
Setibanya dirumah Sean bergegas masuk ia tak memperdulikan Bella di belakangnya. Bella menatap heran dengan perubahan sikap Sean.
apa dia marah padaku, karena aku menyuruhnya membelikan minuman,tapi marah sampai sebegitu nya,batin Bella heran.
Bella mengejar Sean yang telah tiba dikamar nya.
"Sean kau kenapa ??? tanya Bella.
Sean sedang membuka kaosnya, melempar nya asal ke arah tempat tidur.
"tidak ada "jawabnya dingin.
"kau marah padaku Sean ,, menyuruhmu membeli minuman??? tanya Bella kembali
",tidak " masih dengan nada dingin nya.
"lalu kau kenapa Sean"
"stop Bella..aku bilang tidak ya tidak" bentak Sean mulai tersulut emosi.
Bella diam membeku,Sean mulai marah.bella memundurkan langkahnya berlari keluar kamarnya,ia menuruni tangga menuju kamar tamu yang ada dibawah,mengunci rapat pintu kamar nya.
Bella melangkah gontai menuju ranjang, dadanya terasa sesak saat Sean membentaknya. Tak terasa air mata menetes dari kedua matanya. Rasanya sangat sakit saat Sean membentaknya.
Biasanya Bella akan membalas bentak kan Sean,tapi sekarang entah kenapa ia menjadi lebih sensitif.
Bella terbaring di ranjang,rasa sesak menyelimutinya,perubahan sikap Sean yang tiba-tiba berubah membuat hatinya sakit.
Sedangkan Sean, menghempaskan tubuhnya disofa, menjambak rambutnya frustasi, bisa-bisanya dia membentak Bella, walaupun Bella sering mendapatkan perlakukan kasar darinya, tapi sekarang rasanya berbeda,dia benar-benar menyesal.
Entah kenapa pikiran sedang tak karuan, memikirkan Bella yang sedang di incar oleh seseorang yang masih belum tahu siapa dalangnya. Ditambah ia merasa iri dengan bapak-bapak di mall tadi. ia ingin merasakan mempunyai anak.
argghhh kenapa aku ini,teriaknya.
"bell, maafkan aku" lirih Sean.
Ia bangkit dari duduknya keluar mencari keberadaan Bella. Sean menuruni tangga mengarahkan matanya ke setiap sudut ruangan tapi tidak menemukan sosok istrinya.
"apa kau melihat istriku" tanya Sean kepada pelayan.
",tidak tuan " jawab si pelayan
"perintahkan semua pelayan cari keberadaan istriku dirumah ini" titah Sean tegas
"baik tuan " pelayan itu mengangguk lalu bergegas pergi menemui rekan-rekannya membantu mencari keberadaan istri tuan nya.
dimana kau bell,,,,apa mungkin kau keluar rumah,, arrrghhh sial... kalau benar aku takut terjadi apa-apa denganmu.batin Sean cemas.
Tanpa pikir panjang Sean keluar dari rumah nya,melajukan mobilnya ke arah jalanan. Sean melaju perlahan menyusuri jalanan,tapi tak menemukan istrinya.
mungkin ke toko kue,guman Sean.
Mobil melaju kencang ke toko kue bibinya, perasaannya sungguh tak menentu,ia takut terjadi sesuatu pada istrinya.
Sampai di toko,Sean bergegas masuk kedalam, menghampiri bi Marni yang sedang menata kue-kue di etalase.
"bi...Bella kemari???
bi Marni mengernyit heran "tidak Sean....ada apa??? Bella tidak ada dirumah??? cecar bi Marni.
"Bella tidak ada dirumah bi" jawab Sean lesu.
"ada apa Sean...apa kau bertengkar???
"hanya salah paham bi" jelas Sean.
Ryan yang baru tiba mengantarkan pesanan menatap heran ke arah Sean.
"kau disini ??seru Ryan
Sean hanya menoleh sekilas lalu ia menatap kembali bi Marni.
"apa Bella menghubungi bi Marni??tanya Sean
"tidak Sean...Bella jarang menghubungi ku,,,,dan hari ini pun tidak datang kemari" terang bi Marni
Ryan yang penasaran bertanya pada bi Marni.
"ada apa Bu...memang Bella kemana???,,tanya Ryan
"itu bukan urusanmu" sela Sean dingin.
"tidak ada apa-apa ian" bi Marni mencoba menengahi.
Sean yang tidak menemukan Bella di toko kue, ia segera pamit pulang,bergegas keluar menuju mobilnya. Ryan mengikuti langkah Sean dari belakang.
"hei tunggu" cegah Ryan.
"kenapa" tanya Sean rahangnya mengeras, sungguh ia tak ingin di ganggu.
"ada hal yang harus saya sampaikan" ucap Ryan
"cepat katakan...aku tak punya banyak waktu dengan mu" bentak Sean
"apa kau merasa curiga atas kecelakaan yang menimpa kami berdua"
"maksudmu" Sean menaikkan sebelah alisnya
"ada orang yang mencoba mencelakainya"ucap ryan
"tanpa kau kasih tahu pun aku sudah mengetahuinya"
"kau sudah tau siapa yang mencoba mencelakainya???
"iya "
"benarkah "seolah tak percaya ucapan Sean.
"tentu saja... takkan ku biarkan orang yang mencelakai istriku bisa hidup dengan tenang" tegas Sean.
"lalu kau apa kan Sabrina???
"maksudmu" Sean bingung
Mendengar penuturan Ryan dada Sean bergemuruh hebat, rahangnya mengeras,kilat emosi terpancar dari kedua matanya,. Sean benar-benar marah.
"dari mana kau tahu Sabrina dalang dari kecelakaan Bella?? sorot mata Sean menatap tajam Ryan.
"dia sendiri yang bilang "
Sean berlalu pergi meninggalkan Ryan,ia bergegas masuk kedalam mobilnya, emosinya benar-benar dipuncak,ia ingin segera menemui Sabrina.
Mobil melaju kencang,ia tak peduli dengan jalanan yang macet,ia menekan klaksonnya berkali-kali, meminta kendaraan yang melintas minggir.
Tak berapa lama mobil Sean sampai di depan rumah sabrina ,ia berlari masuk ke dalam rumah Sabrina tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Sabrina..... Sabrina.... keluar kau " teriak Sean marah.
Jeni yang mendengar keributan di ruang tamu,ia segera menuruni tangga melihat siapa yang membuat kegaduhan di rumahnya.
"Sean ada apa??tanya jeni menghampiri Sean
"dimana Sabrina Tante?? nafas Sean memburu,sorot matanya menggelap memancarkan kemarahan.
"Sabrina ada di kamarnya Sean" ucap jeni sedikit takut.
"panggil dia kesini Tante " teriak Sean
."baiklah... sebentar Tante panggilkan" jeni dengan perasaan takutnya menaiki anak tangga menuju kamar Sabrina.
"Sabrina...buka pintunya sayang....Sabrina..." jeni menggedor-gedor pintu kamar Sabrina.
"ada apa sih mah,,, menggedor-gedor sampai segitunya"tanya Sabrina heran.
"cepat turun ke bawah ada Sean ingin menemuimu" pinta jeni.
"apa.... Sean.." Sabrina terkejut
"ayo buruan Sabrina,, sepertinya dia sedang marah,,mama takut padanya."menarik tangan Sabrina
"ma...aku juga takut kalau dia sedang marah...mama saja yang menemuinya" enggan Sabrina.
"Sabrina dia itu mencari mu....mama bilang kamu ada,,, memangnya kamu ada masalah apa dengan Sean sampai dia sangat marah"
"Sabin gak tahu mah,,"
"....Sabrina.... keluar kau. ...Sabrina...." teriak Sean menggema seluruh ruangan.
"ayo Sabin... nanti mama bantu kamu"
"tapi mah..." rengek Sabrina.
"Sabrina kalau kau tak keluar juga,,,aku yang akan menyeret mu " teriak Sean dibawah sana.
Dengan perasaan takut Sabrina dan jeni turun kebawah. mendapati Sean yang menatapnya tajam.
"Sean "guman Sabrina.
"apa yang kau lakukan pada istriku? ucap Sean menahan emosinya.
"apa maksudmu Sean..a..ku tak mengerti" Sabrina gelagapan.
"Jangan bohong" bentak Sean.
"Sean ada apa ini...memang kenapa dengan istrimu??? tanya jeni
"beberapa hari yang lalu istriku kecelakaan, untuknya dia baik-baik saja,,dan Tante harus tahu Sabrina lah pelakunya" sentak Sean.
"mana mungkin Sean..itu tidak benar" elak Sabrina.
"jangan bohong" bentak Sean.
"benarkah itu Sabin?? menatap tak percaya
"itu tidak benar mah...percaya padaku" sabrina mencari pembelaan.
"kalau benar aku yang menabraknya,,,mana buktinya " tantang Sabrina.
"aku belum membawa bukti,,,tapi ku pastikan aku akan menyeret mu ke penjara " teriak Sean emosi
"Sean sabarlah.... kalau benar Sabin yang melakukannya,,Tante lepas tangan tidak akan membelanya,,,tapi kalau Sabin tidak bersalah Tante tidak akan segan-segan melaporkan mu balik ke polisi"
"kita lihat saja nanti,,,siapa yang akan dijebloskan ke penjara duluan" tantang Sean, lalu meninggalkan kediaman rumah Sabrina.
"Sabrina katakan sejujurnya...apa benar yang dikatakan Sean..kamu mencelakai istrinya??tanya jeni setelah kepergian Sean.
"itu tidak benar mah,,,bukan aku pelakunya " bela Sabrina
"lalu siapa pelakunya...orang lain??? menatap tajam Sabrina,jeni seolah tahu bahwa Sabrina lah dalang dari penabrakan itu.
"bukan aku " Sabrina mulai gugup.
"iya mama tahu bukan kamu yang menabraknya tapi orang lain...orang lain itu siapa sabin?? jeni mencoba menjebak pertanyaannya.
"a..ku.......... kenapa mama membela Sean dan wanita murahan itu" mengalihkan pembicaraannya.
"jaga mulut mu Sabin,,,dia istri Sean " bentak jeni.
"mama juga membela wanita murahan itu" bentak Sabrina.
"cukup Sabin...kau sudah salah tapi malah mencela orang lain...kita tunggu papa mu pulang,,biar kita bicara dengan papa mu"
papa akan membela ku mama,batin Sabrina sinis.
_______________________________________________
Dukung terus yaa
like comment and vote 💐💐💐
biar author semangat up nya
terimakasih