
Pagi-pagi sekali seseorang mengetuk pintu rumah Bella. Bella yang sedang membuat sarapan bergegas menuju pintu depan.
Ceklek
Pintu terbuka seorang pria berpenampilan rapi bertamu ke rumah Bella.
"Tio "
"nona " balas Bella.
"ada apa kau kemari pagi-pagi " tanya Bella heran.
"bolehkah saya masuk nona, tidak baik ada tamu berdiri terus di depan pintu " tukas Tio.
"ya baiklah,,,,masuk....silahkan duduk "
Mereka pun duduk. Bella masih keheranan kenapa Tio pagi-pagi datang kerumahnya.
"ada apa??? ketus Bella.
"nona bisa anda ke Jakarta " pinta tio
Bella mengernyitkan keningnya. " ada apa memang nya harus ke Jakarta"
" tuan Sean masuk rumah sakit, benturan di kepalanya kembali menyerang otaknya,hingga akhirnya ia masuk rumah sakit" jelas Tio.
"aku tidak mau kesana " tolak Bella.
"tapi nona, semalam tuan memanggil-manggil nama anda terus ,,,saya takut tuan Sean mengalami hal buruk dengan kondisinya sekarang."
"itu bukan urusanku " ketus Bella.
", tolong lah nona,,,sekali ini saja anda menjenguknya, " mohon Tio
Bella terdiam dalam benaknya ia merasa kasian tapi ia juga kesal dengan perilaku Sean yang seenaknya.
"mom " panggil Zyan menghampiri Bella.
Tio memperhatikan wajah anak Bella, sejenak ia berpikir bahwa wajah anak Bella sedikit mirip dengan tuannya, Sean.
"ada apa sayang " Bella mengelus rambutnya.
"mom Daddy kenapa ???
"sayang ada apa kenapa bertanya seperti itu " Bella heran dengan sikap anaknya yang menanyakan Daddy nya.
"Zyan bermimpi Daddy gak bangun-bangun mom,, Zyan takut mom "
ahh..apa ini mimpi semalam yang Zyan katakan, kenapa batin mereka begitu kuat.
"nona apakah ini anak anda " tanya Tio
"iya "
"sepertinya anak nona sangat kuat ikatan batinnya dengan tuan Sean, buktinya dia merasakan kalau ayahnya sedang tidak baik-baik saja"
Bella melihat Zyan mengelus puncak rambutnya. Haruskah ia mendatangi Sean.
"bagaimana nona ??? Tio memastikan
" iya baiklah " akhirnya Bella setuju.
Bella dan Zyan bersiap untuk ke Jakarta, ia juga meminta ijin pada Ramon untuk tidak masuk kerja hari ini.
Tio membawa Bella dan Zyan menuju landasan pesawat pribadi milik Sean. Perjalanan singkat dari kota Surabaya menuju Jakarta. Mereka langsung menuju rumah sakit dimana Sean dirawat.
Pintu kamar VVIP terbuka, Sean terbaring di ranjang, Bella dan Zyan menghampiri Sean, menatap sendu Sean.
"mom,,,ini Daddy??? tanya Zyan polos.
"iya sayang,, ini Daddy "
Sean masih menutup matanya, tangan Zyan menggenggam tangan Sean.
"Daddy ini Zyan,,,Daddy bangun mommy sama Zyan ada disini nemenin Daddy " celoteh Zyan
Ada rasa iba melihat Sean seperti ini terlebih lagi Zyan sangat ingin Daddy-nya bangun.
"mom,,, Daddy ko gak bangun-bangun mom " Zyan mendongakkan kepalanya menatap Bella
"Daddy sedang tidur sayang "
"mom,, Daddy namanya siapa...Zyan mau doain Daddy biar cepat sembuh "
Bella tersenyum. " Daddy Sean ,sayang "
Tangan Zyan menengadah tangannya.
"ya Tuhan sembuh kan lah Daddy Sean, Zyan ingin sekali bermain dengan Daddy Sean, Zyan ingin Daddy Sean cepet bangun, sembuh kan lah Daddy Sean ya Tuhan, Amin." Zyan mengusapkan tangan ke wajah nya.
Bella tersenyum haru melihat Zyan mendoakan Sean, rasa bersalah menjauhkan Zyan dari Sean. Selama ini Bella tak ingin Sean ada di kehidupan Bella dan Zyan, setelah ia melihat Sean bertunangan dengan Sabrina. Bella tak ingin berurusan lagi dengan keluarga Sabrina, terlebih Daniel, yang pernah menculiknya. Hingga saat ini trauma masih ada.
Bella duduk disamping ranjang Sean, mendudukkan Zyan di pangkuannya. Terus menatap Sean yang tak kunjung bangun.
",nona Bella " panggil Tio, saat masuk ke dalam.
Bella menoleh melihat kedatangan Tio.
"ada apa ???
"nona makan lah dulu,,,kasian anak anda belum makan sejak sampai di sini" bujuk Tio
Bella mengangguk
"sayang kamu makan dulu ya... mommy suapi"
Zyan mengangguk,Bella menggendongnya ke arah sofa agar lebih nyaman menyuapi Zyan.
Tio duduk di sofa tak jauh dari Bella, ia ingin sekali menanyakan hal apa yang terjadi saat 5tahun lalu. Tapi ia tak enak ada Zyan di pangkuan bella.
eughhh
Sean melenguh, sontak Bella dan Tio menghampiri ranjang Sean.
" Sean " panggil Bella
"Bella " seru sean
"Sean kau sudah bangun " ucap Bella lembut
Sean mengangguk lemah, ia menatap Zyan disisi Bella . Tangan Sean perlahan mengusap kepala Zyan.
"Daddy "panggil Zyan.
Sean tersenyum. " hallo boy,, " sapa Sean pelan
"kau ingin apa Sean,,,kau ingin minum" tawar Bella.
Sean mengangguk lemah, Bella dengan pelan-pelan memberikan air minum. Setelah sudah cukup, Sean kembali berbaring. Menatap Bella dan Zyan, walaupun kondisinya sekarang ini tidak baik, tapi setelah melihat Bella dan Zyan disini hati Sean bahagia.
"Sean apa yang terjadi " tanya Bella.
"aku tidak tahu bell,,, kepala ku pusing "
"ya sudah kamu istirahat saja ya...aku akan menemanimu disini"
"terimakasih bell ".
Hari sudah hampir malam, Bella dan Zyan menemani Sean seharian. Tio menyarankan bella untuk pulang kerumah Sean,supaya ia beristirahat disana. Terlebih ia kasian dengan Zyan, anak sekecil Zyan berada di rumah sakit bukan hal baik, banyak orang sakit datang dan pergi, kemungkinan kecil rawan tertular penyakit.
Akhirnya Bella mau diajak pulang ke rumah Sean,ia dijemput oleh supir Sean. sebenarnya ia berat meninggalkan Sean sendirian di rumah sakit. Seharian ini Sean hanya tertidur kadang bangun sebentar lalu kembali memejamkan matanya lagi.
Tak lama mobil sampai di pekarangan rumah Sean, rumah yang dulu ia tinggali. Bella masuk dengan zyan menatap sudut demi sudut rumah Sean,, semuanya hampir tak berubah.
"nyonya " seorang pelayan berumur 40 tahunan menghampiri Bella
" saya Bella, Tio menyuruh ku kesini " ucap Bella.
Pelayan itu tersenyum. " selamat datang kembali nyonya,, saya senang bisa berjumpa dengan nyonya lagi "
"kau mengenalku " Bella mengkerutkan keningnya
"tentu saja,,, karna saya sudah bekerja lama dirumah ini,, nama saya Mutia " pelayan yang bernama Mutia itu menundukkan kepalanya
"ah begitu,,,aku tak ingat "
"tak apa nyonya,,,mari saya antar ke kamar tuan Sean." Mutia mengajak Bella ke lantai atas menuju kamar Sean.
Kamar yang sama dulu pernah ia tempati bersama Sean.
"mom kita tidur disini " tanya Zyan
"iya sayang,,tidur sama mommy ya "
"iya mom "
"Bu Mutia terima kasih " ucap Bella.
"sama-sama nyonya, kalau begitu saya pamit, saya akan menyiapkan makan malam" pamit Mutia . berlalu pergi.
Bella mengajak Zyan untuk mandi, setelah memandikan Zyan, Bella menyuruh Zyan untuk menunggu, Bella kembali ke kamar mandi, ia ingin membersihkan diri, menunggu Sean seharian di rumah sakit, tubuhnya terasa lelah.
Usai berpakaian Bella menuju ruang makan,karna Mutia memanggil untuk makan malam. Saat makan Bella tak nafsu makan,ia masih kepikiran dengan Sean.
"mommy " panggil Zyan.
"iya sayang, ada apa ???
"mommy ko diam aja, gak makan "
Bella tersenyum, " mommy makan sayang, Zyan gak liat "
"tapi mommy melamun,, apa mommy kepikiran Daddy Sean ???
Bella hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Zyan.
"Daddy Sean baik-baik saja kan mom ?? tanya Zyan lagi.
"Daddy Sean baik-baik saja sayang,,, besok kita jenguk lagi ya "
"iya mom,, zyan ingin nemenin Daddy Sean "
"ya sudah lanjutkan makannya ya sayang " Bella mengusap kepala Zyan.
Sedangkan di Surabaya Ryan uring-uringan karena Bella tak kunjung membalas pesannya, akhirnya ia berniat untuk pergi ke rumah Bella, menyambar kunci mobilnya. Perjalanan menuju rumah Bella hanya 30 menit dari apartemennya, Ryan memarkirkan mobilnya di depan rumah Bella. Ryan mengetuk pintu berharap Bella membukakan pintu untuknya.
"pak Ryan " sapa Tuti pengasuh Zyan saat membuka pintu.
"Bella ada mbak ??
"mbak Bella sama zyan sedang pergi pak "
"pergi kemana ???
"katanya mau ke Jakarta, tadi pagi ada yang kesini, minta mbak Bella ikut ke Jakarta"
"Mbak Tuti kenal dengan orangnya???
"saya tidak pernah liat pak "
"bagaimana ciri-ciri"
"orangnya tinggi,,putih, sedikit brewokan pak " jelasnya.
apa mungkin itu Sean,,tapi Sean berkulit agak coklat lalu siapa
"oh ya sudah saya pamit mbak " pamit Ryan.
"iya pak "
Ryan langsung masuk kedalam mobil, namun tak langsung jalan. Ia terus berpikir siapa yang menjemput Bella untuk pergi ke Jakarta. Ryan mencoba menghubungi Bella, namun tidak aktif. Ryan menggeram frustasi,ia tidak ingin kehilangan Bella, apa lagi kembali kepada Sean.
____________________________________________
Dukung terus yaa like comment and vote
Biar author semangat up nya 🥰🥰🥰
happy reading 💐💐💐