Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
Hari pernikahan


Pagi ini Bella bersiap untuk berangkat ke tempat dimana ia dan Sean akan mengikat janji suci kembali.


" sudah siap bell " tanya bi Marni menengok ke dalam kamar Bella.


Bella mengangguk.


Bella menatap dirinya dicermin balutan gaun yang anggun melekat pas pada di tubuhnya.



" aku tak percaya aku akan menikah lagi dengan pria yang dulu aku benci dan sekarang aku mencintainya " guman Bella dihadapan cermin.


Suara deheman pria mengalihkan lamunannya.


" bos Ramon " Bella menengok ke arah pria yang sedang berdiri diambang pintu kamarnya.


" hai Bella " sapa Ramon , ia mendekati Bella yang tengah berdiri dihadapan cermin.


" kau sangat cantik bell " puji Ramon.


" terimakasih bos "


" jangan panggil aku bos , aku bukan bos mu lagi Bella , panggil aku Ramon saja , just Ramon "


Bella tertawa kecil , " baiklah , Ramon "


" ayo kita berangkat , Sean menyuruh ku untuk menjemputmu "


" woah , anda jadi pesuruh Sean " ledek Bella.


" ck , hanya kali ini saja , kau tahu Sean akan mengamuk jika permintaannya tidak dipenuhi " decak Ramon.


Bella manggut-manggut membenarkan ucapan Ramon.


Bi Marni dan Zyan memakai mobil Sean dengan supir Sean, sedangkan Bella ia naik mobil Ramon. Hari yang spesial ini Ramon jadi supir pengantin wanita untuk menjemput dan mengantar Bella ke pelaminan.


" bell , apa kau mengundang Ryan ? tanya Ramon ditengah perjalanan.


" tidak , Sean melarangnya dan lagi dia mengancam akan menggagalkan pernikahan ku dengan Sean " desah Bella.


Ramon melirik Bella dikaca spionnya , raut wajah Bella seketika menjadi sendu.


" kau tak apa-apa bell ?


" tidak , hanya saja Ryan tak ada , sebenarnya aku ingin berbagi kebahagiaan dengannya tapi dia tak menerima pernikahan ku dengan Sean "


" tak apa bell , cepat atau lambat dia akan memahami dan menerima kenyataan ini " Ramon menenangkan Bella.


" terimakasih "


" no problem ".


Mobil semakin melaju menuju tempat dimana Bella dan Sean akan menikah. Beberapa menit diperjalanan Ramon dan Bella telah sampai.


" ayo Queen " Ramon mengulurkan tangannya kepada Bella.


Bella menerima uluran tangan Ramon , perasaan gugup menyelimuti hati Bella. Pernikahan kedua ini terasa sangat berbeda dengan pernikahan pertama yang penuh dengan tekanan.


Pernikahan kedua ini Bella merasa seperti baru menikah pertama kali. Ia mengeratkan tangannya di lengan Ramon.


" rileks Bella " bisik Ramon.


" aku gugup " guman Bella.


Ramon tersenyum, ia terus mengandeng tangan Bella hingga pelataran pelaminan.


" sudah siap nona Bella "tanya seorang WO berpakaian formal yang bertugas menangani pernikahan Bella.


Bella mengangguk.


" ayo silahkan anda berjalan digandeng dengan orang kepercayaannya anda " perintahnya.


" ayo aku yang akan membawamu kehadapan Sean "


Bella mengangguk gugup menatap Ramon.


Ramon membawa Bella perlahan menuju pelaminan. Disana sudah banyak tamu yang berkumpul menunggu sang pengantin wanita.


Sean pun sudah siap di atas panggung kecil menunggu kedatangan Bella.


Bella berjalan perlahan pandangan lurus kedepan menatap Sean yang masih jauh.


" ini sangat lucu Bella " Ramon tertawa kecil.


" kenapa ? Bella menengok ke samping wajah Ramon.


" mantan karyawan ku akan menikah dan aku yang akan mengantarmu kehadapan suami mu , sungguh ini sangat lucu , aku seperti mengantarkan anakku kehadapan seorang pria yang akan menikahi putri ku" kekeh Ramon.


Bella mengulum bibirnya mendengar ucapan Ramon, sungguh ia tak berpikiran seperti itu yang sekarang ia pikirkan ia sangat gugup.


Perjalanan menuju pelaminan seakan cepat padahal Ramon mengandeng Bella dengan perlahan.


Semua mata tertuju pada Bella sang pengantin wanita, begitupun Sean yang tak lepas memandang Bella.


Bella semakin mengeratkan genggamannya. Dadanya turun naik merasakan kegugupan yang mendera sekujur tubuhnya.


" rileks Bella " bisik Ramon.


Namun Bella semakin gugup , dan tempat dimana ia akan mengikat janji suci semakin dekat. Sean menatap Bella lekat , ia pun tak bisa berpaling dengan kecantikan Bella.



" aku serahkan Bella padamu " Ramon menyerahkan tangan Bella kepada Sean.


Sean mengangguk lalu meraih tangan Bella. Ia menuntut Bella duduk dihadapan penghulu yang telah menunggu untuk menikah kan mereka.


Acara akad nikah berjalan khidmat , sekarang Bella telah resmi kembali menjadi istri Sean sepenuhnya.


Kini mereka berdiri di atas pelaminan saling merangkul memperlihatkan kemesraan kepada para tamu ,sepasang pengantin yang telah sah menjadi suami istri.


" selamat Sean , keinginan mu terwujud " Ramon menyalami Sean.


" thanks bro " balas Sean.


" mommy selamat buat pernikahan mommy " ucap Zyan memeluk tubuh Bella.


" makasih sayang "


" selamat ya bell , semoga kamu takkan terpisahkan lagi " dia bi Marni.


Semua tamu undangan menyalami sepasang pengantin yang tengah dilanda kebahagiaan.


" nona Bella selamat atas pernikahan mu " ucap Selena tersenyum.


" terimakasih Selena "


Sean memicingkan matanya. " bukankah kau tunangan Ryan "


Selena tersenyum . " benar Mr Sean "


" kau membawa dia kemari ? tanya Sean


" tidak , aku tak membawanya kesini aku datang dengan Oma ku " tunjuk Selena mengarahkan jari telunjuknya ke arah Oma nya yang sedang menelpon.


Sean mengangguk.


" aku yang mengundangnya Sean " ucap Bella.


" sejak kapan kalian saling kenal ?


" seminggu yang lalu " timpal Selena.


Oma Selena menghampiri Selena yang tengah berbincang dengan pengantin baru.


" tuan Sean selamat atas pernikahan mu " nyonya Eva menyalami Sean lalu menyalami Bella.


" terimakasih , maafkan saya tak menyiarkan berita pernikahan kami , istri ku hanya ingin mengundang kerabat nya saja " ungkap Sean.


" tak apa saya mengerti " ucap nyonya Eva.


" nona Bella bolehkah aku minta berfoto dengan kalian " pinta Selena.


" tentu saja boleh " jawab Bella.


Selena langsung menyempil diantara tubuh Sean dan Bella.


" Oma tolong fotoin aku " pinta Selena menyerahkan ponselnya kepada Omanya .


" oke , bersiap "


cekrek


" sudah " ucap Oma Eva.


" lagi Oma , aku ingin Oma fotoin kami bertiga berbagai pose " pintanya lagi.


Oma Eva berdecak namun ia menuruti kemauan cucunya untuk memfotonya.


Berbagai pose telah Selena lakukan hingga bella dan Sean jadi korban tingkah konyol Selena.


" mana Oma coba aku lihat " Selena meminta ponselnya.


" wahh bagus-bagus Oma , Oma memang terbaik " puji Selena melihat hasil jepretan Omanya.


" tentu saja " jawab Oma bangga.


" nyonya Eva silahkan menikmati hidangan yang tersedia " ucap Sean mengusir Selena dan Omanya secara halus.


" ah iya kau benar , aku haus setelah menjadi fotografer dadakan untuk cucuku " ujarnya.


" ayo Lena Oma haus " Oma Eva menarik tangan Selena untuk mengikutinya , sedangkan Selena masih fokus dengan ponselnya melihat hasil jepretan Omanya.


" hah , akhirnya pergi juga " desah Sean.


" kau kenapa Sean ?


" tak apa , hanya risih saja "


Bella menggelengkan kepalanya.


" Bella " sapa seorang pria yang menggandeng wanita disisinya.


" Dev , kau datang "


" tentu saja aku datang , kau saja datang ke pernikahan kami " jawab Devan.


" selamat menempuh hidup baru bell" doa Irina.


" terimakasih , kalian sudah menyempatkan datang ke kota ini "


" tak masalah bell, lagian Irina ingin jalan-jalan dikota ini jadi ya sekalian saja "


Sean yang merasa terabaikan ia pun berdehem keras.


" ah iya Irina kenalkan ini suamiku , Sean "


Irina menyalami Sean


" dan ini Devan " ucap Bella kembali.


" hai Sean " sapa Devan.


" hai " sahut Sean datar.


" kalau begitu kami kesana dulu ya " pamit Devan.


" iya Dev , nikmati pestanya "


" tentu saja " Devan dan Irina berlalu pergi dari hadapan Bella dan Sean.


" kau sangat akrab sekali dengan pria itu " ucap Sean datar.


Bella tersenyum. " tentu saja akrab ,dia kan mantan pacar ku "


" apa " pekik Sean.


.


.


jangan lupa like comment and vote


.


.


.