
Toronto
Ryan sampai di perusahaan Davis corporation, ia langsung menuju lift tempat dimana ruang Davis berada.
tok tok tok
"masuk " sahut Davis.
Ryan melangkah masuk kedalam ruangan tersebut. Telah ada Selena sedang duduk di sofa tersenyum genit ke arah Ryan.
" hallo Mr Ryan "
" hallo Mr Davis, senang berjumpa dengan anda " mengulurkan tangannya.
" tentu saja , saya juga senang, bertemu dengan anak muda yang berbakat seperti anda " balas Davis.
" mari silahkan duduk "
Ryan mengangguk, lalu ia duduk di sofa disebrang Selena.
" mengenai berkas kemarin saya sudah meneliti nya, tapi ada banyaknya kekurangan dari berkas anda Mr Ryan. " ungkap Davis tanpa basa-basi.
ini pasti gadis tengik ini, yang mempengaruhi Mr Davis,
" benarkah itu Mr Davis, tapi saya yakin sudah sempurna " balas Ryan.
" masih banyak kekurangan saya harap anda segera meneliti kembali dan memperbaikinya " terang Davis.
" apa ini karna anakmu Mr Davis ? ucap Ryan tak terima berkas nya banyak kekurangan, ia mencurigai bahwa anaknya lah yang mempengaruhi Mr Davis.
" tidak Mr Ryan, Selena tidak mengatakan apa-apa, dia hanya memberikan berkas ini pada saya "
Ryan menatap Selena datar, sedangkan Selena terus tersenyum genit padanya.
bocah tengil
" baiklah saya akan bawa berkas saya kembali dan memperbaikinya "
" iya tentu saja, saya harap berkas itu sempurna, karena tidak saya tidak akan bekerjasama dengan anda Mr Ryan kalau bekas itu tak sempurna, karna saya suka kesempurnaan." tekan Davis.
Ryan menelan saliva nya kasar, Mr Davis sangat berpengaruh di kota Toronto, Kanada. Ia tak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk berkerja sama dengannya.
" baiklah Mr Davis , saya akan menyempurnakan nya "
" bagus "
" kalau begitu saya permisi dulu mr Davis. " pamit Ryan. ia kembali bersalaman dengan Mr Davis, dan mengabaikan Selena .
Ryan melangkah keluar dari ruangan Mr Davis, diikuti Selena dibelakangnya.
" tunggu Mr Ryan " teriak Selena saat keluar dari ruangan ayahnya.
Ryan membalikkan badannya menatap datar Selena.
" kau sudah berjanji akan mengabulkan permintaan ku " Selena menghampiri Ryan
" kau ingin apa ?? tanya Ryan dingin.
Selena tersenyum jenaka, ia pun mengandeng tangan Ryan menariknya ke arah lift.
" hai kau apa-apaan, jangan sentuh aku " sentak Ryan.
Namun Selena terus menariknya sedalam lift.
" tenang lah Mr Ryan, aku takkan berbuat macam-macam padamu " Selena menghimpit tubuh Ryan didalam lift.
Suhu tubuh Ryan mendadak panas, dadanya berdegup kencang Selena menghimpit tubuhnya.
" menjauh lah bocah " Ryan mendorong tubuh Selena.
Selena tersenyum melihat reaksi Ryan, ia sukses mengerjai Ryan. Hening didalam lift hingga sampai di loby, Ryan menjaga jarak dengan Selena. Gadis tengil ini sangat berbahaya.
" ayo " Selena menarik tangan Ryan keluar dari lift.
" kita mau kemana " bentak Ryan.
" sudah kau ikut saja Mr Ryan, kau sudah berjanji akan mengabulkan permintaan ku " ucap Selena ,terus menarik tangan Ryan Sampai parkiran mobil.
"dimana mobil mu " tanya Selena.
" ujung sana , warna silver " tunjuk ryan.
" oke, " kembali Selena menarik tangan Ryan.
Ryan pasrah saat Selena menariknya, tenaga gadis tengil ini sangat kuat, padahal tingginya hanya sedagu Ryan. Tubuhnya ramping tapi berisi, berambut maroon panjang.berkulit putih bersih.
Setelah sampai di mobil, Selena dan Ryan masuk kedalam mobi Ryan.
" ayo jalan " perintah Selena.
" kita akan kemana ??
" sudah jalan saja, kemarin kau bilang akan mengabulkan permintaan ku"
" cih dasar bocah " decih Ryan, lalu ia menuruti perintah Selena.
Mobil melaju diatas kecepatan rata-rata, Selena belum memberitahu akan kemana tujuannya.
" sebenarnya kau ingin kemana , kenapa kau diam saja " sentak Ryan.
" Mr Ryan tenang lah, jalan saja dulu kenapa kau cerewet sekali "
" kau bilang aku cerewet, " Ryan Langsung membulatkan matanya.
" iya kau cerewet " ulang Selena.
Ryan menghentikan mobilnya dadakan, hingga benturan di kening Selena tak terhindarkan,
" aduuhhh " pekik Selena ,memegang keningnya.
"kau apa-apaan sih, sakit tahu "
Selena mendesis melihat tatapan Ryan yang meledeknya.
awas kau, akan ku kerjain nanti , batin Selena.
Setelah perjalanan yang tak begitu panjang, mobil Ryan tiba di akuarium ripley Kanada, Selena ingin melihat hewan-hewan laut dan pertunjukan hewan laut.
" serius kau ingin kesini " Ryan mengkerutkan keningnya.
" tentu saja, aku ingin sekali kesini, tapi ayahku tak punya waktu, ibu ku juga sibuk "
" dasar bocah "
" aku tidak peduli, saatnya bersenang-senang " teriak Selena kegirangan.
Dia dan Ryan masuk ke dalam lorong-lorong dimana hewan laut terlihat di atas kepalanya. Selena sangat antusias melihat-lihat hewan laut tersebut, sedangkan Ryan wajahnya ditekuk sepanjang menemani Selena.
" ah itu lucu sekali " teriak Selena antusias
Kini mereka melihat pertunjukan hewan laut.
" bisa tidak kau diam , berisik " sentak Ryan.
Selena malah semakin menaikan suaranya, bersorak melihat pertunjukan hewan-hewan laut tersebut. Ryan menutup kupingnya, risih dengan suara teriakan Selena.
Usai melihat pertunjukan Selena meminta Ryan untuk menemaninya makan, lapar di perutnya tak bisa di tahan, setelah beberapa jam mengelilingi akuarium tersebut.
" aku sangat lapar " Selena menatap hidangan yang telah dipesan terhidang di mejanya.
" kau yakin akan menghabiskan ini semua " tanya Ryan heran melihat pesanan makanan yang sangat banyak.
" tentu saja, karena aku sangat lapar " ucapnya mulai menyuap burgernya.
Ryan menggelengkan kepalanya melihat tingkah Selena yang seperti anak kecil.
"Mr Ryan, aku sudah bilang padamu, berkas mu banyak kekurangan, tapi kau tak percaya " ucap Selena di sela-sela makannya.
Ryan mendelik tajam ke arah Selena. " itu karna kau mempengaruhi Mr Davis bukan " tuduh Ryan.
" what... kau ini.. tadi kau dengar sendiri aku tak mengatakan apa-apa tentang berkas kerjasama mu itu "
" cih.. aku curiga itu hanya akal-akalan mu saja dengan ayahmu "
" kau menuduhku berbuat seperti itu,, come on man kau tak gentle, " ejek Selena.
" maksudmu apa ??
" hanya pecundang yang suka berspekulasi seperti itu "
" kau " Ryan menatap tajam Selena.
" kau tersinggung Mr Ryan, kau sangat labil Mr, " ledek Selena.
Ryan menggertakkan giginya menahan emosi, jujur bocah tengil ini membuatnya naik darah .
" cepat habiskan makanan mu, kita segera pulang " ucap Ryan datar.
" kenapa pulang, aku masih ingin bersenang-senang disini " tolak Selena sedih.
" memangnya aku tak ada kerjaan lain selain menemani mu jalan-jalan " sentak Ryan.
" kau marah-marah terus Mr Ryan, turunkan emosi mu dan tersenyum lah, aku lihat kau jarang tersenyum "
" itu bukan urusanmu "
" hmm, baru juga di bilangin sudah seperti itu " dengus Selena.
" cepatlah, aku banyak urusan " hardik Ryan.
"iya baiklah, kau tak perlu marah-marah " omel Selena.
Secepat kilat Selena menghabiskan makanan yang dipesannya. Ia tak mau membuang-buang makanan. Ryan hanya menatap datar gadis yang kini berusaha menghabiskan makanannya.
dasar bocah
Setelah makan Ryan dan Selena kembali ke mobil. Ryan akan mengantarkan Selena ke kantor Mr Davis.
" Mr Ryan, kau ingin bocoran tentang berkas kerjasama mu dengan ayahku " ucap Selena
Ryan melirik Selena sekilas lalu ia kembali fokus kejalanan.
" kau ingin membangun resort kan ? aku kasih bocoran tentang keinginan ayahku, dia ingin sebuah resort yang asri dan konsep nya keluarga, "
Ryan masih bergeming, namun telinganya mendengar ucapan Selena dengan baik.
" dan berkas kerjasama mu sangat tidak bagus sekali, banyak konsep yang sudah basi, dan juga terlalu mengandalkan konsep modern, itu sangat tidak sejalan dengan pemikiran ayahku " terang Selena.
Selena melirik Ryan yang hanya diam saja tidak merespon perkataan.
" Mr Ryan kau dengar aku tidak " bentak Selena kesal di acuhkan.
" kau terlalu banyak bicara, apa kau tidak takut kalau orang lain mengambil alih konsep ayahmu , alih-alih kerjasama tapi malah membuat sendiri konsep tersebut "
" ayahku tak sebodoh yang kau kira, sekalipun ada yang menyamainya itu takkan bisa karena itu ada aku yang membantu membuatnya lebih berbeda dengan yang lainnya " ucap Selena bangga.
" cihh.. kau percaya diri sekali "
" tentu saja, karena aku pintar " Selena tersenyum lebar.
dasar bocah.
Mobil terus melaju menuju kantor Davis corporation. Ryan pun menimbang perkataan Selena, apa benar Mr Davis ingin konsep seperti itu, namun ia masih ragu takutnya Selena hanya mengerjai nya.
_________________________________________
Dukung terus yaa like comment and vote
biar author semangat up nya 🥰🥰
happy reading 💐💐