
Selama tinggal di Osaka Ryan mencoba membawa Bella ke psikiater untuk pemulihan psikisnya. Memang tidak mudah menyembuhkan orang yang psikisnya berada dititik depresi,tapi Ryan setia menemani hari-hari Bella yang terbilang menyakitkan.
Dua bulan berlalu, kondisi mental Bella mulai berangsur membaik, walau kadang mimpi buruk selalu menghantuinya setiap malam.
Kini Bella dan Ryan tengah menikmati secangkir teh hangat di teras belakang.
"ian... terimakasih telah menemani hari-hari menyakitkan ku selama disini " ucap Bella
" sama-sama bell,,, aku akan terus menemanimu sampai kamu benar-benar pulih,"
"tapi....kamu tinggal begitu lama disini,apa temanmu tidak keberatan kita tinggal di rumahnya,,,dan lagi kamu dapat uang dari mana selama tinggal disini,, kamu membiayai perawatan ku yang mungkin sedikit mahal, apa lagi biaya psikiater itu sangat mahal, " Bella mulai curiga dengan finansial Ryan yang terbilang cukup banyak uang,padahal Ryan hanya pegawai biasa di toko kue bibinya.
Ryan menghela nafasnya.
"apakah kalau aku jujur kamu akan marah padaku bell??? Ryan menatap dalam kedua mata Bella.
"jujur lah...meski itu menyakitkan "
Ryan menghembuskan nafasnya perlahan
"Bella ini adalah rumahku..aku berbohong padamu bahwa ini rumah temanku,,,aku tidak ingin kau tahu,,, sebenarnya aku bukan orang dari kalangan biasa,,aku terlahir dari kalangan orang berada, aku mempunyai perusahaan yang aku rintis dari semenjak kuliah di Kanada, perusahaan ku berkembang pesat, setelah itu aku pulang ke Indonesia, merintis usaha baru, tapi ayahku ingin aku memimpin perusahaan nya, sedangkan aku tidak ada hak untuk memimpin perusahaan ayahku,,,yang lebih berhak itu kakak ku,,yang kini tinggal di Paris.,ayahku selalu memaksa kehendaknya, lalu aku pergi dari rumah menjalani kehidupan yang biasa,, hingga akhirnya aku bertemu dengan bibi mu,,,dia menawari ku pekerjaan,,lalu aku mau bekerja ditoko kue bibi mu" jelas Ryan panjang lebar
"berarti kamu anak orang kaya "
"yang kaya orangtua ku bell,,,bukan aku " kekeh Ryan.
"kamu ini ...sama saja "
"memangnya kenapa kalau aku anak orang kaya???
"tidak apa-apa,,,hanya saja aku tidak suka dengan orang kaya....mereka semena-mena menindas rakyat jelata "
"tapi kamu menikah dengan orang kaya " timpal Ryan.
"benar....ah...aku jadi kemakan ucapan ku"
"aku sudah jujur padamu,,,apa kamu marah padaku???
",tidak.....aku senang kalau kamu jujur," Bella tersenyum.
Ryan tersenyum.
"bell...apa kamu masih mengingat suamimu???tanya Ryan hati-hati
Bella menghela nafasnya, pandangannya lurus
"aku masih mengingatnya,,tapi aku coba untuk ikhlas,,tidak selamanya yang kita miliki akan menjadi milik kita selamanya.,,ya walau kadang aku kesal pada diriku sendiri,,,kenapa masih belum bisa merelakan Sean pergi untuk selamanya..tapi berkat mu aku bisa merelakan semuanya,, melepaskan Sean yang sudah tiada, melepaskan penyesalan yang terus bersarang di benakku,,, terimakasih ian " Bella tersenyum tipis.
Ryan menggenggam tangan Bella, menyalurkan kehangatan pada tangan Bella.
"aku berjanji padamu aku akan menjagamu" ucap Ryan.
"terimakasih.." balas Bella.
Tiba-tiba Bella merasakan perutnya begitu sangat mual, ia berlari menuju wastafel yang berada di dapur. Bella mengeluarkan semua isi dalam perutnya, Ryan pun ikut berlari menghampiri Bella yang sedang memuntahkan isi perutnya.
"kamu kenapa bell " Ryan memijit tengkuk Bella perlahan.
"entahlah,,,perutku rasanya tidak enak,, beberapa hari ini,,,tapi baru sekarang aku muntah"
"kenapa kamu tidak bilang padaku,,,kalau kamu sakit" ucap Ryan cemas.
"gak apa-apa ian,,mungkin cuma masuk angin biasa " Bella membasuh mulutnya, mengelapnya dengan tisu.
"sebaiknya kita kerumah sakit "ajak Ryan
"tidak usah,,,aku baik-baik saja "tolak Bella
"ya sudah kamu istirahat " ryan memapah Bella menuju kamarnya.
Bella berbaring di kasurnya,Ryan menyelimuti tubuh Bella.
"mau ku buatkan sesuatu,, "
"tidak usah...aku hanya ingin istirahat"
"baiklah,,, istirahat lah" Ryan berlalu keluar dari kamar Bella.
Bella mulai memejamkan matanya.
Ryan tengah menghubungi seorang dokter yang ada di Osaka, ia meminta dokter itu datang kerumahnya, untuk memeriksa keadaan Bella, Ryan sangat khawatir dengan kondisi kesehatan Bella.
Tak membutuhkan waktu lama, dokter itu datang.
"hallo Ryan "
"hallo dokter Kenji " Ryan menjabat tangan dokter Kenji, dokter muda yang sepantaran dengan Ryan, Kenji dan Ryan berteman sejak kuliah di Kanada dulu.
"siapa yang sakit " tanyanya.
"ayo ikut denganku" ajak Ryan melangkah menuju kamar Bella.
Ryan mengetuk pintu kamar bella,namun tidak ada sahutan lalu ia berinisiatif membuka pintu kamar nya. Bella tengah terlelap.
Ryan menghampiri Bella, mengusap-usap tangan Bella,
"ian..." Bella terbangun
"Bella,,,kamu diperiksa dulu ya,,oleh dokter Kenji"
"tapi aku baik-baik saja"
"aku khawatir bell,,,mau ya " mohon Ryan.
"baiklah "
"apa yang kau rasakan??? tanya Kenji
Bella sedikit kaget dokter Kenji bisa berbahasa Indonesia, padahal dari wajahnya sangat kental orang Jepang.
"aku merasa mual,, agak pusing,dan lemas "
"apa terakhir kau datang bulan " tanya dokter Kenji, membuat Bella dan Ryan bingung dengan pertanyaannya.
"aku tidak ingat,,, sepertinya sudah sangat lama"
" ada apa Ken " tanya Ryan penasaran
"aku tidak tahu pasti,,,tapi sepertinya dia hamil " jelas Kenji.
"apa hamil " teriak Bella dan Ryan kompak.
"lebih jelasnya, kalian periksakan saja ke dokter kandungan,, "
"ah ya.... baiklah " jawab Ryan.
Kenji merapikan barang-barangnya. memberi Bella obat vitamin.
"terimakasih " ucap Bella.
"sama-sama," Kenji beranjak dari kamar Bella.
"aku akan antar Kenji dulu ke depan "
Bella hanya mengangguk, ia memegang perutnya,anak yang selalu di idam-idamkan Sean akhirnya tumbuh di rahimnya,tak terasa air mata Bella mengalir, ia merindukan suaminya Sean.
"apa kau yakin Ken ???tanya Ryan saat di ruang tamu.
"aku memang bukan dokter kandungan,tapi sepertinya dia memang sedang hamil"
Ryan mendesah.
"kenapa,,, bukan kah harusnya kamu senang Ryan"
"aku tidak tahu,,,,"
"kau senang melakukannya tapi tidak senang saat dia hamil "
"itu bukan anakku,,,,lagian kami hanya berteman,,ia sudah menikah "
"what....jadi kau membawa kabur istri orang" teriak Kenji
"tidak... ceritanya panjang,,nanti aku ceritakan"
"baiklah " Kenji menghela nafasnya, " kalau begitu aku pamit.... sebaiknya kau bawa saja ke dokter kandungan untuk lebih jelasnya" Kenji menepuk pundak Ryan.
"terimakasih Ken,"
Setelah kepulangan Kenji,Ryan menuju kamar Bella.
" bell..." panggil Ryan, ia menghampiri Bella yang terduduk di kasurnya.
" aku hamil....dan suami ku tak ada " lirih Bella
"jangan sedih bell,,,,ini adalah jalan takdir...kamu jangan menyalahi kehendak Tuhan"
"tidak ian,..hanya saja apa aku bisa membesarkan sendiri "
Ryan tersenyum, "ada aku bell,,,aku sudah berjanji padamu untuk menemanimu setiap saat"
"tapi......" Ryan meletakkan telunjuk tangannya dibibir Bella.
"aku sayang padamu bell ..aku akan menemanimu sampai kapanpun" ucap Ryan. Bella sedikit terkejut Ryan menyatakan perasaan sayangnya,
"sebaiknya kita siap-siap pergi ke dokter kandungan,,,agar lebih jelas"
Bella hanya mengangguk menuruti perintah Ryan.
Dirumah sakit Ryan dan Bella menemui dokter kandungan, dan benar saja Bella hamil 3bulan, Bella seakan tak percaya,namun dokter memberikan foto USG bayinya, yang masih sangat kecil. Bella menangis haru,ada malaikat kecil didalam rahimnya.
Diperjalanan pulang dari rumah sakit, Bella tak henti-hentinya mengusap perutnya,kadang ia tersenyum kadang sedih sampai meneteskan air mata.
"Bella...ingat kata dokter,,kamu tidak Boleh stress..jaga kondisi kamu" pesan Ryan. saat tiba dirumah
"iya ian,,,aku akan selalu ingat. aku bahagia aku hamil,,,aku akan menjaga satu-satunya harta yang paling berharga yang Sean berikan" Bella tersenyum sambil mengusap perutnya.
Ada perasaan aneh di benak Ryan,ia seakan cemburu saat mendengar Bella mengatakan suaminya.
"sebaiknya kamu istirahat ya...ingat pesanku"
"iya baiklah,,,aku ke kamar dulu " Bella melangkahkan kakinya menuju kamarnya.
Ryan duduk disofa pikiran melayang entah kemana, ada rasa tak rela saat Bella hamil, tapi ia juga senang saat Bella terus menerus tersenyum bahagia.
aku tidak boleh egois... yang terpenting Bella bersamaku....batin Ryan.
_______________________________________________
Dukung terus yaa like comment and vote
Biar author semangat up 🥰🥰🥰
happy reading 💐💐💐