
Bella telah sampai di rumahnya, hari ini terlalu banyak kejadian yang membuat dirinya terasa lelah. Ia langsung membersihkan diri.
Setelah selesai Bella menghampiri Zyan yang sedang bermain mobil-mobilan di teras belakang rumahnya.
"Zyan sedang apa sayang " Bella menghampiri Zyan.
"main mobil-mobilan mom "
"kamu sudah makan sayang "
"sudah mom "
Bella tersenyum menatap Zyan yang sedang bermain.
"mom,,,boleh aku tanya "
"iya sayang,,,Zyan mau tanya apa?? jawab Bella lembut.
"apakah benar mom,Daddy aku masih hidup ???
ah ternyata dia memikirkan ucapan Sean kemarin
"Daddy Zyan cuma ayah ian sayang " elak Bella.
"gitu ya mom " Zyan terlihat sedih
"memangnya Zyan tidak mau sama ayah ian ???
"Zyan seneng mom,,,tapi kan Zyan pengen juga punya Daddy kandung"
"ayah ian juga Daddy Zyan,"
"tapi temen-temen Zyan bilang kalau ayah ian bukan ayah kandung Zyan "
Bella tersenyum walaupun terasa sakit, Bella mengelus rambut Zyan.
"kita jalan-jalan yuk sayang "
"jalan-jalan ke mall ya mom " pinta Zyan.
"iya boleh "
"hore " teriak Zyan girang.
"ayo ganti baju dulu "
" oke mom "
Di apartemen Sean.
"sebaiknya kalian pulang " usir Sean
"gue juga akan pulang tanpa dipinta sama loe " jawab Ryan berlalu pergi.
kini hanya tinggal Ramon yang masih berada di apartemen Sean.
" Sean apa yang kau lakukan pada Bella "
"maksudmu,,,,aku tak melakukan apapun padanya"
"jangan bohong kau Sean,,, tidak mungkin ian menghajar mu tanpa alasan "
Sean terdiam ia sedang mengompres wajah lebamnya.
"kau memperkosa Bella Sean " tekan Ramon.
"iya " jawab Sean.
"kau gila Sean,,,kenapa kau lakukan itu padanya ,,,, " teriak Ramon.
"dia masih istriku "
"Bella saja tak mengakui mu sebagai suaminya,, kau masih tetap ngotot "
"sudah lah,,,pergi sana kau cerewet Ramon. " usir Sean jengah.
"ya sudahlah...gue cuma ingetin kau ya,, jangan macam-macam sama Bella,,dia karyawan ku,,, kalau ada hal yang membuat dia terluka, gue gagal investasi di perusahaan loe " kecam Ramon.
"loe ngancem gue Ramon " bentak Sean.
"gue gak peduli,,, karna Bella karyawan terbaik gue,,,gue gak mau kehilangan dia " tekan Ramon .
"dia gak butuh kerja di perusahaan loe,,,dia bakal jadi nyonya Sean Wiraguna " ucap Sean bangga.
"kalau dia mau,,,kalau gak,,,gigit jari loe " gelak Ramon.
"sialan kau " runtuk Sean.
"gue balik,,, gara-gara kalian gue ninggalin kerjaan gue "
"siapa suruh kau kemari"
" gue kemari karna gue takut kalian baku hantam,,, nyatanya emang bener,,,tapi gue gak bisa lerai,,,, akhirnya gue panggil Bella "
"jadi kau yang panggil Bella kesini " Sean melotot tajam ke arah Ramon.
"iya biar kalian berhenti baku hantamnya.... udah akh gue mau balik kantor....gue males sama tingkah loe yang keterlaluan" sarkas Ramon.
"ya sana balik... kenapa masih disini " usir Sean.
Ramon menggeleng kepalanya ia pun beranjak pergi dari apartemen Sean.
Di mall
Bella dan Zyan tiba di pusat perbelanjaan Zyan langsung meminta ke arah area bermain. Disana Zyan dan Bella bermain, semua permainan mereka coba. Dengan berjalan-jalan dengan Zyan rasa penat dihatinya setidaknya berkurang, Zyan anugrah yang Tuhan berikan untuk Bella saat terpuruk.
"Zyan sayang,,,kamu lapar tidak nak ??? tanya Bella
"lapar mom "
"ayo kita makan dulu " ajak Bella
"mom,,,Zyan pengen burger " pinta Zyan.
" tentu.... let's go " teriak mereka berdua menuju resto siap saji.
Zyan berlari menuju resto, tiba-tiba ia menabrak seseorang hingga terjatuh.
"Zyan "teriak Bella menghampiri Zyan yang terjatuh.
"kau tidak apa-apa sayang " tanya bella
"maafkan saya nona,,,saya tidak sengaja " ucap pria yang tertabrak Zyan.
Bella membangunkan tubuh Zyan yang terjatuh, menatap pria dihadapannya.
"tidak apa-apa,,anak saya yang salah " balas Bella
Pria itu menatap dalam Bella.
"Bella " panggilnya.
Bella menaikkan sebelah alisnya
"Dev " seru Bella.
"oh ya ampun...ini benar kamu bell " ucap Devan tak percaya.
"iya Dev ini aku..bella " Bella tersenyum.
"apa kabar bell " Devan mengulurkan tangannya
"mom ayo aku lapar " rengek Zyan.
"oh sayang... baiklah ayo "
"kau mau makan bell. ??? tanya Devan
"iya...aku masuk dulu ya " pamit Bella. ia pun masuk ke dalam resto cepat saji itu.
Devan tertegun beberapa menit, ia langsung menghampiri Bella yang telah duduk dengan makanan junk foodnya.
"Dev...ada apa ??? aku kira kau sudah makan " tanya Bella
"boleh aku gabung " pinta Devan.
"tentu saja "
"ini anakmu bell " Devan melirik Zyan yang sedang makan burger.
"iya,,, namanya Zyan...Zyan salam dulu sama om "
Zyan mengangguk lalu mengulurkan tangannya, Devan membalas uluran tangan Zyan.
"pintar sekali " puji Devan.
", terimakasih om " balas Zyan.
"oh ya bell...kalian berdua saja...mana Sean ??? tanya Devan.
"ah itu...kami sudah berpisah lama "
"kau berpisah dengan dia ??? ulang Sean
"iya... ceritanya panjang,,aku tak bisa bicara sekarang " Bella melirik Zyan yang tengah makan.
Devan mengangguk mengerti.
"oh ya...kau sudah menikah ??? tanya Bella.
"aku menunggu mu mau menikah dengan ku " kekeh Devan.
"kau ini,,,aku serius bertanya padamu "
"aku belum menikah bell.... aku masih singel "
"benarkah itu...kau tampan Dev,,,pasti banyak wanita yang mengincarmu "
"tidak ada bell....aku tak bisa move on dari mu " senyum Devan.
"Dev...maafkan aku ya,,, karena diriku kau selalu dapat masalah " sesal Bella
"lupakan bell....aku sudah merelakan semuanya,,,dan aku tak ada rasa dendam dengan mu ataupun suamimu itu "
", terimakasih Dev ..kau selalu baik."
Obrolan pun berlanjut hingga Zyan menyelesaikan makanannya. Devan juga mengajak Bella jalan-jalan terlebih dahulu, setelahnya ia mengantar pulang Bella dan Zyan.
Sampai di depan rumah Bella.
"mampir dulu Dev " tawar Bella.
"kapan-kapan bell,,,lagian ini udah malem...nanti aku telpon kamu ya "
"baiklah,,,, terimakasih "
"sama-sama
Bella mengendong Zyan yang tertidur karna kelelahan. Bella melangkah kakinya masuk kedalam pekarangan rumahnya, ternyata ada mobil Ryan yang parkir. Bella terus berjalan menuju pintu rumahnya.
"bell,, kamu darimana???
"aku habis jalan-jalan dengan Zyan,,"
"siapa yang mengantar mu bell" tanya Ryan.
"temanku " jawab Bella datar
"siapa "
Bella menghela nafasnya, " aku mau istirahat Ian " pinta Bella.
"bell...apa kamu marah padaku ???
"tidak... untuk apa aku marah padamu,,,dan lagi sepertinya aku tak pantas untukmu Ian" ucap Bella.
"maksudmu "
Bella membuka pintu rumahnya, " aku masuk dulu Ian"
"Bella kita belum selesai bicara " namun pintu kembali tertutup.
argghh sial ...ini gara-gara si Sean...gerutu Ryan.
Esoknya Bella kembali beraktivitas, ia mulai meyelesaikan pekerjaan yang tertunda kemarin, bayang-bayang pelecehan yang terjadi di ruangannya, sangat menggangu konsentrasi pekerjaannya.
"arghh...fokus Bella. fokus " Bella menghembuskan nafasnya perlahan.
"bell " sapa Ramon saat masuk ke ruangan Bella.
"bos "
"kau sudah baikan ??
" hm...sudah bos,, cuma...."
"cuma apa bell ??? sambar Ramon.
"bolehkah saya pindah ruangan,,,saya sedikit trauma diruangan ini " pinta Bella
"oh...tentu...nanti akan saya suruh orang membereskan ruangan untuk mu "
"terimakasih bos "
"sama-sama..." Ramon melihat lekat wajah Bella, ia mungkin sedikit terpesona dengan kecantikan Bella yang alami, pantas kedua sahabatnya itu sangat menyukai bella,rasa ia memiliki terlintas ,namun segera ia tepis.
"bell... sebenarnya kau telah menikah dengan Sean???
Bella terdiam, sejujurnya ia tidak ingin membahas tentang kehidupan masa lalunya.
"ceritanya panjang bos "
"berarti benar kau sudah menikah sebelumnya dengan Sean ???
"iya "
"bell...saya tidak tahu masalah apa yang terjadi padamu saat menikah dengan Sean, tapi sebaiknya kau selesai kan secara baik-baik, dan lagi ada ian diantara kalian, jangan membiarkan masalah berlarut larut bell"
"saya mengerti bos...saya akan menyelesaikan semuanya" jawab Bella
"itu lebih baik bell "
____________________________________________
Dukung terus yaa like comment and vote
Biar author semangat up nya 🥰🥰🥰
happy reading 💐💐💐💐