
Pagi hari Bella terbangun seluruh tubuh nya terasa remuk mengingat kejadian semalam ia ingin segera terbebas dari suaminya Sean.
Sean sangat mengerikan saat sedang marah Bella sudah tak tahan dengan sikap kasar Sean.
tok tok tok
"nyonya ini saya Lala,...bolehkan saya masuk"seru Lala dibalik pintu.
"masuk",sahut Bella
"nyonya saya membawakan anda sarapan"ucap Lala menghampiri Bella meletakkan makanan di nakas samping tempat tidur.
"apa kamu disuruh Sean membawakan aku sarapan"sinis Bella
"iya nyonya,,, tuan menyuruh saya membawakan sarapan untuk nyonya" jawab Lala
"aku tak mau"ketus Bella
"nyonya harus sarapan,,saya takut nyonya sakit,'panik Lala
"lebih baik mati daripada harus tersiksa seperti ini"isak Bella
"nyonya,,,,, jangan berkata seperti itu,,saya jadi sedih,"
"kau tahu apa yang dilakukan oleh tuanmu,,,,dia memperkosaku dengan kasar" tangis Bella
"nyonya,,,,"Lala memeluk tubuh Bella yang ternyata banyak luka lebam.
"aku benci dia,,,,,aku benci dia la...."isak Bella.
"tenanglah nyonya,,,,,"Lala berusaha menenangkan,dia juga bingung harus bagaimana.
"aku ingin pergi dari rumah ini"pinta Bella terisak
."nyonya jangan gegabah,, kalau tuan tahu nyonya pergi,,,tuan pasti akan menyiksa nyonya lagi,,,,"
"aku harus bagaimana la???
"sekarang nyonya bersihkan diri nyonya dulu,,,saya siapkan air hangat dulu"Lala beranjak menuju kamar mandi.
beberapa menit kemudian Lala memapah Bella menuju kamar mandi "nyonya ayo buka selimut nya,,,"pinta Lala
Bella membuka selimut yang membalut tubuh nya,Lala menatap kaget melihat tubuh Bella banyak jejak-jejak kissmark dan beberapa luka lebam di bahu,tangan dan paha Bella,sungguh Lala sangat kasian melihat majikannya disiksa oleh suaminya sendiri.
"biar saya mandikan anda nyonya"seru lala.bella hanya mengangguk,Lala mulai memandikan Bella dengan perlahan, takut-takut Bella kesakitan tapi bella hanya diam tak bersuara sama sekali.
Hidupku hancur aku tidak tahu harus bagaimana,ingin rasanya pergi jauh dari sini, tapi bagaimana dengan bibi, bagaimana kalau bibi tahu aku menjual diriku pada Sean,bagaimana jika Sean membuat bibi menderita kalau aku pergi meninggalkannya, seperti dia membuat Devan menderita,oh tuhan aku harus bagaimana,,,bertahan kah atau aku harus pergi,batin bella menangis
"nyonya sudah selesai,,,ayo Pake handuk dulu"Lala memakaikan bathrobe ke tubuh Bella.
memapah Bella menuju ranjang.
"sebentar saya ambilkan pakaian nyonya"berlalu kearah ruang pakaian.
"nyonya pakai dulu bajunya,"pinta Lala meletakkan kaos dan celana panjang.
"terimakasih la,,,kamu boleh pergi sekarang"perintah Bella
"apakah nyonya membutuhkan sesuatu lagi?tanya Lala kuatir
",tidak,,, tinggal kan aku sendiri"jawab Bella datar
"baiklah nyonya ,,,saya permisi"pamit Lala
."tunggu la,,,,,bilang sama tuan mu,,jangan ganggu aku"
"baik nyonya"mengangguk pergi.
rasa sakit fisikku tak sebanding dengan rasa sakit hatiku,tapi aku harus kuat,batin Bella menangis.
Saat Lala menuju arah dapur Sean mencegatnya dengan tatapan dingin. "bagaimana dia???
"Nyonya sudah mandi tapi belum mau sarapan tuan"jawab Lala tegang
".kenapa kau tak suruh dia makan???tanya Sean
"apaa....!??terian Sean,Lala yang berhadapan dengan majikannya menciut ketakutan,Sean sangat menyeramkan saat marah
"saya per...misi ,,,tuan "pamit Lala ketakutan.
dia pasti sangat marah,maafkan aku bell,batin Sean menyesal.
__________
"Bu,,ponakan ibu tidak kesini???tanya ian.
"iya seperti nya dia gak ke sini,mungkin suaminya sudah datang dari luar kota"jawab Bi Marni.
"jadi Bella sudah menikah Bu???tanya ian kaget
"iya,,,,yang memberikan toko ini suami Bella"jelas bi Marni.
"oh gitu"
ternyata dia sudah bersuami,batin ian kecewa.
"suaminya Bella kerja apa Bu???tanya ian penasaran
"katanya sih dia pemilik perusahaan SW,,tapi bibi gak begitu tahu sih,,,"tutur bi marni
SW, guman Ian pelan, "siapa nama suami Bella Bu???
"namanya Sean,,,,,,"jawab Bi Marni.
lelaki itu tenyata,batin ian kesal
"ko Bella bisa menikah dengan pemilik perusahaan SW Bu???selidik Ian
"bibi juga gak begitu paham,,,, tiba-tiba dia datang melamar seminggu kemudian dia meminta menikah dengan Bella,"terang bi marni
"apa Bella tidak cerita dia kenal dimana?tanya ian
"tidak,,,,yang tadi saya bilang dia tiba-tiba datang melamar gak lama menikah"
sepertinya ini tidak beres mana mungkin Bella gadis biasa bisa bertemu dengan Sean seorang CEO,batin ian
"ada apa,,,ko' kamu penasaran dengan suami Bella"tanya bi marni heran.
"tidak Bu,,,hanya ingin tahu saja,,,,ya sudah saya permisi ke belakang dulu,"pamit Ian
"iya"jawab Bi Marni.
aku ingin menanyakan hal ini pada Bella,kenapa dia bisa kenal dengan Sean. Sean tidak mudah di dekati selain itu bukankah dia punya seorang kekasih,lalu kenapa dia menikah dengan Bella.
aarggh benar-benar membuat ku kesal saja, Sean kau selalu merebut apa yang aku sukai,batin ian marah.
"hallo "jawab Ian saat menerima panggilan di handphonenya
"kapan kamu pulang nak??seru seseorang disebrang sana.
"aku belum bisa pah",jawab Ian
"papah ingin kamu pulang dan urus perusahaan papah"pinta pa Hendro yang tak lain ayah ian.
"papah bisa suruh Bima yang mengurus nya,,aku masih sibuk"jawab ian enggan
"sibuk apalagi,,,,kamu tidak pulang berbulan-bulan,,,mamah mu sangat merindukan kamu"sentak pa Hendro
"maaf pah,,,aku belum bisa pulang"mematikan panggilan sepihak.
aku benci harus kembali lagi ke perusahaan,hidupku lebih leluasa seperti ini, dirumah maupun di perusahaan aku tidak bisa bertindak sesuka hati,batin ian
Ryan Suhendro anak dari pasangan Suhendro dan Anita, seorang pengusaha batubara, pertambangan dan bisnis properti yang sangat kaya di negri ini, tapi ia melepaskan itu semua, karena orang tuanya selalu menyuruh untuk mengurus perusahaan yang dia sendiri tidak menyukai bidang itu,Ryan atau bisa di panggil ian ia lebih suka menjadi orang biasa tanpa harus memikirkan perusahaan yang membuat dia frustasi karna tidak sejalan dengan ayahnya.
Pria dengan perawakan tinggi,berbadan atletis berkulit putih itu sangat menyukai kehidupan biasa, tanpa ada aturan ketat dari orang tuanya,ia pergi dari rumah saat ayahnya mendesak untuk menggantikan posisi CEO di perusahaan ayahnya,ia tidak mau lalu pergi berbulan-bulan tanpa arah tujuannya, hingga akhirnya ia bertemu dengan bi marni yang menawari nya pekerjaan.Ryan menikmati kehidupan biasa ini, dan ia bertemu dengan Bella, gadis dingin yang menarik hatinya.Tapi ia menelan kekecewaan,gadis yang disukai nya ternyata sudah menikah.
bell,,aku menyukai mu saat berkenalan denganmu, tapi kenapa kau malah menikahi dengan pria itu,desah Ryan putus asa.
ya setidaknya aku bisa melihat dan berbicara denganmu aku sudah bahagia, walaupun tidak bisa memilikimu.batin Ian meringis.