Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
Kesepakatan


"Sean bagaimana sudah menanyakan kepada Tio masalah kerjaan.?? Bella menghampiri Sean yang sedang memangku laptopnya diranjang.


"sudah,, besok teman mu suruh ke kantor saja,,biar Tio yang mengurusnya" jawab Sean masih tetap fokus ke laptopnya.


Bella tersenyum "terimakasih sean "


"itu tidak gratis sayang" Sean menoleh ke arah Bella


"maksudmu?? Bella mengernyitkan keningnya


"kau harus membayar nya," jawab Sean.


"tapi aku tidak punya uang Sean,,"


"bukan dengan uang Bella,,,,uangku sudah banyak"


"lalu" Bella semakin bingung


Sean menyeringai "selama seminggu kau harus memakai lingerie yang berbeda tiap harinya"


"kau mencari kesempatan" Bella melotot


"terserah,,, aku tidak akan menjamin teman mu akan diterima kerja di perusahaan ku,,, banyak orang yang ingin bekerja di perusahaan ku,, tapi mereka gagal.. perusahaan ku sangat ketat dalam menyeleksi calon karyawan." ujar Sean menatap kembali laptopnya.


Bella tampak berpikir, akankah harus ku turuti kemauan Sean,,, kalau aku menolak Lusy pasti kecewa.batin Bella


"ya ya baiklah" Bella terpaksa


"oke kalau begitu,, terhitung dari malam ini kau harus memakai lingerie" titah Sean.


"kenapa tidak besok saja Sean" Bella memelas


"tidak apa-apa besok,, tapi aku tidak menjamin temanmu lulus"ancam Sean


"kau ini licik sekali Sean" dengus Bella


"aku tidak licik sayang ini adalah kesepakatan" Sean tersenyum mengejek


Dengan terpaksa Bella masuk ke ruangan pakaian. 20 menit berlalu tapi Bella tidak keluar-keluar dari ruangan pakaian ,Bella mencari lingerie yang agak tertutup tapi tidak ada, semuanya terbuka dan sexy .


Ia akhirnya pasrah memilih lingerie warna putih,terlihat menerawang memperlihatkan lekuk tubuh Bella.


Sean menoleh ke arah Bella, melihat istrinya memakai lingerie yang agak menerawang,badan Sean mulai panas merasakan gejolak gairahnya. Sesekali Sean menelan ludahnya terpesona melihat Bella memakai lingerie.


Bella berdiri di depan Sean, jari-jarinya saling bertautan merasakan kegugupan. Sean melihat tubuh Bella dari bawah sampai ke atas,kabut gairah telah menyelimutinya,tapi ia mencoba menahannya.


"aku sudah pakai lingerie,, apa aku boleh tidur'"


"tidur ?! ulang Sean


"kau hanya menyuruhku memakai lingerie saja, tak ada yang lain"


"tidak Bella,,,masih ada lagi,,, yaitu kau harus memulai permainan"


"memulai permainan apa... jangan-jangan kamu ingin aku...." Bella melotot


"iya... bercinta" Sean menyeringai


"kau mencuri kesempatan Sean,,, bisakah tidak melakukan itu sehari saja"


."tidak sayang,,, aku selalu ingin"


Sean meletakkan laptopnya di meja samping tempat tidurnya.


"ayo lakukan Bella" perintah Sean


"aku tidak bisa" tolak Bella.


"kemarilah,,duduk di pahaku" titah Sean


Dengan ragu Bella menurut, ia duduk di paha Sean,kedua kaki Bella mengapit pinggangnya. Mata keduanya saling bertatapan, Sean memajukan wajahnya meraih bibir Bella yang ranum. Sean mulai ******* bibir Bella dengan lembut,semakin dalam ******* tersebut,Bella semakin tak bisa menahan desahannya.


"Sean "lirih Bella setelah ciumannya terlepas.


Sorot mata Sean berkilat gairah menginginkan lebih dari sekedar ciuman. Sean menciumi leher jenjang Bella, menyusuri setiap inci leher Bella,,memberi gigitan kecil yang membuat Bella semakin tak bisa menahan hasratnya.


Sean menarik lingerie Bella, dengan satu tarikan pakaian itu terlempar jauh darinya, Sean semakin menggila mencumbui tubuh istrinya, tak melewatkan satu inci pun menciumi seluruh tubuh Bella,tubuh yang membuat Sean terobsesi dengan Bella, tubuh yang selalu ia dambakan setiap saat, tubuh yang memberi kehangatan dari semua wanita yang telah ia tiduri, Sean menggilai tubuh Bella. Sean menginginkan tubuhnya untuk selamanya.


Keesokan harinya Bella telah mengabari Lusy bahwa hari ini ia disuruh ke perusahaan Sean.


Lusy yang belum menyiapkan berkas dan pakaiannya,ia mulai menyiapkannya. Lusy tidak menyangka bahwa dia bisa langsung datang ke perusahaan suaminya Bella.


"aduh bagaimana ini,,, gara-gara Bella ngasih tahu nya dadakan jadi rempong kan" keluh Lusy. ia sedang menunggu angkutan umum.


Sesampainya di kantor Sean,Lusy dengan buru-buru menuju resepsionis menanyakan ruang HRD.


"anda diterima kerja sebagai staf biasa" jelas seorang HRD yang mewawancarainya.


"benarkah saya di terima Bu?? Lusy tak percaya


"iya... mulai besok anda bisa bekerja"


"terimakasih Bu,, kalau begitu saya pamit" Lusy membungkukkan badannya.


,"iya. "


Hati Lusy senang bukan kepalang, impiannya kerja di kantoran,dan bisa menggaet pria-pria tampan dan kaya di perusahaan SW akhirnya terwujud berkat bantuan Bella. Karena terlalu senang dan pikiran nya melayang kemana mana Lusy menabrak seseorang.


"pak maafkan saya" Lusy menunduk tidak enak


"lain kali hati-hati... ini jalanan bukan tempat melamun " ketus si pria yang tak lain asisten nya Sean, Tio.


Lusy mengangkat kepalanya wah tampan sekali,batin Lusy kagum


Tio yang melihat wanita di hadapannya senyum-senyum sendiri, pergi meninggalkannya, bergidik ngeri.


Tio memang tidak kalah tampannya dengan Sean, postur tubuh tegap,kulit putih berbadan atletis, tentu tidak jarang karyawan kantor mengagumi sosok tertampan no 2 di perusahaan Sean, tentunya yang pertama ialah Sean.


Lusy menghubungi Bella bahwa dia telah diterima kerja di perusahaan suaminya, dan mengajak Bella untuk ketemuan ditoko kue bibinya,Bella setuju.


Sesampainya di toko kue Bella sudah menunggunya di tempat duduk pertama ia dan Bella mengobrol.


" Bella terimakasih ya,,aku benar-benar senang, akhirnya bisa kerja dikantoran" ucap Lusy bahagia


"iya sama-sama,, semoga kamu betah kerja di sana"


"tentu sangat betah dong,,, soalnya aku udah ketemu cowok tampan"


"kamu itu mau kerja apa mau cari cowok sih??


" dua-duanya dong Bella" cengir Lusy


Bella menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya itu.


" oh iya,,, cowok yang kerja disini kemana ya" Lusy clingak clinguk mencari keberadaan Ryan.


"kamu ini gimana katanya udah ketemu cowok cakep di kantor,, kenapa masih nyari cowok lain"


"ihhh,,, gak apa-apa dong bell,,,, selagi belum janur kuning melengkung bebas nyari cowok"


"terserah lah "dengus Bella.


Tak lama sosok yang dicari Lusy akhirnya menghampiri mereka.


"hai Bella "sapa Ryan.


Bella tidak membalas sapaan Ryan ia fokus menatap jalanan. Lusy melirik Bella yang tidak membalas sapaan Ryan ia pun tersenyum menampakkan deretan giginya.


"hallo juga ian" sapa Lusy manja


"bolehkah aku duduk disini?? tanya Ryan


"tentu saja,, silahkan duduk"


Ryan tersenyum ia pun duduk dihadapan mereka berdua,sekilas melihat Bella ia meneliti leher Bella yang sedikit memerah.


"Bella kenapa lehermu merah,,apa digigit semut?? tanya Ryan menatap Bella


Bella terkejut lalu menutupi bekas merah itu dengan tangannya.


"tidak apa-apa" jawab Bella salah tingkah


"itu bukan gigitan semut ian,,,tapi gigitan suaminya" Lusy cekikikan


Bella melotot kearah Lusy,merasa malu ketahuan oleh Ryan.


" oh iya juga sih,,Bella kan sudah menikah" timpal Ryan


"kau tahu ian,,, kemarin sore aku menghubunginya,,,dan ternyata dia sedang bercinta sama suaminya,,"Lusy tertawa terbahak-bahak meledek Bella , sedangkan Bella ia sangat malu karena ia tidak sadar mengatakan hal itu kepada Lusy.


Ryan tersenyum tipis ada rasa kecewa saat Lusy memberi tahu Bella sedang bercinta dengan Sean. Tetapi ia mencoba bersikap biasa.


"wah ternyata suamimu sering meminta itu ya....enak ya kalau udah menikah pasti kelonan terus" ledek Ryan


Bella memutar bola matanya malas melihat Lusy dan Ryan meledeknya.


"pasti dong ian....pasti inginnya kelonan terus,, berduaan terus bahkan mungkin Bella dan suaminya sering bercinta setiap saat" ledek Lusy makin menjadi


"Lusy... cukup " bentak Bella


Lusy langsung terdiam, sedangkan Ryan tersenyum tipis. Bella menatap Lusy dan Ryan bergantian, kesal rasanya jadi bahan ledekan.


Ia pun beranjak dari tempat duduknya pergi meninggalkan mereka berdua.


Setelah kepergian Bella Lusy kembali ketawa.


"kau tahu ian pasti dia malu banget kita ledekin" Lusy masih tertawa.


"apa kita tidak berlebihan ledekin Bella,, sepertinya Bella marah tuh"


"tenang saja,, Bella bukan tipe orang pendendam,,, walaupun wajahnya datar dan sikapnya dingin tapi dia orangnya hangat.'" terang Lusy.


"oh gitu yaa,,, kamu tahu banyak tentang bella'"


"sebelum menikah dengan pria kaya,kita teman satu kerajaan"


Ryan hanya mengangguk pelan.


sepertinya hubungan bella dengan Sean baik-baik, terbukti tanda merah dilehernya, hatiku seakan tercubit,,tapi apa daya aku tidak bisa memilikinya,batin Sean pilu.


karakter menurut pandangan author,


happy reading 💐💐💐


Sean Wiraguna



Arrabella



Devan Prayoga



Tio