Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
Sean menyesal


Pukul 10 malam Bella menunggu Sean pulang, tetapi suaminya belum kunjung pulang. Ia ingin menanyakan kepindahan Devan,apa Sean yang mengancam devan pindah dari kota ini.


Bella mondar-mandir di kamar, ia juga bingung harus bertanya atau tidak tapi ia benar-benar penasaran.


ceklek


Pintu kamar terbuka,Sean masuk lalu menutup pintu kamarnya kembali.


"bell,,,,kamu belum tidur,?? tanya Sean


"aku belum mengantuk" jawab Bella


Sean melepaskan jas kerjanya,mulai membuka satu persatu kancing kemeja panjangnya. Bella menghampiri Sean mencoba membantunya.


Sontak Sean kaget melihat sikap Bella yang mau membantu melepaskan pakaiannya.


"ada apa bell,,,,tumben kamu membantuku"tanya Sean heran, soalnya Bella sangat cuek,tidak pernah mau membantu melepaskan pakaiannya ataupun mengurus keperluan Sean.


"tidak apa-apa,,,kamu ingin mandi,, biar aku siapkan air hangat untukmu," Bella berlalu menuju kamar mandi, tapi sean menahan tangannya.


"bell,, ada apa,,, apa kamu menyembunyikan sesuatu dariku?? selidik Sean


"tidak Sean,,,,a...ku hanya ingin menjadi istri yang baik untukmu" Bella memalingkan wajahnya. sebenarnya ia hanya ingin mengetahui kebenaran Devan.


Sean meraih dagu Bella agar bisa menatap bola matanya. ekspresi wajah Bella sangat datar,Sean pun sangat sulit menebak ekspresi Bella,apa dia bohong atau tidak.


"katakan kamu sedang menyembunyikan sesuatu dariku apa?? Sean menatap sorot mata Bella.


"a...ku" gugup Bella


"Bella,,,istri berbohong kepada suami itu dosa" gertak Sean


...tahu apa tentang dosa,diapun berdosa membuat orang menderita,batin Bella...


"katakan sayang"Sean melembutkan suaranya.


"Sean a..ku ingin menanyakan sesuatu hal tentang Devan " Bella berterus-terang,terserah Sean mau marah atau tidak.


Sean menggeram mendengar ucapan Bella.


"untuk apa kau menanyakan dia lagi?? rahang Sean mengeras berkilat emosi.


"bukankah kau sudah memutuskan untuk tidak peduli lagi dengannya" geram Sean


"maafkan aku Sean" menatap sayu Sean.


"kamu sudah menjadi milikku,,kau sudah berjanji tidak akan pernah meninggalkanku" sean menatap Bella dengan sorot matanya yang tajam


", maafkan aku Sean,,,aku hanya ingin tahu apa kamu menyuruh Devan pergi dari kota ini"


Sean menarik ujung bibirnya "kenapa kau peduli dia pergi dari kota ini,,,apa kau mau menemui hah" bentak Sean marah


Seketika tubuh Bella meremang, ia takut Sean akan berbuat kasar lagi.


"Sean,, maafkan aku,,,a..ku ..."Bella tidak bisa melanjutkan kata-katanya, jantungnya berdegup kencang, ia masih ingat Sean membuat luka lebam di tubuhnya.


Bella ambruk dihadapan Sean, tubuhnya bagai tak bertulang,ia benar-benar masih trauma.


"Bella kamu kenapa???tanya Sean panik, seketika emosi Sean menguap entah kemana melihat Bella ambruk dihadapannya.


"tolong jangan sakiti aku "Raung Bella


Sean langsung memeluk tubuh Bella yang bergetar hebat. ia pun tak mengerti kenapa istrinya seperti ketakutan.


"sayang,,,aku ada disini,,jangan takut"Sean memeluk erat tubuh Bella.


"tolong jangan sakiti aku,,Sean"Bella menangis sesenggukan.


"tidak,,aku tidak akan menyakiti mu sayang,," Sean benar-benar iba melihat Bella ketakutan karena sifat kasar nya.


huhuhuhuhu


Bella menangis sejadi-jadinya ia benar-benar takut dan masih trauma saat Sean marah dan berbuat kasar.


Sean mendekap Bella erat,hatinya pilu melihat istrinya menangis karena ulahnya. " maafkan aku sayang "lirih Sean.


Setelah menumpahkan air matanya di dekapan Sean,Bella mulai tenang,menatap sean sendu.


"maafkan aku Sean"


"tidak sayang,,aku minta maaf padamu, selama ini aku sering berbuat kasar padamu," sean menangkup wajah Bella dengan kedua tangannya.


"tidak akan sayang" Sean mengecup bibir Bella, memeluk erat tubuh Bella.


"ayo bangun,,,"bujuk Sean,ia pun memapah Bella ke ranjang.


"Sean,,,,"ucap Bella sendu


"iya sayang " mengelus pipi Bella


"aku janji aku tidak akan mengungkit tentang masa laluku"


"Bella,...kumohon...aku tidak akan marah maupun berbuat kasar padamu lagi" Sean memelas. Sean memeluk tubuh Bella.


"tidurlah,ini sudah malam"melepaskan pelukannya


Bella mengangguk, ia pun berbaring. Matanya mulai terpejam. Sean menyelimuti Bella lalu mencium keningnya. Sean menatap wajah teduh Bella yang sudah terpejam,rasa sesal menyelimuti hatinya.


Ia beranjak menuju arah balkon, ingin menenangkan pikirannya. Selama ini ia selalu berbuat kasar kepada semua wanita yang ia tiduri tak terkecuali Bella istrinya sendiri. Rasa kasihan melihat istrinya yang ketakutan saat ia marah buat Sean menyesal.


Pagi hari Bella terbangun sedikit terlambat,ia melihat jam sudah jam pukul 8 pagi,itu artinya Sean sudah berangkat ke kantor. Kejadian semalam membuat Bella frustasi harusnya ia tidak menanyakan hal tentang Devan. Ia beranjak dari ranjang menuju kamar mandi.


Saat keluar dari kamar mandi Bella melihat Sean sedang memainkan handphonenya di ranjang.


"Sean,,kamu gak berangkat ke kantor" Bella menghampiri Sean di ranjang.


Sean mendongakkan wajahnya ke arah Bella. Menatap Bella hanya memakai bathrobe sampai atas pahanya saja. Rambut yang basah aroma wangi sehabis mandi membuat Sean bergairah melihat Bella.


"aku tidak ke kantor dulu." balasnya.


"oh..."Bella tak lagi banyak bertanya, ia pun melangkah menuju ruangan pakaian,tapi Sean menariknya hingga terjerembab ke ranjang.


Sean menatap Bella dengan kilat bergairah


"bell,,,kamu sangat cantik" suara serak Sean menahan gejolak gairahnya.


"Sean lepaskan aku mau pakai baju"


Sean mengelus paha bell perlahan,mengelus perlahan sampai ke atas sampai di daerah inti Bella.


Bella mengerang tertahan, dadanya berdegup kencang, mendapat sentuhan Sean


"Sean,kumohon jangan" sorot mata Bella menahan gejolak gairahnya.


"kenapa,,, kau juga ingin kan" Sean membelai inti Bella,membelai lembut hingga ia memainkan jari-jarinya di inti Bella. Memainkan perlahan dan lama-kelamaan Sean memainkan jarinya dengan cepat mengobrak-abrik daerah inti Bella. Bella mendesah mendapatkan kenikmatan dari permainan jari Sean, badannya bergetar hebat saat mendapat pelepasan.


Nafas Bella tersengal-sengal dipuncak kenikmatan akibat ulah jari nakal Sean. Sean menatap puas ia pun bangun melangkah pergi.


"Sean,,,kamu mau kemana?? teriak Bella,ia tak terima ditinggalkan setelah apa yang Sean lakukan padanya


"Sean membalikan badannya "memangnya kenapa sayang"menaikkan sebelah alisnya


Nafas Bella memburu menahan gairah, entah kenapa ia ingin lebih dari permainan jari Sean.


"a..ku...ingin..kamu... menuntaskan semuanya" Bella gugup, ia sebenarnya tidak ingin meminta Sean melanjutkan permainannya tetapi tubuhnya ingin meminta lebih.


Sean menyeringai ternyata berhasil membuat Bella meminta sendiri menuntaskan hasratnya.


"aku mau ke ruang kerja sayang" Sean mencoba membuat Bella memohon


"tidak Sean....jangan...ku mohon"Bella memelas


Sean benar-benar puas Bella memohon kepadanya.


"tapi aku ada kerjaan sayang"


Bella mulai mendesah frustasi, " Sean aku mohon" Bella memelas dengan mata sayu nya.


arrrghhh ini benar-benar membuatku gila,batin Bella frustasi


"baiklah,,,jika kau yang minta" Sean menyeringai puas menghampiri Bella.


Sean langsung mengukung tubuh Bella, di raupnya bibir Bella yang menggoda,Bella membalas setiap ciuman Sean. Sean tersenyum senang Bella mau membalas dan mengimbangi ciumannya. Bella benar-benar agresif dan Sean sangat menyukainya. Pergumulan panas di pagi hari membuat dua insan tak henti-hentinya bersautan mendesah.


haduhhhhhh pagi-pagi udah bikin baper


jangan lupa like comment and vote 💐💐💐


happy reading