Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
Pertengkaran


Setelah berjalan berkilo-kilo meter entah kemana tujuannya,Bella duduk termenung dipinggiran taman kota,matanya sembab penampilan nya sudah lusuh.


Hati Bella pilu,sesekali air matanya mengalir mendengar ucapan Daniel,sebegitu hina kah dirinya,apa yang salah dengan orang biasa,kenapa orang kaya selalu menindas nya.


"Bella ...."panggil seorang pria ia menghampiri Bella yang menangis sesenggukan.


Bella menoleh "ian ",,Bella menyeka air matanya


"kamu sedang apa disini,,dengan pakaian seperti ini"tanya Ryan keheranan


"a..ku..." Bella gugup,entah ia harus bercerita atau tidak kepada Ryan.


"bell,,,, ceritakan padaku apa yang terjadi padamu?? tanya Ryan serius


"a...ku,,,"Bella tak bisa melanjutkan kata-katanya ia menangis sejadi-jadinya di pelukan Ryan


Ryan membalas pelukan Bella,ia tampak bingung dan juga kasihan,apa yang sebenarnya terjadi pada Bella,apakah suaminya yang membuat Bella seperti ini.


"tenang bell,,,tak apa jika kamu tidak mau cerita,,,tapi kamu harus pulang bell,,,, selesaikan masalahmu dengan cara baik-baik" ujar Ryan seperti tahu apa yang terjadi.


Bella melepaskan pelukannya menatap Ryan, "apakah aku harus pulang,,??


Ryan menganggukkan kepalanya "iya bell,,,biar aku antar,lagian ini udah malam tidak baik wanita pergi malam-malam sendirian.,,"


", baiklah..."Bella mengangguk


Akhirnya Bella diantar Ryan dengan sepeda motornya. Bella masih menangis disepanjang perjalanan menuju rumah Sean. Ryan melihat Bella sesekali menyeka air matanya dari spion motornya, Rasa iba menyelimuti hatinya.


Sean apa yang kau lakukan pada Bella sampai membuat dia seperti ini,,,aku takkan tinggal diam,aku akan melindungi Bella walaupun dia milikmu,tapi melihat Bella seperti ini hatiku terasa perih,batin Ryan geram


Sesampainya di gerbang rumah Sean,Bella turun dari motor Ryan.


"bell,,,, hubungi aku kalau kamu butuh bantuan" ucap Ryan tegas


Bella hanya mengangguk,ia masuk ke rumah Sean. Ryan masih memandangi wanita yang telah mencuri setengah hatinya.


semoga kamu baik-baik saja bell,lirih Ryan


Ia pun pergi meninggalkan rumah Sean.


Perlahan Bella masuk ke dalam rumah Sean,tak disangka Sean telah menunggunya dengan tatapan tajam


"darimana saja kamu" suara berat Sean menggelegar seluruh ruangan.


Bella terdiam menatap tajam Sean


"darimana aku bilang " teriak Sean menghampiri Bella


Bella memejamkan matanya, menarik nafas dalam-dalam


"kapan kau akan mengakhiri pernikahan ini" Bella menatap tajam Sean


Sean melotot mendengar ucapan Bella "apa yang kau katakan hah,,?! bentak Sean


"hentikan pernikahan pura-pura ini" teriak Bella emosi.


Sean mencengkram kedua bahu Bella


"apa yang kau katakan,, pernikahan ini nyata Bella"sentak Sean


"aku tahu kau menikahiku hanya untuk menjadi pemuas nafsu mu"


Sean terperangah mendengar ucapan Bella.


"Bella kau kenapa tiba-tiba pulang bicara seperti itu" Sean tak percaya.


"Sean hentikan kegilaan ini,,aku ingin pisah darimu"


Bola mata Sean melotot tajam mendengar ucapan pisah dari bibir Bella. Rahangnya mengeras berkilat emosi " aku tidak akan mau berpisah denganmu " Sean menekan semua kata-katanya.


"kenapa,,,,apa kau belum puas dengan tubuh ku hah ??? teriak Bella emosi


"hentikan Bella,,,kau membuatku emosi,,ada apa denganmu,,,pulang tiba-tiba minta berpisah??


"aku lelah Sean,, kenapa semua orang kaya bertindak semaunya" Bella menumpahkan air matanya.


"Bella aku mencintaimu,,aku tidak akan pernah berpisah denganmu" Sean memelankan suaranya.


Bella menyunggingkan bibirnya


"kata-kata cintamu hanya bualan belaka Sean"


Bella melangkahkan kakinya menuju kamar, Sean menatap kepergian Bella,perasaan marah khawatir,dan bingung menjadi satu. Kenapa Bella tiba-tiba ingin minta pisah,siapa yang mempengaruhinya.


Sean menjambak rambutnya frustasi,ia pun keluar rumah melajukan kendaraannya,entah kemana tujuannya,yang terpenting sekarang ia ingin menenangkan diri.


Didalam kamar Bella menangis terduduk didekat ranjangnya,Sean tidak mau melepaskannya.


oh tuhan,,,,,aku harus bagaimana,,,bertahankah atau aku pergi darinya,,kalau aku pergi bibi pasti akan mengetahui semuanya,,, bagaimana kalau bibi kecewa padaku,,bibi pasti akan membenciku,,,dan Sean pun mungkin tidak akan tinggal diam saat aku meninggalkan nya. Dia pasti akan membuat bibi menderita seperti halnya dengan Devan. Aku harus bagaimana..?


Bella menghapus semua air matanya, ia bertekad untuk tidak berpisah dengan Sean, biarkan Sean sendiri yang melepasnya,terserah ia akan menjadi janda setelah berpisah dengan sean ,yang terpenting bi Marni tidak kecewa padanya dan Sean tidak membuat bi Marni, sudah cukup bi marni berkorban untuk membesarkan Bella sekarang dirinya lah yang berkorban.


Mobil Sean tiba disebuah club ternama di ibukota, perasaannya sedang tidak baik ia ingin menenangkan pikirannya dengan meminum alkohol.


"hei bro,,,,lama tidak melihatmu,, setelah menikah kau sering dirumah,,tidak keluyuran lagi seperti dulu" sapa kawan Sean, Dion


Sean melirik sekilas ia tidak peduli dengan ocehan kawannya


"ada apa bro,,, sepertinya ada masalah,,bilang pada kawanmu ini "selidik Dion


Sean menghela nafasnya "tidak ada,, hanya ingin kesini saja,,,sudah lama tidak meminum minuman ini" menunjukan segelas kecil minuman alkoholnya.


"apa kau tidak dicari oleh istrimu ??


Sebenarnya ia ingin menghindari Bella,ia takut berbuat kasar saat pertengkaran tadi. Ia memilih pergi meninggalkan nya.


"tidak..."jawab Sean dingin.


Dion sedikit curiga tapi ia tidak ingin ikut campur urusan Sean. ia menemani Sean minum tanpa bertanya lagi.


Handphone Sean berdering seseorang menelponnya. Sean melihat layar handphonenya, istrinya menelponnya. Sean ragu untuk mengangkat panggilan istrinya.


"siapa,,,kenapa tidak di angkat ?? tanya Dion ,melihat Sean yang diam saja tidak mengangkat panggilan teleponnya,


"istriku " jawab Sean


"angkat lah,,siapa tahu penting"


Dengan ragu Sean akhirnya mengangkat panggilan teleponnya.


"hallo " sahut Sean


"Sean kau dimana??


"aku sedang ditempat teman." bohong Sean


"Sean,,bisakah kau pulang" sahut Bella lembut


"a...ku,,,,"


"pulang lah Sean,,ku mohon" potong Bella


Sean menghela nafas " baiklah aku pulang,," mematikan panggilannya.


Sean beranjak pergi tanpa pamit dengan Dion kawannya.


",dasar,,,,giliran istrinya telpon langsung kabur" dengus Dion.


Sesampainya di rumah Sean bergegas menuju kamarnya. Bella berdiri menghadap Sean.


Sean tertegun melihat Bella yang memakai lingerie, tidak biasanya Bella memakai baju tersebut. Sean membelikan banyak lingerie tapi Bella tak pernah mau memakainya.


"Sean " seru Bella menghampiri Sean.


Sean tidak bergeming ia masih tertegun, Bella perlahan memeluk Sean, disandarkan kepadanya di dada bidang Sean. Sean masih terdiam seolah terhipnotis oleh sikap Bella yang tiba-tiba berubah.


"Sean maafkan aku,,,aku mohon lupakan kejadian tadi" pinta Bella lembut.


Sean melepaskan pelukan Bella,menatap penuh cinta


" aku benar-benar mencintaimu bell,,,apa pun yang terjadi aku tidak akan pernah mau berpisah denganmu,hatiku terpaut kepadamu" Sean menangkup kedua pipi Bella.


"maafkan aku,,," balas Bella tersenyum.


"bell,,,kenapa kamu pakai lingerie???


"memangnya kenapa,,,apa kau tidak suka?? jawab Bella polos


"tidak,,,,aku sangat menyukainya"


aku terpaksa memakai baju ini,supaya kamu tidak berbuat kasar padaku,setelah kejadian tadi aku tahu kamu pasti marah besar.batin Bella.


"Sean ayo kita tidur,,,aku lelah" ajak Bella


Sean menarik sebelah alisnya ke atas


" kenapa tidur,,,kamu sudah Pake baju seperti ini membuat diriku bergejolak gairah bell,, hanya mengajakku untuk tidur saja"


"lalu"


"ayo aku tunjukkan" Sean menggiring Bella ke tempat tidur, ia mendorong tubuh Bella ke ranjang.


"aku menginginkan mu bell,,," suara Sean tertahan kabut gairah.


Dua insan yang tadi bertengkar hebat sekarang berbaikan dengan caranya sendiri. Bella yang masih pedih hatinya, mau tidak mau harus melayani Sean suaminya.