
Kini Sean tengah menunggu Zyan digerbang sekolahnya untuk menjemput nya pulang.
Sean bersandar di samping mobilnya, dengan memakai jas dan kaca mata hitam bertengger di hidung mancungnya. Proporsi tubuh yang gagah dan kharismatik membuat para ibu-ibu yang sedang menunggu anaknya pulang, tak bisa berpaling dengan makhluk ciptaan Tuhan yang sempurna ini.
" tampan banget , hot Daddy " seru ibu-ibu yang berbaju merah.
" pasti istrinya wanita yang beruntung tuh dapat pria tampan seperti dia , andai suami ku seperti itu , pasti gak akan ku biarkan berkeliaran kemana pun " sahut temannya yang pakai baju merah.
" bapa nya siapa sih dia " sahut teman satunya.
" gak tahu aku juga baru lihat " jawab ibu-ibu berbaju merah.
Sean melihat anaknya keluar dari kelasnya, melambai ke arah Zyan dan tersenyum.
Zyan yang melihat Daddy nya menjemputnya ia terlihat girang berlari menghampiri Daddy nya.
" oh ternyata Zyan " ucap temannya ibu-ibu berbaju merah.
" pantes saja anaknya saja tampan , yang punya bibitnya juga tampan " ucap ibu-ibu tersebut.
" dad , Daddy jemput aku " tanya Zyan.
" iya boy " Sean mengusap kepala Zyan.
" mampir ke toko kue Oma ya dad " pinta Zyan.
" oke , masuklah "
Zyan dan Sean pun masuk kedalam mobilnya. Mobil melaju diatas kecepatan rata-rata.
Sean melirik Zyan sekilas ia merasa canggung dengan anaknya itu.
" Zyan " panggil Sean.
" iya dad " Zyan menengok ke arah Sean.
" Daddy minta maaf ya kelakuan Daddy kemarin membuat mu takut sama Daddy " ucap Sean hati-hati.
" tak apa dad ,. mommy sudah menjelaskan semuanya " jawab Zyan.
" benarkah ? tanya Sean tak percaya.
" yes Daddy , mommy bilang Daddy akan berbaikan lagi sama ayah ian "
Sean sedikit terkejut ,namun ia memilih diam. Tak Sudi sekali ia berbaikan dengan pria yang berniat merebut istrinya itu.
Tak lama mobil sampai didepan toko kue. Zyan dengan semangat langsung berlari keluar. Disusul oleh Sean dibelakangnya.
" mommy " panggil Zyan menghambur memeluk tubuh Bella.
" sayang "
" Daddy jemput aku mom "
Bella melihat Sean yang menghampirinya.
" terimakasih Sean "
" no problem ,"
" mom aku lapar , bolehkah aku minta kue nya " pinta Zyan.
" tentu , duduklah nanti mommy bawakan kue untukmu "
" thanks mommy " ucap Zyan lalu mencari tempat duduk yang kosong.
" tumben kamu jemput Zyan " tanya Bella.
" memangnya tak boleh aku menjemput anakku sendiri " balas Sean.
Bella mengedikkan bahunya.
Bella membawa nampan berisi kue dan juga jus untuk Zyan.
" makan lah sayang " Bella meletakkan nampan tersebut.
" makasih mom "
Bella mengangguk , lalu duduk disebelah anaknya.
Sean pun duduk dihadapan Bella.
" bell , besok lusa jangan sampai lupa dengan pernikahan kita " ingat Sean.
".oh ya ampun aku hampir melupakannya " Bella menepuk jidatnya.
" kau ini , hari penting kau melupakannya " Sean terlihat jengkel.
" iya maaf Sean , jangan marah "
Sean melipatkan kedua tangannya kesal.
" hmm jadi besok aku harus ngapain ? tanya Bella.
" kenapa tanya besok , sekarang ini aku ingin mengajak mu untuk melihat persiapan pernikahan kita "
" oh "
" Zyan kamu mau ikut sayang , Daddy mau mengajak jalan-jalan lagi " tanya Bella.
Zyan menatap Bella dan juga Sean. Ada sedikit keraguan dihatinya , masalah kemarin ia masih mengingatnya . Zyan takut akan terulang kembali mendengar kata jalan-jalan yang berakhir dengan pertengkaran.
" Zyan sama Oma saja mom " jawab Zyan pada akhirnya.
Bella mengerti dengan penolakan Zyan.
" baiklah tak apa , nanti jangan merepotkan Oma ya sayang " pesan Bella.
" iya mom , Zyan janji " jawab Zyan.
Sedangkan Sean ia tak ingin memaksa anaknya untuk ikut. Ia masih merasa bersalah atas kejadian kemarin.
Disepanjang perjalanan menuju tempat yang dituju nya. Bella tak banyak bicara namun Sean sesekali melirik wanita yang duduk disebelahnya.
" kau masih memikirkan Zyan bell ? tanya Sean.
" tidak Sean "
" lalu ? kenapa kau diam saja "
Sean berdehem. " aku tak tahu bell "
Bella melirik Sean , Bella tak ingat jika Sean belum mengingat tentangnya.
Bella kembali menatap lurus kedepan.
Tak lama mobil Sean tiba ditempat yang dia tuju. Sebuah taman yang luas telah dihias sedemikian rupa untuk acara pernikahannya.
" Sean " panggil Bella.
" iya sayang " sahut Sean.
" Bagus sekali " ucap Bella menatap kagum taman yang telah dihias untuk acara pernikahannya.
" tentu saja , sesuai keinginan mu sayang " jawab Sean bangga.
" kau memang yang terbaik " puji Bella.
Wajah Sean tersipu mendengar pujian dari Bella. Pujian yang baru ia dengar, jarang sekali Bella memuji apapun tentangnya.
Sean menemani Bella berkeliling taman , melihat tempat untuk acara pernikahan yang hampir 100 persen selesai ia merasa bangga. Setidaknya tidak mengecewakan Bella.
Dilain tempat Selena kini berada diruangan kantor Ryan. Ia sedang menata makan siang untuk Ryan , tanpa sepengetahuan Ryan yang tengah meeting.
" sempurna " Selena menepuk kedua tangannya.
Melihat makanan yang telah ia buat , Selena merasa bangga dan percaya diri Ryan akan menyukai masakannya.
" tinggal menunggu saja " Selena melihat arloji ditangannya.
Satu jam kemudian Ryan baru kembali keruangan. Saat ia masuk Ryan terkejut dengan banyak makanan di meja.
" siapa yang mempersiapkan ini " guman Ryan.
Ryan duduk disofa , perutnya yang keroncongan setelah meeting yang panjang , Ryan akhirnya menyentuh makanan tersebut untuk mencicipinya.
" hmm lumayan enak " seru Ryan.
Ia mengambil beberapa makanan yang tersaji lalu memakannya dengan lahap.
Selena keluar dari toilet pun langsung kembali ke ruangan Ryan.
" hai Mr Ryan " sapa Selena menghampiri Ryan yang tengah makan.
" kau " Ryan mengkerutkan keningnya tak suka.
" kau sedang makan Mr Ryan " tanya Selena duduk di hadapan ryan.
" kau tak lihat aku sedang apa " kesal Ryan telah menganggu makannya.
Selena tersenyum tipis melihat Ryan yang lahap memakan masakannya.
" kayanya enak banget ya "
Ryan mendelik tajam.
" tentu saja enak , kau mana bisa masak makanan seperti ini "
Selena manggut-manggut , menahan senyumnya.
Ryan hampir menyelesaikan semua makanannya.
" ngapain kau masih disini pergilah " usir Ryan.
" tapi aku sedang menunggu barang-barang ku yang sedang dipakai Mr Ryan "
" maksudmu barang-barang apa ?
" semua tempat makan ini milik ku dan makanan yang kau makan itu adalah masakan ku "
Seketika bola mata Ryan membulat sempurna mendengar makanan yang tengah dimakannya masakan dari gadis yang ia benci.
" kau serius " tanya Ryan tak percaya.
Selena mengangguk mengiyakan ucapan Ryan.
Ryan langsung meminum air putih yang tersedia. Makanan yang ia tengah makan sedikit membuatnya terasa enek setelah mendengar yang masak ialah Selena.
" kenapa Mr Ryan " tanya Selena sedikit bingung.
" makanan mu tidak enak " sergah Ryan.
Selena mengernyitkan keningnya.
" tidak enak tapi hampir habis semuanya " sarkas Selena.
" kubilang tidak enak ya tidak enak " bentak Ryan malu.
" hmm ,dasar tukang bohong " ledek Selena.
" siapa yang bohong , kenyataan." sentak Ryan tak terima.
Selena mengerucutkan bibirnya sebal.
" bereskan semuanya aku tak menyukai masakan mu " perintah Ryan seolah jijik dengan masakan Selena.
Selena dengan kesal membereskan semua wadah tempat makanannya.
" dasar tak tahu terimakasih kasih " Rajuk selena ,lalu meninggalkan ruangan Ryan.
" dasar gadis aneh " teriak Ryan.
.
.
.
jangan lupa like comment and vote
.
.
.