
Ryan memukul setir mobilnya bertubi-tubi, ia kesal dengan keputusan orang tuanya yang sepihak.
" argghh " teriak Ryan
Ryan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi ia menuju club malam. Ia ingin melampiaskan kekesalannya.
Tiba di club ia langsung menuju meja bartender memesan minuman beralkohol. Ryan meneguk beberapa gelas minuman beralkohol tersebut.
Ia melampiaskan kekesalannya dengan mabuk-mabukkan. Kesadaran Ryan mulai berkurang, seorang wanita menghampirinya.
" hallo tampan, maukah kau menghabiskan malam panas bersama ku " ucap wanita berbaju sexy itu.
Ryan menoleh ke arah wanita tersebut, menatapnya dengan tatapan meledek.
" kau bukan tipe ku " ucap Ryan setengah mabuk
" walaupun aku bukan tipe mu, kau pasti menginginkan goyangan panas ku " ucap wanita itu dengan nada sensual.
" aku tidak mau , menyingkir lah " Ryan mendorong tubuh wanita itu.
" dasar tak tahu di untung " dengus wanita tersebut.
Ryan kembali meneguk minuman keras itu. Pikiran Ryan kembali mengingat kejadian tadi, tentang perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya. Ryan tak ingin dijodohkan dengan gadis yang menurutnya masih bocah, tapi bukan itu alasan dia menolak perjodohan itu, ia masih belum bisa melupakan Bella, cinta pertamanya.
Wanita pertama yang menarik perhatian dan hatinya, wanita yang selalu ia ingin lindungi, wanita yang membuat ia ingin melakukan segala cara untuk merebut hatinya.
" Bella aku merindukanmu " lirih Ryan pilu.
Ryan merogoh kantong celananya,meraih handphone ia membuka galeri yang tersimpan begitu banyak foto Bella dan juga Zyan.
Hal sederhana yang ia inginkan yaitu menikahi Bella dan menjadi ayah untuk Zyan. Namun hati Bella bukan untuk nya tapi untuk orang lain.
Ryan menangis memandang foto Bella di handphonenya. Wanita yang selalu ia rindukan dalam kesendiriannya.
" Bella sayang,aku akan tetap mencintaimu " Ryan menidurkan kepalanya di meja bartender menatap foto Bella di handphonenya.
" Ryan, kau kenapa ?? seorang teman Ryan menghampiri nya, menggoyangkan tubuh Ryan yang tertidur dimeja bartender.
" dia kenapa ? tanya Rio temannya ryan kepada seorang bartender.
" entahlah tuan, dia seperti sedang galau, dia sudah banyak minum tuan " balas si bartender.
Rio mengguncang tubuh Ryan kembali,namun kesadaran Ryan sudah hilang, ia tertidur.
", Ryan bangunlah, " ucap Ryan.
Ryan tak bergerak sama sekali dengan terpaksa Rio memapah Ryan menuju mobilnya,membawanya ke apartemennya.
Sampai di apartemennya, Rio membaringkan tubuh Rian di kasurnya. Melihat Ryan yang tak bangun-bangun ia memilih untuk meninggalkan nya sendirian di apartemennya.
Pagi harinya Ryan terbangun, kepalanya sedikit pusing ia melihat sekeliling ruangan yang tak dikenalinya.
" dimana ini " Ryan memijat kepalanya yang terasa pusing.
Ryan pun bangun ia keluar dari kamar tersebut. Sapaan seseorang membuat dia menatap heran ke arah temannya Rio.
" bagaimana bisa gue disini ? tanya Ryan.
" kau mabuk berat di bar, jadi gue bawa loe ke apartemen gue " balas Rio.
" oh " Ryan menghampiri Rio yang sedang membuat sarapan.
" kau bikin apa ? tanya Ryan
" sandwich , loe mau ?!
" iya lah gue mau, gue lapar "
Rio menggeleng kepalanya melihat tingkah Ryan, ia pun memberikan sepiring sandwich untuk Ryan.
" makan lah "
Ryan langsung melahap sandwich yang dibuat oleh Rio.
" loe kenapa sampai mabuk berat seperti itu, dulu loe gak pernah ke bar ataupun mabuk?
" itu bukan urusan loe ? ketus Ryan.
" gue sebagai sahabat loe , gue khawatir sama loe , apa loe belum move on dari cewek itu? tukas Rio
" apa gue salah masih berharap sama dia "
Rio tersenyum miring, " kalau loe masih berharap sama dia, ngapain loe menyerah begitu saja, membiarkan dia jadi milik orang lain"
" dihatinya bukan ada gue tapi suaminya "
" ya udah loe harus move on dan cari penggantinya, banyak wanita yang suka sama loe "
" gue gak mau, gak ada yang sama seperti Bella "
" loe aneh ian, gak akan ada wanita yang sama, apa lagi seperti Bella "
Ryan tak memperdulikan ucapan Rio, ia memilih menghabiskan makanannya.
" sebaiknya loe pulang "
" loe ngusir gue " Ryan melotot tajam kearah Rio
" loe tahu sendiri gue tinggal sama pacar gue, apa jadinya kalau dia liat loe disini, pasti dia mikir yang aneh-aneh"
" loe menyebalkan, mau sampai kapan loe memelihara cewek di apartemen loe, kenapa loe gak kawin aja tuh cewek"
" gue masih ingin bersenang-senang, gue gak mau terikat dengan pernikahan dulu "
" terserah loe saja " Ryan beranjak dari duduknya ia menuju wastafel mencuci wajahnya.
" ian gue saranin sama loe ya, mending loe cari pelarian untuk melupakan Bella, cari wanita yang bisa loe ajak senang-senang mungkin dengan begitu loe bisa melupakan Bella " usul Rio.
Ryan terdiam mendengar perkataan Rio, ia membalikkan badannya menatap Rio.
" gue gak sebejad loe " sinis Ryan.
" hahaha jangan muna deh , loe cobain deh sekali-kali lubang surgawi pasti loe bakal ketagihan " ledek Rio.
" gue akan ngelakuin itu sebelum menikah "
Rio tertawa mendengar ucapan Ryan yang sok alim.
" coba dulu loe paksa Bella buat bercinta dengan loe, pasti dia gak akan tuh kembali lagi sama suaminya" sarkas Rio.
Ryan bergeming dengan ucapan Rio, memang ada benar selama ini Ryan menjaga Bella dengan baik. Walaupun Ryan mencintai Bella tapi tak sekalipun ia berpikiran untuk menyentuh bella.
" loe terlalu baik dengan wanita idaman loe itu, kalau loe gak mau kehilangan dia kenapa gak dari dulu loe tiduri tuh cewek sampai dia hamil, otomatis dia minta tanggung jawab sama loe, gak mungkin kan dia kembali lagi dengan suaminya itu " ungkap Rio
Ucapan Rio ada benarnya ia terlalu baik dengan Bella, Ryan selalu saja ingin melindungi Bella dan membuat Bella bahagia, namun apa balasnya sekarang, ia malah ditolak oleh wanita yang ia jaga dan ia cintai.
" udah lah gue mau balik ke apartemen gue " balas Rio , ia pun melangkah pergi meninggalkan apartemen Rio.
" Ryan , Ryan sok baik sih, jadinya menderita kan loe " ledek Rio setelah kepergian Ryan dari apartemennya.
Ryan mencari taksi untuk pulang ke apartemennya, di perjalanan ia menghubungi anak buahnya untuk mengambil mobil di club yang semalam ia datangi.
Tiba di apartemennya, Ryan membaringkan tubuhnya di sofa, ia mengingat kembali perkataan Rio yang menganggap nya terlalu baik dengan Bella.
Kata-kata Rio seolah berputar lagi di otaknya, tentang ucapan Rio yang menyarankan untuk menjamah tubuh Bella sampai ia hamil anaknya, agar ia mau kembali padanya.
" Rio gila, gue gak akan ngelakuin hal seperti itu " guman Ryan
Ia pun masuk ke kamarnya, Ryan menuju kamar mandinya ia ingin menyegarkan otak nya yang dipenuhi saran-saran Rio yang ia anggap gila.
" gue masih waras, gue gak akan ngelakuin itu " ucap Ryan dibawah shower air yang membasahi tubuhnya.
Tiba-tiba terlintas bayang-bayang Bella dihadapannya yang menampakkan tubuh polos Bella.
" hah, Bella " ucap Ryan tertegun.
Tiba-tiba bayang Bella hilang begitu saja.
" arghh gue pasti gila, Rio sialan kau meracuni pikiran gue " teriak Ryan frustasi
_________________________________________
Jangan lupa like comment and vote
biar author semangat up nya 🥰🥰
happy reading 💐💐💐