Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
Masalah selesai


Tak lama Tio dan anak buahnya datang,Sean memerintahkan Tio agar membawa Sabrina ke kantor polisi.


"Sean aku mohon maaf kan aku...aku janji tidak akan melakukannya lagi" berontak Sabrina saat di bawa oleh anak buah Tio.


Daniel mencoba membantu Sabrina tapi dihalangi oleh anak buah Tio yang lain.


"pertanggungjawaban dulu perbuatan mu,,,baru kau aku maafkan..Bella memberikan pilihan mu dijebloskan ke penjara,.. daripada kau mendapat hukuman dariku,,,kau tau sendiri aku dan Tio akan menghukum mu seperti apa" sarkas Sean.


"Sean kau sangat kejam...kemana Sean yang begitu mencintai putriku...kau bahkan tidak menghormati ku...kau telah di butakan cinta oleh wanita rendahan itu" teriak Daniel.


"dulu memang aku mencintainya,,,setelah tahu apa yang dia lakukan di Paris,,itu membuat ku jijik telah mencintai putrimu" ucap Sean.


"kau yang menjijikkan Sean...menikahi wanita murahan seperti dia" sentak Daniel.


Sean tersulut,tapi Bella menahannya, " sudah kau jangan terpancing,,biarkan dia meluapkan emosi nya... kalau kau meladeninya sama saja dengan dia" cegah Bella.


Sean mengangguk,Bella benar-benar bisa membantu Sean menahan segala amarahnya,mungkin kalau tidak ada Bella Sean akan lebih membabi buta menghajar dua orang itu.


"bawa mereka keluar,,, singkirkan dari hadapan ku" titah Sean


" baik tuan" jawab Tio.


Tio memerintahkan anak buahnya membawa Sabrina ke kantor polisi, mengusir Daniel ke luar rumah Sean.


"papa tolong Sabin pah.." rengek Sabrina saat akan dibawa oleh anak buah Tio.


"tenang sayang...papa akan lakukan apa pun agar kamu bebas,,, bersabarlah"


"ayo bawa " titah Tio. Mobil melesat pergi membawa sabrina meninggalkan kediaman Sean.


"tuan sebaiknya anda pulang,,, jangan membuat keributan lagi...jika anda tak ingin masuk penjara seperti putri anda" ancam Tio.


"sialan kau " Daniel pergi menuju mobilnya.


Dimeja makan Sean dan Bella tengah menikmati makan malam. Sean nampak melirik Bella yang lahap menyantap makanannya. Buat Sean kejadian tadi membuatnya tak nafsu makan, sedangkan Bella begitu lahap menyantap makanannya.


"bell...kau tidak kenapa-kenapa?? tanya sean


Bella menoleh, " memang nya kenapa Sean ??? tanya Bella balik.


"apa kau tidak merasa terganggu oleh kejadian tadi"


"ah..tidak Sean...lagian buat apa dipikirkan,,aku sudah lelah dan aku lapar" jawabnya.


"baiklah makan yang banyak "ucap Sean tersenyum.


Daniel tiba dirumahnya membanting pintu dengan kasar,jeni yang menunggunya sontak terkejut melihat kedatangan suaminya yang acak-acakan,terlebih lagi wajah suaminya ada luka lebam.


"sayang kau kenapa...mana Sabrina???tanya jeni penasaran.


"arrgh gara-gara wanita sialan itu Sabin dijebloskan ke penjara." teriak Daniel.


"benarkah itu" jeni terkejut.


"iya....Sabin dijebloskan ke penjara,,,padahal aku dan Sabin telah meminta maaf bahkan sujud dikakinya...tapi dengan angkuhnya wanita itu malah menjebloskan Sabin ke penjara" terang Daniel emosi.


"berarti benar Sabin yang melakukannya"


"kenapa kau memihak mereka" Daniel kesal


"bukan memihak...tapi anak kita memang bersalah"


"kau tak pernah membelanya jeni...dia anak mu"sentak Daniel


"aku tahu pah...tapi kalau Sabin bersalah. dia harus bertanggung jawab"


"ah..kau sama saja dengan mereka...aku akan membalas semua perbuatan mereka" geram Daniel.


"jangan bertindak bodoh papa....cukup Sabin saja melakukan kesalahan bodohnya"


"kau tidak melihat apa yang terjadi disana...harga diri papa dan Sabin di injak-injak oleh mereka, bahkan papa dihajar oleh Sean" ucap Daniel menggebu-gebu


jeni tidak lagi berbicara,ia juga tidak tahu kejadian sebenarnya yang telah Sean lakukan pada suami dan anaknya,bukannya tak percaya jeni lebih memilih melihat sendiri langsung daripada mendengar dari omongan.


Keesokan harinya Sean meminta Bella untuk tinggal dirumah saja,ia memberi tahu Bella kalau-kalau Daniel akan bertindak nekad dengan mencelakai Bella kembali.


Sesampainya di kantor, Sean telah ditunggu oleh tio sang asistennya.


"nona Sabrina telah dimasukan ke sel tahanan" jelas Tio.


"bagus "


"tuan... bagaimana dengan tukang ojek dan dua pria yang menyuruhnya??


"jebloskan mereka juga." titah Sean


"baik tuan...lalu bagaimana dengan tuan Daniel,,pasti dia tidak akan tinggal diam"


"seperti biasa kau urus dia....aku tidak ingin dia melukai istriku lagi...kalau bisa kau carikan pengawal untuk Bella ." titah Sean.


"baik tuan...kalau begitu saya permisi tuan" Tio berlalu pergi dari ruangan Sean.


masalah selesai,semoga tidak terjadi hal buruk lagi,guman Sean.


Di rumah Sean.


Bella duduk termenung di balkon kamarnya,ia merasa bersalah kepada Ryan,pria yang selalu menjahilinya itu telah menolong hidupnya, seandainya Ryan meninggal setelah menolongnya,Bella akan merasa bersalah seumur hidupnya. Bella meraih handphonenya mendial nomor Ryan.


Beberapa detik berdering tapi belum diangkat, Bella menunggu dan setelahnya telpon terangkat


"hallo sweet heart " seru Ryan disebrang sana


"jaga ucapanmu ian" sahut Bella sebal


Ryan terkekeh " mimpi apa aku semalam,,, sampai kamu menghubungi ku"


Belum apa-apa Ryan sudah membuat Bella kesal.


"oh berarti kau tidak ingin aku menghubungi mu??


"tentu saja aku ingin,,,apa lagi sudah beberapa hari ini kau tidak ke toko....aku kangen bell"


Bella memutar bola matanya malas, "stop menggodaku,,,aku sudah bersuami"


"jangan gitu bell,,,,aku juga akan menjadi suami kedua mu'' kekeh Ryan


"kau " teriak Bella.


Ryan tertawa mendengar kekesalan Bella.


"ya udah aku serius nih... ada apa bell menelpon ku?? tanya Ryan berhenti tertawa


"ah ya...aku cuma mau mengucapkan terimakasih kepada mu,, telah menolong ku" jawabnya.


"oh itu..kau sudah mengucapkan berkali-kali bell,,,,lagian suami mu telah membalas pertolonganku,,,,dia membayar seluruh pengobatan untuk ku,,,,apa lagi suamimu bilang membayar mahal" sindir Ryan.


"maafkan sikap suamiku yang sombong dan arogan ian"


"ya tidak apa-apa bell...yang terpenting kamu tidak seperti dia.... kalau kamu sama sikapnya seperti dia..aku jadi takut jadi suami keduamu" goda Ryan.


"kau ini.... sepertinya otak mu sedikit bergeser setelah kecelakaan kemarin" sarkas Bella


"otakku memang sedikit bergeser bell,,itu karna kamu selalu dipikiran ku"


Bella menarik nafasnya, "sudahlah aku kesal bicara denganmu" kesal Bella.


"tapi aku gak bell,,,aku malah senang kau menghubungi ku,,,,apa kau tidak kangen padaku bell..."


"aku tidak pernah kangen dengan pria seperti mu" Bella langsung mematikan panggilannya sepihak.


Berbicara dengan Ryan membuatnya selalu kesal,pria ini selalu menggodanya padahal ia tahu bahwa Bella telah mempunyai suami yang killer seperti Sean,tapi Ryan tidak ada takut-takut menggodanya.


"hah...dasar pria menyebalkan,kalau Sean tahu pasti sudah di amuk....tapi memang dia tidak takut dengan Sean,waktu dirumah sakit pun dia sengaja memanasi Sean,,..aduhh kenapa juga aku memikirkannya" Bella bicara sendiri


_______________________________________________


happy reading 💐💐💐


jangan lupa like comment and vote,beri rating 5 juga yaa.


biar author semangat up nya


terimakasih 🥰