Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
mama Anita masuk rumah sakit


bagaimana keadaan Bella sekarang yaa,,aku ingin menghubunginya tapi takut memperkeruh suasana,, kalau saja Bella tidak melarang ku menghubunginya duluan,sudah dari semalam ku telpon dia,,hah susahnya menyukai istri orang, batin Ryan


"ian kamu kerja ko bengong terus " tanya Alan teman satu kerjaannya.


"akh tidak,,,,gue coba lagi capek aja" balasnya.


"tapi jangan ngelamun terus dong,,nanti kesambet "ejek alan


"loe ngarang aja Lan "


"beneran lah, tetangga juga aja kebanyakan ngelamun jadi stres"


"udah akh,,,gue mau nganter pesanan dulu"


"dikasih tahu malah tidak percaya" dengus alan


Saat Ryan akan berangkat mengantarkan pesanan kue, handphonenya berdering,Hendro menghubunginya


"hallo pah, ada apa??


"Ryan, bisa kah kamu pulang dulu,,,mama mu masuk rumah sakit" sahut Hendro


"apa,,, memang mamah sakit pah??


"asam lambungnya kumat "


"baiklah aku akan segera ke rumah sakit pah,,rumah sakit mana???


"rumah sakit pelita."


"baik pah" Ryan mematikan panggilannya,ia berlari kedalam meminta ijin bi Marni untuk cuti beberapa hari.


Setelah mendapatkan ijin Ryan bergegas pergi ke rumah sakit,dimana mamahnya di rawat.


Sesampainya di rumah sakit, Ryan menuju ruangan mama nya yang sedang di rawat.


"mah,,," seru Ryan menghampiri mama Anita.


."sayang,, kamu datang" Anita tersenyum.


"kenapa bisa begini sih mah,,? Ryan cemas


"mama tidak apa-apa sayang, papa mu saja yang terlalu khawatir sampai harus dirawat segala"


"itu berarti suami sayang istrinya"sahut Hendro


Anita dan Ryan tersenyum,papa nya memang sangat menyayangi istrinya,tidak pernah membentak ataupun menyakiti perasaan istrinya.


"sayang, kapan kamu akan pulang ke rumah?? Anita menatap Ryan


"tidak sekarang mah,, Ryan masih banyak urusan"


"urusan apa, apa kamu sedang mengejar seseorang? selidik Anita seolah tahu anaknya Ryan sedang mengejar gadis.


"tidak mah, hanya urusan kecil," elak Ryan.


"terus kapan kamu mengenalkan mama calon mantu,,mama dan papa mu sudah tua,,kami ingin kamu segera menikah dan memberi kami cucu"


"sabar mah, pasti Ryan akan menikah"


"tapi kapan sayang??


"doakan saja mah "Ryan tersenyum tipis


"sebaiknya kau pulang Ryan,, papa membutuhkan mu di perusahaan"bujuk hendro


"aku akan pulang pah, tapi tidak sekarang, aku berjanji"


Hendro dan Anita terdiam,ketika Ryan berjanji akan pulang,maka Ryan akan menepati janjinya.


Dua hari berlalu ryan menemani mama nya dirawat. Tapi pikirannya masih teringat Bella,apakah Bella baik-baik saja atau tidak, pikirnya.


"Ryan apa kamu mau mengantar mama pulang ke rumah" tanya Anita ketika sedang berkemas untuk pulang.


"tidak mah,, Ryan hanya mengantar mama sampai loby rumah sakit saja"


Anita tertunduk sedih


"mama,,Ryan sudah berjanji akan pulang,tapi tidak sekarang" jelas ryan


"iya baiklah" jawab Anita lesu


Ryan merangkul tubuh mama nya berjalan menuju loby rumah sakit. Papa nya sedang sibuk jadi Anita hanya di jemput oleh supir dan seorang pelayan wanita.


"jaga kesehatan mama,,Ryan pasti pulang mah" setelah sampai di depan mobil yang menjemput Anita.


",iya sayang,, cepat selesaikan urusanmu,lalu pulang" pinta Anita


"baik mah".


Mobil melaju meninggalkan rumah sakit,Ryan bersiap kembali ke tempat kerjanya. Ia masih khawatir tentang Bella.


Sesampainya di toko kue,Ryan bergegas masuk berharap Bella datang hari ini ke toko kue bos-nya.


"ian kamu kesini,,,?? tanya bi Marni melihat Ryan menghampirinya.


"iya bu,, ibu ku sudah sembuh"


"syukurlah kalau begitu, saya ikut senang, sebaiknya kamu pulang saja dulu, istirahat"


"iya Bu,,," Ryan menoleh ke segala arah tapi tidak menemukan sesosok yang dirindukannya.


"tidak Bu,, hanya saja Bella tidak kelihatan"


"oh Bella,,, dia sudah beberapa hari tidak kesini" terang bi Marni.


"apa Bella menghubungi bibi??


"tidak,,,memang nya kenapa ian?? tanya bi Marni heran


"tidak bu,,tidak apa-apa,,, kalau begitu saya permisi dulu Bu"


"iya "


...💐💐💐...


Selama beberapa hari ini Bella lebih betah di rumah ia mulai melayani keperluan Sean,hingga makanan untuk suaminya,Bella yang memasaknya.


Pernyataan cinta Sean beberapa waktu lalu membuatnya yakin bahwa Sean bersungguh-sungguh membina rumah tangganya dengan baik.


Seperti sekarang Bella memasak untuk makan malam suaminya.


"nyonya saya senang anda berbaikan dengan tuan, dan sepertinya anda bahagia "ucap lala saat membantu Bella memasak


"ya mungkin ini adalah takdirku,, memang sulit di awalnya tapi setelah itu aku mendapatkan manisnya"


"saya sungguh bahagia nyonya, selama anda tinggal di sini,,nyonya selalu murung tidak ada semangat hidup tapi sekarang anda selalu tersenyum, saya sangat bahagia"


"terimakasih telah menemani ku disini" ucap Bella haru


"sama-sama nyonya, itu sudah jadi tugas saya".


Selesai memasak Bella bersiap untuk mandi dan menyambut Sean pulang. Pukul 6 sore Sean baru tiba dirumah nya.


"Sean " panggil Bella tersenyum


"sayang,,, kau menunggu ku pulang?


"iya tentu saja, karena aku istrimu" senyum Bella mengembang menyambut Sean


",aku bahagia sekali " Sean akan mencium Bella,tapi ia di tahan oleh tangan Bella.


"hentikan,,, malu,,ayo kita ke kamar saja" ajak bella


Sean dan bella menuju kamar nya.


" kamu mandi dulu setelah itu kita makan malam,, aku sudah memasak untukmu"


"ayo kita mandi bersama"


"tapi aku sudah mandi Sean" tolak Bella


"ayolah sayang,,, badanku sangat lelah aku malas untuk mandi " rengek Sean


"tidak,,, kau selalu cari kesempatan " Bella tahu itu hanya akal-akalan Sean saja


"ya sudah aku tidak akan mandi,, ayo kita langsung makan malam saja"


"apa susahnya mandi Sean"


"kalau mudah kenapa kamu tidak mau memandikan aku"


"oh ya ampun,,, oke baiklah, tapi hanya mandi ya bukan yang lain"


"iya sayang " Sean tersenyum sumringah


Sean melepaskan semua bajunya bersiap untuk mandi, Bella mulai membasuh tubuh Sean perlahan, menyabuni dengan telaten, sejurus kemudian Sean menyemprot tubuh Bella dengan air hingga bajunya basah kuyup.


"Sean,,,kau,,," geram Bella


"upss baju mu basah sayang "Sean tertawa tanpa rasa bersalah


"mandi sendiri,,aku mau keluar " Bella kesal


Tapi Sean menarik tangga Bella memeluknya.


"Sean lepaskan" berontak Bella


"ayo kita mandi bersama sayang " seringai Sean


"dasar kau otak mesum " teriak Bella, Sean tergelak melihat Bella kesal.


Sean melepaskan semua baju Bella hingga sekarang tubuhnya sama polos nya dengan Sean. Sean memepetkan tubuh Bella ke dinding diciumnya bibir Bella yang telah mencuri perhatiannya sejak pertama bertemu.


Bella membalas ciuman Sean,ia mulai bisa mengimbangi permainan lidah Sean.


Tangan Sean mulai meremas buah dada Bella.


Bella mendesah mendapat sentuhan Sean. Kabut gairah menyelimuti mereka,Sean tak tinggal diam dia mulai menyelusuri setiap lekuk tubuh Bella, hingga akhirnya tangannya membelai inti Bella,perlahan Sean memainkan jarinya disana. Bella mengerang nikmat mendapatkan pelepasan yang Sean berikan.


Tidak sampai disitu Sean berlutut di hadapan kedua paha Bella,mencium daerah sensitifnya, menjelajah setiap intinya. Bella meremas rambut Sean dibawah sana, merasakan kenikmatan yang Sean buat. Setelah merasa cukup puas Sean mulai memposisikan dirinya, mengangkat sedikit paha Bella,lalu menghujani tubuh Bella.


Dua jam kemudian mereka mengakhiri pergumulan panasnya. Hati Bella sedikit demi sedikit menerima Sean dan tidak merasakan hambar lagi saat bercinta dengan Sean.


"ayo kita makan malam" ajak Sean


"gara-gara kau, kita melewatkan jam makan malam" gerutu Bella


"setidaknya kita sekarang makan " Sean tertawa senang


Sean dan Bella menikmati makan malam yang sudah terlewat akibat ulah Sean yang menahan Bella dikamar mandi.