
Esok yang begitu mendebarkan Ryan tidur di dada Selena. Ia yang bangun terlebih dulu seketika terperanjat, dirinya tidur di dada kenyal Selena. Sungguh memalukan jika Selena bangun terlebih dahulu.
Akh sial ! Kenapa juga aku bisa tidur didadanya, gerutu Ryan dalam hati.
Perlahan ia bangun dari tubuh Selena berlalu menuju kamar mandi. Tiba-tiba gairah semalam memuncak kembali meminta dituntaskan.
Ryan menyalakan kran air. Membasuhi seluruh tubuhnya. Kejantanannya menegang seketika saat pikiran tertuju pada dada Selena yang bulat dan padat.
" Sepertinya pas ," Ryan menggerakkan tangannya seperti sedang memegang dada Selena.
" Ahh sadar Ryan, kau tak boleh menyentuhnya dulu," Ryan menggelengkan kepalanya.
Air terus membanjiri tubuh Ryan yang terbawa oleh gairah. Tubuhnya masih memanas, bayang-bayang tubuh Selena yang menggoda dan dada kenyal nan padat terus terbayang di otaknya.
" Arrghh," Ryan memukul dinding kamar mandi merasa kesal dengan dirinya sendiri yang tak bisa mengontrol gairah. Hatinya menginginkan lebih tapi egonya tidak mau melakukannya.
" Haruskah aku bermain dengannya, sungguh ini menyiksa ku," Ryan memegang juniornya yang sudah menegang. Dengan terpaksa ia bermain solo dulu.
Satu jam berlalu Ryan baru selesai dengan mandinya. Dibukanya pintu kamar mandi melihat Selena yang masih tidur. Ryan bergegas memakai pakaiannya.
Ia menghampiri Selena yang masih tertidur diranjang. Namun matanya membulat sempurna melihat Selena yang tidur terlentang. Kedua kakinya melebar seperti ingin dimasuki.
" ahh Tuhan lama-lama aku tak tahan jika dia terus menggodaku seperti ini," guman Ryan.
Ryan mencoba membangunkan Selena dengan kencang supaya dia cepat bangun. Godaan tubuh Selena menyiksanya sampai ke ubun-ubun.
" Hei kau bangun," teriak Ryan mengguncangkan tubuh Selena dengan kasar.
Selena masih diam tak bergerak sama sekali. Ryan terus menerus mencoba mengguncangkan tubuh Selena sampai Selena terbangun.
" Apa sih," gerutu Selena tak terima tidurnya terganggu.
" Bangun ini sudah siang," jawab Ryan ketus.
" Mr Ryan aku masih mengantuk . Aku capek sekali," oceh Selena manja.
" Ya sudah aku akan pulang duluan, kalau kau masih ngantuk tidur kembali. Tapi aku akan meninggalkan mu," ucap Ryan.
" Apa kau akan meninggalkan ku sendirian ! Kau tega," sentak Selena.
" Makanya cepat bangun dan mandi," perintah Ryan.
" Ya ya ya cerewet sekali," gerutu Selena beranjak dari ranjang lalu pergi kamar mandi.
Ryan terpaksa menunggu Selena yang tengah mandi. Sambil menunggu Selena, Ryan memeriksa beberapa chat yang datang dari beberapa kolega bisnis dan teman-temannya yang tak bisa datang menghadiri acara pernikahannya.
" Hanya ucapan dan hadiah," guman Ryan. Melihat chat dari teman dan kolega bisnisnya yang memberi ucapan selamat dan beberapa hadiah mewah untuk pernikahannya.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka. Selena keluar dari kamarnya mandi hanya menggunakan sehelai handuk yang menutupi tubuhnya sampai setengah paha saja.
Ryan kembali merasakan panas di tubuhnya. Selena benar-benar menguji gejolak gairahnya.
" Mr Ryan apakah makanan untuk sarapan sudah datang," tanya Selena membuka kopernya mencari pakaian.
" Belum," jawab Ryan yang masih memperhatikan gerak gerik Selena.
" Oh. Lama juga ya," seru Selena memakaikan cd nya didepan Ryan.
Arrgh apa yang dia lakukan didepan ku ? dia benar-benar menguji ku, batin Ryan mulai kesal.
Ryan menghampiri Selena. " Selena," seru Ryan berada didepan Selena.
" Ya," jawab Selena menatap Ryan.
Ryan meraih pinggang Selena, menatapnya lekat wajah Selena.
" Mr Ryan," Selena gugup.
Ryan mendekatkan wajahnya ke wajah Selena. Selena yang melihat Ryan terus mendekatkan wajahnya tiba-tiba mundur perlahan.
Apakah ini akan terjadi, batin Selena gugup.
Tiba-tiba bibir Ryan menempel di bibir ranum Selena. Ryan akan ******* bibir Selena namun bunyi ketukan pintu memaksanya untuk berhenti.
Tok tok tok
" Mr Ryan," panggil Selena dibibir Ryan.
Ryan berhenti sejenak lalu kembali menegakkan tubuhnya.
Ah ****
Ryan melangkah membukakan pintu kamarnya. Melihat Ryan pergi Selena menghela nafasnya.
" Hah aku kaget sekali," guman Selena mengelus dadanya.
Selena buru-buru memakaikan pakaiannya takut Ryan kembali cepat.
" Ada apa?" ketus Ryan kepada pelayan hotel.
" Saya mengantarkan sarapan untuk anda tuan," jawab pelayan hotel.
Ryan langsung meraihnya menutup pintu kamarnya dengan kencang.
" Makanlah," jawab Ryan datar.
Selena melirik makanan yang dibawa Ryan. " Ayo kita makan Mr Ryan," ajak Selena.
Ryan mengangguk. Merekapun makan dengan tenang, melupakan kejadian tadi.
Usai sarapan Ryan dan Selena menemui keluarga Selena dan kedua orang tuanya di lobi hotel.
" Oma," panggil Selena.
" Lena sayang," sahut Oma Eva.
" Kalian sudah siap untuk pulang?" tanya Selena melihat Oma dan kedua orang tuanya.
" Iya honey. Kamu baik-baik ya bersama suamimu," jawab Davis ayah Selena.
" Iya dad," sahut Selena.
" Ryan jaga baik-baik istrimu," pesan Suhendro kepada Ryan.
" Iya pah," jawab Ryan.
Keluarga Selena dan keluarga Ryan pun berpamitan pulang. Kini tinggal Ryan mengajak Selena ke apartemennya.
" Mr Ryan kita akan tinggal dimana?" tanya Selena.
" Ke apartemen ku," jawab Ryan.
Mobil melaju kencang menuju apartemen Ryan. Sepanjang perjalanan tak ada obrolan diantara mereka berdua.
Tiba di apartemen. Ryan membawa Selena ke unitnya. " Kita akan tinggal disini," ucap Ryan tiba di dalam apartemennya.
Selena melihat sekeliling apartemen Ryan yang tertata rapi dan bergaya maskulin.
" Ini kamar kita," Ryan memberitahu kamarnya. Kamar yang bernuansa putih berkesan sederhana namun tetap maskulin.
" Letakkan semua pakaian mu di ruang baju itu,"tunjuk Ryan.
" Baik Mr Ryan," sahut Selena. Ia pun menggeret koper menuju ruang baju. Membereskan semua pakaiannya.
Ryan keluar dari kamarnya menuju dapur. Meraih gelas mengisinya dengan air lalu meneguknya.
" Mr Ryan," panggil Selena.
" Hmmm."
" Hari ini kau akan keluar?" tanya Selena.
" Tidak,"jawab Ryan datar.
Selena mengangguk. Lalu duduk dimeja makan.
" Kau lapar?" tanya Ryan.
" Tidak Mr Ryan."
Ryan pun berlalu pergi menuju kamarnya untuk tidur.
" Kenapa dia pergi sih," gerutu Selena. Ia pun mengikuti Ryan menuju kamarnya.
Ryan sudah terbaring di kasur. Selena pun ikut naik ke kasur.
" Mr Ryan. Apa kau tidur?" tanya Selena terbaring disisi Ryan.
" Ada apa?" tanya Ryan tanpa membukakan matanya.
" Tidak ada apa-apa," jawab Selena.
Ryan membalikkan tubuhnya membelakangi Selena.
Selena mendengus sebal. Tanpa rasa malu Selena pun memeluk tubuh Ryan dari belakang.
Sontak Ryan terbangun dari tidurnya. " Selena," ucap Ryan.
" Iya Mr Ryan," balas Selena menggesekkan wajahnya di punggung Ryan. Membuat tubuh Ryan tegang seketika.
Selena mengelus dada Ryan dengan lembut , dengan sengaja Selena meniup leher Ryan. Membuat Ryan semakin terbakar gairah.
" Mr Ryan," seru Selena di telinga Ryan.
Ya ampun godaan apa lagi ini, batin Ryan menahan gejolaknya.
.
.
.
jangan lupa like comment and vote
.
.