
" Sean hentikan"risih Bella,
Sean menciumi leher jenjang Bella yang sedang tidur. " ayo lah sayang aku ingin lagi" pinta Sean memelas
"kau ini,,,aku lelah Sean, lagian aku masih sakit" ketus Bella.
"ayo lakukan lagi,biar gak sakit lagi"rayu Sean
"nggak...aku ingin istirahat"tolak Bella mentah-mentah
Sean menghela nafas pendek "baik lah kamu istirahat saja kalau perlu apa-apa aku ada diruang kerja"
Bella memejamkan matanya tidak menjawab perkataan Sean rasanya malas sekali harus berlama-lama dengan pria mesum seperti Sean.
Sean beranjak pergi ke ruang kerjanya, ingin rasanya seharian bercinta dengan istrinya,tapi malah Bella menolaknya mentah-mentah.
"Tio ke rumahku"perintah Sean saat menelepon asistennya.
30menit kemudian Tio sampai di rumah Sean, langsung memasuki ruang kerja Sean.
tok tok tok
"masuk"seru Sean
Tio masuk berdiri berhadapan dengan Sean yang duduk. "aku ingin kau mengatur honeymoonku dengan Bella, secepatnya"perintah Sean
"baik tuan"jawab Tio
"kapan pertemuan kita dengan pak hendro??tanya Sean
" besok lusa tuan ,di cafe Bean" jelas Tio
"ok kalau begitu, persiapan semuanya"perintah Sean.
" baik tuan"
" ya sudah pergi lah"
Tio mengangguk lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.Saat Tio akan ke dapur mengambil minuman,ia berpapasan dengan Bella. "nona"sapa Tio.
Bella tidak membalas sapaan Tio berlalu pergi menuju arah taman belakang.
Bella duduk di kursi ayun taman belakang, menikmati suasana sore hari hati nya benar-benar lelah. "apa aku kerja lagi ya, biar bisa menyicil hutang ke Sean!? guman Bella pelan.
Telpon genggam nya berdering membuyarkan lamunannya,di lihatnya nama seseorang yang pernah mengisi hatinya.
"hallo " jawab Bella
"hallo bell,apa kita bisa ketemu"tanya Devan
"buat apa ketemu Dev,kita sudah tidak ada hubungan lagi"jawab Bella
"aku tahu bell,tapi aku hanya ingin memastikan suatu hal"
"memastikan apa Dev??tanya Bella penasaran
"aku tidak bisa bicara di telepon,bisakah kita ketemu" desak Devan
"bisakah kamu bicara di telepon saja Dev,aku tidak bisa keluar rumah tanpa izin suamiku" ucap Bella, walaupun Bella membenci Sean,tapi dia menghormati Sean sebagai suaminya
"tidak bisa bell"jawab Devan
"maaf dev ,aku tidak bisa,lagian aku,............."
tiba-tiba handphone yang dipegang diambil paksa Sean.
"hei aku sudah bilang padamu jangan ganggu istriku lagi, berani-beraninya kau mengajak istri ku bertemu denganmu" bentak Sean penuh emosi membanting handphone Bella sampai hancur.
Sean benar-benar marah dari tadi memang Sean menguping pembicaraan Bella dengan seseorang di telpon, amarahnya memuncak saat mendengar yang menelpon ialah mantan pacar Bella.
"Sean,kamu ini apa-apaan"bentak Bella
"kau ingin menemui mantanmu itu kan"tuduh Sean
"aku tidak ingin menemuinya"sanggah Bella
"aku dengar Bella,kau ingin bertemu dengan mantanmu"Sean makin emosi
"terserah kau saja Sean,percuma aku bicara denganmu"Bella lalu pergi meninggalkan Sean
"Bella jangan pergi saat aku sedang bicara denganmu"teriak Sean
Bella tidak memperdulikan teriakan sean ia pergi ke kamar dan menguncinya.
"Bella buka pintunya, kalau kau tidak mau membuka pintu akan aku dobrak "teriak Sean menggedor-gedor pintu kamarnya.
Bella tidak menggubris teriakan Sean,ia duduk di sofa menonton TV. Sean yang semakin emosi mendobrak pintu sekuat tenaga,tubuh Sean yang berotot dan besar mampu mendobrak pintu dengan mudahnya.
Bella terkejut melihat Sean dengan mudah nya mendobrak pintu kamar
"aku belum selesai bicara Bella kenapa kau selalu meninggalkanku"tanya Sean emosi
Bella terdiam ia takut melihat Sean yang benar-benar marah. "a...ku....." Bella tergagap
"jawab Bella"bentak Sean
"a....ku minta maaf"ucap Bella terbata
"kau memang tak tau diri"mendorong Bella kasar hingga kepala Bella terbentur lemari,saking keras dorongannya Bella mulai lunglai dan pingsan.
Sean panik melihat Bella pingsan langsung ia membopong tubuh Bella ke ranjang,Sean langsung menelpon dokter pribadinya.
"cepat datang kemari" bentak Sean menelpon dokter pribadinya.
selang 15menit kemudian seorang dokter yang seumuran Sean datang menghampiri Sean dengan panik.
"siapa yang sakit"tanya Kevin sepupu Sean ia juga seorang dokter pribadi Sean.
"kaka ipar kenapa.,kau apakan dia??tanya Kevin
"aku tidak sengaja mendorongnya, dia terbentuk lemari"jelas Sean dengan nada bersalah
"kau gila Sean istrimu sendiri kau kasari,"
"aku tidak sengaja"jawab Sean
"hilangkan lah sikap kasarmu,..kau juga selalu main kasar dengan wanita-wanita panggilan mu"
"sudahlah periksa dia"mengalihkan pembicaraan
Kevin mulai memeriksa Bella,kening Bella sedikit berdarah di obati.Kevin melekatkan plester di kening Bella.
"berikan salep ini setelah plester dibuka."Kevin menyerahkan salep pereda nyeri
"baiklah...apa dia baik-baik saja??Sean kuatir
"dia baik-baik saja, sepertinya dia juga kelelahan"menatap Sean sinis
"kenapa kau menatapku seperti itu??risih Sean
"apa kau kasar juga saat melakukan itu dengan Kaka ipar??tanya Kevin menyelidik.
"tugasmu sudah selesai, cepat pergi" usir Sean
"baiklah...kau ini menyebalkan" gerutu Kevin.
Sean memindahkan Bella ke kamar lain,kamar Sean sedang diperbaiki karna ulah Sean yang mendobrak pintu sampai rusak.
"bell,maafkan aku....aku tak sengaja"lirih Sean memegang tangan Bella.
Bella mengerjapkan matanya perlahan kepalanya sangat sakit. "akhh kepalaku sakit sekali"guman Bella.
"bell,kamu udah sadar??tanya Sean senang
"kau..."Bella melotot melihat Sean,mengingat kejadian tadi yang mengakibatkan kepalanya terbentur.
"Bella maafkan aku,sungguh"sesal Sean
"kau jahat Sean"Bella menangis memukul-mukul Sean
"maafkan aku sayang"memeluk tubuh Bella yang terus-terusan memukulnya.
"kau jahat,,,apa salah aku padamu,,huhuhuhu"Bella menangis sesenggukan
"maaf sayang,,..maaf"sesal Sean mengelus rambut Bella lembut
'"pergi,,,,"teriak Bella
"tapi sayang "
"aku bilang pergi"bentak Bella
Sean pun beranjak pergi meninggalkan kamar itu.Mungkin Bella ingin sendiri dulu,pikir Sean.
Bella yang masih menangis meratapi nasibnya,dibeli Sean dan sekarang dikasari olehnya,sungguh Bella tidak kuat.
"tuhan tolong aku"memohon doa.
tok tok tok
"nyonya saya mengantarkan makan malam"seru seorang pelayan.
"masuk "
pelayan masuk meletakkan makanan di samping tempat tidur Bella. " nyonya kalau perlu sesuatu panggil saya " ucap seorang pelayan wanita yang sebaya dengan Bella
"terimakasih"
"kalau begitu saya permisi nyonya "pamit si pelayan
"tunggu.....namamu siapa???
"saya Lala nyonya"
"oh Lala....apa aku boleh minta tolong padamu" tanya Bella
"tentu saja nyonya.... nyonya mau minta tolong apa???
'"tolong buatkan aku jeruk panas " pinta Bella.
" tentu nyonya....saya permisi sebentar"pamit Lala. Bella mengangguk
pelayan yang bernama Lala itu turun menuju arah dapur membuatkan jeruk panas untuk Bella.
"mau dibawa kemana minuman itu"tanya Sean dingin
"maaf tuan, nyonya Bella ingin jeruk panas"jawab Lala takut
"sini biar saya yang bawa"
"baik tuan"menyerahkan nampannya.
Sean membawa minuman itu ke kamar ia ingin sekali menemui istrinya sejak tadi sore Bella tidak ingin bertemu Sean.Dengan alasan membawa jeruk panas ini Sean bisa menemuinya.
"sayang.....ini jeruk panasnya " seru Sean menghampiri Bella.
Bella menatap benci pria ini, "kenapa kamu yang bawa"sinis Bella
"pelayan tadi menyerahkannya kepada ku",bohong Sean
Bella hanya diam saja malas rasanya bicara dengan pria ini.Hatinya sudah sangat sakit atas perlakuan Sean yang kasar.