
"ada apa bell,,,ko pagi-pagi sudah ada disini??? tanya bi Marni
"tidak apa-apa bi,, aku kangen beberapa hari ini tidak kesini"jawab Bella.
"bagaimana hubungan mu dengan Sean??? tanya bi Marni lagi
"hubunganku baik-baik saja bi,,," Bella tersenyum.
"syukurlah kalau gitu,,,,apa sean memperlakukan mu dengan baik bell???
deg...
"hmm,,,Sean baik padaku bi,,,,bibi tidak usah khawatir."
"kamu harus jaga baik-baik hubungan suami istri bell,,," pesan bi Marni
"iya bi,,,,aku akan ingat pesan bibi"
"oh ya bi,,,ada kabar dari Devan??? sambung bella
bi Marni mendelik "untuk apa kamu menanyakan dia lagi bell"
"aku takut Sean yang membuat Devan pindah keluar kota"
"sudahlah bell,,,mau Sean atau kemauan Devan sendiri,,itu sudah bukan urusanmu lagi,,,ingat kamu sudah menikah,,jangan buat masalah bell" ungkap bi Marni setengah berteriak
Bella menghela nafasnya " iya bi,,,,,maafkan aku,"
Kemudian keduanya terdiam.
"bell,,,jaga perasaan Sean,,, sepertinya dia sangat mencintai mu" ucap bi marni pelan
"iya bi " Bella tertunduk
"ya sudah,,,bibi ke belakang dulu ya bell,,,"ujar bi Marni
Bella mengangguk, diliriknya jam tangan masih pukul 11 siang masih ada waktu pikir bella.
"hai " sapa Ryan
pria menyebalkan ini lagi, gerutu Bella dalam hati
"pergi,,,aku tidak ingin berbicara padamu"ketus Bella
"kenapa,,,,tadi kamu mengejar ku,,," ledek Ryan
Bella berdiri menghampiri Ryan.
"sekarang kamu tidak bisa lari lagi" Bella mencekal tangan Ryan.
Jantung Ryan berdegup kencang,Bella benar-benar dekat dengan wajahnya. Ryan terkesima melihat wajah Bella yang cantik,aroma tubuh Bella menggetarkan seluruh tubuhnya,ia masih tidak bergeming sejurus kemudian Bella memelintir tangan Ryan sampai ke pinggang nya.
"aw .."pekik Ryan ia baru tersadar
"memangnya enak" sinis Bella
"enak bell,,,apa lagi kalau posisi kaya tadi pagi" seringai Ryan
"kau,,,",Bella semakin memelintir tangan Ryan.
"aduhh,,,,iya iya aku minta maaf" rintih Ryan pura-pura kesakitan, pelintiran Bella tidak terasa oleh Ryan yang berbadan tegap dan atletis.
Bella melepaskan pelintiran nya,menatap sebal Ryan.
"kau membuatku jengkel ian" kesal Bella
"jangan begitu,,,nanti kamu jatuh cinta lagi sama aku,,,,eh tapi kamu sudah punya suami yaa,,,tapi aku rela jadi suami kedua mu"
"in your dream " Bella melangkah keluar dengan perasaan kesalnya.
Ryan tertawa senang melihat sikap Bella yang galak dan jutek, seperti mendapatkan semangat baru dalam hidupnya.
bella,. you are so beautiful,,,aku sangat mendambakan mu bell,,,andai kamu belum menikah akan ku pastikan kau akan menjadi milikku,, tak kan ku biarkan orang lain menyentuh mu,batin Ryan.
Pukul satu siang Bella sudah tiba dirumah Sean,ia langsung pulang setelah memelintir tangan Ryan, rasa emosi di dirinya sampai ia lupa berpamitan dengan bibinya.
"nyonya,,," sapa Lala
"La,,,buatkan aku segelas es jeruk,..panas sekali hawanya" Bella membutuhkan air dingin untuk menyegarkan tenggorokan nya yang lelah berdebat dengan Ryan.
"baik nyonya"
Bella duduk di sofa ruang tamu menengadah kepala nya di sofa,lelah rasanya bila bertemu pria yang menyebalkan seperti ian,di rumah ada Sean yang menyebalkan di toko Ryan,dua pria dengan karakter yang berbeda, tapi sama-sama menyebalkan,pikir Bella.
" ini nyonya minumannya" Lala meletakkan es jeruk di meja.
"terimakasih La" balas Bella tersenyum,lalu ia meneguk es jeruk tersebut.
"maaf nyonya ada titipan dari tuan Sean"
"apa ???
"gaun untuk pesta" jelas Lala
"oh iya,,,kapan aku harus bersiap???
"acaranya jam 7 malam,jadi nyonya bersiap dari sore"jawab Lala
"baiklah"
"sebentar saya ambilkan gaunnya" Lala melangkah pergi mengambil gaun titipan Sean.
"ini nyonya " Lala menyerahkan paper bag
"terimakasih La"
"iya"
hahh pesta,, hanya orang-orang kaya yang selalu mengadakan pesta.
Aku rindu jadi orang biasa, guman Bella dalam hati.
Sean dan Bella bersiap pergi ke pesta,Sean memakai setelan jas berwarna navy,sedangkan Bella memakai gaun berwarna navy yang menutup seluruh tubuhnya, senada dengan setelan jas Sean ,rambutnya dibiarkan terurai.
Sesampainya di hotel tempat yang diadakan pesta Sean menggandeng tangan Bella menghampiri semua rekan bisnisnya satu persatu. Sean sangat disegani oleh semua rekan bisnisnya. Sean yang tampan berkarisma dan berwibawa membuat orang segan dan kagum padanya.
Tapi menurut Bella suaminya ini sangat menyebalkan dan mesum.
"Sean aku haus"bisik Bella di telinga Sean
"ya sudah ayo kita ke sana " tunjuk Sean ke arah meja yang menyediakan minum.
Menyapa rekan bisnis Sean satu persatu membuat tenggorokannya kering,di tambah lagi Bella harus selalu tersenyum,membuat wajahnya jadi kaku.
"Sean " sepasang pria dan wanita yang tidak lain orang tua Sabrina
"om,,, Tante,,," balas Sean menyalami keduanya, Bella pun ikut menyalami.
"kau kesini juga Sean" tanya om Daniel
"aku bagian dari acara ini om"
"begitu,,,memang Suhendro sangat loyalitas terhadap rekan-rekan bisnisnya" sahut om Daniel
"iya,,,tadi siang kami telah meresmikan gedung apartemen baru"
"wah,,,hebat sekali...kau memang pintar Sean bisa menggaet investor seperti Suhendro"
"terimakasih om,,itu bukan apa-apa"
"pah,,, mama ke toilet dulu ya" ijin Tante jeni
"iya,,,"
Sean dan om Daniel melanjutkan obrolan nya tentang bisnis, sedangkan Bella hanya jadi pendengar setia,ia tidak begitu mengerti tentang dunia bisnis.
Seseorang menghampiri mereka,meminta Sean untuk menyambut para tamu di atas panggung.
"bell,,,aku tinggal dulu yaa,,,tetap disini" perintah Sean tegas
Bella mengangguk. Sean pun menuju panggung menyampaikan beberapa patah kata untuk menyambut para tamu.
"dimana Sean mendapatkan mu??tanya om Daniel kepada Bella
"maksud tuan "Bella bingung.
"saya sudah tahu bahwa kamu menikahi Sean karna kamu punya hutang padanya"
Bella hanya diam dengan ekspresi datar nya,tapi didalam hatinya ia takut masalah pribadinya ada yang tahu.
"berapa hutang mu kepada Sean?? tanya om Daniel menatap Bella
"tidak ada hutang diantara pernikahan kami tuan,"sanggah bella
"ck,,,saya sudah mengetahui semuanya Bella,jangan kau coba tutupi,, berapa hutangmu,,saya akan membayarkan nya"
"tidak ada" kekeuh Bella
"saya bisa membayarkan hutangmu,,tapi dengan syarat kau mau menjadi sugar baby ku" om Daniel menyeringai.
Bella menatap sorot mata pria 50 tahun itu, walaupun tua tapi Daniel masih terlihat gagah dan tampan di usia senjanya.
"jaga ucapanmu tuan" desis Bella
"jangan munafik Bella,gadis seperti mu rela menyerahkan tubuhnya hanya demi uang,,,kau tahu Bella,Sean bukan tipe lelaki setia,saya tahu perjalanan hidupnya,,ia sering meniduri wanita yang dikencaninya, bergonta-ganti pasangan bahkan wanita panggilan pun sering ia tiduri"
Dada Bella bergemuruh mendengar perkataan om Daniel yang menghina dirinya,dan kenyataan Sean yang sering bergonta-ganti pasangan.
"Sean hanya menginginkan tubuhmu saja,,dia tidak akan pernah berkomitmen dengan satu wanita, sebelum kau di buang olehnya,terima lah tawaran dariku menjadi sugar baby ku,,saya tidak keberatan kau bekas Sean,,,saya yakin kau gadis yang menggairahkan bella" ucap om Daniel
Hati Bella sangat sakit mendengar perkataan om Daniel, terlebih mendengar Sean hanya menginginkan tubuhnya saja,dan sebentar lagi ia akan dibuang bagai sampah.
Bella menatap nanar Sean di atas panggung,sakit rasanya jika itu benar yang dikatakan oleh om Daniel.
"Sean tidak akan pernah mencintaimu,,dia hanya memanfaatkan tubuhmu saja,, setelah puas kau akan dibuang,,kau hanya gadis biasa Bella,..putriku saja yang cantik, berpendidikan dari kalangan atas Sean mencampakkan nya,,, bagaimana denganmu yang hanya dari kalangan bawah" om Daniel terus menerus memprovokasi Bella
Bella sudah tak tahan mendengar perkataan om Daniel, hatinya sangat hancur, Bella membenarkan ucapan om Daniel,Sean tidak mungkin mencintainya,ia hanya gadis dari kalangan orang biasa yang Sean beli untuk dijadikan istrinya.
Dada Bella benar-benar sesak.ia mencoba menahan gejolak rasa sakit nya.
"sudahlah Bella sebelum kau dibuang datanglah padaku,jadi sugar baby ku,,aku akan menjamin hidupmu,,"bujuk om Daniel.
"tolong pergi tinggalkan saya" Bella melotot tajam kearah om Daniel
"oke baiklah,,,tapi ingat tawaran ku masih berlaku" Daniel pun pergi dari hadapan Bella.
Tak terasa butiran air mata keluar dari matanya,Bella benar-benar sakit hati, penghinaan yang Daniel berikan,tawaran yang menyakitkan,dan kenyataan seorang Sean yang hanya menginginkan tubuhnya saja, hatinya sangat hancur.
Tak ingin menunggu lama lagi di acara pesta itu,Bella pergi meninggalkan hotel,ia tidak peduli lagi dengan Sean suaminya,hatinya benar-benar hancur.
Berjalan terus tanpa arah tujuan, hatinya benar-benar sakit.
jadi ucapan cinta yang kau katakan hanya lah bualan semata Sean,,kau hanya menjadikan ku pemuas nafsu mu, jerit Bella dalam hati.
(menunggu sinyal buat up,sedih hatiku huhuhu
sesedih hati bella. sinyal nya lagi eror jadi agak lama update, terimakasih kasih masih setia menunggu)
jangan lupa like comment and vote 💐💐💐