
Esoknya Sean mengajak Bella jalan-jalan di sisi pantai dekat villanya. Sean mengenakan kemeja bercorak daun-daun sedangkan Bella mengenakan kaos dan celana pendek.
" indah sekali " guman Bella menatap laut yang jernih ,pasir yang begitu putih.
" kau suka " tanya Sean.
" iya Sean " Bella mengangguk.
" kalau kau ingin tinggal disini juga tak apa "
" tidak , " jawab Bella cepat.
" kenapa ? katanya kau menyukai tempat ini ?
" aku suka belum tentu aku mau tinggal disini selamanya"
" aku kira kau mau tinggal disini "
Bella menggeleng , lalu ia berlari mengejar ombak kecil dipinggir pantai. Sudah lama ia tak pernah ke pantai. Walaupun panas terik tak menyurutkan langkah Bella mengejar ombak kecil, ia seperti anak kecil yang girang melihat ombak.
Sedangkan Sean menatap Bella dari kejauhan, wanita yang dulu ia idaman-idamakan akhirnya menjadi miliknya seutuhnya.
Senyum tersungging di bibirnya.
Sean pun berlari mengejar Bella lalu menangkap tubuh Bella dari belakang.
" Sean " pekik Bella kaget.
" kau bermain sendirian sayang kenapa kau tak mengajakku "
" suruh siapa diam saja " Bella berusaha melepaskan diri dari pelukan Sean.
" awas kau ya " Sean mengangkat tubuh Bella melemparnya ke tengah laut.
" Sean kau " teriak Bella terkejut Sean melemparkan tubuhnya.
" hahaha " Sean tertawa terbahak-bahak.
" sialan " desis Bella yang telah basah kuyup karena ulah Sean.
Melihat tubuh Bella yang basah tercetak jelas lekuk tubuh Bella yang terhalang kaos tipis. Sean tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini , ia lalu memeluk tubuh Bella kembali.
" Sean lepaskan " berontak Bella.
" kau sangat sexy sayang " desahnya di telinga Bella.
" Sean ini masih siang " Bella tahu arah ucapan kemana.
" aku tak peduli " Sean lalu mengendong Bella ala bridal style ke arah villa.
" Sean kita mau kemana ? tanya Bella.
" tentu saja ke kamar sayang " jawab Sean menyeringai.
" ini masih siang Sean , aku masih ingin bermain "
" ayo kita main sayang " Sean menurunkan tubuh Bella lalu membuka kaos basah Bella.
" Sean ,ku mohon " Bella memelas.
" tidak ada penolakan sayang , sudah beberapa kali kau menolakku " sergah Sean , lalu ia membuka celana pendek Bella.
" kau indah sayang " Sean menatap tubuh Bella yang hanya tertutupi bagian sensitifnya saja.
" Sean aku mau mandi " Bella melangkah ,namun langsung ditahan Sean.
" kau mau kemana sayang , ayo kita bermain dulu " tahan Sean.
" tapi aku "
Sean langsung membungkam bibir Bella , ********** dengan penuh gairah. Hasrat gairahnya sudah sangat memuncak ia tak ingin menunggu lama lagi.
Sean mendorong tubuh Bella keranjang , entah bagaimana tubuh Bella telah polos, kain yang terakhir melekat ditubuhnya entah dilempar Sean kemana.
" Sean " lirih Bella menatap sayu Sean.
Sean menyeringai membuka semua pakaiannya. Bersiap menerjang tubuh Bella.
" Bella kau sangat cantik " lirih Sean didepan telinga Bella.
Sean mulai menciumi seluruh wajah Bella dari kening , hidung , pipi dan berakhir bibir Bella yang menjadi candunya.
Tak seinci pun Sean melewatkan tubuh bella yang ia cumbuin.
" Sean " lirih Bella mata sayunya berkabut gairah.
Sean bersiap untuk memasuki Bella ,perlahan namun pasti . Sean menghentakkan pinggulnya dengan cepat.
" Bella , ah " desah Sean menghentakkan pinggulnya cepat.
" Sean , please slowly " rintih Bella.
" i can't honey ," Sean menggeram tertahan.
" Sean aku lelah " lirih Bella.
" sebentar sayang " desah Sean terus menghentakkan pinggulnya.
Berbagai gaya telah ia lakukan , sampai Bella kewalahan dengan gairah Sean yang menggila. Sean pun tak ingin melewatkan kesempatan ini , hasrat yang ia tahan selama bertahun-tahun siang ini ia salurkan bagaimana pun caranya sampai ia benar-benar puas.
Matahari terbenam Sean baru mengakhirinya , sedang Bella telah terkulai lemas.
" terimakasih sayang " Sean mengecup kening Bella.
Bella memejamkan matanya karena kelelahan ia memilih untuk tidur. Sean melepaskan penyatuannya lalu ia bangun meraih celana pendeknya.
Ia berjalan kearah meja menuangkan air putih lalu meminumnya. Sorot matanya melihat Bella yang telah terlelap oleh ulahnya.
" kau luar biasa sayang " gumannya , Sean berjalan ke arah pintu kamarnya yang mengarah ke pantai, memandangi senja yang telah berganti malam.
Indonesian.
" makanlah Mr Ryan " Selena memberikan sepiring makanan untuk Ryan.
" terimakasih " Ryan menerimanya.
" bagaimana mana Mr Ryan apa enak masakan ku " tanya Selena menatap Ryan yang menyuap makanannya.
" selalu enak " puji Ryan.
Senyum merekah di bibir Selena , Ryan memuji masakannya.
" sungguh ? tanya Selena berbinar.
" iya " jawab Ryan kembali menyuapkan makanannya.
" berarti aku termasuk calon istri idaman bisa memuaskan mu soal masakan, jadi kapan kita menikah Mr Ryan ." ucap Selena membuat Ryan tersedak makanannya.
" pelan-pelan Mr Ryan " Selena memberikan minum kepada Ryan.
" iya " Ryan masih terbatuk.
Selena menepuk-nepuk punggung Ryan.
" kau yakin ingin menikah denganku ? tanya Ryan menatap dalam mata Selena.
" of course " jawab Selena.
" baiklah , seminggu lagi kita menikah " ucap Ryan datar.
" what ? are you serious ? bola mata Selena membulat tak percaya , antara senang dan juga terkejut.
" yes , i'm serious " jawab Ryan yakin.
".oh my God , thanks you " guman Selena sumringah.
" aku akan mempersiapkan semuanya , apa kau ingin pernikahan mewah ? ujar Ryan.
" no Mr Ryan , aku ingin yang sederhana saja , tapi bolehkah aku saja yang menyiapkan konsep pernikahan kita " ucap Selena antusias.
" ya terserah padamu saja "
Senyum terus tersungging di bibir Selena , ia tak percaya Ryan akan mengajaknya menikah dalam seminggu lagi , ini diluar prediksinya. Tapi Selena sangat senang, ia ingin segera pulang mengabarkan kepada Oma dan juga kedua orang tuanya.
Usai makan Ryan kembali duduk dimeja kerjanya.
" Mr Ryan , kau tidak main-main soal pernikahan kita " tanya Selena memastikan.
" tidak , aku serius . Apa kau yang tak mau menikah denganku ? Ryan menautkan kedua alisnya.
" tentu saja aku mau Mr Ryan " jawab Selena antusias.
" oke , besok malam aku akan kerumah mu , persiapkan dirimu " ucap Ryan.
" iya Mr Ryan . Kalau begitu aku pamit aku akan memberi tahu Oma " undur Selena.
Ryan mengangguk.
Selena dengan berjingkrak senang keluar dari ruangan Ryan.
Ryan menyenderkan kepalanya di atas kursi , memejamkan matanya.
*semoga ini jalan terbaik , lirih Ryan.
.
.
.
Jangan lupa like comment and vote*.
.
.