
Keluarga kecil Sean tengah sarapan namun terdengar suara ricuh diluar rumahnya mengharuskan Sean untuk melihat apa yang terjadi.
" ada apa ini ? tanya Sean melihat dua penjaga rumahnya menahan seorang pria yang mengamuk.
Sean melihat pria itu lalu tersenyum sinis padanya.
" ternyata kau "
" mana Bella ?
" istriku sedang sarapan bersama anak kami " jawab Sean santai.
" kau , beraninya kau menikahi wanitaku " teriak Ryan . Ya pria yang sedang mengamuk dirumah sean itu ialah Ryan. Ia masih tak terima dengan pernikahan Bella dan Sean.
" maksudmu ' WANITAKU ' " tekan Sean.
" kau tak pantas menikah dengannya " teriak Ryan emosi.
" lalu yang pantas itu kau , hah " bentak Sean.
Ryan terus memberontak melawan dua penjaga yang terus memegang kedua tangannya.
" Bella , Bella , Bella " teriak Ryan makin menggila.
" diam kau brengsek " teriak Sean yang tersulut emosi.
" Sean ada apa ini " Bella menghampiri Sean di teras rumahnya.
" Bella " panggil Ryan.
Bella melihat Ryan yang sedang ditahan oleh dua penjaga rumahnya.
" ian kau disini "
Ryan mengangguk, " bell bolehkan aku bicara denganmu " pinta Ryan memelas.
Bella melirik Sean yang sedang menahan emosinya. Sorot mata Sean tajam menatap Ryan.
" tentu " Bella mengangguk.
" Bella " teriak Sean tak terima.
Bella menggenggam tangan Sean menatap hangat padanya. " kau tenang saja , kau percaya padaku " Bella menyakinkan Sean.
Sean membuang wajahnya , sungguh ia tak terima istrinya berbicara dengan pria yang ingin merebut wanita yang dicintai dari sisinya.
" lepaskan dia pak " pinta Bella kepada dua penjaga yang menahan tangan Ryan.
Dua penjaga itu nampak melirik tuannya ,Sean , untuk meminta persetujuan. Sean hanya mengangguk pelan menyetujui permintaan istrinya.
Setelah dua penjaga itu melepaskan Ryan.Mereka kembali berjaga didepan gerbang.
" ian , ada apa ? tanya Bella menghampiri Ryan.
Sean menatap tak jauh dari istrinya memastikan wanita yang dicintainya baik-baik saja.
" Bella , benarkah kau sudah menikah dengan Sean ? tanya Ryan menatap lekat Bella.
" aku sudah tinggal disini berarti aku sudah resmi menjadi istri Sean " jawab Bella.
Ryan memejamkan matanya, rasa sesak dan denyutan nyeri didadanya seakan melemaskan otot-otot tubuhnya.
" kenapa ? kenapa kau menikah dengannya ? kenapa kau tak menikah denganku " teriak Ryan frustasi.
" ian kumohon jangan seperti ini , aku dan Sean telah menikah kembali , "
" bahkan suami mu itu tak mengingat mu Bella , untuk apa kau menikah lagi dengannya " geram Ryan.
" walaupun dia belum mengingatnya , dia tetap suamiku ian "
" kau , setelah apa yang aku korbankan untuk mu kau malah menikah dengannya " ucap Ryan pilu.
Bella tertunduk diam . " maafkan aku " lirih Bella.
" Bella , ceraikan dia " ucap Ryan datar.
Sontak Bella mendongkakkan kepalanya menatap Ryan. Sungguh tak dapat dipercaya Ryan akan memintanya untuk menceraikan Sean.
" Ian kau " Bella menatap tak percaya.
" dasar bajingan "tiba-tiba Sean meninju wajah Ryan.
Ryan terhuyung ke belakang mendapat tinju dari Sean.
" pergi kau bajingan jangan pernah kau menganggu hidup keluarga ku , akan ku pastikan jika kau menyentuh atau berbicara sepatah kata saja aku akan menghancurkan hidupmu " ancam Sean , menatap tajam Ryan. hatinya benar-benar emosi mendengar Ryan meminta Bella untuk menceraikannya.
" aku tidak takut dengan ancaman dari pria brengsek seperti mu "
Melihat dua pria yang saling melempar tatapan perang, Bella mencoba menengahi.
" Ian dengar , lupakan aku hidup berbahagia lah dengan Selena , dia wanita baik , orang tuamu telah memilih dia untuk menjadi masa depanmu , lupakan masa lalu mu , kalau kau tak bisa melupakan masa lalu mu kau akan terjebak dalam lingkaran itu. Kumohon terima lah kenyataan ini Ian . Sekuat apapun cintamu padaku jika tuhan tidak berhendak untuk menyatukan kita maka kita takkan bersatu , kalaupun memaksakan untuk bersatu itu tidak akan membawa kebahagiaan namun penderitaan." ungkap Bella panjang lebar.
Ryan tertunduk lesu, pernyataan Bella begitu menusuk hatinya.
" apakah aku akan bahagia jika tidak bersamamu " ucap Ryan pelan.
" kau pasti akan bahagia dengan cara yang lain " Bella menepuk pundak Ryan mencoba menenangkannya.
" tapi aku terlalu mencintaimu " lirih Ryan menatap sendu Bella.
" aku menyayangimu sebagai kakak , teman dan juga saudara , kau pria yang sangat baik ian , aku percaya kau akan mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari aku " yakin Bella.
Tak terasa air mata Ryan mengalir dari kedua matanya. Perasaan sedih ,kecewa dan marah pada takdir yang tak memihaknya, membuatnya tak bisa berpikiran jernih. Yang ia rasakan hanya kepedihan dan penderitaan yang terlalu larut dalam lingkaran masa lalunya.
" Bella maafkan aku " seru Ryan disela isakan nya.
Bella langsung memeluk tubuh Ryan , menyalurkan kekuatan padanya.
Sean terkejut melihat Bella tiba-tiba memeluk Ryan , ingin ia menyingkirkan tubuh Bella dari pria dihadapannya itu , namun ia urungkan. Sean mencoba percaya pada Bella.
" aku selalu memaafkan mu Ian " balas Bella.
Ryan terisak dipelukan Bella , jujur ia hilang arah saat berjauhan dengan Bella , wanita yang selama ini selalu ia sayangi dan kasihi. Wanita yang membuatnya selalu tersenyum ceria.
" maafkan aku " Isak Ryan.
" sudah , relakan semuanya maka kau akan terlepas dari derita masa lalu mu" Bella menepuk punggung Ryan perlahan.
" bagaimana aku akan bahagia tanpamu "
Bella melepaskan pelukannya menatap hangat Ryan. " relakan semuanya , maka kau akan mendapatkan ketenangan jiwa , akan ada gadis yang akan menerima kekurangan dan kelebihan mu , saat gadis itu datang memberikan cinta tanpa pamrih , terima lah walaupun itu sulit "
Ryan membalas tatapan hangat Bella. " iya aku akan berusaha merelakan mu walau sulit "
" berusaha lah , kau pasti bisa ian " ucap Bella lembut.
Ryan memejamkan matanya menghela nafasnya perlahan. Menetralkan perasaannya yang campur aduk. Sebenarnya Ryan hanya kecewa dengan kenyataan Bella telah kembali pada suaminya , pernyataan Bella yang menerima lamarannya dulu hanya untuk membalas budinya bukan karena cinta yang tulus, ditambah dengan orang tuanya menjodohkannya sedangkan ia belum ingin dekat dengan wanita manapun , ia masih ingin bebas melepaskan semua masa lalunya.
Emosi yang tak stabil membuatnya menjadi frustasi dan hilang arah. Yang ia ingat hanya Bella wanita yang selalu membuatnya tersenyum dan semangat menjalani hidupnya. Tak ada seseorang pun yang mengerti akan kegundahan hatinya yang pilu. Ryan bingung dengan perasaan dan pikirannya seolah buntu , yang ia ingat hanya Bella dan Bella , hanya wanita ini yang bisa mengartikan hatinya. Namun ia harus menelan kekecewaannya karena Bella tak bisa berpaling dari suaminya.
" bella sekali lagi maaf kan aku , aku akan merelakan mu " ucap Ryan sendu.
Bella mengangguk. " aku memaafkan mu ".
Ryan kini menatap Sean yang dari tadi menahan amarahnya.
" Sean maafkan aku " ucap Ryan.
" lupakan , jangan ganggu keluarga ku " kecam sean.
Ryan mengangguk pelan , ia lalu menatap Bella. " aku pergi " pamit Ryan.
" iya " Bella mengangguk.
Detik selanjutnya Ryan berjalan menjauh dari rumah Sean , memasuki mobilnya yang terparkir di depan gerbang rumah Sean.
Bella memejamkan matanya, menghela nafasnya pelan.
semoga kau bahagia ,lirih Bella.
" sayang " panggil Sean.
Bella menatap Sean disebelahnya.
" dia begitu cepatnya menyadari kesalahannya " ucap Sean datar menyiratkan ketidakpercayaan.
" kita hanya bisa berdoa untuknya , biarkan Tuhan yang menggerakkan hatinya untuk tidak melakukan kesalahan yang sama " balas Bella.
.
.
jangan lupa like comment and vote
.
.
.