Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
Devan mendatangi sean


"aarggh sial kenapa aku membeli kue-kue ini",Sabrina memukul setir mobilnya.


"ku apakan kue-kue ini", melirik sekilas kue yang tadi dibelinya hampir penuh semobil sampai bangku depan mobil.


"bodo akhh aku bawa saja ke rumah" Sabrina melajukan mobilnya ke rumah ibunya.


Sebenarnya Sabrina anak orang kaya dan berpendidikan namun karena egonya ia selalu berpacaran dengan pria yang sederajat dengannya.


"pak angkut semua kue di mobil "perintah Sabrina ke satpam rumahnya.


"baik non"


Sabrina melenggang masuk ke dalam menemui mamanya yang sedang menonton televisi.


"sayang kamu dari mana???tanya mama jeni ibunya Sabrina


"aku abis beli kue mah,"


mama jeni melihat pak satpam masuk membawa setumpuk kue dan bolak balik mengambil kue dari luar.


"Sabin,,,,kenapa banyak sekali"tanya mama jeni heran.


"iya mah Sabin borong semua kue,,,,,mamah tahu tidak kalau Ryan berkerja di toko kue yang Sabin borong"ujarnya.


Sabin adalah nama panggilan kesayangan keluarganya,Sean pun memanggil Sabrina dengan panggilan Sabin.Karena Sabrina ingin Sean memanggil nama kesayangan keluarganya.


"apa Ryan,,,,,Ryan Suhendro anaknya pak Suhendro????kaget mama jeni


"iya mah,,,dia makin gembel aja mah,,untung aku putusin dia,,,,,"geram Sabrina


"kenapa dulu kamu putusin Ryan,padahal dia pria baik,,,"


"dia gak mau nurut permintaan papahnya untuk jadi direktur di perusahaan nya..malah kabur jadi orang biasa,,,aku jadi kesal mah,,,aku gak mau pacaran dengan orang biasa apa lagi tak punya apa-apa"


"kamu meninggalkan Ryan karna dia pilih jadi orang biasa,,lalu mendekati Sean tapi malah kamu campakkan dia," ucap mama jeni


"aku ingin mengejar karir modelku di Paris dia malah gak setuju,ya udah aku pergi saja"


"tapi akhirnya apa,,,,,kamu malah balik lagi kesini,,,dan karirmu gak berjalan balik"


" tapi aku yakin Sean mau balikan lagi sama aku"yakin sabrina


"Sean kan sudah menikah,,,,kamu jangan ganggu dia lagi"cegah mama jeni


mama jeni mempunyai sikap yang lembut dan tenang,tidak seperti Sabrina yang arogan dan sombong, itu sikap turunan dari papa nya.Papa nya yang selalu memanjakan Sabrina,apapun keinginannya harus terlaksana.


"istrinya saja menyetujui kalo aku merebut Sean kembali"


"apa,,,,,itu tidak mungkin,,mana ada seorang istri rela direbut suaminya dari mantan pacarnya"


",itu benar mah,,dia malah senang kalau Sean kembali lagi padaku"terang sabrina.


"memangnya kamu tau istrinya Sean???tanya mama jeni


"dia wanita biasa mah,,, pakaiannya saja cuma kaos sama celana training... mukanya juga biasa,,,malah cantikkan aku"


"mama juga kurang tahu juga sih,, soalnya mama gak hadir di acara pernikahannya,,padahal acara pernikahannya sangat meriah..."


"aku juga heran kenapa Sean bisa menikah dengan wanita biasa seperti itu,,,,"


"mungkin karena dia baik"ujar mama jeni


"baik tapi nyuruh aku merebut Sean kembali".


"kamu jangan coba-coba mengganggu rumah tangga Sean,Sabin"ingat mama jeni.


"tapi istrinya bilang kalau dia gak mau sama Sean"


"walaupun istrinya bilang seperti itu,,kamu gak usah turutin maunya dia,,,"


"ya baik lah"ucap Sabrina malas,mama nya memang kurang mendukung dalam hal kejelekan tidak seperti papanya yang selalu ada disaat dia membutuhkan bantuan walaupun dengan menghalalkan segala cara.


...💐💐💐...


"apa pak saya di pecat,,,,, memangnya saya salah apa????ucap Devan,


"kamu gak salah apa-apa,,,,cuma kita lagi pengurangan karyawan"jawab orang HRD tempat Devan kerja


"tapi kan perusahaan ini baik-baik saja"tanya Devan heran


"sudahlah,,,ambil pesangon mu lalu pergi"


"saya gak terima ini pak,alasan saya di pecat tidak jelas"


Devan keluar dari ruangan HRD perasaan kesal dan marah tiba-tiba saja ia dipecat.


"Dev,,,,maafkan gue yaa,,,gue tidak bisa bantu loe,,,gue hanya staf biasa"seru Tomy teman Devan


"tidak apa-apa tom,,ini ada yang aneh tiba-tiba saja gue di pecat,,,"


", sebenarnya gue denger dari karyawan lain kalau perusahaan ini akan diakuisisi oleh perusahaan SW"


"loe yakin tom???


"iya itu yang gue denger,,,"


aarggh sial ini pasti gara-gara laki-laki itu, batin Devan marah.


"ya udah tom,,gue pergi."


"maaf Dev gue gak bisa nolong loe"


"iy gak apa-apa,,,loe udah banyak bantu gue"


.


Devan keluar dari perusahaan tempat dia bekerja, perasaan kesal marah menjadi satu. Dia ingin mendatangi Sean di perusahaan SW.


setelah perjalanan 30menit ia tiba di perusahaan SW, kebetulan ia melihat Sean di depan perusahaannya.


bugh bugh bugh


Devan menyerang Sean tiba-tiba,Sean yang mendapat serangan dadakan membalas lebih brutal,Devan kalah fisik dengan Sean yang tinggi kekar.


"kau,,,,,"teriak Sean


"kau pengecut,,,,berani menyuruh orang membuat gue menderita,,apa loe takut kalau Bella kembali lagi ke gue"bentak Devan penuh emosi.


."memangnya kau siapa bisa merebut kembali Bella,,,,kau bukan apa-apa'"remeh Sean


perkelahian mereka jadi tontonan karyawan Sean yang berada di lobby kantor. Darah mengetes dari kedua bibir mereka.


"gue peringatkan Bella pasti kembali pada gue,,,,karna dia tidak pernah mau hidup dengan pria brengsek seperti loe,apa loe tahu kalau gue ketemu Bella,dia ingin gue bebasin dia"gertak Devan


Sean menggeram ia akan menghajar Devan tapi ditahan Tio.


"tuan sudah,,,, karyawan kita melihat ke arah kita"tahan Tio


Sean melirik semua karyawan melihat ke arahnya.


"saya tak segan-segan menghancurkan hidupmu"gertak Sean


"gue tidak takut ancaman loe,,,tunggu saja Bella akan gue rebut kembali"teriak Sean


"anda sebaiknya pergi dari tempat ini", perintah tio


Devan yang sudah puas menghajar sean pergi meninggalkan perusahaan Sean.


"aarggh sialan laki-laki itu"teriak Sean emosi


"tuan sebaiknya anda masuk, disini para karyawan melihat kita"


sean menurut masuk ke dalam kantor nya.


"apa yang kalian liat hah,,,,apa mau kalian saya pecat semua"teriak Sean


para karyawan yang menonton kejadian tadi menunduk mereka ketakutan jika Sean memecat mereka.


Sean dan Tio masuk ke dalam lift menuju ruangan kerjanya. Sean benar-benar emosi ternyata Devan tidak takut dengan semua usaha Sean untuk menghancurkan nya.


"Tio bagaimanapun caranya kau harus menyingkirkan dia sejauh mungkin",perintah Sean emosi


"baik tuan"


"pergilah,,,"


Tio keluar dari ruangan Sean.


gue tak menyangka lelaki itu datang dan menghajar ku,ku pikir dia takut setelah apa yang telah gue lakuin,geram Sean


Sean menggebrak meja kerjanya kesal dan marah menyelimuti hatinya.


takkan ku biarkan kau merebut Bella kembali,Sean mengepalkan kedua tangannya.


dukung terus like comment and vote 💐