Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
Pertunangan


Beberapa hari kemudian


.


.


.


" Ryan nanti malam kamu akan bertunangan dengan cucunya nyonya Eva " ucap Hendro saat dirinya tengah sarapan dengan anak istrinya.


" apa tunangan, jangan gila pah, aku tak pernah menyetujui perjodohan itu apa lagi tunangan dengannya " teriak Ryan.


" Ryan jaga bicara mu " sentak Anita.


" pah pokoknya Ryan tidak mau bertunangan dengan bocah tengil itu "


" keputusan papah sudah bulat , papah dan juga nyonya Eva sudah mempersiapkan semuanya, kau hanya tinggal datang dan bertunangan dengan cucunya " tegas Hendro.


" tapi pah "


" kalau kau tidak mau, akan papah ambil alih perusahaan mu termasuk bisnis-bisnis mu itu " potong Hendro.


" pah itu semua hasil jerih payahku "


" papah tahu hanya saja kemana saat dulu kau menyia-nyiakan perusahaan mu dan juga bisnis-bisnis mu itu, kau menelantarkan semua karyawan mu, perusahaan yang hampir bangkrut, bisnis cafe mu yang semakin sepi itu karena kau terlalu larut dalam patah hati mu itu mana tanggung jawab mu sebagai pemilik perusahaan dan semua bisnis-bisnis mu itu "


" papah " sentak Ryan.


" papah gak mau tahu nanti malam kau harus bersiap untuk bertunangan dengan cucunya nyonya Eva, kalau kau tak mau, liat apa yang akan papah lakukan pada hidupmu " ancam Hendro, ia pun beranjak dari duduknya. Pergi meninggalkan ruang makan.


Ryan menggelengkan kepalanya kesal dengan keputusan papah yang sepihak dan lagi dengan mengancam mengambil alih semua bisnis dan perusahaannya.


" sebaiknya kamu ikuti apa kata papah " ucap Anita kemudian.


" aku tidak mau mah, aku masih ingin sendiri " tolak Ryan


" kesendirian mu itu menghancurkan hidupmu , kau tak pernah bisa berhenti untuk mabuk-mabukan dan meratapi nasib patah hatimu itu, turuti apa kata papah mu itu demi kebaikan mu "


" kenapa mama juga belain papah, "


" sudah cukup Ryan ,kenapa kau dengan kakak mu sering sekali membuat kami menangis, kakakmu pergi meninggalkan kita dan kamu juga sejak lama selalu meninggalkan kami, apa salah kami pada kalian, tidak bisa kah kalian menuruti keinginan kami sekali saja," Anita mulai terisak.


" mama " Ryan menghampiri mamanya , ia tak tega melihat Anita menangis.


" maafkan Ryan ma , tolong jangan menangis ma, Ryan sayang sama mama " Ryan berlutut di hadapan Anita yang menangis.


" kamu sama saja seperti kakak mu Mahendra, keras kepala , tidak mau menuruti keinginan mama sama papa "


" mama jangan seperti itu, maafkan Ryan ma, " ucap Ryan mengiba.


" kumohon Ryan turuti keinginan kami berdua ini " Anita memohon. Air mata Anita lolos begitu saja dari kedua matanya.


Ryan menggenggam tangan Anita,menatap dalam wajah wanita yang melahirkannya.


" baiklah ma, Ryan mau bertunangan dengan gadis pilihan mama dan papa " ucap Ryan pada akhirnya.


" benarkah itu " ucap Anita sedikit tak percaya.


Ryan mengangguk, " iya ma , Ryan mau "


" terimakasih sayang " Anita memeluk tubuh Ryan.


ini demi mama, desah Ryan dalam hati.


Mobil Sean tiba dipakiran toko kue bi Marni. Ia langsung masuk kedalam mencari keberadaan wanita pujaan hati nya.


" Sean lepaskan " seru Bella, Sean tiba-tiba memeluk dan mencium pipi Bella.


" aku kangen sayang " balas Sean tanpa rasa bersalah dan juga malu.


" tapi gak gini juga Sean, kau tak malu di liat orang-orang " bisik Bella melihat sekeliling yang nampak ramai.


" iya baik lah sayang " Sean terpaksa melepaskan pelukannya.


Bella menggiring Sean ke tempat duduk yang kosong.


" ada apa? tanya Bella.


" kau to the point sekali sayang " balas Sean.


" jangan buang-buang waktu Sean, aku masih harus membantu karyawan bibi ku "


" baiklah baiklah , aku akan bicara sekarang. Nanti malam aku di undang oleh seseorang yang sangat berpengaruh di kota ini, dia akan mengadakan pesta pertunangan untuk cucunya "


" lalu "


" aku ingin kau ikut menemani ku di pesta "


" untuk apa ?


"ayolah temani calon suami mu ini ,"


" baiklah, tapi aku tidak mempunyai gaun Sean "


" kau tenang saja , aku sudah mempersiapkannya " Sean memberikan paper bag yang tadi ia bawa.


" kau selalu mempersiapkan segalanya Sean " Bella meraih paper bag yang diberikan Sean.


Bella menggelengkan kepalanya.


" jadi jam berapa aku harus bersiap ?


" jam 7 malam aku akan menjemputmu "


" oke . ya sudah sebaiknya kau kembali lagi ke kantor urusan mu sudah selesai kan ?


" ck , kau ini kenapa selalu mengusirku " decak Sean kesal.


" Sean , please . aku masih banyak kerjaan, nanti malam kita bertemu kan " Bella membujuk Sean lembut.


" baiklah , tapi aku punya satu permintaan " pinta Sean.


" apa lagi ? Bella mulai jengkel.


" cium aku bell " Sean menyeringai mesum.


" apa kau gila , ini tempat umum " bentak Bella. Saking kerasnya suara bentakan Bella, semua pengunjung melihat ke arah Bella dan juga Sean.


" calm down honey, suara mu membuat orang-orang melihat ke arah kita , apa kamu mau orang-orang itu melihat kita berciuman " Sean mengedipkan matanya.


" menjijikkan, pergi sana " Bella beranjak dari duduknya, meninggalkan Sean.


" Bella tunggu, kau belum mencium ku " teriak Sean, Bella membalikkan tubuhnya menatap tajam Sean. Mata para pengunjung langsung menatap Bella dan Sean.


Bella tidak menggubris ia kembali melangkah ke dalam dapur toko.


kau selalu bisa menghindar dari keinginan ku , batin Sean.


Sean pun melangkah keluar dengan santainya, tidak memperdulikan tatapan para pengunjung yang melihat kejadian tadi.


Malam pun tiba, Sean telah tiba di depan rumah bibi nya Bella. Dengan setelan tuxedo berwarna hitam menyambut Bella yang telah berada di depan teras rumahnya.


Sean sejenak terpukau dengan penampilan Bella yang anggun, gaun berwarna maroon yang panjang menutupi kaki jenjangnya, sampai Sean tak berkedip barang sedetik pun.


" sudah siap ? tanya Sean.


" iya " jawab Bella.


" kau sangat cantik malam ini bell " puji Sean.


" benarkah itu " jawab Bella datar.


" iya kau selalu cantik, aku jadi tidak ingin membawamu ke pesta , aku takut kecantikan mu ini akan dilihat banyak para pria disana "


" kalau begitu tak usah pergi "


" eh tidak, ayo kita segera pergi , aku tak ingin kita terlambat datang " Sean dengan cepat menggandeng tangan Bella sampai masuk kedalam mobilnya.


Tak lama mobil Sean tiba di pelataran parkir hotel bintang lima yang sangat mewah. Sean membukakan pintu mobilnya untuk Bella, berjalan beriringan hingga masuk kedalam ballroom hotel tersebut.


" pesta pertunangan yang sangat mewah " guman Bella melihat sekeliling ballroom yang dihias sedemikian mewahnya.


" apa kau ingin pesta pernikahan kita seperti ini ? tanya Sean.


" tidak, aku ingin pernikahan kita bertemakan wedding garden " ucap Bella begitu saja.


Sean tersenyum mendengar keinginan Bella. Ia terus melangkah menuju pemilik acara tersebut.


" nyonya Eva " sapa Sean saat tiba dihadapan nyonya Eva.


" Sean , selamat datang " balas nyonya Eva anggun


" kenalkan ini istri ku " Sean memperkenalkan Bella dengan nyonya Eva.


" cantik " satu kata pujian lolos dari bibir nyonya Eva.


" terimakasih " balas Bella sopan.


" oh ya Sean sebentar lagi acara dimulai, saya harap kau berdiri tak jauh dari kami " pinta nyonya Eva.


" baik " jawab Sean.


Dan tiba acara yang ditunggu-tunggu yaitu tukar cincin oleh kedua calon tunangan. Sean dan Bella berdiri tak jauh dari panggung dimana acara tukar cincin tersebut dilakukan.


Kedua pasangan yang akan bertukar cincin pun naik ke atas panggung. Bersiap untuk bertukar cincin.


" Ryan " guman Bella menatap pria yang berada di atas panggung itu.


________________________________________


Jangan lupa like comment and vote 💐💐


.


.


.


.


salam sehat selalu 😘😘😘