Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
Keinginan Selena


" gue kurang bantu apa coba sama dia ? gue selalu bantuin dia, meyakinkan Bella untuk menerima Ryan. loe tahu sendiri sebucin apa Ryan sama Bella, dia bisa ngelakuin apa aja buat Bella bahagia dan senang disisinya, pengorbanan dia kasih sayang dia terhadap Bella, gue tahu semuanya. Tapi apa loe gak mikir kalo Bella masih punya suami, ya walaupun udah berpisah lama karena kecelakaan tapi Bella masih tetap istri dari suaminya itu, belum ada kata cerai di antara mereka. Harusnya Ryan sadar dia salah mencintai seorang wanita yang masih berstatus istri pria lain." ucap Ramon panjang lebar.


Rio bungkam dengan perkataan Ramon yang panjang lebar.


" iya gue juga paham, tapi temen loe itu mesti di tolong "


" saran gue, balikin lagi sama keluarga nya daripada loe pusing, "


" ya udah deh, gue ngikutin saran loe " ucap Rio pasrah.


" ampun dah ahh, jauh-jauh dari kota gede cuma numpang curhat doang " sarkas Ramon


" siapa yang curhat gue emang niat nya mau ketemu sama Bella, tapi malah loe saranin kaya gitu, ya udah gue ngikut sekarang " sanggah Rio


" plin plan loe mah, udah ahh gue mau kerja lagi gara-gara loe kesini kerjaan gue jadi numpuk kagak kelar-kelar." Ramon beranjak dari sofa menuju meja kerjanya.


" Yee siapa suruh jadi pimpinan kerjanya lambat , kayak gue dong perusahaan gue banyak tapi tetap nyantai "


" sombong amat " Ramon melempar bolpoin ke arah Rio. Namun dengan cepat menghindar serangan Ramon.


" pergi loe, ganggu gue aja " usir Ramon .


" gue juga bakal pergi dari sini, kagak betah gue lama-lama disini " Rio beranjak dari duduknya melangkah keluar dari ruangan Ramon.


" dasar makhluk alas ," gerutu Ramon.


Rio tiba didalam mobilnya, ia memukul setir mobilnya kesal.


" sialan gue jauh-jauh kesini malah udah di Jakarta, apes banget gue mana tadi si momon puas banget ledekin gue , anjim banget emang punya sohib kaya gitu " gerutu Rio. Sedetik kemudian ia melajukan mobilnya kembali ke bandara untuk kembali ke Jakarta.


Jakarta


Dikediaman rumah nyonya Eva.


Selena sedang berada di halaman belakang duduk termenung menatap taman yang asri. Taman buatan nyonya Eva untuk menambah keasrian rumah nya.


" Lena " panggil nyonya Eva.


" Oma " sahut Selena menoleh ke samping dimana nyonya Eva berdiri di sampingnya.


" kau sedang memikirkan apa ?


" tidak Oma hanya sedang menikmati pemandangan taman buatan Oma saja " tukas Selena.


Nyonya Eva menghela nafasnya ia pun duduk disamping cucunya Selena.


" ada apa lena, Oma tahu kamu pasti sedang memikirkan sesuatu " tebak nyonya Eva.


" ehmm, sebenarnya aku sedang memikirkan tentang perjodohan aku sama Ryan Oma " ucap Selena pelan.


" apa kau menyukai pria itu Lena ?


" entahlah Oma tapi sepertinya aku menyukainya , saat pertama melihatnya aku langsung jatuh cinta " ungkap Selena.


Nyonya Eva tersenyum tipis.


" kalau kau menginginkan dia Oma pastikan dia akan jadi milik mu Lena " ucap nyonya Eva yakin.


" benarkah Oma " tanya Selena berbinar.


Nyonya Eva tersenyum mengangguk.


" terimakasih Oma, tapi Oma dia tidak menyukai ku "


" kau tenang saja cucuku kupastikan pria yang kau sukai itu menerima mu sebagai calon istrinya "


" ahh Oma memang terbaik " Selena memeluk tubuh Omanya.


Nyonya Eva mengusap lembut rambut selena.


Hendro dan beberapa bawahnya memasuki apartemen Ryan. Ia memiliki akses untuk masuk kedalam. Hendro memasuki apartemen Ryan, tercium bau alkohol menyeruak masuk kedalam hidungnya. Apartemen Ryan berantakan penuh dengan botol-botol minuman beralkohol.


Hendro terus melangkah hingga melihat Ryan yang tertidur di sofa. Di depan meja dimana Ryan tertidur beberapa botol minuman tergeletak begitu saja, makanan ringan pun berserakan dimana-mana.


Hendro memerintahkan kepada bawahannya untuk mengambilkan seember air. Tak menunggu lama seember air telah ditangannya.


byuuurrrr


" arghh " pekik Ryan , setelah Hendro mengguyur tubuh Ryan dengan seember air.


" bangun " teriak Hendro


Ryan mengerjapkan matanya menatap Hendro di apartemennya.


" ngapain papah kesini " Ryan mengusap wajahnya yang basah.


" kenapa kau mabuk-mabukkan lagi ? apa kau masih memikirkan wanita itu " hardik Hendro.


" itu bukan urusan papah "


" mau sampai hidupmu seperti ini , lupakan dia papa sudah memilihkan wanita terbaik untuk mu "


" aku tidak mau , walaupun aku tak bersama Bella , bukan berarti aku harus menikah dengan wanita lain "


" terus kau akan menyia-nyiakan hidup mu dengan mabuk-mabukkan seperti ini" geram Hendro.


" itu bukan urusan papah " ketus Ryan.


Hendro menarik nafasnya. Ia memerintahkan bawahannya untuk membawa paksa Ryan.


" apa yang papah lakukan " Ryan memberontak saat dua pria besar mengapit tubuhnya.


" tentu saja membawamu pulang , kau harus bertunangan dengan wanita pilihan papa "


" aku tidak mau pah " Ryan memberontak, namun tubuhnya saat ini sangat lemah, hingga tak bisa melawan dua pria yang mengapit tubuhnya.


Hendro dengan cepat membawa Ryan menuju mobilnya. Ryan memberontak namun terus di tahan oleh bawahan Hendro.


Tiba di rumahnya Hendro dengan segera membawa Ryan masuk. Dua bawahan Hendro melepaskan Ryan di sofa ruang tengah, disitu pun sudah ada mama nya, Anita .


" Ryan " seru Anita menghampiri Ryan.


" ma, kenapa papah ngelakuin ini samaku " Ryan merajuk seperti anak kecil.


" kau seperti bocah yang baru mengenal cinta sampai patah hati berlarut-larut " sarkas Hendro menghampiri anak dan istrinya.


" hentikan kebodohan mu Ryan ,kau berlarut-larut memikirkan wanita yang sudah kembali kepada suaminya , apa kau pikir tidak ada wanita lagi di dunia ini " hardik Hendro.


" pah sudah jangan marah-marah " ucap Anita menenangkan suaminya.


" kamu tidak tahu mah, apa yang terjadi di dalam apartemen nya, botol miras berserakan dimana-mana, setiap hari dia mabuk-mabukan" geram Hendro.


" Ryan kenapa kamu kembali seperti itu ? ucap Anita tak percaya.


" aku hanya ingin menenangkan pikiranku saja mah "


" menenangkan pikiran apa kau Ryan, kau malah membuat seperti orang yang bodoh, hanya karena patah hati kau sia-siakan hidupmu " hardik Hendro.


" aku hanya menikmati hidup ku pah, kemarin-kemarin aku disibukan dengan pekerjaan dari papa " kilah Ryan.


" kau alasan saja, memangnya papa tidak tahu selama kau tinggal di Toronto juga kau sering ke club dan mabuk-mabukkan "


" sudahlah aku mau istirahat , aku bosan papah mengoceh terus " Ryan melangkah menuju anak tangga.


".Ryan papa belum selesai bicara " bentak Hendro emosi.


" apa lagi pah, papah sudah membawa ku kesini, lalu apa lagi ,papah mau aku meladeni kemarahan papah "


" dasar anak kurang ngajar " Hendro hendak menghampiri Ryan untuk menampar nya, namun ditahan oleh istrinya.


" sudah pah , tenang " tahan Anita.


Ryan menyunggingkan senyumnya, lalu menaiki anak tangga menuju kamarnya.


" liat mah, anakmu jadi seperti itu hanya karena wanita "


" sabar pah " Anita mencoba menenangkan suami.


__________________________________________


.


jangan lupa like comment and vote


biar author semangat up nya


.


.


.


Salam sehat selalu 😘 😘😘