Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
Benci dan cinta


"mom.... kapan pulang,Zyan kangen mom??? teriak Zyan, saat Bella video call dengannya.


"mom gak tahu sayang,,,,tapi mommy akan cepat pulang kalau mommy udah selesai dengan kerjaan mommy " balas Bella.


"janji ya mom,,Zyan kangen mommy "


"iya sayang,,," Bella tersenyum. " ya sudah ya Zyan,, mommy kerja dulu,, jangan main terus,,,kamu harus bobo siang " perintah Bella


"siap mom, bye " seru Zyan.


"bye sayang, muachh " balas Bella memutuskan panggilannya.


"romantis nya "seru seorang pria


Bella menoleh kearah suara tersebut, dan ternyata pria yang dulu ia cinta sekarang ia benci, Sean.


Bella tidak menanggapi ucapan Sean,ia kembali makan dengan tenang, Lia yang berada dihadapan Bella terkejut melihat CEO perusahaan SW corporation menghampiri mereka.


"pak Sean " seru Lia


"hallo....kalian makan siang disini juga ternyata?? Sean basa basi.


"iya pak ".jawab Lia.


"bolehkah saya bergabung dengan kalian " pinta Sean.


"boleh pak,, silahkan " jawab Lia antusias


Bella menatap tajam Lia, sungguh ia tak ingin Sean ada di meja makannya. Sean dengan cepat duduk disamping Bella.


argh menyebalkan


"kalian tidur di hotel mana ??? tanya Sean.


"kami tidur di hotel xxx pak" jawab Lia.


"oh..., itu tidak jauh dari perusahaan saya "


"iya pak, bos Ramon memang tak ingin kami kesusahan, apa lagi dikota besar ini " ungkap Lia


" Lia stop..tidak usah kau membicarakan hal yang tidak penting" sentak Bella


"pak Sean bertanya,,,aku hanya menjawab,,,apa salahnya bell "ujar Lia.


"temanmu benar, aku hanya bertanya,"


Bella menghentak kan sendok makannya, lalu pergi meninggalkan Lia, rasanya muak berdekatan dengan pria so' seperti Sean.


"Bella kamu mau kemana ???? teriak Lia melihat Bella meninggalkannya dengan CEO SW corporation.


"maaf pak...saya harus menyusul Bella " Lia akan beranjak dari duduknya


"tunggu " tahan Sean.


"ada apa pak " Lia mengernyitkan keningnya


"saya hanya ingin menanyakan beberapa pertanyaan"


"anda ingin bertanya apa pak???


Sean berdehem. "apa benar Bella sudah menikah???


Lia sedikit terkejut mendengar pertanyaan Sean.


"hmm,, Bella seorang janda anak satu pak"


"jadi dia janda ??? Sean memastikan.


"iya pak,,, suami nya sudah meninggal" jelas Lia.


Sean menyeringai ini kesempatan bagus untuk mendekatinya.


"kalau begitu terimakasih" ucap Sean lalu bergegas pergi.


"pak Sean tampan sekali,,,,eh tapi kenapa dia menanyakan Bella,,,tidak mungkin dong dia tertarik sama Bella,,dia kan sudah bertunangan " guman Lia.


Ditempat lain Bella berjalan menyusuri jalan menuju kantor dimana bos nya sedang meeting.


arrghh sial,,,, kenapa harus bertemu dengan pria itu,,,,aku membencinya,, gerutu Bella.


Bella melanjutkan jalannya,cuaca hari ini sangat panas, keringat bercucuran dari dahi Bella, sebuah mobil menepi di sisi jalan meklakson Bella.


"hei " seorang pria berkacamata hitam menyapa didalam mobilnya.


Bella memutar bola matanya, pria itu mengikutinya.


"masuklah,,,aku akan mengantarmu ke tempat Ramon." ujarnya.


"tidak " ketus bella.


"apa kau yakin,,,hari ini panas sekali,,nanti kau bau keringat dan lagi kau ada meeting lagi kan,,,apa kata rekan bisnis Ramon kalau kau bau keringat"


Bella tampak berpikir,tapi ia tidak ingin naik mobilnya.


"ayolah "


Bella masih tidak bergeming, Bella membuka tasnya hpnya berdering, ditatapnya layar hp itu, bos Ramon menghubunginya.


"hallo Bella,,,kamu dimana,,cepat kemari meeting segera di mulai " seru Ramon.


"iya bos,, sebentar lagi saya sampai " balas Bella


"cepat jangan lama-lama " titah Ramon .


Bella menyimpan kembali hpnya, setelah panggilan terputus.


"itu pasti bosmu kan,,,ayo aku antar."bujuk Sean.


Bella menghela nafasnya, perjalanan menuju tempat meeting Ramon masih jauh, mau tidak mau ia harus ikut dengan mobil Sean. Bella menghampiri mobil Sean.


Sean tersenyum senang, wanita yang ia inginkan mau ikut dengannya. Sean langsung menancap gas setelah Bella masuk mobilnya.


Diperjalanan Bella memalingkan wajahnya ke arah jendela mobil, melihat jalanan yang cukup padat.


"hmm...kau sudah lama bekerja dengan Ramon" Sean memulai pembicaraan


"sudah " jawab Bella singkat,tanpa memalingkan wajahnya.


benar kata Ramon, wanita ini sangat dingin,,


"bolehkah aku meminta nomor handphone mu??? ucap Sean


"tidak ..."


damn .... wanita ini benar-benar dingin,,tapi aku suka..


Mobil melaju membelah jalanan ibu kota, tidak ada pertanyaan lagi yang Sean berikan. Sesampainya di kantor dimana bos nya meeting, bella langsung dari keluar dari mobil Sean.


"terimakasih " ucap nya berlalu pergi.


wanita ini benar-benar membuat ku penasaran, aku harus mendapatkannya.


Bella sedikit berlari menuju ruang meeting, hampir telat tapi ia berusaha lari, didalam ruangan sudah ada Rendi dan Lia, belum nampak bos Ramon hadir .


"hah akhirnya sampai "


"kau dari mana saja Bella " tanya Lia.


"aku jalan kemari " jawab Bella asal.


"apa kau berjalan bell " Rendi terkejut.


"lagian kamu kenapa pergi saat CEO SW corporation menghampiri kita" ujar Lia


"ada apa sih ??? tanya Rendi penasaran.


"tidak ada " potong Bella.


Rendi menatap Lia, namun Lia mengedikkan bahunya.


Tak lama Ramon dan beberapa rekan bisnisnya tiba, Bella mulai fokus namun ada sedikit rasa kesal dihatinya.


Meeting berjalan lancar, satu persatu meninggalkan ruangan meeting, termasuk Bella, ia ingin segera mandi. Seharian bekerja dengan jadwal yang padat di tambah lagi bertemu dengan pria yang ia benci.


Di hotel


"bell,,,aku mau bicara" seru Lia


"bicara saja " Bella sedang mengeringkan rambutnya.


"tadi pak Sean , menanyakan sesuatu hal tentang mu???


Bella terdiam sejenak, " apa itu ???


"dia menanyakan status mu''


"lalu kau jawab apa???


"aku bilang kalau kamu janda anak satu"


"terus reaksi dia bagaimana???


"dari yang aku lihat, dia agak sedikit menyeringai,"


"lalu dia bertanya apa lagi ???tanya Bella


"hanya itu,,tidak ada lagi "


Bella menyisir rambutnya lalu berbaring di kasur.


"bell...apa kau tidak kepo, seorang CEO bertanya kehidupan pribadi mu "


"aku tidak peduli,,,dan aku ingin istirahat " ketus Bella.


"hah dasar Bella si cewe dingin " guman Lia .


Esoknya Bella kembali beraktivitas menyusun laporan dan pemasaran dengan rekan-rekan bisnis Ramon. Hingga siang menjelang Bella masih berkutat dengan pekerjaannya, bunyi dering telepon mengalihkan kesibukannya.


"hallo "


"hallo sayang " seru orang disebrang sana


"oh ian "


"kau sudah makan ???


"hmmm..aku belum makan,, kerjaan aku belum selesai,,,tapi sebentar lagi selesai"


"jangan lupa makan sayang..."


"iya "


"aku merindukanmu "


"aku juga "kekeh Bella


"benarkah itu ???? Ryan terkejut senang


"iya ian " Bella tersenyum tipis.


"ahh aku ingin segera pulang"


"cepat pulang " balas Bella.


"tentu... aku akan segera menyelesaikan pekerjaan ku disini"


"iya baiklah,,,,ya sudah aku kerja lagi,,,, pekerjaanku belum selesai"


"oke sayang sampai jumpa".


"bye" Bella mengakhiri panggilannya. kembali berkutat dengan pekerjaannya


"siapa itu yang menelpon mu" suara bariton yang Bella kenal, Sean.


" bukan urusanmu" ketus Bella.


"apa itu anakmu ???


"bukan" Bella tidak mengalihkan pandangannya,ia fokus menatap berkas-berkas yang sedang ia kerjakan.


"apa tadi pacar mu?? tanyanya lagi


"bukan urusanmu"


Sean berdiri menjulang tinggi dihadapan Bella yang sedang duduk mengerjakan pekerjaannya. Sean bersedekap menatap Bella.


"liat aku " perintah Sean tegas.


Bella masih fokus dengan berkas-berkasnya.


"liat aku nona Bella " tekan Sean


"ada apa,, kalau ada hal penting bicara saja,,,aku sedang sibuk " ucap Bella cuek.


Kesabaran Sean meluap, ia menghampiri Bella menarik tangannya, mendorong tubuh Bella ke dinding, Sean memepetkan tubuhnya.


Bella memalingkan wajahnya, ia merasa kesal terhadap Sean


"liat aku " titah Sean tegas


"pak Sean ini kantor,,,kau harus jaga image mu,,,apa pantas seorang CEO bertindak seperti ini ke pegawai rekan bisnis mu" sinis Bella


Bella memang bekerja diruangan yang hanya ada satu meja saja, Ramon menempatkan Bella seorang diri di ruangan,agar dia fokus mengerjakan tugasnya.


Sean menyunggingkan senyumannya, " aku sudah tak tahan " suara serak Sean mendominasi


"maksudmu apa " bentak Bella


"aku menginginkan mu" kilat mata Sean menggelap seakan menahan hasratnya.


"jangan gila,,,pergi dari sini,,,atau saya teriak " ancam Bella.


Namun Sean langsung mencium bibir Bella,menahan tengkuknya memperdalam ciuman nya, sontak Bella memberontak menutup rapat-rapat bibirnya, tangan Bella memukul-mukul dada Sean, Sean terus menerus menciumnya menggigit bibir Bella agar membuka bibirnya.


Sean berhasil membuka bibir Bella, dengan rakus ia memperdalam ciumannya,mengabsen seluruh rongga mulut Bella.


oh tuhan..... tolong siapa saja tolong aku,


Sean terus memperdalam ciumannya, air mata Bella mengalir deras dengan pangutan Sean yang terus menerus mendominasi bibirnya. Saat keduanya kehabisan nafas, baru Sean melepaskan ciumannya.


Bella terengah-engah menatap tajam Sean, dengan cepat tangannya menampar Sean.


"kau bajingan " bentak Bella


Sean menyeringai lalu pergi meninggalkan Bella. Tubuh Bella merosot ,air mata terus mengalir, bekas ciuman Sean masih terasa perih. Bella menangis sesenggukan, rasa benci kian menyelimuti nya.


*oh tuhan kenapa harus seperti ini, aku membencinya dan juga mencintainya,,jerit Bella


_____________________________________________


Dukung terus yaa like comment and vote


Biar author semangat up nya 🥰🥰🥰


happy reading 💐💐💐💐*