
Bella terbangun lemah tubuhnya benar-benar remuk,Sean benar-benar menggempurnya sampai lemah tak berdaya.Diliatnya jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, perutnya terasa lapar. Bella mencoba bangun tapi dia tidak bisa,mencoba dan terus mencoba hingga akhirnya membangun Sean yang merasa terusik dari tidurnya.
" kamu mau kemana bell??tanya Sean dengan suara khas bangun tidur.
"aku lapar "ketus Bella
Sean bangun dari kasur memakai celana boxernya duduk disisi Bella. " kamu pingin makan apa?? tanya Sean lembut
" terserah" ketus Bella
"baiklah,, tunggu sebentar" titah Sean. Sean lalu menghubungi pelayan untuk mengantarkan makanan ke kamarnya.
Sean menatap wajah Bella tersenyum simpul, membuat Bella tidak nyaman, " kenapa kamu menatap ku?? tanya Bella risih
"kau sangat cantik bell" puji Sean
Bella menatap jengah ke arah Sean,dia benar-benar membenci pria yang sekarang jadi suaminya.selang beberapa menit pelayan datang membawakan makanan.
"ayo makan" ucap Sean akan menyuapi Bella
"aku saja"tolak Bella meraih piring berisi makanan. Bella yang masih telanjang menutupi bagian dadanya dengan selimut,tapi selimut itu melorot saat tangan Bella menyuapkan makanannya.
"kau mau menggodaku bell"Sean amenyeringai mesum. Bella yang kaget langsung menutupi dadanya mengapitkan selimut di kedua ketiaknya.
" biar aku saja yang menyuapimu,kalau kamu makan sendiri selimut mu akan melorot lagi,dan aku tidak tahan ingin memakan mu'"
mau tidak mau Bella menerima suapan dari Sean,daripada perutnya kelaparan setelah pertempuran tadi siang sampe sore hari.
___
pagi hari Bella bangun turun kebawah mencari dapur perutnya mulai lapar lagi.Mungkin pertempuran kemarin sore masih menyisakan rasa lelahnya.
"nyonya bisa saya bantu" tawar si pelayan
"aku lapar,apa ada makanan" jawab Bella
"nyonya ingin makan apa??
"bubur ayam ada???tanya Bella
"sebentar saya buatkan,nyonya tunggu saja di ruang makan"jawab si pelayan
Bella mengangguk menuju ruang makan yang sangat luas, " seberapa kaya pria itu,? rumah ini sangat luas,aku hampir kesasar" guman Bella
"tentu saja dia kaya, buktinya dia membeliku dengan mudahnya."gumam Bella lagi.
"ini nyonya bubur ayam"meyerahkan semangkuk bubur ayam yang masih panas.
"terimakasih"ucap Bella, aku lapar sekali, gumam Bella dalam hati.
"ternyata kamu disini bell!?? terdengar suara bariton Sean
Bella melirik,sepertinya dia baru bangun tidur wajahnya masih lusuh dan kenapa juga dia tidak Pake baju hanya memakai celana training saja,guman Bella dalam hati.Bella melanjutkan makannya, tidak memperdulikan Sean yang sedang menatapnya.
"boleh aku minta" pinta Sean
"minta sana sama pelayanmu"ketus Bella
"aku hanya ingin memakan punyamu"
Sean lalu mengambil mangkuk bubur ayam dari hadapan Bella memakannya tanpa mempedulikan Bella yang kesal.
"punyamu lebih enak sayang"cengir Sean
selera makan Bella hilang begitu saja menatap sebal Sean,Bella beranjak pergi tetapi tangan Sean menarik Bella di pangkuannya. "Sean apa-apaan kau ini" bentak Bella
"temani aku makan"jawab Sean enteng
"tapi jangan begini Sean,malu banyak pelayan yang melihat"Bella beralasan
"pelayan tidak akan berani menatap ke sini"
"pokonya aku tidak mau Sean,lepaskan"berontak Bella,
Bella melotot akhirnya dia pasrah duduk di pangkuan Sean. Sean tersenyum penuh kemenangan,kapan lagi menjahili istrinya yang galak.
____
"Dev bukankah ini Bella?? tanya ibu Marta, ibunya Devan,memperlihatkan majalah yang ada foto saat Sean dan Bella melangsungkan pernikahan.Ternyata dia menikahi pria kaya,guman Devan dalam hati
"iya bu'"jawab Devan
"bukankah kalian masih pacaran, kenapa Bella menikah dengan pria ini? tanya ibu Devan
"entah lah Bu,dia bilang sudah tidak mencintai ku,dan tiba-tiba dia menikah" jelas Devan
"dia memang wanita matre Dev,buktinya dia menikah dengan pengusaha kaya ini,dia tidak mau menunggumu sukses"emosi ibu Marta
" Bella tak seperti itu Bu"bela devan
"tak seperti itu bagaimana ,,, ibu sering lihat Marni sering ditagih rentenir, jangan-jangan Bella jual diri pada pria kaya itu untuk membayar utang-utangnya Marni"
"ibu cukup,,Bella tidak akan melakukan hal hina seperti itu,aku tau sifat Bella seperti apa"sanggah Devan
"terserahlah,,yang jelas akhirnya kamu putus dengan dia".
Ibu Devan memang kurang menyukai Bella dan bibinya,menurutnya kedua orang itu selalu menyusahkan Devan,dan lagi BU Marta malu mempunyai calon menantu yang banyak hutang ke rentenir.
kamu tidak akan melakukan hal itu kan bell,guman Devan dalam hati, sebaiknya aku tanya ke bi Marni saja,mungkin dia tahu alasan Bella berpisah denganku.
tok tok tok
"Devan" sapa bi Marni saat membukakan pintu rumahnya.
" siang bi,boleh saya bicara dengan bibi" tanya Devan
"tentu saja boleh,ayo masuk"bi marni mempersilahkan masuk. "duduk Dev"
"begini bi,saya mau tanya apa bibi tahu alasan Bella memutuskan hubungan dengan saya"??
"bella bilang dia sudah tidak mencintai kamu lagi, memangnya kenapa Dev?? tanya bi marni heran.
"tidak apa-apa bi,hanya saja terasa janggal saat Bella ingin berpisah"jelas Devan
"janggal ?? bi marni bingung
"iya bi sebelum putus,kemarin-kemarin kita masih baik-baik saja,tapi besoknya Bella minta putus dan bilang tidak mencintai saya lagi lalu tiba-tiba dia bilang mau menikah"jelas Devan panjang lebar.
"awalnya bibi juga heran Bella bilang putus denganmu,tapi bibi tidak menanyakan lagi,kau tahu sendiri kan Bella orang nya tertutup dan dia tidak suka orang lain mencampuri urusan pribadi nya."ucap Bi Marni
"iya saya tahu bi,, tapi apa bibi tahu tentang suaminya Bella???tanya Devan
"bibi juga tidak tahu jelasnya, tiba-tiba melamar Bella, meminta menikah seminggu kemudian,bibi juga heran kenapa begitu cepat mereka ingin melangsungkan pernikahan."
"apa bibi tidak curiga???
"apa maksudmu Dev??? melotot kearah devan
"maaf bi sebelumnya,apa mungkin Bella jual diri untuk mendapatkan uang!!!
bi marni yang mendengar perkataan Devan langsung melotot " tidak mungkin Bella seperti itu,,jaga ucapanmu Dev"ucap bi Marni tak terima.
"maaf bi"Devan menundukkan kepalanya.
"lebih baik kamu pulang Dev"menatap sinis ke arah Devan
"maafkan saya bi"sesal Devan
"pulang Dev" usir bi marni
Devan pun berpamitan pulang rasanya menyesal telah menuduh Bella tanpa ada bukti.
sedangkan bi Marni sangat syok atas perkataan Devan menuduh Bella jual diri.
kamu tidak seperti itu kan bell,lirih bi marni.