Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
Sabrina memborong kue


Pagi hari Sean dan Bella sarapan,mereka berdua sarapan dengan tenang tanpa ada pembicaraan.Bella cuek seolah tak ada orang di sekitarnya. Sean kadang melirik Bella tapi ia mencoba bersikap dingin. Sapaan seorang wanita mengagetkan keheningan mereka,ia menghampiri meja makan


"selamat pagi,,,, lagi pada sarapan yaa?? sapa Sabrina.


"mau apa kau kesini pagi-pagi?tanya Sean dingin


"aku ingin ikut sarapan juga"jawab Sabrina


"apa kau tak punya rumah,,,jadi harus sarapan Disini"


"akhh Sean kau ini,,,,aku sekalian mau kenalan sama istrimu"Sabrina melirik Bella


Bella yang dari tadi hanya diam tanpa mempedulikan Sabrina maupun Sean. Bella beranjak dari tempat duduknya, namun tiba-tiba Sean mencekal tangannya


"mau kemana???tanya Sean dingin


"aku sudah selesai,,,silahkan lanjutkan"jawab Bella datar


"aku belum selesai makan Bella..."sentak Sean


"kau punya wanita,,dia saja yang menemani mu,"menghempaskan tangan Sean.


Bella menuju arah taman belakang.


"Sean dia itu istri mu???tanya Sabrina duduk disamping Sean.


"iya "jawab Sean datar


"aku baru tahu sekarang kamu suka gadis yang tampilannya seperti itu"


"itu bukan urusanmu"Sean mendelik tajam


"dulu kamu sangat menyukai gadis yang cantik dan sexy,,apa seleramu sekarang gadis biasa seperti dia"cela Sabrina


"Sabin sebaiknya kamu pulang,,aku tak ingin kau mengganggu privasi ku "ujar Sean


"aku belum sarapan Sean"jawab Sabrina manja


"terserah kau'"Sean meninggalkan Sabrina,ia pergi berangkat ke kantor.


Sabrina yang masih dirumah Sean mencoba menemui bella yang berada di taman belakang,ia ingin menggertak istrinya Sean.


"hallo,,,,kau istrinya Sean,,,"sapa Sabrina


Bella tidak menjawab,ia sedang menikmati minuman di tangannya.


"aku heran kenapa Sean menikah dengan wanita biasa seperti mu,,,,,padahal selera Sean sangat tinggi,,,dia suka wanita cantik dan sexy"Sabrina mulai memanasi


"entahlah"jawab Bella datar


"aku ini mantan tunangannya dan kami hampir menikah,tapi kenapa sekarang malah dia menikahi wanita biasa sepertimu,,yang tak selevel denganku,,bahkan aku lebih cantik darimu"bangga Sabrina


Bella masih diam memainkan gelas yang di pegangnya.


"kau tahu,,Sean hanya memanfaatkan mu saja,dia masih mencintai ku...jadi kamu jangan terlalu bangga menjadi istri Sean."


"aku tidak bangga,,, lagipula kalau kau mau mengambil dia,,,aku tak apa,,,aku rela,,,"jawab Bella


"cihh wanita seperti mu memang hanya menginginkan uangnya saja",decih Sabrina


"iya memang aku seperti itu,,,,jika kau bisa merebut Sean lagi,,,aku akan pergi"ucap Bella


"tentu saja aku akan merebut apa yang menjadi milikku",jawab Sabrina yakin


"aku tunggu itu" meninggalkan Sabrina yang terlihat agak kesal, sebenarnya ia ingin memanas-manasi istri Sean,tapi yang di panasi malah tenang-tenang saja,


awas kau,,,,aku pasti akan merebut Sean kembali,guman Sabrina.


Aku bahkan tak peduli sean berhubungan dengan wanita manapun, fisik dan hatiku terlanjur sakit, rasanya mati rasa saat dekat dengan Sean.Entahlah aku memang seperti ini dari dulu kurang peka,bahkan aku menutup hatiku untuk lelaki,hanya Devan yang bisa aku terima karena dia pria yang sangat baik dan tulus, batin Bella


________________________________________________


"bu ko Bella sekarang gak pernah kesini yaa?tanya ryan


"sepertinya dia gak di ijinin sama suaminya"jawab Bi Marni


mereka berdua sedang menata kue-kue di etalase, kebetulan Ryan tidak mengantar pesanan jadi ia membantu bi Marni di toko


"memang nya suaminya posesif Bu???


"saya juga kurang paham ian,,, soalnya Bella jarang cerita"ucap bi marni


"Bella orangnya pendiam ya Bu???


"Bella memang pendiam orangnya,,selain itu sifatnya sangat dingin,,"ujar bi marni.


"tapi dia sangat cantik Bu"puji Ryan


"maaf bu "cengir Ryan


"iya sih Bella memang cantik dia seperti ibunya"kenang bi marni


"ibunya Bella memang kemana Bu???


"ibu dan bapaknya sudah tiada jadi saya yang mengurus nya dari kecil."kata bi Marni


"oh gitu,,,"


."ya udah kamu tata semua yaa,,ibu mau kebelakang mau ngecek kue dulu"perintah bi Marni


"siap Bu" Ryan kembali menata kue-kue di etalase, kebetulan ia sedang sendirian di depan sekalian menjaga kasir, karyawan yang lain sedang dibelakang membantu membuat kue karena pesanan sedang banyak.


seorang pengunjung wanita masuk melihat-lihat kue yang di etalase.


"mas saya minta stroberi cake satu yaa"ucap pengunjung wanita itu yang sedang melihat-lihat ke etalase kue


"baik mba"Ryan lalu mengambil kue yang di minta pengunjung tadi.


"ini mba stroberi cake nya"Ryan menyerahkan kue tersebut,namun pandangannya terkejut melihat pengunjung wanita itu.


"Sabrina"seru Ryan


"Ryan !!! balas Sabrina,ia melihat Ryan berpakaian seragam toko,menatap sinis


"sepertinya kamu berkerja disini!!! ujar Sabrina sinis


"aku memang kerja disini,,, memangnya kenapa??


"tidak,,,untung dulu aku meninggalkan mu,,,,sekarang kau gembel rupanya"hina Sabrina


"aku memang tidak punya apa-apa,lagian pekerjaan ini halal,,apa salahnya!!!??seru Ryan


"iya kamu memang salah,,, mau-maunya menjadi orang sudah,,,andai dulu kamu mau mendengar perkataan ku jadi direktur di perusahaan mu,,aku pasti tidak meninggalkan mu"sinis Sabrina


"itu bukan skill ku,,lagi pula aku nyaman seperti ini,bebas tanpa ada aturan dari orang-orang perusahan dan ayahku,,,,aku juga tidak menyesal kamu meninggalkanku,,, kamu hanya ingin uangku saja Sabrina"


"kalau memang benar kenapa,,,,,,aku memang ingin uangmu saja Ryan"Sabrina bersekedap menatap Ryan


"iya terserah kau saja,,,,ini gimana jadi tidak kuenya???


"tentu saja,,,,aku ingin menolongmu biar kue di tempat kerjamu laku,,,aku borong semua"


"serius kamu mau memborong semua???tanya ryan terkejut


"tentu saja,,,biar kamu dapat bonus dari bosmu,,,, lumayan kan buat makan kamu,, sekarang kan kamu gembel"remeh Sabrina


"iya terimakasih"Ryan tak peduli cemoohan Sabrina yang penting dia berkerja dengan baik dan sekarang Sabrina memborong kue-kuenya.


."tunggu sebentar aku bungkus semua kue-kuenya" ujar Ryan


Ryan meminta tolong ke rekan kerjanya membantunya membungkuskan semua kue di etalase.


"semua sudah aku bungkus,,,total nya tiga juta empat ratus ribu,,,"menyerahkan struk pembelian kue


"ini,,,,aku bayar cash,,, aku bayar empat juta, kembalian nya buat kamu,,,"sombong Sabrina


"terimakasih,,,,semoga kamu datang lagi dan memborong semua kue disini"ramah Ryan


Sabrina menyunggingkan bibirnya keluar dari toko,semua bungkusan kue sudah di taro di dalam mobilnya sampai penuh.


"Ian kamu hebat sekali wanita itu memborong kue-kue kita"salut Reni karyawan toko bi Marni.


"akh biasa aja ren,,,,dia suka kue-kuenya jadi di borong deh "ucap Ryan


"kalo begini kita dapat bonus nih dari Bu marni"tebak Reni semangat.


"so pasti",ucap Ryan tertawa.


Bi Marni yang sibuk membuat kue dikejutkan Reni bahwa kue-kue di etalase depan diborong pembeli. Bi Marni sempat tak percaya lalu ia ke depan dan melihat semua etalase kosong, ternyata benar yang di ucapkan Reni kuenya habis terjual.


"ian ini benaran ada yang borong ?? tanya bi Marni syok


"iya bu,,,ini uangnya" Ryan mengkipas-kipas uang empat juta itu


"syukurlah,,,,ibu seneng kue nya habis"


"kita dapat bonus gak Bu???timpal Reni


"tentu saja,,,,ibu akan kasih bonus untuk kalian semua",ucap bi marni


semua bertepuk tangan kegirangan akan mendapat bonus dari Bu marni.Ryan senang melihat teman-teman kerjanya,ini yang dia inginkan untuk hidupnya,sederhana dan menjadi orang biasa.