
Seminggu berlalu Bella menjalani hari tanpa gangguan Ryan dan Sean. Mereka berdua sibuk dengan urusannya masing-masing.
Weekend ini Bella mengajak Zyan jalan-jalan ke mall, sesuai janji setiap weekend pergi ke area bermain. Zyan sangat bersemangat berjalan-jalan. Hingga di area bermain pun Zyan tak henti hentinya memainkan semua permainan.
"mom aku lapar "
"ayo kita makan sayang "
Bella dan Zyan menuju restoran ramen yang berada di lantai 3. Bella dan Zyan naik ke lantai 3, tak sengaja Devan berada disana sedang menerima panggilan. Melihat Bella naik ke atas Devan menghampirinya.
" Bella " panggil Devan.
"eh hai,. kamu disini juga ?? tanya Bella
"iya , aku sedang jalan-jalan saja " jawabnya. " kamu mau kemana bell"
"aku sama Zyan mau ke resto ramen, kami ingin makan"
"bolehkah aku ikut gabung, kebetulan aku juga lapar " pinta Devan.
" ya tentu saja. ayo "
Mereka masuk ke resto ramen. Memesan 3 porsi mangkuk ramen, tak lama pesanan mereka datang, dan langsung menyantap nya.
"bell,,,apa kabar mu, maaf aku tidak menghubungi mu,,,aku sangat sibuk " ucap Devan.
"tak apa Dev, lagian kita ketemu lagi disini "balas Bella tersenyum.
Mereka banyak mengobrol, hingga seorang wanita menghampiri meja mereka.
"hai Dev " sapa wanita itu.
"oh hai, Irina " balas Dev.
"kau sedang makan " tanya wanita yang bernama Irina.
"iya,, kau lihat sendiri "
"ah iya " tersenyum kikuk. " boleh aku gabung " meminta persetujuan dari Devan dan Bella.
"kita hampir selesai " jawab Devan datar.
"tak apa,,,ayo sini gabung " ajak Bella ramah.
"terima kasih " ucap Irina lalu duduk di sisi devan.
Raut wajah Devan seakan tak senang dengan kehadiran Irina.
"kenalkan namaku Irina " Irina mengulurkan tangannya.
"aku Bella,,ini anakku Zyan " balas Bella menyambut uluran tangan Irina
"kalian berteman ??? tanya Iriana.
"kita kita sudah lama berteman dengan Devan " jawab Bella.
"tapi aku baru melihatmu,"
"sebelumnya aku dan Devan tinggal di Jakarta,kami tinggal disana,,aku baru ketemu lagi baru-baru ini, karna lost contact" jelas Bella.
"stop Irina, buat apa kau tanya-tanya padanya, " kesal Devan
"maaf Dev " guman Irina.
"maaf, aku permisi ke toilet dulu " ucap Devan beranjak dari duduknya.
Irina menatap punggung Devan, wajahnya terlihat sendu.
"kau baik-baik saja irina ??? tanya Bella
"ah iya aku baik-baik saja, maafkan atas kelancangan ku bell "
"tak apa, Devan biasanya tak seperti itu,, dulu dia orang yang ramah. "
"benarkah "
"iya, dia orang yang ramah, murah senyum dan hangat "
."tapi yang aku kenal Devan itu sikapnya sangat dingin, apa lagi sama perempuan, dia selalu menjauh "
"oh gitu ya... "
"Bella boleh tidak aku meminta nomor handphone mu," pinta Irina
"ya tentu saja " Bella memberikan no contact nya kepada Irina.
"terimakasih ya bell,,,semoga kita bisa jadi teman " ucap Irina
"sama-sama" Bella tersenyum.
Tak lama Devan kembali dari toilet.
"oh ya...aku sama Zyan pulang duluan yah,, kami udah selesai " pamit Bella.
"kalau begitu aku antar bell " tawar Devan.
"tak usah Dev,, aku sama Zyan bisa naik taksi online" tolak Bella.
"ayo lah bell,,,kapan lagi aku nganter kamu,,,kita sama-sama sibuk " bujuk Devan.
"hmm baiklah "
"Irina apa kamu masih ingin disini ??? tanya Devan datar
"aku juga mau pulang, soalnya aku udah dapat barang yang aku mau " jawab Irina
"kalau begitu pulang bareng kita aja.. sekalian jalan, boleh kan Dev " tanya Bella.
"terserah kamu saja bell " jawab devan datar.
"ayo Irina kita pulang bareng " ajak Bella beranjak dari duduknya,
Mereka menuju loby mall, sedangkan Devan mengambil mobil diparkiran.
"Dev sebaiknya antarkan aku pulang duluan yah,,takut Zyan kecapean " pinta Bella,
Devan mengangguk, mobil melaju kencang membelah jalanan kota Surabaya.
"bolehkah bell " tanya Irina
" tentu saja ,kenapa tidak "
"ya sudah aku mampir dulu " ucap Irina, membuka pintu mobil Devan.
"kau ikut Dev " tanya Bella.
"iya baiklah " Devan merasa Irina ada maksud lain dekat dengan Bella, memang sikap Irina yang gampang bergaul dengan siapapun, tak menampik kalau Irina bisa langsung akrab, tapi perasaan Devan, Irina dekat dengan Bella ada maksud lain.
"ayo masuk " ajak Bella.
"diluar aja bell,,,, di teras juga enak adem " ucap Irina.
"baiklah,, kalian duduk dulu ya,,, aku buatin minum " Bella masuk kedalam membawa Zyan dalam gendongan, Zyan tertidur saat perjalanan pulang.
Beberapa menit Bella keluar membawa minuman dan camilan untuk Devan dan Irina.
"kamu tinggal sama siapa aja bell ???tanya Irina
"aku tinggal bertiga sama mbak Tuti, pengasuh Zyan "
Irina mengangguk, "lalu suamimu kemana bell ??? tanya Irina kembali
"hmm aku sudah berpisah " jawab Bella
"oh ya ampun, maaf bell " ucap Irina tak enak
"tak apa " jawab Bella tersenyum.
Devan jengah melihat keinginan tahuan Irina yang menurutnya keterlaluan.
"ayo di minum "
"makasih bell " Irina meraih orange jus yang dibuat Bella.
Sebuah mobil masuk ke pekarangan rumah Bella. Seorang pria berpakaian casual keluar dari mobilnya, berjalan menghampiri mereka bertiga.
"hai " sapanya.
"ian kau kesini ??? tanya Bella.
"iya...aku merindukanmu sayang " ucap Ryan tersenyum.
Degh, hati Devan berdenyut nyeri seorang pria berucap mesra pada Bella.
"masuk lah,,,,kenalkan ini teman-teman ku "
"hai " Ryan melambaikan tangannya.
"ini Irina , dan ini Devan "
Ryan tersenyum mengangguk kepada dua orang teman Bella.
"Zyan kemana bell ??? tanya Ryan.
"Zyan tidur,, dia kecapean,,,tadi kita abis main di mall "
"kenapa kau tak mengajakku bell "
"kau kan sibuk " kilah Bella.
Ryan mengerucutkan bibirnya. Melihat interaksi Bella dan Ryan yang mesra, hati Devan semakin terbakar api cemburu.
" bell aku pamit pulang dulu ya " pamit Devan, semakin lama disini semakin panas hatinya.
"kenapa pulang Dev,,, ??? tanya Bella
"aku ada acara lain bell "
"oh ya sudah"
Devan beranjak dari duduknya melangkah menuju mobilnya.
"Bella aku juga pamit ya " pamit Irina buru-buru mengejar Devan.
" iya "
Irina mengejar Devan yang terlebih dulu masuk ke mobilnya.
"ngapain kamu masuk ?? sentak Devan.
"aku ikut denganmu Dev,"
Devan mendengus lalu ia tancap gas melajukan mobilnya meninggalkan rumah Bella.
Dalam perjalanan Irina terus melirik Devan yang tampak kesal. Apakah Devan cemburu dengan pria yang datang kerumah Bella, apa mungkin Devan punya perasaan terhadap Bella, pikiran itu terus ada di otaknya,namun ia takut untuk menanyakannya.
"ehm Dev,,, Bella cantik ya walaupun udah punya anak dia kelihatan masih muda " Irina mencoba memulai pembicaraan
",dia memang cantik,,, selain cantik dia juga pekerja keras,, " ungkap Devan.
"kenapa suaminya ninggalin dia ya, sayang banget padahal, kalau aku jadi suaminya aku pasti tidak akan ninggalin wanita seperti Bella"
"iya kau benar " ucap Devan, membenarkan ucapan Irina.
"ehm...apa kau menyukai Bella Dev??? tanya Irina hati-hati
"iya aku menyukainya " jawab Devan enteng.
Hati Irina berdenyut sakit, pria yang ia idam idamkan menyukai wanita lain.
"kau tahu Irina Bella adalah mantanku,, mantan yang takkan pernah aku lupakan,, dia wanita yang hebat yang pernah aku temui,, senyumannya sangat manis, walaupun dia bersikap dingin,, tapi hatinya sangat hangat" ucap Devan tersenyum simpul.
"dia memang wanita cantik dan baik " balas Irina datar.
___________________________________________
Dukung terus yaa like comment and vote
Biar author semangat up nya 🥰🥰🥰
happy reading 💐💐💐
hari ini author lagi males banget buat nulis,,dari pagi satu bab gak kelar-kelar, terimakasih kasih yang sudah menunggu.