
Seminggu berlalu, Bella,Zyan dan Ryan sudah berada di Jakarta, Ryan mengantar kan Bella kerumah bi Marni. Zyan sangat antusias karena ia akan bertemu dengan Oma nya yang hanya ia lihat di layar handphone saja.
"mom...rumah Oma jauh ya...ko belum sampai-sampai "? tanya Zyan berada didalam mobil Ryan.
"sebentar lagi sayang " jawab Bella.
"Zyan sudah tidak sabar ya ketemu sama Oma " seru Ryan.
"iya ayah...Zyan sangat senang sekali,,Oma sudah janji bakal bawain Zyan kue yang banyak " celoteh Zyan.
Bella dan Ryan tertawa mendengar coletehan Zyan yang begitu menggemaskan.
Tak lama mobil Ryan sampai didepan rumah bi Marni. Bella sebelumnya telah memberi tahu bi Marni bahwa ia dan Zyan akan berkunjung ke rumahnya.
Bi Marni sudah ada didepan teras rumahnya, menyambut kedatangan Bella dan Zyan. Dengan buru-buru Zyan berlari menghambur ke pelukan Oma nya.
",Oma " teriak Zyan.
"sayang " menggendong Zyan.
Bella dan Ryan menghampiri bi Marni.
"Bella ,,,,,Ian " sapa bi marni.
"bi " balas Bella
"ayo masuk " ajak bi Marni.
Mereka pun masuk kedalam rumah bi Marni. Zyan masih digendongan bi Marni.
"Zyan turun dulu sayang " perintah Bella.
"oke mom " Zyan duduk disebelah Omanya
"kalian apa kabar...bibi senang kamu pulang bell,,,"
"maafkan Bella bi baru bisa kesini "
"tidak apa-apa,,,bibi mengerti kamu pasti masih trauma datang ke kota ini"
"Oma ini kuenya buat Zyan semua " sela Zyan, melihat dimeja begitu banyak kue dan cake.
"iya sayang,,pilih lah yang Zyan suka "
"asyik " Zyan berjingkrak senang.
"oh ya bell,,,,apa kamu mau tinggal disini ???tanya bi Marni,
"tidak bi,,,,aku tidak mungkin meninggalkan pekerjaan ku disana "
bi marni tertunduk sedih.
"maafkan Bella ya bi, "
"tidak apa bell...tapi kamu sering berkunjung ya ke rumah bibi "
."iya bi pasti "
"Bu...saya sudah melamar Bella " seru Ryan.
"benarkah??? bi Marni tampak terkejut
"iya Bu...saya sudah melamar Bella dan dia menerima lamaran saya "
"bibi ikut senang, sebaiknya kamu segera menikah bell...kasian Zyan ia butuh sosok ayah ditumbuh kembangnya"
"iya bi..." jawab Bella.
"jadi kapan kalian akan menikah ???
"kami akan kerumah orang tua saya dulu Bu,,, saya akan mengenalkan Bella pada orang tua saya " ucap Ryan
"bibi setuju,,,restu orang tua itu penting..."ucap bi marni.
"ya sudah kamu istirahat dulu bell,,, memang kapan mau kerumah kamu Ian??? lanjut bi marni
"nanti malam bu,,,,saya akan ajak Bella dan juga Zyan "
"oh begitu... memang mau berapa hari kalian disini???
"hanya dua hari bi " jawab Bella.
"sebentar sekali "
"iya bi...Bella tidak bisa ambil cuti,,, pekerjaan Bella sangat banyak di kantor."
"ya sudah tidak apa-apa,,,kamu kesini aja bibi udah senang bell,,,apa lagi ketemu Zyan "
Mereka pun melanjutkan obrolan nya, tak terasa sore menjelang, Ryan pamit ia akan memberi tahu orang tua akan mempertemukan Bella dan juga zyan.
"aku pamit,,, nanti aku jemput " Ryan pamit.
"oke "
Ryan menuju mobilnya lalu menancap gas meninggalkan rumah bi Marni.
" bell " panggil bi Marni
"iya bi ,,,,ada apa???
"apa kamu sudah yakin akan menikah dengan Ian???
"aku yakin bi,,,ini demi Zyan... aku tidak ingin Zyan diolok-olok teman sebayanya....aku merasa sakit hati setiap kali Zyan mengadu sering di ejek oleh teman-temannya."
"jadi karna itu ???
"entahlah bi...aku belum bisa mencintai Ian,...dia memang pria baik,, dia yang selalu ada saat aku terpuruk,,, merawat ku saat aku depresi... menjaga dan memperlakukan Zyan layak anak kandungnya... tapi perasaan ku padanya tidak layaknya seperti saudara bi"
"bibi tahu,,,kamu belum bisa melupakan Sean,, tapi percayalah bell,,,Ian pria baik,,,dia pasti akan selalu menjagamu,,,lupakan Sean dia sudah tenang di alam sana,..kini kamu harus memulai lembaran baru,,, jangan terus menoleh ke belakang bell,,,,kamu harus fokus dengan masa depan Zyan dan masa depanmu "
"iya bi,,,,semoga ini jalan yang terbaik "
"iya bi,,, terimakasih"
Malam datang, Ryan bersiap menjemput Bella dan Zyan . Wajah Ryan begitu sangat senang bahkan senyum dibibir nya tak pernah lepas.
Bella dan Zyan sudah menunggu di teras rumah bi marni.
"Bi aku gugup,,, bagaimana nanti kalau orang tua Ian tidak menyukai ku " ucap Bella cemas.
"tenanglah bell,,,, pasti semua baik-baik saja,selagi ada Ian disamping mu "
Bella mondar-mandir ia benar-benar gugup dan takut jika keluarga Ryan tidak menerimanya.
"mom, berhentilah,,,aku pusing melihat mommy mondar mandir" seru Zyan.
Bella tersenyum, Zyan memang pintar sekali bicara, kadang bicara nya seperti orang dewasa.
"mommy ....." belum sempat Bella melanjutkan kata-katanya, mobil Ryan tiba di depan rumah bi Marni.
" itu mobil ayah ian mom " tunjuk Zyan.
Bella menoleh dan benar saja Ryan menghampiri Bella dengan setelan jas yang pas di badannya, menambah aura ketampanannya.
"hei bell " sapa Ian.
"hei jagoan,,,,,apa kalian sudah siap " ucap Ryan.
"sudah yah.... mommy dari tadi mondar mandir terus nungguin ayah " celetuk Zyan.
Ryan menatap Bella, yang ditatap tidak bergeming sedikitpun.
"ya sudah ayo kita berangkat"
"ayooo " teriak Zyan semangat.
"bi Bella pergi dulu ya " pamit Bella kepada bibinya.
"iya hati-hati bell "
"Bu saya bawa Bella dulu ya " ucap Ryan.
"iya ian,,, hati-hati dijalan."
"Oma aku pergi dulu ya " seru Zyan.
"iya sayang"
Mereka pun masuk ke dalam mobilnya Ryan, perjalanan menuju tempat pertemuan tidak begitu lama hanya sekitar 20 menit. Kedua orang tua Ryan memang meminta Ryan untuk bertemu di resto saja tidak dirumahnya.
Sampai di restoran Ryan menggandeng tangan Zyan di ikuti Bella dibelakangnya.
"pah..mah " seru Ian,,mereka menghampiri kedua orang tua ryan.
"hei sayang " balas Anita mamanya Ryan.
"kenalkan...ini Bella " Ryan memperkenalkan Bella kepada orang tua Ryan.
Kedua orang tua Ryan saling menatap nampak raut keterkejutan di wajah mereka.
"Bella Tante " Bella mengulurkan tangannya.
Anita menyambut uluran tangan Bella begitu pun dengan suaminya Suhendro, ia membalas uluran tangan Bella.
"dan ini anak Bella ,Zyan "
Zyan dengan sopan meraih tangan kedua orang tua Ryan, menyiumi satu persatu.
Mereka pun duduk dimeja yang telah dipesan.
Tak lama makanan datang,mereka menyantap makanan terlebih dahulu, baru setelah nya mereka mengobrol.
Suhendro dan Anita tampak saling pandang, mereka merasa canggung menanyakan perihal kehidupan Bella.
"nak Bella...apa kamu yakin dengan Ryan?? tanya Anita.
"saya yakin Tante,,,,Ryan pria baik dan sopan,,,saya sudah lama mengenalnya "
"saya tidak keberatan dengan hubungan kalian,,,tapi Bella apakah kamu sudah benar-benar yakin??? tegas Suhendro.
"saya....."
"pah...Bella sudah menerima lamaran ku,,,tentu dia sangat yakin" sambar Ryan.
Bella merasa kedua orang tua Ryan , seperti tidak menyukainya.
"Ryan...." seru Suhendro
"pah " Ryan menekan suaranya.
Suhendro mendesah begitu pun Anita,, mereka tidak mau Ryan kecewa.
"ya sudah...kapan kamu mau melangsungkan pernikahan??? tanya Suhendro
"secepatnya pah,,," jawab Ryan.
"mama hanya bisa mendukung kalian saja,,,mama tidak akan memaksakan kehendak kalian,,,jika memang semuanya sudah siap- "
"kami yakin mah " tukas Ryan.
Bella merasa canggung berada diantara kedua orang tua Ryan. Kedua orang tua seperti menjaga jarak dengan nya.
Makan malam berjalan baik, walaupun hanya Ryan yang terus menerus menjawab pertanyaan kedua orang tuanya, tak sedikit pun kata yang Bella lontarkan, semuanya Ryan yang menjawabnya. Seperti tembok yang menghalangi , Ryan membentengi Bella dengan pertanyaan orang tua nya.
_____________________________________________
Dukung terus yaa like comment and vote
Biar author semangat up nya 🥰🥰🥰🥰
Happy reading 💐💐💐