntungnya ia masih hidup. Dengan segera mereka membawa Sean ke rumah sakit dan menghubungi Tio asistennya.
"sampai sekarang aku belum menemukan titik terang, peristiwa apa yang terjadi padamu tuan,,,dan entah dimana sekarang istrimu belum ketemu... peristiwa yang menimpamu seolah hilang tanpa jejak.. batin Tio bergemuruh.
Hari demi hari kondisi Sean masih tetap sama, dengan setia Tio asistennya selalu menjaganya. Kadang bergantian dengan para pelayan rumahnya.
Malam hari Tio menjaga sean.ia duduk di sebelah ranjang Sean. Menatap sendu bos nya yang tidak bergerak sama sekali,hanya denyut jantung yang berdetak.
"Tuan bangun lah.. sebenarnya apa yang terjadi,,saya belum bisa menemukan bukti apa-apa,,,istrimu Bella juga belum diketemukan,," guman Tio.
Namun perlahan jari-jari Sean bergerak, Tio yang menyadari bos nya sadar, Langsung keluar memanggil dokter. Saat mereka masuk, Sean sudah membuka matanya.
"tuan " lirihnya.
Sean tersenyum,dan dokter mulai memeriksa keadaan Sean.
"bagaimana dok ???
"semua stabil,,kita tinggal menunggu saat dia benar-benar sadar,biarkan dia istirahat dulu" ucap dokter.
"baiklah".
Dokter berlalu pergi, Tio menatap Sean yang masih membuka matanya.
"Tio " lirihnya
"iya tuan.."
"aku kenapa ????
"anda tidak apa-apa, sebaiknya tuan istirahat dulu,,"
Sean diam, perlahan ia memejamkan matanya kembali.
Keesokan harinya Sean sudah sepenuhnya sadar. ia duduk terbaring. Tio yang dari semalam menemaninya, sekarang duduk di sampingnya. Siap menanyai apa yang sebenarnya terjadi pada saat malam itu.
"Tio sudah berapa lama saya terbaring?? tanya Sean.
"sekitar 3 bulanan tuan "
"apa yang terjadi??
Tio sedikit heran,kenapa bos nya malah bertanya.
"saya tidak tahu persisnya seperti apa,, tapi yang jelas anda kecelakaan mobil dan masuk ke jurang..mobil anda hangus terbakar " jelas Tio
"begitu ??!
",iya tuan,,,apa anda tidak mengingat kejadian tersebut???
"saya tidak mengingat nya."
apa yang terjadi....apa tuan Sean hilang ingatan,batin Tio.
"apa kau ingat dengan Bella ,tuan ???
"Bella... siapa dia,,,apa dia wanita panggilan mu" Sean mengernyitkan dahinya
Tio terkejut sepertinya tuannya hilang ingatan, ia pun beranjak dari duduknya, Tio pamit untuk menemui dokter yang menangani Sean.
Tak lama Tio dan dokter masuk ke kamar Sean. Dokter mulai memeriksa Sean.
"bagaimana mana dok, "tanya Tio cemas
"sebaiknya kita lakukan rontgen ,,, supaya kita tahu apa yang terjadi" jelas si dokter
"lakukan yang terbaik dok"
Sean yang dari tadi diam, angkat bicara.
"ada apa ini,,,Tio jelaskan pada saya " ucap Sean tegas.
"sepertinya anda hilang ingatan tuan "
"apa....itu tidak mungkin,,," sentak Sean.
"sebaiknya tuan melakukan pemeriksaan dulu di bagian kepala, supaya kita tahu penyebabnya," ujar si dokter.
Dokter berlalu pergi, tinggal lah Sean dan Tio.
"Tio apa yang terjadi???
"apakah kau tidak mengingat apapun, ???
"tidak... sebenarnya apa yang terjadi,.... Sabrina,......dimana dia sekarang"
Tio tersentak kaget tuannya mengingat Sabrina, padahal ia sangat membencinya.
"dia......" belum Tio melanjutkan kata-katanya
"suruh dia kesini,,," sambar Sean
"tapi tuan...dia di....."
"Tio jangan membantah perintahku,,,cepat suruh dia kemari, " ucap Sean tegas.
Dikantor polisi.
"kau membebaskan ku???? tanya Sabrina setelah bebas.
"iya....tuan Sean ingin bertemu dengan mu" ucap Tio datar
"untuk apa...?? apa dia akan menyiksaku ??
"tidak...dia dirumah sakit...ia ingin bertemu dengan anda"
"kenapa dia ada dirumah sakit "
Tio tidak menjawab pertanyaan Sabrina ia berlalu meninggalkan Sabrina di depan kantor polisi.
"ayo cepat,,,tuan Sean sudah menunggu" teriak Tio saat membuka pintu mobilnya.
Sabrina yang masih bengong terkejut mendengar teriakkan Tio.
"iya baiklah " Sabrina bergegas masuk kedalam mobil Tio
Diperjalanan menuju rumah sakit, Tio tidak berbicara sepatah katapun, begitu pun dengan Sabrina, ia merasa bingung dan ketakutan.
Sesampainya dirumah sakit sabrina mengikuti langkah Tio menuju ruang VVIP Sean. Perasaan Sabrina semakin tak karuan ia takut Sean akan menyiksanya. Setelah pintu terbuka nampak Sean sedang menonton televisi.
Dengan ragu Sabrina masuk kedalam. Sean menoleh ke arah Sabrina, tersenyum hangat melihat Sabrina.
Sabrina yang kebingungan membalas senyuman Sean dengan kaku.
"sayang kemarilah...aku merindukanmu " ucap Sean merentangkan kedua tangannya.
Sabrina masih diam mematung ia merasa bingung dan takut. Apa ini akal-akalan Sean saja, pikirnya.
"kemari lah sayang...kenapa kau diam membeku di situ " ujar Sean.
Sabrina melirik Tio yang hanya diam saja. ia ingin memastikan bahwa ini bukan tipu daya Sean.
Perlahan Sabrina mendekati Sean diranjangnya, Sean tersenyum meraih tangan Sabrina yang berada di samping tempat tidurnya.
"kau darimana saja Sabin... kenapa kau tidak menemaniku disini " ucap Sean lembut.
"aku....." Sabrina melirik Tio, ia juga bingung dengan sikap Sean yang berubah, sifatnya seperti saat mereka pacaran dulu.
"kenapa kau seperti kebingungan Sabin "tanya Sean.
"ah...tidak...aku..hanya..."
"maaf tuan,,,nona Sabrina sepertinya kecapean,dia baru saja pemotretan " dusta Tio.
"hah.. baiklah....kamu pulang saja dulu,,,besok kamu kesini lagi ya" Sean mengelus pipi Sabrina.
Sabrina mengangguk kaku, Tio menatap Sabrina menyuruhnya untuk keluar .
"aku pamit " ucap Sabrina.
Sean mengangguk, Sabrina pun keluar dari kamar Sean. Tio meminta ijin untuk mengantar sabrina ke depan lobi rumah sakit.
"ada apa ini Tio " tanya Sabrina,ketika sudah menjauh dari kamar Sean.
"tuan Sean hilang ingatan, tapi hanya sebagian ingatan yang hilang "
"apa dia tidak mengingat istrinya"
"jangan manfaat kan situasi nona Sabrina " tekan Tio. ia tahu pemikiran licik Sabrina.
"kita lihat nanti, Tio " desis Sabrina lalu pergi meninggalkan rumah sakit.
Sabrina senang akhirnya ia pulang kerumah,sudah sekian bulan ia mendekam di penjara, seperti mimpi ia bebas tanpa bersyarat.
"mama.....papa...." teriak Sabrina diretas depan rumahnya.
"mama...mama..." Sabrina masuk ke dalam rumah nya.
"Sabrina " teriak jeni mamanya,ia yang berada di dapur berlari menghampiri Sabrina.
"mama..." Sabrina memeluk mamanya.
"kau bebas sayang??? tanya jeni
"benar ma.. aku bebas..." Sabrina tersenyum lebar
"bagaimana bisa sayang?? jeni masih tak percaya.
"Tio asistennya Sean, membebaskan aku ma,,,tadi aku juga kerumah sakit ma,, ternyata Sean kecelakaan dan dia sekarang hilang ingatan"
"benarkah itu sayang "
"iya ma... sepertinya dia tidak mengingat kejadian yang menimpanya ,,, kata Tio hilang ingatan tidak semua hanya sebagian ingatan yang hilang "
"mama jadi khawatir padanya...apa istrinya ada ???
"dia pun tidak mengingat istrinya ma,,,tadi aku disana juga tidak ada,,,Sean malah bersikap lembut padaku ma,,, seperti dulu kita masih pacaran." ucap Sabrina antusias.
"tapi sayang....jangan memanfaatkan kondisi Sean yang tidak mengingat semuanya"
"ah mama.... mumpung Sean hilang ingatan aku bisa meminta maaf padanya,,dan mungkin kita bisa balikan lagi"
"tapi dia sudah beristri Sabin "
"bodo amat ma...aku ingin balas dendam kepada wanita murahan itu,,,dia menginjak-injak harga diriku "
jeni menghela nafasnya, memang susah memberi tahu Sabrina, sifatnya keras kepala dan tidak mau mengalah.
______________________________________________
Dukung terus yaa like comment and vote
Biar author semangat up nya 🥰🥰🥰
Happy reading 💐💐 💐💐