Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
resign


3 hari menuju hari H


...malam hari Sean dan Tio datang kerumah Bella,mereka datang untuk membicarakan persiapan pernikahan Sean dan Bella....


"jadi kalian tinggal datang saja ke hotel, nanti disana kami sudah mempersiapkan semuanya"jelas Tio, Bi Marni mengangguk setuju, sedangkan Bella malas berhadapan dengan Sean,


...Sean menatap Bella dengan tajam, seolah-olah ingin menerkamnya. Tio yang melihat Sean menatap Bella tajam,berdehem keras....


" setelah Bella menikah,Bella akan tinggal di rumah tuan Sean " lanjut Tio


" lalu bibiku bagaimana,apakah aku harus meninggalkannya di sini? tanya Bella


" itu keputusan tuan Sean nona!! jelas Tio. bi marni menggenggam tangan Bella lembut


..." tidak apa bell,kamu memang harus mengikuti kemana pun suamimu pergi,dan ingat jangan membantah apa kata suami" bi Marni mengingat kan. Sean tersenyum senang bella pasti akan mengikuti petuah bi Marni,sedangkan Bella menatap jengah ke arah Sean....


" dan satu lagi,nona harus segera resign dari tempat kerja nona " perintah tio,Bella hanya mengangguk malas.


..." kalau begitu kami permisi dulu,besok lusa orang suruhan kami akan menjemput nona" pamit Tio, "Bella boleh aku berbicara berdua denganmu??? pinta Sean. bi Marni melirik Bella yang hanya diam saja, " tentu saja boleh nak Sean" ucap Bi Marni. ...


..." kita bicara diluar saja " ajak Bella. " kenapa di luar bell???tanya bi Marni heran, " ga apa apa bi,sekalian mereka pulang" ketus Bella....


...Tio menunggu di mobil, meninggalkan sean dan Bella di teras rumah. "ada apa?? tanya Bella ketus. " kau jangan galak-galak bell,"goda Sean...


..." memang nya kenapa kalau aku galak?? tanya Bella ketus. ...


..." tidak apa-apa,itu membuat aku semakin tertantang " ucap Sean tersenyum. Bella memutar bola matanya malas. " tidak apa-apa kau galak juga,semoga kau juga galak di ranjang " cengir Sean. ...


...Bella benar- benar muak dengan perkataan Sean. "sebenarnya kamu ini mau ngomong apa,gak jelas banget dari tadi" kesal Bella....


... " aku cuma ingin bicara berdua dengan mu saja," cengir Sean. mendengar alasan Sean yang tidak penting, Bella melotot kesal,berbalik masuk kedalam rumah, ditutupnya pintu dengan keras. Sean tertawa senang telah menjahili Bella,sampai masuk ke mobil pun Sean masih tertawa. Tio yang melihat bos nya tertawa,di buat keheranan, selama ini bos nya jarang tertawa sama sekali....


___


"selamat siang pak " ucap Bella,saat menemui atasannya. " ada apa bell?? tanya pak Doni atasan Bella. " saya mau resign pak" jelas Bella.


"kenapa resign bell ? tanya pak Doni penasaran. " saya akan pindah ke luar kota pa" jawab Bella,alasan yang sudah ia siapkan. " oh begitu, ya kalau itu keputusan kamu,apa boleh buat " ucap pak Doni, "jadi kapan kamu mau resign nya?? tanya pa Doni lagi. " hari ini pak " jawab Bella. "ok kalau gitu "ucap pa Doni


" ya sudah saya permisi pak" pamit Bella. pak Doni menganggukkan kepalanya.


...Lusy menghampiri Bella saat keluar dari ruangan pak Doni ," bell, ada apa kamu k ruangan pa Doni?? tanya Lusy ingin tahu." aku mau resign sy " jawab Bella, ...


..."resign ?? memangnya kenapa,kamu mau nikah yaa??? cecar Lusy. ...


..." semua wanita akan menikah Lusy " jawab Bella asal. ...


" iya aku tahu semua wanita akan menikah,tapi masalah nya kamu ini keluar kerja,apa mau nikah dengan Devan??? corocos Lusy.


" sudahlah Lusy ,aku akan pergi ke luar kota'" jawab Bella malas.


" ke luar kota mana,kamu mau ke tempat siapa, bukannya sodara kamu hanya bi Marni satu-satunya??tanya Lusy makin penasaran. bicara dengan Lusy bakal tidak ada habisnya,pikir Bella.


...Bella langsung berlari meninggalkan Lusy,semakin diladeni Lusy semakin menjadi.Bella sangat tak suka dengan orang yang ingin tahu kehidupan pribadinya....


" Bella,kau ini,,,mau kemana aku belum selesai bicara" teriak Lusy .


" maaf pak '" Lusy menundukkan kepalanya malu. " awas kamu bell" gumam nya dalam hati.


setelah berpamitan dengan atasannya dan semua karyawan toko swalayan Bella keluar dari toko,tanpa di duga Devan sedang menunggunya.


"bell, "seru Devan


" ada apa Dev?? ucap Bella


" tolong jangan menikah dengan pria itu!! Devan memelas


"maafkan aku Dev,,aku tidak bisa'"ucap bella lirih " besok aku akan menikah,jadi tolong lupakan aku Dev"


"kamu mau menikah bell " teriak Lusy,yang sejak tadi menguping pembicaraan Devan dan Bella. " pantesan kamu resign bell,tapi katanya kamu mau keluar kota ,jadi yang benar yang mana bell??


tak ingin menanggapi pertanyaan Lusy,Bella berlalu pergi tanpa pamit. " bell tunggu " seru Devan mencekal tangan Bella.


"sudahlah Dev, hubungan kita sudah berakhir,tolong jangan ganggu aku lagi" mohon Bella .


" alasan kamu tidak mencintai aku lagi itu,bukan alasan yang sesungguhnya kan bell??? tanya Devan menyelidik


" hei lepaskan tanganmu dari calon istriku" teriak suara bariton Sean


Sean menarik Bella kepelukannya, memeluk dengan posesif. " aku sudah bilang padamu Bella akan menikah denganku "


" aku tahu pasti kau yang memaksa Bella menikah dengan pria seperti mu kan?!'"seru Devan marah


" untuk apa aku memaksa Bella untuk menikah kita saling mencintai benar begitu kan sayang" melirik Bella . Bella tersenyum terpaksa agar Devan percaya.


" itu tidak mungkin,Bella tidak mudah mencintai seseorang " bantah Devan


"apa kau perlu bukti ? tanya Sean menyeringai licik. Tiba-tiba saja Sean mencium bibir Bella dengan lembut, Bella tersentak kaget tapi dia tidak berontak menerima sentuhan bibir Sean bella yakin Devan pasti percaya bahwa dia tidak mencintai nya lagi, dengan begitu Devan tidak berharap lagi.


Devan mengepalkan kedua tangannya menahan emosi melihat Bella dengan pria lain berciuman di depan matanya.Devan yang sudah tak tahan meninggalkan mereka yang masih berciuman. Lusy pun yang melihat Bella berciuman dengan pria lain itu melotot tak percaya.


Bella yang terbuai ciuman Sean tersadar, melepaskan diri dari Sean. "kau" teriak Bella marah. Sean tersenyum puas Bella yang selalu galak dan selalu memberontak akhirnya mau menerima ciuman dari Sean. " kenapa sayang, bukan kah kau menikmati juga " seringai Sean


... Bella pergi meninggalkan Sean yang tersenyum penuh kemenangan.Sean mengejar Bella yang marah " tunggu Bella,kau mau kemana?? cekal Sean...


"aku mau pulang" ketus Bella


"ayo aku antar pulang"


" aku tidak mau di antar oleh pria mesum seperti mu "


"apa kamu takut ,, besok kita akan menikah dan setelah itu kita bisa berciuman sepanjang hari malah kita bisa menghabiskan waktu di ranjang" cengir Sean


lelaki ini benar-benar membuat Bella naik darah.


"ayo lah aku antar pulang" ajak Sean


" aku benar-benar mengantarkan mu pulang bell,aku janji"


Bella hanya terdiam malas,tangan Sean merangkul Bella memasuki mobilnya. Sepanjang perjalanan menuju rumah Bella Sean tidak berhenti tersenyum mengingat kejadian tadi, bibir Bella benar-benar membuat candu dirinya, sedangkan Bella dia kesal atas perlakuan Sean.