Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
makan malam dirumah Sabrina


"nyonya mau kemana???tanya seorang pelayan wanita


"aku akan pergi ke toko kue"jawab Bella


"hari ini nyonya tidak boleh pergi,ini perintah tuan"


"kenapa aku tidak boleh pergi"


"anda harus bersiap untuk makan malam dengan keluarga nona Sabrina"sahut pelayan wanita itu.


"apa perlu aku bersiap,,,,lagian cuma sekedar makan malam."


"iya nyonya ini perintah tuan"pelayan wanita itu menunduk.


Bella menghela nafas "baiklah,,, terserah kau saja" berlalu pergi menuju taman belakang.


"maaf nyonya,,anda harus mengikuti saya"


"memangnya mau kemana??Bella mulai tidak sabar


"keruangan spa"


"di rumah ini ada ruangan spa???Bella tercengang


"iya nyonya,,mari ikuti saya"pelayan wanita itu berjalan menunjukkan ruangan spa.


Bella mengikuti pelayan wanita menunjukkan ruangan spa.


Ternyata rumah Sean ada ruangan spa nya juga,aku baru tahu,batin Bella kagum


"silahkan masuk nyonya"mempersilahkan Bella masuk


Ruangan yang begitu luas yang menghadap ke arah kolam renang,di situ terdapat kasur- kasur kecil untuk massage.


Bella berdecak kagum selama tinggal di rumah Sean ia tidak mengetahui kalau ada ruangan spa ini. Bella memulai ritual perawatan tubuhnya,dari ujung rambut hingga ujung kaki.


Setelah seharian merawat diri, bella di bantu seorang MUA memoles wajahnya.


"anda sangat cantik nyonya", Puji MUA tersebut


"terimakasih"balas Bella


"tuan Sean sangat beruntung mendapatkan anda,,,tidak perlu memoles banyak tapi anda sudah sangat mempesona"pujinya lagi.


Bella hanya tersenyum membalas pujian sang MUA.


Pukul 7 malam Sean tiba di rumah,ia menunggu Bella di ruang tamu.


"Sean,," panggil Bella


Sean yang fokus ke handphonenya menoleh ke arah suara Bella.


"bell,,,,"guman Sean pelan,ia benar-benar terpesona melihat Bella yang sedikit berbeda


Bella memakai dress berwarna hitam selutut dengan kerah sabrina, menampakan bahu mulusnya,dengan polesan makeup yang natural.


Bella menghampiri Sean menatap datar.


"kau sangat cantik sayang",Sean terpesona


"terimakasih"jawab Bella datar


"ayo kita berangkat" Sean menggandeng tangan Bella.


Setibanya di rumah Sabrina,mereka disambut oleh kedua orang tua Sabrina.


"selamat datang Sean"mama jeni memeluk Sean


"malam Tante"balas Sean


"apa kah ini istrimu Sean"mama jeni melirik Bella.


"iya Tante"


"cantik "seru mama jeni lembut


Sean lalu menyalami papa Sabrina "malam om Daniel"


"malam Sean"balas om Daniel


"ayo masuk,,,kita langsung ke ruang makan,,makan malam sudah siap"mama jeni mempersilahkan mereka berdua masuk.


"Sean kau sudah datang "sapa Sabrina menghambur memeluk Sean.


" Sabin jaga sikapmu,,"bentak mama jeni,anaknya tak tahu malu memeluk suami orang lain.


"upss sorry,,,"tanpa rasa bersalah


Bella hanya menatap datar sikap Sabrina, sebenarnya ia agak kesal juga tapi mencoba bersikap biasa.


"ayo silahkan makan ,"saat semua sudah duduk di meja makan masing-masing. Mereka makan dengan tenang tanpa bicara sepatah katapun.


Selesai menyantap makan malam mereka berlima menuju ruang tengah.


"Sean maafkan Tante sama om pas kamu menikah kita tidak bisa hadir,kami sedanga berada d London "ungkap mama jeni


"tidak apa Tante"jawab Sean


"siapa nama istri mu Sean"tanya mama jeni


"Bella,,,Arrabella "jawab Sean


"nama yang cantik seperti orangnya,benar kan pah?? menepuk paha sang suami.


"i..ya.."jawab om Daniel,


dia memang cantik,batin om Daniel mengagumi kecantikan Bella


"Sean kamu kenal dimana dengan istri mu?? tanya mama jeni


"apa kerja di toko swalayan,,,Sean sejak kapan kamu turun level menyukai gadis biasa" sambar Sabrina meremehkan


"Sabrina jaga ucapanmu"bentak mama jeni.


Sabrina mendengus sebal.


"Bella kamu sangat beruntung mendapatkan pria yang baik seperti Sean"puji mama jeni


Bella hanya tersenyum tipis,sedangkan Sean tersenyum bangga.


"harusnya Sean menikah dengan Sabrina,tapi Sabrina ingin mengejar karir modelnya,jadi tidak jadi"ungkap papa Daniel


"mungkin bukan jodoh nya pah"balas mama jeni


"kalau saja kamu lebih bersabar,kita pasti akan menikah"sela Sabrina


"Sabin..."tegur mama jeni


"om,,Tante sebaiknya kami pamit dulu,,ini sudah malam"ujar Sean, sebenarnya ia tidak nyaman saat baru tiba di rumah Sabrina tapi demi menghormati kedua orang tua Sabrina,ia harus menahannya.


"kenapa buru-buru Sean"ucap papa Daniel.


"saya sangat lelah om,,"timpal Sean berakting lesu


"ya sudah tidak apa-apa,lain kali datang lagi ya Sean" ucap mama jeni pengertian


Sean dan Bella berdiri pamit undur diri dan meninggalkan kediaman rumah Sabrina.


"sepertinya mereka tidak nyaman kita undang makan malam ya pah??? ujar mama jeni


"sepertinya"balas papa Daniel.


"jelas tidak nyaman, perempuan itu merebut Sean dariku",sergah Sabrina.


"Sabrina cukup...Sean sudah menikah jangan ungkit-ungkit masa lalu"bentak mama jeni.


Sabrina berdecak kesal terhadap ibunya, ibunya tidak pernah memihak keinginan putrinya. Sedangkan papa Daniel ingin mencari tahu asal usul Bella,ia sedikit tertarik dengan istrinya Sean.


Sesampai di rumah, Sean dan Bella menuju kamar.


"bell,,,apa kamu tidak marah saat aku membawamu ke tempat mantan pacar ku" tanya Sean,ia merasa tidak enak hati kepada Bella


",tidak" jawab bella datar. Bella pun berlalu pergi ke kamar mandi ia ingin membersihkan tubuhnya.


Sean menatap punggung Bella yang masuk ke kamar mandi. Senyum jail terbit dari bibir nya,ia ingin mandi malam dengan istrinya. Perlahan Sean mendekati pintu kamar mandi, diraihnya kenop pintu,ternyata tidak dikunci oleh Bella.


Sean masuk perlahan menutup pintu lalu menguncinya. Bella tidak menyadari kehadiran Sean,suara gemericik air yang membasahi tubuhnya menulikan pendengarannya.


Sean membuka seluruh pakaiannya,ia mendekati Bella yang sedang diguyur air shower. Memeluk perlahan dari belakang. Bella terkejut melihat Sean ada di belakang tubuh polosnya.


"Sean..."pekik Bella menoleh ke belakang


Sean tersenyum menyeringai lebar "aku juga ingin mandi sayang"


"kau bisa menungguku selesai Sean"


"kenapa tidak mandi berdua saja,,,ini lebih cepat"ujar Sean tersenyum, tangannya turun kebawah mengelus paha mulus Bella.


"Sean lepaskan"berontak Bella.


"aku akan menyabuni tubuhmu",bisik Sean bergairah


Bella menyikut tubuh Sean dengan keras,tapi Sean tidak bergeming sedikitpun. Sean meremas buah dada Bella, tangan satunya bergerilya menyentuh tubuh Bella.


"Sean,,,kumohon hentikan",Bella mendesah


"nikmati saja sayang"bisik Sean, gairahnya sudah berada dipuncak.


"Sean kumohon hentikan,,aku kedinginan"mohon Bella.


Tidak banyak kata Sean membopong tubuh polos Bella ke luar kamar mandi,mendudukkan tubuh polos Bella di bangku hias.


"tunggu,,,aku akan mengambilkan handuk untukmu" Sean menuju ruang pakaian mengambilkan handuk untuk Bella.


dasar tidak waras berjalan seperti orang purba,dengus Bella dalam hati.


Masalahnya Sean tidak memakai sehelai kain pun untuk menutupi tubuh kekarnya. Sean menghampiri Bella ia membungkus tubuh Bella dengan handuk.


"setidaknya kau pake handuk Sean"kesal Bella


"tidak perlu sayang"kekeh Sean.


Bella berdiri ia ingin mengambil baju namun ditahan oleh Sean.


"lepaskan aku Sean"menipis tangan Sean.


"kau mau kemana???


"aku mau pakai baju"


Sean menarik handuk yang membungkus tubuh Bella, menghempaskan ke sembarang arah.


"Sean..."pekik Bella marah


"aku tidak mengijinkan kamu memakai baju" Sean mendekati Bella perlahan


Bella menatap tajam Sean,ia tahu bahwa Sean ingin bercinta dengannya. Bella akan melarikan diri,tapi Sean dengan cepat merangkulnya.


."kau senang sekali lari-lari sayang"Sean menyeringai memeluk tubuh Bella


"lepaskan"Bella memukul dada bidang Sean. tapi Sean terkekeh geli. Bella selalu menolak dirinya untuk bercinta, tetapi Sean sangat menyukai sifat Bella seperti ini.


Sean membawa Bella ke arah ranjang mengukung nya,tidak pikir panjang Sean meluncurkan aksinya. Awalnya Bella memberontak tapi Sean bisa membuat Bella terbuai oleh sentuhan dan cumbuan Sean.


Sean selalu ahli menaklukkan wanita di ranjang tak terkecuali Bella,yang selalu menolak mentah-mentah saat Sean ingin bercinta dengannya.