Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
Kembali lagi


Sore hari Bella sedang menyesap teh hangatnya menikmati senja yang akan tenggelam bersama dengan Zyan.


Kini umur Zyan 6tahun, ia sudah masuk sekolah kelas 1 SD. Tidak seperti umur 6 tahun yang senang main bola bersama teman-temannya, kini Zyan memilih menggambar yang ia sukai.


" mom bagus tidak " Zyan memamerkan gambar yang ia buat.


" bagus , kamu sangat pintar menggambar " puji Bella.


" hmm, mommy selalu saja memuji Zyan, sepertinya Zyan selalu baik dihadapan mommy " decak Zyan.


" kamu ini ada-ada saja, mommy berkata sungguh-sungguh Zyan " kekeh Bella.


" udah akh, Zyan masuk aja " Zyan membereskan buku gambar dan pensil gambarnya, pergi masuk ke dalam.


Bella hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Zyan seperti dirinya, yang tak suka di puji.


Bella kembali menyesap teh nya, sebuah mobil yang tak ia kenal masuk ke pekarangan rumahnya. Bella terus memperhatikan mobil tersebut, tak lama seorang pria berkacamata hitam, berpakaian formal menghampirinya.


Bella tertegun melihat pria itu, perlahan pria itu menghampirinya melepaskan kacamata hitamnya dan tersenyum lebar.


" Sean " guman Bella terkejut.


" hallo istriku " sapanya tersenyum lebar.


Dada Bella berdegup kencang dengan kedatangan sean, ia tak percaya Sean kembali lagi.


"kau " manatap nanar Sean


" sayang aku merindukanmu " ucap Sean, merentangkan kedua tangannya


" dasar brengsek, kenapa kau kemari " bentak Bella memukul dada Sean


Sean terdiam menerima pukulan Bella.


" kau bajingan Sean, kenapa kau kembali hah " Bella mulai terisak.


" pergi,, aku tak butuh kau , kau hanya mempermainkan ku, kau pria bajingan " Bella menangis terus menerus memukul dada Sean.


Sean meraih tubuh Bella lalu dipeluknya erat-erat. Menyalurkan kerinduan yang mendalam yang telah menumpuk bertahun-tahun.


" kau brengsek Sean ," tangis Bella dipelukan Sean.


" aku mencintaimu sayang " Sean mencium puncak kepala Bella.


" aku membenci mu Sean " tangis Bella


" aku akan menikahi mu kembali sayang"


" pergilah menjauh Sean, kau hanya mempermainkan ku saja "


"aku tidak akan pergi, aku akan menua bersama mu sayang" balas Sean memeluk erat tubuh Bella.


Bella terus menangis dipelukan Sean, tangis bahagia dan juga sedih menjadi satu, Sean mengusap-usap rambut Bella, menenangkannya dari tangisan.


" sudah sayang, apa kau tak capek menangis terus , ini hampir mau malam " ucap Sean terus mengusap kepala Bella.


" kenapa kau pergi Sean, aku membenci mu Sean " tangis Bella.


" maafkan aku sayang, aku kira kau bahagia dengan Ryan., jadi aku putuskan untuk pergi, "


" kalian jahat padaku, terutama kau Sean, kau meninggalkan aku dan juga Zyan." kembali Bella menangis


" sudah, aku ada disini, aku takkan meninggalkan mu lagi sayang " Sean mengecup kepala Bella.


Setelah perasaannya membaik, Bella melepaskan pelukannya, sisa-sisa air mata diwajah Bella nampak jelas. Sean mengusap wajah Bella yang selama ini ia rindukan.


" ayo masuk, " ajak Sean.


Bella mengangguk, mereka berdua masuk kedalam rumah.


"duduk lah Sean, akan ku panggilkan Zyan "


Sean mengangguk, lalu ia duduk di sofa. Bella memanggil Zyan dilamarnya.


'' Zyan sayang ," panggil Bella


"ada apa mom ?? Zyan nampak asyik dengan buku gambarnya.


" ayo ke depan, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu " ajak Bella.


"siapa mom "


" ayo kita kedepan saja " ajak Bella


Zyan beranjak dari meja belajar menuruti langkah Bella menuju ruang tamu.


" Daddy " pekik Zyan.


" hai boy " sapa Sean.


Zyan berlari kearah Sean, lalu memeluk tubuh Sean erat.


" Daddy ini beneran Daddy, Daddy kemana saja ?? Zyan kangen Daddy, kenapa Daddy ninggalin zyan " cecar Zyan tak sabar.


" boy, maafkan Daddy yah telah pergi lama, kemarin-kemarin Daddy sedang kerja , jadi Daddy sibuk harus membereskan pekerjaan Daddy "


" kenapa begitu lama, ayah ian juga gak pernah kesini, Zyan kangen sama semuanya " celoteh Zyan.


" maafkan Daddy ya, Daddy janji tidak akan pergi lagi " janji Sean


" benar ya Daddy "


" iya boy " Sean memeluk tubuh Zyan.


Bella terharu dengan kehadiran Sean, menatap Zyan sangat bahagia saat bertemu dengan Sean,itu sebuah kebahagiaan yang tak bisa diungkapkan, ia tak menyangka Sean akan datang lagi padanya.


Toronto


Ryan sedang sedang menikmati makan siangnya di sebuah restoran. Sesekali matanya menatap benda pipih yang dipegangnya. Sudah sekitar 30 menit berlalu ia sedang menunggu seseorang yang ia tunggu yang akan menjalin kerjasama dengannya. Namun tidak ada satu orangpun menghampirinya.


"hai " sapa seorang gadis


Ryan mendongakkan kepalanya menatap gadis yang menyapanya.


" hai kau Mr Ryan kan ?? tanyanya.


" kau siapa ???


" kenalkan namaku Selena " gadis yang bernama Selena itu mengulurkan tangannya.


" pergilah ,, kau mengganggu ku " ucap Ryan dingin mengacuhkan uluran tangan Ryan.


" hmmm, kau dingin sekali " Selena menarik kembali tangannya.


" aku datang kemari karena ayah ku meminta untuk bertemu denganmu " dengus Selena.


".siapa ayahmu aku tak tahu, pergi sana " usir Ryan ketus.


" ayahku bernama Davis Yonathan dan aku anaknya , Selena Yonathan. "


" kau anak Mr Davis ?? Ryan mengkerutkan keningnya.


" yes iam "


" kemana ayahmu, kenapa kau menemui ku "


" ayahku sedang sibuk jadi dia menyuruhku untuk menemui mu"


" untuk apa bocah tengik seperti mu menemui ku" decih Ryan.


" kau meremehkan ku Mr Ryan, aku kesini untuk membicarakan tentang kerjasama mu dengan ayah ku "


" cih... mana bisa gadis seperti mu mengerti akan kerjasama " ejek Ryan.


Melihat penampilan Selena yang seperti anak ABG , Ryan tak yakin membicarakan bisnis dengan gadis tengik ini.


Selena mendengus kesal mendengar ejekan Ryan.


" oke kalau tak percaya, mending aku batalkan saja kerjasama kita , sampai jumpa " Selena akan beranjak duduknya.


Ryan tampak berpikir, ia pun menahan gadis itu.


" tunggu " tahan Ryan


" kenapa ?? kau tadi mengusir ku "


" maafkan aku, ayo kita bicarakan kerjasama kita " bujuk Ryan.


"aku tak mau, kau menghina ku tadi " Selena merajuk


Ryan menghela nafasnya. " maafkan atas ucapan ku tadi, ayo kita bicarakan kerjasama kita " bujuk Ryan kembali.


" aku tak mau " Selena setengah teriak.


Ryan mengelus dadanya, sabar.


Ryan menghampiri Selena yang berada di sebrang mejanya.


" maafkan aku, ayo kita duduk kembali " bujuk Ryan memegang tangan Selena.


Selena bersedekap merajuk, memalingkan wajahnya.


argh dasar bocah, kalau bukan karena anaknya tuan Davis, udah aku pites kepalanya. gerutu Ryan.


" ayo lah maafkan aku " bujuk Ryan kembali.


Selena masih tetap kukuh dengan merajuknya.


rasakan emang enak ngebujuk aku, batin Selena.


"sebagai tanda maaf aku, aku akan mengabulkan keinginan mu "


Seketika mata indah Selena membulat senang dengan bujukan Ryan.


" benarkah itu " Selena menatap kembali ke arah Ryan.


" iya ,, " Ryan mengangguk.


" baiklah " seketika wajah Selena berseri seri , ia kembali duduk.


Ryan kembali mengelus dadanya, ia seperti membujuk bocah yang tidak dibelikan es cream. Zyan juga anak kecil tapi tidak seperti ini, pikir Ryan.


" kau ingin pesan makan dulu " tanya Ryan,


" tidak, aku hanya ingin membicarakan kerjasama kita" tolak Selena.


" baiklah "


" mana berkas-berkas yang kau berikan pada ayahku "


Ryan mengambil tasnya,mengambil dokumen yang dipinta oleh Selena.


"ini " Ryan menyerahkan dokumennya, Ryan masih ragu dengan kemampuan gadis tengik ini, ia terus menatap Selena, memperhatikan gerak-gerik Selena yang sedang membaca dan meneliti berkas-berkas tersebut.


" baiklah akan aku bawa berkas-berkas ini , tapi sepertinya banyak kekurangannya "


Ryan menaikkan sebelah alisnya. " benarkah, memangnya kau tahu apa tentang bisnis" sinis Ryan.


Selena menaikkan kedua bahunya, " kalau kau tak percaya, lihat saja besok "


Ryan masih tak percaya dengan gadis tengik ini.


" Mr Ryan sesuai janjimu, kau akan mengabulkan permintaan ku " Selena tersenyum samar menyiratkan sebuah rencana.


"kau mau apa ??


" besok jam 11 siang kita bertemu di kantor ayahku, "


" untuk apa aku ke kantor ayahmu"


" ya selain membicarakan tentang berkas-berkas yang kau berikan untuk ayahku, aku juga punya sebuah rencana " ucap Selena.


" bicara lah yang jelas, tak usah berputar-putar"


" sudah kau ke kantor ayahku ya,, jangan tidak datang. kalau kau tak datang kupastikan kerja sama dengan ayahku akan alot "


" kau mengancam ku hah " sentak Ryan.


" siapa yang mengancam mu Mr Ryan, kau ini percaya diri sekali "


huh, kalau bukan karena tuan Davis , ogah sekali berhadapan dengan anaknya yang menyebalkan.


" iya ya baiklah " seru Ryan mengalah.


Selena tersenyum lebar, " ok jangan lupa ya, aku pamit dulu, sampai ketemu Mr Ryan " Selena mengedipkan sebelah matanya, lalu beranjak pergi.


*dasar gadis tengik.


_________________________________________


Dukung terus yaa like comment and vote


biar author semangat up nya 🥰🥰🥰


happy reading 💐💐*