Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
Bella memohon kepada sean


"hallo bell,,,,apa bibi bisa ketemu denganmu???tanya bi marni saat menghubungi Bella


"ada apa bi,,,,, sepertinya Bella gak bisa bi,,,Sean tidak mengijinkan aku keluar rumah,"


"oh gitu yaa,,, ya sudah bibi bicara di telepon saja,,,,bell,,apa benar Sean memenjarakan Devan????


"apa......aku tidak tahu bi"Bella terkejut


"kemarin Bu Marta datang ke rumah bibi,,,dia minta tolong bibi bilang ke kamu supaya suamimu mencabut tuntutannya"


"bibi tahu alasan Sean memenjarakan Devan??


"bibi sudah tanya tapi Bu Marta bilang tidak tahu"


"oh...ya sudah nanti aku coba ngomong sama Sean"


"memang kamu sedang ada masalah sama Devan??? tanya bi marni


"tidak bi,,, terakhir kali aku bertemu dia saat sedang di toko bibi waktu itu"terang Bella


"semoga saja tidak terjadi masalah apa-apa ya bell,,,bibi khawatir"cemas bi Marni


"iya bi nanti aku coba tanyakan sama Sean"


"ya sudah kalau begitu bibi tutup dulu yaa"


"iya bi". bi marni pun menutup panggilannya.


Bella mencoba menerka-nerka masalah apa yang telah terjadi hingga Sean menjebloskan Devan ke penjara.


Sore hari Sean pulang ia langsung menuju kamarnya menemui istrinya.


"bell,,,,"panggil Sean mencari keberadaan istrinya.


"aku disini"sahut Bella diluar balkon.


"bell,, sedang apa kamu disini???


"tidak ada"jawab Bella datar


Sean duduk di samping Bella,di balkon kamar Sean memang agak luas ada sofa panjang dan meja mini disekelilingnya di hiasi tanaman.


"Sean aku ingin bertanya padamu???Bella memulai pembicaraan


"ada apa,,,,??


"apa benar kamu yang menjebloskan Devan ke penjara??


Sean menatap Bella terkejut dari mana ia tahu Devan di penjara,batin Sean


"iya aku menjebloskan dia ke penjara""jawab Sean dingin


"kenapa kamu menjebloskan dia ke penjara???


"dia pantas mendapatkan itu"jawab Sean tajam


"apa masalah kemarin dia menghajar mu Sean???


"itu tak penting"


"bebaskan dia Sean"pinta Bella tiba-tiba


Sean menatap tajam ke arah Bella, sebegitu pedulinya dia terhadap mantan kekasihnya.


"aku tidak mau "geram Sean


"Sean bebaskan dia jangan sangkut pautkan masalah kita dengan dia"


"apa kau bilang,,,,,dia mencoba masuk ke dalam permasalahan kita,,dia ingin membantumu melunasi hutang-hutangmu padaku" geram Sean


Bella memejamkan matanya menghela nafas.


"apa kau yang memberi tahu dia kalau kau menjual dirimu padaku?? tanya Sean


Bella mendelik "apa,,,,,aku,,, bukankah kamu yang memberi tahu dia Sean"


Sean terdiam memang dia yang memberi tahu Devan tentang masalah hutang Bella.


"kau yang memulai nya,,,jika kamu tidak memberi tahu dia,tidak akan begini Sean"teriak Bella marah


"kau masih saja peduli padanya"sentak Sean emosi.


"bebaskan dia Sean,,,jangan bawa-bawa dia"pinta Bella melemah


"aku tidak akan membebaskannya" Sean bangkit masuk kedalam kamar.


Bella mengikuti Sean "Sean aku mohon bebaskan dia"


"kenapa kau ingin dia bebas Bella"teriak Sean emosi


"aku kasihan pada ibunya,,,ibunya meminta tolong agar kamu mencabut tuntutannya"


"tidak akan"tolak Sean mentah-mentah


"Sean tolong bebaskan dia,,,aku yang akan jadi jaminannya"mohon Bella


"aku tidak akan berpisah denganmu,,, walaupun dia mencoba melunasi hutang-hutangku,,,aku tetap tidak akan meninggalkan mu"Bella menatap lemah ke arah Sean


"kau yakin??? ucap Sean dingin


"iya aku yakin,,,aku tidak akan pernah meninggalkan mu,,, jadi aku mohon bebaskan dia"


"aku pegang janjimu,,,,kalau sampai kau tidak menepati janji mu kau tahu akibatnya Bella,,,,,,,"ancam sean penuh emosi


"terimakasih Sean,,,"


Bella akhirnya harus mengorbankan perasaan dan masa depannya untuk Devan,lelaki yang pernah ada di hatinya. Keinginan terbebas dari jeratan Sean harus pupus,ia harus berkorban lagi agar Devan bisa bebas dari ancaman Sean.


Pagi hari saat keduanya sarapan,Bella ingin meminta ijin untuk menemui Devan di penjara.


"Sean apa boleh aku menemui Devan??


"untuk apa kau menemui dia,"geram Sean menatap tajam.


"aku hanya ingin mengatakan bahwa aku takkan pernah kembali lagi padanya"


''kau akan pergi bersamaku,,,,aku hanya ingin memastikan bahwa kau benar-benar mengatakan itu padanya'"ujar Sean dingin


Bella hanya mengangguk ia tak ingin berdebat dengan Sean.


Sesampainya di penjara Bella ditemani Sean menemui Devan.


"Bella,,,,,"sapa Devan ia akan memeluk Bella tapi di tahan oleh Sean,


"jangan berani-beraninya kau memeluk istriku"Sean menatap tajam Devan seperti ingin menguliti.


"Dev,,,,aku kesini hanya ingin mengatakan sesuatu padamu"ucap Bella


"ada apa bell,,,apa kau akan kembali padaku"Devan melirik ke arah Sean,


Sean melotot tajam ke arah Devan.


Bella menggeleng "tidak,,,bukan itu,,,,aku kesini untuk mengatakan bahwa aku tidak akan pernah meninggalkan Sean sampai kapanpun"


"apa......Bella kau tidak pantas hidup dengan pria kejam seperti dia"hardik Devan.


"aku mencintai dia Dev"


Devan dan Sean sama-sama terkejut dengan ucapan Bella,Devan yang terkejut tak percaya, sedangkan Sean terkejut karena senang.


"kamu bohong kan bell"tanya devan tak percaya


"aku serius Dev,,,,jadi aku mohon padamu,,tolong lupakan aku karena aku sudah bahagia dengan Sean"mohon Bella


Sean tersenyum mengejek ke arah devan,ia merasa lebih unggul dibandingkan dengan Devan, karena Bella memilihnya.


"bell,,, jangan bohongi perasaanmu,,aku tahu pasti dia mengancam mu,,,,"


",tidak dev,,,aku sungguh-sungguh''


Sean yang dari tadi diam akhirnya angkat bicara. " sudahlah terima keputusan Bella,, karena dia sekarang istriku,,, sebaiknya kau jangan menggangu istri orang lain,,,jika tidak ingin ada masalah di hidupmu",


"pikir kan ibu mu dan masa depan mu Dev,,,, jangan ganggu aku lagi karena aku sudah bahagia"pinta Bella memohon


"tidak Bella aku akan tetap merebut mu kembali"devan bersikeras


"sekalipun kamu melunasi hutang-hutang ku,,aku tetap tidak akan pernah meninggalkan Sean,",tekan Bella agar Devan mempercayainya.


Devan meremas rambutnya Bella benar-benar tidak akan pernah meninggalkan Sean.


Sean menyunggingkan senyumnya puas melihat Devan kalut.


"ayo bell,,, sebaiknya kita pergi,,, urusan kita sudah selesai"ajak Sean.


Bella mengangguk ia menatap Devan sekejap lalu meninggalkan Devan. Sean merangkul Bella menjauhi Devan yang semakin hancur,Sean menyeringai licik penuh kemenangan. Keinginannya akhirnya tercapai Bella tidak akan pernah meninggalkannya.


Sean mengajak Bella ke kantornya,Bella tak menolak ajakan Sean. Sesampainya di ruangan sean,Bella duduk di sofa perasaannya campur aduk setelah menemui Devan. Sebenarnya Bella kasian melihat Devan yang sangat kecewa setelah apa yang di ucapkannya.


"apa kau kecewa"tanya Sean dingin,ia yakin Bella masih mencintai mantan kekasihnya.


"tidak"Jawab Bella datar


"lalu kenapa kau terlihat murung??


"tidak apa-apa Sean"Bella mencoba tersenyum


"ingat akan janjimu bell"tegas Sean


"iya Sean"Bella tersenyum kecut


Bella harus menerima kenyataan bahwa ia harus menerima Sean sebagai suaminya. Mau tidak mau Bella harus menerimanya demi orang-orang yang Bella sayangi,bi Marni dan Devan.


"sebaiknya aku pulang Sean"


"tidak,,,,, kamu tetap disini saja menemani ku berkerja"perintah Sean tegas


Bella mendesah mau tidak mau ia harus menuruti perintah Sean. Sebenarnya ia ingin menemui bibinya, tapi melihat kejadian tadi Sean tidak akan mengijinkan ia pergi.