
"kita mau kemana Sean"tanya Bella setelah pergumulan panasnya yang panjang.
"kau akan tahu" balas sean tersenyum.
Bella melipat bibirnya menurut apa yang di ucapkan Sean.
"ayo,,,ini sudah siang"ajak Sean,
"ini kan ulah mu,,siapa suruh tidak mau berhenti" dengus Bella sebal. bagaimana Bella tidak sebal pergumulan panas mereka mulai dari jam 9 pagi sampai jam 1 siang. Sean tidak mau berhenti sampai Bella mengeluh lapar baru Sean berhenti.
"maafkan aku sayang,, habis nya kamu menggairahkan"seringai Sean mesum
"dasar mesum" dengus Bella.
Sean dan Bella menaiki mobilnya, menuju tempat yang telah Sean persiapan untuk membuat Bella merasa senang. Perjalanan panjang memakan waktu 2 jam lebih, tiba ditempat tujuan Sean saat malam hari.
"ini dimana Sean" Bella turun dari mobilnya,memandang sebuah rumah yang terlihat asri,walaupun hari sudah gelap.
"ini villa ku" jawab Sean,
"villa mu besar sekali"
"tentu saja karena aku orang yang kaya raya" ucap Sean bangga
Bella memutar bola matanya jengah.
"ayo masuk "ajak Sean
Sean dan Bella memasuki villa, seorang pria tua menghampiri mereka berdua.
"tuan ini kunci villa nya,saya sudah merapikan semua dan menyetok bahan makanan di kulkas." pria tua menyerahkan kuncinya, pria tua penjaga villa itu bernama mang Ujang.
"terimakasih mang Ujang"
"kalau begitu saya permisi"pamit mang Ujang.
Sean mengangguk lalu mengunci pintu villa nya.
"kita menginap disini??? tanya Bella
"iya"
"tapi aku tidak bawa baju ganti,,lagian kau tidak bilang akan menginap"
"tenang saja semua sudah dipersiapkan" jawab Sean enteng.
"apa kau lapar bell?? tanya Sean
"iya aku lapar,,,apa ada bahan masakan??
"mang Ujang sudah menyetok bahan makanan di kulkas'"
'"ya sudah,,, dimana dapurnya,,biar aku memasak "
"kau bisa memasak" Sean menaikkan sebelah alisnya tak percaya ucapan Bella
"dimana dapurnya Sean" ucap Bella datar
Sean berjalan menuju dapur Bella mengikuti dari belakang. Dapur minimalis sangat nyaman dan meja makan tidak jauh dari dapurnya.
Bella membuka kulkas,isinya sangat penuh dari sayuran hingga daging, buah-buahan dan minuman.
"kau ingin makan apa??? Bella menoleh ke arah Sean.
"terserah kau saja "Sean duduk di meja kan
Bella mengambil beberapa sayuran dan daging,ia ingin memasak capcay saja yang praktis dan cepat matang.
Sean memandang Bella yg sedang memotong sayuran. Terlihat sexy dan menggoda,rambut yang di Cepol sampai atas,kemeja kotak-kotak yang ia gulung sampai siku. Ingin sekali membawanya ke ranjang dan bergulat kembali seperti tadi saing. Tapi itu takkan terjadi,pasti Bella menolaknya.
"ini,,,makanlah" Bella meletakkan nasi dan capcay yang ia masak.
Sean memandang makanan yang Bella buat,sederhana tapi lumayan menggoda perutnya.
"apa kamu tidak suka makanan nya Sean" tanya Bella, masalahnya Sean hanya melihat makanan nya saja tidak menyentuhnya.
"akan aku makan "jawab Sean,ia pun menyatap makanan buatan Bella,
enak.... ternyata Bella bisa memasak,guman Sean dalam hati.
"masakan mu enak,,, tapi kenapa kau tidak pernah memasak untuk ku???
"aku malas saja,,setiap hari aku disiksa terus olehmu"ketus Bella.
Sean tersenyum " maafkan aku bell,,,,aku janji tidak akan berbuat kasar lagi" mengusap tangan Bella
."aku tidak butuh janji,,,"balas Bella datar
"oke baiklah,,,aku akan berusaha merendam emosiku "
Usai makan malam,Sean mengajak Bella ke lantai atas tempat dimana Sean dan Bella tidur.
"wah,,,,ini sangat indah " seru Bella saat membuka balkon kamar tidurnya. Di balkon villa Sean bisa melihat pemandangan lampu-lampu kota yang sangat indah.
"apa kau suka..."memeluk tubuh Bella dari belakang,
"iya aku suka Sean..."mata Bella berbinar,melihat pemandangan lampu-lampu kota.
"maafkan aku sayang"bisik Sean di telinga Bella.
Bella membalikkan badannya menatap sorot mata Sean, tersenyum tulus memeluk Sean erat.
"maafkan aku,,,,belum bisa mencintaimu Sean" jujur Bella
Dada Sean bergemuruh mendengar ucapan Bella,ia tahu menikahi Bella dengan cara salah,tapi ia benar-benar mencintai Bella.
...💐💐💐...
"Bu kenapa Bella tidak datang ke sini lagi yaa???tanya Ryan sedang membungkus pesanan kue.
"entahlah,,,mungkin dia tidak dapat ijin,," sahut Bi Marni
"kenapa kamu selalu menanyakan Bella ,ian?? sambung bi Marni
"akh,,,tidak Bu,,kalau ada Bella saya suka becandain dia" cengir Ryan
"ian,,ian,,,jangan terlalu dekat dengan Bella,, takut nya suaminya cemburu,,kemarin saja mantannya di jebloskan ke penjara" jelas bi marni panjang lebar
"apa Bu dijebloskan ke penjara?? ulang Ryan
"iya,,, alasannya cuma Bella ketemu dengan mantannya,,dan suaminya tahu,, akhirnya mantannya dijeblosin" terang bi Marni
"iya juga sih,,,gimana gak cemburu suaminya,,Bella memang cantik sih" puji ryan
"ian,,, jangan-jangan kamu suka sama Bella??selidik bi marni
Ryan mengusap tengkuknya "gimana gak suka bu,,Bella cantik dan mempesona,ya walaupun wajahnya dingin "
"jangan macem-macem ian,,,,nanti kamu dimasukin ke penjara lagi...ibu saja takut dengannya,,," bi marni memperingati
Ryan tersenyum melanjutkan membungkus pesanan kue.
Sean si penjelajah wanita, kalau dia sampai mencampakkan Bella, takkan ku biarkan,batin Ryan.
Ryan memang mengetahui seluk-beluk dunia Sean Wiraguna sang pengusaha sukses dan juga si penjelajah wanita,karena Sean juga Sabrina sang mantan kekasih memilih meninggalkannya. Ryan juga mengetahui kalau Sean sering meniduri wanita yang dikencani nya. Ryan memang tidak pernah bertatap muka langsung,tapi ia mendengar gosip atau fakta mengenai Sean Wiraguna sang penjelajah wanita.
"hallo "sapa Ryan
"kapan kamu pulang sayang?? sahut mama Anita disebrang sana, ibunya Ryan
"Ryan belum mau pulang ma "balas Ryan
"maafkan keegoisan mama dan papa Ryan."
"sudahlah ma,,,, tidak perlu diungkit,,,Ryan bahagia jadi orang biasa'"sahutnya
"tapi Ryan,,,apa kamu tidak kangen mama" sendu mama Anita.
"nanti Ryan akan pulang kalau sudah bosan jadi orang biasa,,,ya sudah ma aku kerja dulu,, banyak kerjaan" Ryan memutuskan panggilannya.
haah,,, kalau terus diladeni bakal nyuruh-nyuruh pulang,desah ryan dalam hati
Sore hari di villa. Sean dan Bella bersantai menikmati secangkir teh,suasana yang asri dan tenang,betah berlama-lama di halaman belakang.
"Sean kapan kita pulang?? tanya Bella
"kenapa,,,apa kamu sudah ingin pulang "Sean bertanya balik
"tidak,,,aku betah disini,, suasananya sangat tenang,,aku suka ketenangan"
"ya sudah kita tinggal di sini saja" usul Sean
" kalau pindah ke sini pekerjaan mu bagaimana??
"ya tinggal di kerjakan di sini saja" jawab Sean enteng.
"tidak Sean,,,kamu punya tanggung jawab memimpin perusahaan,,, kalau kau tinggalkan bisa saja ada orang yang tidak baik,, merusak perusahaanmu,,,nanti bagaimana nasib karyawan mu"
Sean tersenyum, istrinya benar-benar bijak,masih memikirkan kepentingan orang lain.
"baiklah,,, besok pagi kita pulang"
Bella mengangguk menyesap kembali tehnya.
"bell,,, kau mau berenang??? tanya Sean
"tidak,,, udaranya sangat dingin" tolak Bella
Sean menyeringai jail,ia melepaskan kaos oblong dan celana panjangnya, menyisakan boxer saja. Perlahan mendekati Bella lalu membopong tubuh Bella menceburkan nya ke kolam renang.
"seann,,,,,,"pekik Bella kesal
"hahahaha,," Sean pun menceburkan diri ke kolam,mendekati Bella yang melotot tajam ke arahnya.
"aku bilang aku tidak mau" teriak Bella
"tapi ini sudah terlanjur sayang" Sean tertawa
Bella berenang ke sisi tapi tangan Sean menahan pinggang Bella.
"lepaskan Sean,,,dingin"
"aku akan menghangatkan tubuh mu sayang" bisik Sean di telinga Bella, Sean menarik celana Bella sampai kebawah. inti Sean sudah menegang dari tadi,ia memposisikan intinya yang sudah menegang ke inti Bella.
"akhh,,,Sean,,ini di kolam,, kau tidak waras melakukan ini disini" protes Bella
"aku ingin mencoba nya disini" suara Sean serak tertahan bergairah.
"Sean,,,lepaskan,,"Bella mulai mendesah
"nikmati saja sayang"bisik Sean dengan suara menggoda.
Dan terjadi lah pergumulan panas di kolam renang, Sean benar-benar tidak mengingat tempat dan waktu.
like comment and vote
happy reading ,💐💐