Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
Pernyataan Ryan.


.


.


.


" Bella " teriak seseorang di ambang pintu masuk toko.


Sean dan Bella menengok ke sumber suara tersebut, tak terkecuali Zyan pun menengok.


" ayah ian " seru zyan.


Zyan berlari menghampiri Ryan diambang pintu. Sedangkan Bella dan Sean saling menatap.


" ayah , benar kah ini ayah ? tanya zyan mengebu.


" iya jagoan ternyata kau disini "


" ayah kemana saja , Zyan kangen sama ayah " cecar Zyan.


" maaf , ayah sibuk jagoan. Ternyata kau sudah besar dan tinggi "


Bella dan Sean saling pandang, ada rasa tak suka saat Zyan menghampiri Ryan.


" mom lihat ini ayah ian" teriak Zyan mengandeng tangan Ryan.


" iya sayang "


" hai bell " sapa Ryan.


Kini Sean dan Ryan saling berhadapan ,Sean dengan tatapan tajam sedangkan Ryan menatap Sean dengan senyum mengejek.


" boy ayo kemasi barang-barangmu " perintah Sean.


" baik dad " Zyan lalu membereskan peralatan gambarnya.


" kalian mau kemana ? tanya Ryan.


" aku mau diajak jalan-jalan sama Daddy ayah, ayah ikut ya " sela Zyan.


Sean menatap tajam Ryan untuk tidak ikut dengan mereka.


" ayah terserah kamu saja Zyan "


" mommy ajak ayah ian ya , Zyan ingin main sama ayah ian " rengek Zyan.


".hmm " Bella menatap Sean yang sedang kesal.


" ayolah mom , boleh ya "


" ehm baiklah "


" hore " Zyan melompat kegirangan.


" ayo ayah " Zyan menarik tangan Ryan untuk mengikutinya.


Bella mendekati Sean. " kamu marah ? tanya Bella


"jelas aku marah bell , dia merusak jalan-jalan keluarga kecil kita " kesal Sean.


Bella tersenyum tipis. " tidak perlu khawatir , aku yakin Zyan cuma kangen aja sama Ian "


" tapi aku takut dia merencanakan sesuatu pada kita "


" jangan cemas , kau percaya padaku apapun yang terjadi aku tidak akan berpaling dari mu " Bella menyakinkan Sean.


" aku percaya padamu sayang "


" ya sudah susul mereka, aku mau pamit dulu sama Nia "


Sean mengangguk.


Setelah Bella pamit ia menyusul keluar menemui Sean.


" ada apa ini ? tanya Bella melihat Ryan dan Sean bersitegang.


" aku ingin mengajak Zyan naik mobilku " jawab Ryan.


" tidak , aku yang mengajak anakku jalan-jalan tentu saja dia naik mobilku " kekeuh Sean.


Bella menghela nafasnya.


" Zyan masuk ke mobil Daddy " perintah Bella kepada Zyan.


Zyan mengangguk.


" ian kalau kau ingin ikut kau bisa mengikuti mobil Sean dari belakang.


" tidak mau aku akan ikut mobil kalian " Ryan langsung masuk kedalam mobil Sean menyusul Zyan.


" lihat kelakuannya " geram Sean.


Bella tersenyum tipis. " sudah biarkan saja , kau tak malu bertengkar dengan Ian . Kalian sudah dewasa bahkan tua " ledek Bella.


" sayang kau meledekku tua , apa kau tahu aku masih perkasa "


Bella melotot tajam ke arah Sean.


Sean yang tak tahu malu malah nyengir lebar , ia lalu masuk kedalam mobilnya disusul Bella masuk kedalam mobil Sean.


Disepanjang perjalanan Zyan tak henti hentinya mengoceh tentang kegemaran menggambarnya.


" ayah , kau tahu Daddy membuatkan ku ruangan gambar jadi aku bebas menggambar sesukaku " oceh Zyan.


" benarkah , tapi ayah juga bisa membuat ruang gambar untuk mu kalau kau mau "


" tak perlu ayah , karena aku udah punya dari Daddy "


Sean menyunggingkan senyumnya, Ryan kalah telak olehnya.


Sedangkan Bella hanya mendengarkan saja tak berkomentar apapun.


Sampai di mall Zyan langsung menarik tangan Ryan ke area bermain.


" aku merasa terabaikan " keluh Sean , melihat anaknya lebih mengajak Ryan daripadanya.


"sudah biarkan saja , Zyan hanya kangen sama ian . Dia dari bayi sudah sama ian " Bella mengelus punggung Sean menenangkannya.


" ini pasti gara-gara aku yang telah melupakan mu "


" sudah jangan dipikirkan , sejak kapan kau baper Sean " kekeh Bella.


" sejak mengenal mu sayang " Sean mengelus pipi Bella. Padahal mereka berada ditempat umum tapi Sean seolah tak perduli dengan orang-orang yang melihat kemesraan mereka berdua.


" ayo kita lihat Zyan " ajak Bella.


Sean mengangguk , ia dan Bella melihat Zyan sedang bermain-main dengan Ryan.


" anakku malah dekat dengan pria lain aku merasa bukan Daddy nya "


" sudahlah , biarkan Zyan kangen-kangenan sama Ian. ayo duduk " kebetulan didalam area bermain tersedia tempat duduk untuk orang tua yang menunggu anak-anaknya bermain.


Sean masih terus mengawasi Zyan ia takut Ryan membawa kabur anaknya.


" Sean apakah selama ini kau tak mengingat apapun tentang aku ? tanya Bella tiba-tiba.


Sean menoleh ke arah Bella.


Bella tersenyum. " tak apa Sean , jangan dipaksakan "


" aku ingin sekali mengingat tentang kehidupan pernikahan kita , tapi tak mengingat apapun " jelas Sean.


Bella tersenyum


" apakah pernikahan kita dulu bahagia ? tanya Sean menatap lekat Bella.


Bella hanya tersenyum getir , mengingat pernikahan yang dulu bukanlah pernikahan dengan penuh kebahagiaan, walaupun diawal banyak pertengkaran sampai hati Sean bermain kasar dengannya jika Bella salah sedikit saja.


" ya bisa dibilang seperti itu " jawab Bella.


" apa aku pernah kasar padamu bell ? tanya Sean


Bella menatap Sean tanpa ekspresi. " tidak Sean ".


" syukurlah " Sean bernafas lega.


Sean kembali mengawasi Zyan.


aku pernah sakit bahkan membenci mu Sean , saking bencinya aku tak ingin hidup dengan pria arogan seperti mu , tapi seiring berjalannya waktu entah kenapa aku mencintaimu Sean. Maaf kan aku Sean .. setelah kejadian penculikan itu aku merasa bersalah padamu , kau mengorbankan nyawa mu bahkan kau sampai hilang ingatan hingga sekarang. Aku mencintaimu Sean. ucap Bella dalam lamunannya.


" mommy , Daddy " teriak Zyan menghampiri kedua orangtuanya.


" lihat aku dapat hadiah " Zyan memamerkan sebuah boneka Teddy bear kecil.


" wah kau hebat sayang " ucap Bella.


" ayah ian yang menangin ini mom "


Ryan tersenyum , sedangkan Sean ia mengepalkan tangannya kesal.


" Daddy juga bisa dapatin hadiah boneka seperti itu " ucap Sean setengah kesal.


" benarkah itu dad ? tanya Zyan tak percaya.


" iya " jawab Sean yakin.


" buktikan " tantang Ryan.


" baik " Sean berdiri mengajak zyan untuk mengikutinya.


Sean yang terpancing pun meninggalkan Bella sendiri. Kini hanya ada Ryan dan Bella saja.


" hai bell " sapa Ryan.


" hai " balas Bella.


" boleh aku duduk "


" silahkan saja "


Ryan duduk disamping Bella.


" kau masih cantik bell " puji Ryan menatap Bella.


" apa mau Ian ? tanya Bella tanpa menatap Ryan.


" aku hanya ingin bertemu denganmu dan juga menikah dengan mu " ujar Ryan.


Bella menaikkan sebelah bibirnya. " menikah ? bukankah kau akan menikah dengan gadis pilihan ayahmu "


Ryan menggeleng perlahan. " aku tak menyukainya itu hanya sebuah perjodohan konyol yang dibuat oleh kedua orang tua ku "


" jangan memaksa cinta yang lain ian , aku milik Sean dan sampai kapanpun akan seperti itu "


" tidak , jika kau menikah denganku "


" kita sudah melalui semuanya Ian , jika memang kita berjodoh kenapa tidak dari dulu saja kita menikah dan mungkin aku akan mencintaimu dulu "


" kau yang selalu menggantungkan cintaku "


" itu karena kita tak berjodoh , karena Tuhan tahu suamiku Sean masih hidup dan aku berjodoh dengannya "


" kau mau menikah lagi dengan pria arogan seperti dia , hidupmu tak aman jika bersama dia bell "


" kata siapa ? Sean sudah membuktikan ketulusan cintanya dan selalu menjaga kami walau kami tak bersama "


" aku bisa menjaga mu "


" dulu kenapa kau menghilang tanpa jejak , meninggalkan aku dan juga Zyan , pertanyaan itu yang sejak dulu ingin aku tanyakan kepada mu "


" aku meninggalkan mu karena aku ingin melupakan mu "


" begitu kah ?


" iya , dulu aku bertekad untuk melupakan mu tapi malah kau semakin larut merindukanmu, aku mulai membencimu karena kau tak bisa memilih antara aku dan juga suamimu itu "


" bukan salah cinta , tapi karena kau tak bisa menerima kenyataan "


" tak bisakah kau kembali padaku bell " pinta Ryan memohon.


" Ian , sudah ku tegaskan padamu aku tetap memilih Sean , karena dia suamiku dan juga dia ayah dari Zyan " ucap Bella tegas.


" aku bisa jadi ayahnya , selama ini aku sudah menjadi ayahnya "


" stop Ian , sepertinya bicara mu mulai ngelantur "


" aku tak ngelantur "


Bella yang mulai jengah beranjak dari tempat duduknya.


" kau mau kemana bell "


" aku mau menghampiri Sean dan juga Zyan "


" kau tak boleh pergi " Ryan mencekal lengan Bella.


Bella yang dicekal tangan oleh Ryan mencoba melepaskan cekalan Ryan.


" lepaskan " desis Bella.


" menikah denganku Bella " ucap Ryan memaksa.


Bella menatap tajam Ryan.


" jauhkan tangan mu dari lengan istri ku " teriak Sean emosi.


________________________________


.


.


.


jangan lupa like comment and vote 💐💐


.


.


.


"