
" Oma " teriak Selena tiba di rumahnya.
" Oma " Selena mencari keberadaan Omanya.
" bi Oma mana ? tanya Selena kepada pelayan yang tengah membersihkan dapur.
" nyonya di kamarnya nona " jawab pelayan.
Selena bergegas menuju kamar Omanya dilantai atas.
" Oma " Selena mengetuk pintu kamar Omanya.
" masuk Lena " sahut Oma.
Selena pun masuk kedalam kamar , senyum terus mengembang di bibirnya.Tampak Omanya sedang duduk disofa sambil membaca buku.
" kamu sudah pulang Lena " tanya Oma.
" sudah Oma " Selena duduk dihadapan Omanya.
Oma Eva manggut-manggut kembali membaca buku.
" Oma , Mr Ryan akan menikahi ku seminggu lagi " ucap Selena antusias.
" oh , seminggu lagi " jawab Oma datar.
" Oma " rengek Selena mendengar nada datar dari dibibir Omanya.
" apa seminggu lagi " Oma Eva yang tadi tak terlalu merespon pun sekarang terkejut mendengar perkataan Selena.
" iya Oma "
" kau sedang bercanda kan Selena "
" tidak Oma , tadi Mr Ryan sendiri yang bicara begitu padaku "
" tidak mungkin " Oma Eva menggeleng tidak percaya.
" apanya yang tidak mungkin Oma "
" pasti dia sedang mengerjain mu Lena "
" tidak mungkin , dia bilang besok malam akan kemari untuk melamar aku Oma "
" apa kau serius Lena ?
" iya Oma " yakin Selena.
" hah , kamu kasih makanan apa ke dia sampai dia mau menikahi mu Lena ?
" ko Oma gitu sih , memangnya aku dukun " Selena mengerucutkan bibirnya.
" ya kali kamu sudah putus asa lalu meminta bantuan dari dukun "
" memangnya aku tak punya pesona sampai harus meminta bantuan dukun " sergah Selena.
" tidak juga "
Selena melipat bibirnya sebal.
" kalau bener begitu , kau hubungi Daddy mu Lena supaya dia pulang ke Indonesia " perintah Oma Eva.
" oke Oma ,aku akan hubungi Daddy "
" ya kita lihat saja nanti dia beneran kemari atau tidak besok "
" pasti dia kemari Oma " yakin Selena.
Seperti biasa pukul 9 malam Ryan baru tiba dirumahnya. Pekerjaan yang tak henti-hentinya menumpuk membuatnya harus lembur tiap malam.
" sayang kau baru pulang ? tanya Anita.
" iya ma " sahut Ryan. Ia menghampiri mamanya yang sedang menonton televisi.
" ma besok malam aku akan melamar Selena jadi mama sama papa harus ikut " ucap Ryan to the point.
" kau serius sayang " Anita menatap Ryan tak percaya.
" iya , sudah ku putuskan aku akan menikahinya dan besok malam aku akan melamarnya " jelas Ryan.
" kalau itu mau mu mama dukung sayang , nanti mama akan bilang sama papa " jawab Anita senang.
" terimakasih ma , kalau begitu Ryan mau istirahat dulu " Ryan beranjak pergi menuju kamarnya.
" semoga dia tak main-main dengan keputusannya " guman Anita menatap Ryan yang berjalan menuju kamarnya.
Anita yang sedikit senang dengan keputusan Ryan , ia langsung menemui suaminya diruang kerja untuk memberitahu bahwa Ryan akan melamar Selena.
" mama serius ? tanya Hendro
" iya pa , Ryan bilang seperti itu " jawab Anita.
Hendro menggeleng kepalanya. " papa takut dia hanya main-main saja ma "
" tapi pa tadi mama lihat dia serius bicara seperti itu dan mama percaya pa " Anita menyakinkan suaminya.
" tapi mah apa tidak aneh tiba-tiba dia mau menerima perjodohan ini dan sekarang dia mau melamar Selena "
" tidak pah , mama yakin Ryan sudah mau membuka hatinya untuk Selena ,mama yakin itu " ucap Anita penuh keyakinan.
Hendro menghela nafasnya. " baiklah , semoga saja dia tak main-main , apa jadinya kalau sampai dia mempermalukan keluarga kita. Papah tidak enak dengan nyonya Eva dan juga Mr Davis ayahnya Selena."
" mama akan tanyakan lagi besok semoga dia benar-benar melamar Selena "
Esoknya Anita kembali bertanya kepada Ryan masalah dia akan melamar Selena.
" iya mah , nanti aku akan pulang cepat " jawab Ryan.
" kau serius akan melamar Selena ? tanya Hendro.
" iya pah aku yakin , jadi nanti malam papah sama mamah temani aku untuk melamar Selena " jawab Ryan
" baiklah , papah akan menemanimu "
" terimakasih pah "
" sama-sama " Hendri mengangguk.
Dikediaman rumah oma Selena , mereka sibuk mempersiapkan makan malam spesial untuk menyambut keluarga Suhendro. Apa lagi malam ini Ryan akan melamar Selena, tentunya selena sangat senang. Setelah berjuang mengusik hari-hari Ryan walaupun tak lama tapi akhirnya Ryan mau menerimanya.
Sungguh selena sangat bahagia. Senyum terus tersungging di bibirnya . Dia pun membantu memasak hidangan untuk keluarga Ryan.
" sudah calon pengantin jangan capek-capek " cegah Omanya melihat Selena yang sedang memotong bawang.
" tapi Oma aku ingin memberikan yang terbaik untuk keluarga Mr Ryan "
" Oma paham Lena tapi kalau kamu kecapean tidak jadi dong nikahnya " ledek Oma Eva.
" omaaa " rengek Selena tak terima.
" makanya sudah , biarkan pelayan yang memasaknya "
Selena mengerucutkan bibirnya.
" mending kamu kesalon Lena biar tambah cantik "
" memangnya aku tak cantik Oma "
" cantik tapi kan kalau kamu ke salon aura cantik mu akan lebih keluar Lena "
" ah Oma bisa saja " ucap Selena malu-malu.
" ya sudah sana pergi " perintah Oma Eva.
" baiklah oma " Selena pun meninggalkan dapur.
" hah anak itu giliran di kasih pujian saja langsung nurut " guman Oma Eva menggeleng kepalanya.
Malam pun tiba Ryan berserta keluarganya sudah siap mendatangi rumah Selena.
Selena dan Omanya menyambut didepan pintu rumahnya. Selena yang kini tengah menunggu Ryan mengenakan dress selutut berwarna peach sangat cocok dengan karakter dia yang periang dan masih terlihat anak ABG, padahal umurnya 24 tahun.
" selamat datang Hendro " Oma Eva menyambut keluarga Suhendro.
" terimakasih anda telah menerima kehadiran kami " balas Suhendro.
" sudah sepatutnya " balas Oma Eva.
Mereka pun langsung masuk kedalam menuju ruang makan untuk makan malam terlebih dahulu.
Usai makan mereka kembali ke ruang tengah untuk membicarakan masalah lamaran Ryan untuk Selena.
" kedatangan kami kesini untuk melamar Selena nyonya Eva " kata Hendro mengawali pembicaraan.
" saya serahkan kepada Selena saja karena dia yang akan menjalaninya "
Kini Suhendro menatap Selena ." bagaimana Lena apakah kamu menerima lamaran Ryan "
" Lena mau om " jawab Selena tersenyum.
Kedua orang tua Ryan tersenyum sumringah selena menerima lamaran anaknya Ryan.
" saya ingin pernikahan kami diadakan seminggu lagi " pinta Ryan.
" apa tidak terlalu cepat " tanya Oma Eva.
" saya tidak ingin menunda-nunda lagi " jawab Ryan.
" iya nyonya Eva itu keputusan Ryan. untuk menikahi Selena dalam waktu seminggu lagi " jawab Anita.
" baiklah , itu terserah mereka berdua saja , saya sebagai Omanya Selena hanya bisa mendukung dan lagi kedua orang tua Selena belum tiba di Indonesia tapi mereka telah menyerahkan lamaran ini kepada Selena sepenuhnya. " terang nyonya Eva.
" kapan Mr Davis tiba ? tanya Suhendro.
" sepertinya besok lusa ,kau tahu sendiri mereka sangat sibuk, entahlah apa yang disibukkan oleh mereka berdua, mereka bahkan tak menjenguk ku ke Indonesia " desah nyonya Eva.
Selena menggenggam tangan Omanya. Entah kenapa Omanya bicara seperti itu kepada keluarga Ryan.
Kedua orang tua Ryan tiba-tiba canggung dengan pernyataan nyonya Eva yang seakan mengeluarkan isi hatinya. Anaknya Davis ayah Selena jarang pulang ke Indonesia bahkan sampai bertahun-tahun meninggalkan nyonya Eva sendirian dirumahnya.
Untungnya Selena masih mau menjenguk Omanya ke Indonesia kadang sesekali ia tinggal lama untuk menemani Omanya.
.
.
jangan lupa like comment and vote.
.
maaf tidak bisa up banyak .
.
.