Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
Perjodohan


Sean mengantar Bella ke kantor Ramon, di sepanjang jalan Bella hanya diam. Sean ingin memulai obrolan namun ia takut Bella masih marah atas kejadian tadi di rumahnya.


Tak lama mobil sampai diparkiran kantor Ramon. Sean dan Bella keluar dari mobil melangkah menuju lobby kantor. Namun dengan sengaja Sean merangkul pinggang Bella.


" Sean apa-apaan sih, lepaskan " Bella risih.


Sean tak menggubris ucapan Bella ia tetap merangkul pinggang Bella hingga masuk ke dalam lift. Di lift pun Sean tak melepaskan rangkulannya, meski Bella dengan sekuat tenaga menyingkirkan tangan Sean, dengan kuatnya Sean masih tetap merangkul pinggang Bella.


" Sean lepaskan " bisik Bella, ia tak enak dilihat oleh orang-orang kantornya.


" lebih baik kau diam bell, " tukas Sean


Bella memutar bola matanya, ia sangat kesal dengan sikap Sean yang dianggap nya kekanak-kanakan.


Tiba diruangan Bella, Sean masih merangkul pinggang Bella.


" sudah lepaskan, mending kau pergi aku mau kerja" ucap Bella


" baiklah , sampai jumpa sayang " Sean mengecup kening Bella, lalu melangkah pergi.


dasar posesif


Saat Sean menuju ruangan Ramon semua karyawan wanita terpesona dengan Sean yang karismatik dan manly.


*tampan sekali, badan gue mendadak panas


*macho banget, apa lagi tubuhnya pasti sangat hot.


*cuma liat dia bagian bawah gua berkedut*.


Begitu sayup-sayup suara wanita yang mengagumi ketampanan Sean. Namun Sean dengan cuek terus melangkah menuju ruangan Ramon.


" hai Mon " sapa Sean saat tiba diruangan Ramon.


" Sean , kau disini ? Ramon mengkerutkan keningnya.


" iya, gue abis anterin Bella "


" oh pantes ,"


Sean duduk di hadapan Ramon.


" Mon , bagaimana perkembangan proyek kita ?


" semuanya berjalan lancar Sean, kau tenang saja "


Sean manggut-manggut.


" oh ya hubungan loe sama Bella itu gimana ??


" iya hubungan gue sama Bella baik-baik saja, sebentar lagi gue akan ajak Bella ke Jakarta."


" kau serius ? terus bagaimana dengan kerjaannya "


" untuk apa dia memikirkan pekerjaannya, tentu saja dia resign dari perusahaan loe " tukas Sean.


" tapi Sean, Bella itu karyawan gue yang berbakat Sean, apa jadinya kalau dia resign "


" itu urusan loe , Bella harus jadi nyonya Sean Wiraguna, bukan kuli loe lagi "


" kau seenaknya saja Sean " kesal Ramon.


" sudah lah jangan kau pikirkan, nanti gue perintahkan karyawan terbaik gue untuk menggantikan posisi Bella."


" terserah kau saja Sean " Ramon kembali fokus dengan pekerjaannya.


" gue keruangan Bella dulu " Sean beranjak dari duduknya.


" jangan ganggu dia Sean , dia sedang berkerja " Ramon memperingati


" gue gak janji " Sean menyunggingkan senyumnya.


" kau jangan macam-macam Sean , apa lagi berbuat mesum "


" iya ya bos Ramon " Sean melangkah pergi meninggalkan ruangan Ramon.


Ramon menggelengkan kepalanya.


Sean pun menuju ruangan Bella, saat tiba diruangan Bella. Nampak Bella fokus dengan pekerjaannya, ia tak menyadari kedatangan Sean.


" hai sayang " sapa Sean duduk dihadapan Bella.


" kau " Bella menaikkan sebelah alisnya.


" kau serius sekali "


" kerja ya harus serius " ucap Bella tanpa mengalihkan pandangannya ke laptopnya.


" aku merasa di acuhkan " Sean melipat kedua tangannya.


" pergilah, aku sedang sibuk " usir Bella.


" aku tak mau "


" memangnya kau tak punya pekerjaan Sean, ?


" aku bos di perusahaan ku, untuk apa aku berkerja terlalu keras "


" kau sombong sekali Sean, "


" itu bukan sombong Bella, tapi kenyataan."


" seharusnya menjadi bos itu harus mempunyai tanggung jawab yang berat terhadap semua karyawannya, apa jadinya kalau perusahaan mu tiba-tiba bangkrut nasib karyawan mu jadi taruhannya, dan lagi kalau kau terus bersikap seperti itu bagaimana jadi suami dan ayah untuk Zyan yang pastinya tanggung jawabnya lebih besar dunia dan akhirat " sarkas Bella, tanpa mengalihkan fokus nya ke laptop.


Perkataan Bella begitu menusuk ke dalam hatinya. Sean terdiam tidak bisa membalas perkataan Bella yang tidak langsung menyindirnya.


Sean berdehem menetralkan suasana diantara mereka berdua.


" baiklah aku pergi " ucap Sean.


" hmm " balas Bella


Sean pun beranjak dari duduknya, melangkah keluar dari ruangan Bella. Bella menatap sekilas lalu kembali fokus ke laptopnya.


Sean pun pergi meninggalkan kantor Ramon, ia menuju kantornya yang tak jauh dari kantor Ramon.


Jakarta


Di perusahaan dimana Ryan sedang sibuk dengan segala pekerjaannya. Ia membangun perusahaannya tanpa bantuan papanya Suhendro.


tok tok tok


" masuk " sahut Ryan.


Seorang laki-laki masuk keruangan nya.


" permisi pak, ada pak Suhendro ingin bertemu" ucap laki-laki yang berkerja sebagai sekertaris Ryan.


" iya suruh masuk saja " ucap Ryan.


Sekertaris itu pun keluar memanggil pak Suhendro untuk masuk ke ruangan Ryan. Suhendro menghampiri Ryan yang terlihat sibuk.


" ada apa papah kesini ?? tanya Ryan.


" papah hanya mampir saja ke perusahaan mu "


"apa tujuan papa kesini? Ryan tahu tidak biasanya papa nya kesini tanpa ada tujuan .


" papah hanya ingin memberi tahu mu, jangan pulang terlambat makan malam, ada tamu yang akan datang ." ucap Suhendro lugas.


" tamu ?? siapa ??


" nanti kau akan tahu "


Ryan tak lagi bertanya karena menurutnya tak penting untuknya.


" ya sudah papa pergi dulu, jangan lupa kau tak boleh terlambat " pesan Suhendro.


" iya " jawab Ryan.


Suhendro pun berlalu pergi meninggalkan ruangan Ryan.


Malam pun tiba, Ryan datang tepat waktu dirumah orang tuanya. Kedua orang tuanya sudah rapi untuk menyambut tamu. Ryan yang baru datang , Anita sang mama menyuruh nya untuk mandi dan bersiap menyambut tamu.


Tiga puluh menit kemudian Ryan sudah bersiap dengan kemeja warna biru dan celana bahan yang pas dengan tubuhnya yang atletis. Ryan menuruni tangga menuju ruang tengah, dan ternyata tamu kedua orang tuanya telah tiba.


Ryan menatap dua orang tamu yang telah tiba, ia mengenali mereka berdua.


" Ryan kemarilah " Anita memanggil Ryan yang menatap terpaku dengan kedua tamu orang tuanya.


Ryan menghampiri kedua orangtuanya.


" Ryan kau pasti sudah kenal mereka kan, nyonya Eva dan juga cucunya Selena " ucap Anita.


Ryan mengangguk.


" apa kabar nak Ryan ?? sapa nyonya Eva sopan


" kabar saya baik nyonya " balas Ryan.


" ayo Ryan duduk " pinta Suhendro.


Mereka pun duduk dengan tenang, Ryan menatap Selena datar sedangkan Selena terus tersenyum membalas tatapan Ryan yang datar.


" sebaiknya kita makan malam dulu, sebelum membicarakan hal itu " ujar Suhendro.


" saya terserah kalian saja , karena kami disini hanya tamu " ucap nyonya Eva sopan.


" baiklah ayo kita menuju ruang makan kami telah menyiapkan hidangan yang lezat untuk menyambut nyonya Eva dan juga selena." ucap Anita.


Mereka pun menuju ruang makan, mereka duduk di kursi masing-masing, menyantap hidangan yang telah disajikan. Mereka makan dengan tenang tanpa ada obrolan sedikit pun. Karena mereka menerapkan kesopanan dalam menikmati makanan.


Setelah makan malam, mereka menuju ruang tengah untuk melanjutkan obrolan yang tertunda.


" langsung saja ke intinya saja, kami setuju untuk menjodohkan Ryan dengan Selena " ujar Suhendro


Ryan langsung menatap tajam kearah kedua orang tuanya.


" apa maksud papa ? tanya Ryan


" papa dan nyonya Eva menjodohkan mu dengan cucunya nyonya Eva, Selena "


" aku tidak mau " jawab Ryan tegas.


" Ryan, papa tidak mau ada penolakan, pokok nya kamu harus menikah dengan Selena." tegas Suhendro.


" pokoknya Ryan tidak mau dijodohkan dengan gadis tengil seperti dia " ucap Ryan


" Ryan jaga ucapanmu " bentak Hendro.


" aku tak peduli " Ryan pun pergi keluar dari rumah orang tuanya.


" maafkan anak saya nyonya Eva " ucap Suhendro menyesal.


" tak apa Hendro, dia pasti sangat terkejut dengan perjodohan ini " nyonya Eva tersenyum anggun.


" apa perjodohan akan terus berlanjut nyonya " tanya Suhendro ia merasa tak enak dengan sikap Ryan yang tak sopan.


" tentu saja dilanjutkan Hendro " jawab nyonya Eva.


" terimakasih nyonya " ucap Suhendro.


Selena yang mendengar ryan menolak perjodohan dengan dirinya, hatinya sedikit tercubit, tak menarik kah dirinya di mata Ryan. Ryan dengan tegasnya menolak perjodohannya dengan dirinya. Selena terlihat sedih


___________________________________________


jangan lupa like comment and vote 💐 💐 💐


dukung karya kedua author yaa



jangan lupa mampir 🥰🥰🥰